20 Juni 2016

Memperbaiki Kualitas Hidup

Memperbaiki Kualitas Hidup

Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya…." (Yudas 1:16).
Semakin baik kualitas hidup seseorang, semakin baik/bahagia pula keadaan orang tersebut. Keadaan seseorang dikatakan baik atau bahagia bukan diukur dari berbagai macam fasilitas yang dipunyai, tetapi seberapa besar rasa syukur atas apa yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya. Sebab berapa banyak orang memiliki berbagai fasilitas dalam hidupnya namun tidak pernah merasa bahagia ?, yang ada hanyalah bersungut-sungut atau ngomel. Merasa semua yang dihadapi tidak ada yang benar, dan menuntut semuanya sempurna menurut pandangannya. Alasan sepele dapat menjadi omelan yang berkepanjangan hingga sepanjang hari, bahkan dapat berlanjut pada hari-hari berikutnya. 
Hal ini pula yang terjadi dengan bangsa Israel. Sebagian besar dari mereka yang menikmati "tour" keliling padang gurun di bawah pimpinan Musa, mengalami kematian (1 Korintus 10:5). Alkitab menegaskan: "…janganlah bersungut-sungut [ngomel], seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut" (1 Korintus 10:10). Mereka mati karena omelan mereka sendiri, karena mereka tidak percaya dengan janji Allah.
Sungutan, omelan, dan gerutuan adalah ciri orang fasik. Yudas mengatakan: "Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya…." (Yudas 1:16). Orang Kristen duniawi tidak lepas dari karakter ini. Sebaliknya orang Kristen yang mengerti kebenaran, akan selalu mengucap syukur. 
Bagaimana dengan kita? Apakah hidup kita penuh dengan omelan ataukah ucapan syukur? Pikirkan sejenak, apakah gunanya kita bersungut-sungut? Bukankah sungutan dan omelan tidak akan mengubah keadaan? Bersungut-sungut dan mengomel hanyalah penonjolan perbuatan daging. Semakin kita bersungut-sungut, semakin kita enggan berdoa, memuji Tuhan, maupun mengucap syukur. Tidaklah salah bila salah satu pintu menuju dosa adalah melalui sungutan. Perbaikilah kualitas hidup kita dengan memperbanyak ucapan syukur kepada Tuhan dan kikislah sampai habis omelan-omelan dari mulut kita. Omelan terjadi, sebagian kecil karena kesalahan orang lain, sebagian besar karena kita tidak mampu menundukkan daging dan lidah kita, amin.
Sumber: http://www.bethanygraha.org

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification