Allah Adalah Perencana Hebat
“Beginilah
firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku;
rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang
akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya
ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN…..”
(Yesaya 66:1,2)
Begitu juga apabila Anda memperhatikan dari ayat ke ayat, maka Anda akan melihat bagaimana Allah bekerja untuk menggenapi rencana-Nya. Lihat saja perintah Allah kepada Musa untuk mendirikan Kemah Suci. Apakah Allah mau berdiam di dalam rumah bikinan manusia? Tidak mungkin! Allah sendiri berkata, “Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN…..” (Yesaya 66:1,2). Kalimat “tantangan” ini menunjukkan bahwa Allah sama sekali tidak berdiam dalam rumah buatan manusia. Lalu untuk apa Kemah Suci didirikan? Itulah tempat pertemuan antara Allah dan manusia, sebab Allah tidak dapat menemui umat Israel apabila mereka masih menjadi manusia berdosa. Jadi harus melalui perantara. Dan Bait Allah juga merupakan perlambang bahwa kelak gereja akan menjadi tempat kediaman Allah: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu” (1 Korintus 3:16)?
Allah kita tidak serampangan dalam bertindak. Ia bekerja berdasarkan pola dan rencana. Dan sebenarnya semuanya itu berpusat pada satu tujuan: keselamatan melalui Yesus Kristus! Jadi Anda bisa lihat betapa hebatnya kasih Allah atas hidup kita. Semenjak semula Allah memang menjadikan manusia sebagai makhluk kesayangan-Nya. Dan inilah yang seharusnya menjadi sukacita kita bahwa kasih Allah tidak beranjak dalam hidup kita. Betapa seringnya kita meragukan kasih Allah. Betapa dangkalnya pengertian kita selama ini mengenai kasih-Nya. Camkan, Dia adalah Allah yang mengasihi kita dan terus berkarya dalam hidup kita.
Sumber: http://www.bethanygraha.org
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.