15 Oktober 2016

Dia Adalah Bapa Kita

Dia Adalah Bapa Kita

"….anak Allah. Oleh Roh kita berseru: "Ya Abba, Ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8:15,16). 
Berbicara tentang janji Allah, kita tidak bisa melepaskannya dengan janji perlindungan-Nya. Banyak orang Kristen mengaburkan janji ini. Seolah-olah janji ini hanyalah bersifat semu dan tidak nyata. Mereka hanya mengelu-elukan janji hidup kekal yang Allah berikan kepada setiap orang percaya. Padahal janji hidup kekal sama nyatanya dengan janji perlindungan-Nya. Alkitab melukiskan hubungan antara gereja dan Tuhan seperti anak dan Ayah (Bapa). Hubungan ini sangat tepat dan mewakili hubungan yang sebenarnya, karena kita telah menerima Roh yang menjadikan kita: "….anak Allah. Oleh Roh kita berseru: "Ya Abba, Ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8:15,16). Konsep bahwa Allah adalah Bapa kita seringkali dikaburkan dengan perlakuan buruk beberapa ayah kita di bumi. Mereka tidak menjadi figur ayah yang baik.
Mereka tidak menjadi teladan bagi anak-anaknya. Mereka mengecewakan dan melukai hati banyak anak-anak. Akibatnya, panggilan "ayah" tidak ada kesan manis lagi. Tidak ada kemesraan lagi saat kita menyebut "ayah". Tetapi jangan kecewa, Allah telah mengangkat kita menjadi anak-Nya dan menyayangi kita lagi, melebihi kasih sayang yang dapat diberikan ayah manapun di bumi ini. Selain itu dalam Alkitab juga digambarkan bahwa Allah itu juga berfungsi sebagai ibu juga. Seperti yang tertulis dalam 66:13 : "Seperti seorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu…..". Posisi sebagai ibu melengkapi jabatan Allah sebagai Sahabat, Gembala, Kawan, Kepala Gereja, Bapa, dan sebagainya. 
Saudara, Yesus pernah menyampaikan pengajaran perihal kekuatiran (Matius 6:25-34). Dimana burung-burung di udara Allah pelihara dan bunga bakung di ladang Allah dandani dengan indah, bukankah anak-anak-Nya akan diperlakukan melebihi mereka ? Bapa sadar bahwa kita adalah anak-anak-Nya, tetapi apakah kita sadar bahwa Dia adalah Bapa kita ? oleh sebab itu tanamkan di dalam loh hati kita bahwa kita adalah anak Allah. Nikmati kasih sayang-Nya sebagai Bapa kita ! amin.
Sumber: http://www.bethanygraha.org

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification