31 Oktober 2013

Mencapai Kesempurnaan

Pdt. Alex Tanuseputra

I Korintus 6:19-20 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”
Saudara perlu kita sadari bahwa tubuh kita adalah bait Allah dan Roh Kudus ada dalam diri kita. Dan bukan hanya itu saja, harus kita sadari pula bahwa kita telah dibeli dan harganya lunas dibayar. Jadi kita tidak berhak melakukan segala sesuatu menurut kemauan diri sendiri melain kita harus menjalankan kehidupan kita atas pimpinan Roh Kudus.
Bahkan tidak ada seorangpun dapat mengaku Yesus adalah Tuhan kalau tidak dibantu oleh Roh Kudus. Kalau Roh Kudus sudah ada dalam kita maka kita akan menjabarkan atau mengeluarkan wajah Kristus tampak dalam kehidupan kita sehari-hari, karena dengan demikian maka saudara disebut Kristen. Ketika Roh Kudus ada dalam diri kita maka terjadi kelahiran baru, yang lama sudah berlalu dan yang lalu sudah ada. Kehidupan Kristus adalah hidupan kita. Maka saat kita percaya Yesus dan dibaptiskan biarlah senantiasa memuliakan Tuhan. Memang dalam diri kita banyak kelemahan tetapi Tuhan akan menyempurnakan. Untuk mencapai kesempurnaan memang harus melalui beberapa tahapan, dan semuanya itu harus dalam pimpinan Roh Kudus.
Di dalam gereja kita terdapat beberapa dimensi, diantaranya :

1.    Bait Allah ( I Korintus 3 : 16 - 17 )


Langkah awal menjadi bait Allah ketika seseorang bertobat, dibaptiskan telah masuk dalam dimensi yang pertama yaitu menjadi bait Roh Kudus. Dan sejak Roh Kudus ada dalam diri kita, maka tubuh kita menjadi bait Allah. Tuhan pernah bertanya kepada saya, kataNya : “where my address ?” saya jawab : ”Tuhan itu ada di sebelah kanan Allah Bapa,” tetapi Dia diam saja. Dan suatu saat Dia berkata : ”aku di dalam kamu,” saat itu saya shock dan dipenuhi Roh Kudus. Sejak itu saya berdoa untuk anak saya yang cacat selama 6 tahun. Roh Kudus ada di dalam saya, pikiran Tuhan ada di dalam saya. Lalu saya menggunakan pikiran, perasaan dan kehendakNya. Anak yang 6 tahun itu saya ucapkan : ”jalan,” dan dalam waktu 3 bulan anak saya mulai berjalan, selanjutnya saya ucapkan: “bicara,” lalu dalam waktu 6 bulan dia mulai bisa bicara, namun tidak cukup sampai disitu, karena saya berdoa terus sehingga saat ini anak saya menjadi sempurna. Oleh karena itu apabila Roh Kudus ada di dalam saudara, maka apa yang kau pikirkan dan bayangkan akan terjadi karena Roh Kudus. Penyertaan Tuhan dijamin oleh Roh Kudus yang mencengkeram kita semua. Meskipun ada berbeda-beda berkat yang kita terima tetapi kita semua sudah selamat di dalam Tuhan Yesus.

2.    Domba ( Mazmur 23 : 1 - 6 )


Yang menulis Mazmur 23 ini adalah Daud sendiri. Saudara harus tahu bahwa Daud mengalami berbagai persoalan, tetapi Daud tetap cinta Tuhan, bahkan sampai disebutkan Yesus anak Daud. Dia juga berkata tentang kunci Daud. Bahkan di kitab Wahyu juga disebut bahwa Daud dipuji Tuhan walau Daud banyak kesalahan, walaupun demikian dia punya hati yang selalu mengandalkan Tuhan. Setiap menghadapi permasalahan dia bertobat, dan Tuhan memberikan kasih karunia. “Siapa yang percaya bahwa Dia gembala yang baik ?” pengakuan saudara dihormati Tuhan. Daud tahu persis bahwa perlindungan, pimpinan, pemeliharaan Allah sungguh luar biasa. Hal ini tidak hanya berlaku bagi Daud saja tetapi bagi mereka yang hidupnya mengandalkan Tuhan. Dan hidup mengandalkan Tuhan bukan saja dalam menghadapi pergumulan tetapi dalam keadaan diberkatipun kita harus mengandalkan Tuhan. Sebab Dia adalah sumber kehidupan kita.

3.    Anak ( Roma 8 : 16 - 17 )

 
Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa kalau kita anak maka kita adalah ahli waris, tetapi ada kata-kata : “kalau kita menderita bersama Dia,” maksudnya yaitu kedagingan kita harus dimatikan. Kalau daging dimatikan maka roh itu muncul. Dalam hal ini berlaku baik orang miskin atau diberkati bahkan kaya rayapun daging ini harus dimatikan, karena dengan demikian maka orang itu bisa menerima dan menanam, karena mereka adalah ahli waris dari Tuhan. Ada kisah anak sulung dan anak bungsu. Anak bungsu terhilang sehingga ayahnya mengharapkan dia kembali, dan anak tersebut akhirnya kembali setelah mengalami kelaparan dan kesusahan yang luar biasa. Ketika anak bungsu itu kembali, ayahnya tidak membuangnya tetapi ayahnya menerima kembali. Ayahnya berikan cincin baru, jubah baru, dan kasut yang baru. Bapaknya telah mengharapkan anak itu kembali, tetapi setelah anak bungsu kembali justru anak sulung tidak bisa terima sehingga anak sulung tidak mau masuk dalam pesta kesukaan, ia menolak. Anak sulung tidak ada pengharapan. Demikian dengan kehidupan kita yang penuh dengan kesalahan, tetapi kalau kita mau bertobat maka Bapa kita akan memberikan “cincin yang baru, jubah yang baru dan kasut yang baru pula”. Kalau anak menyerang bapak itu memang ada, apalagi bapaknya membagi waris itu tidak sama maka anaknya bisa menyerang bapaknya. Tetapi seorang bapak tidak ada yang menyerang anaknya sendiri, demikian Tuhan tetap mengasihi kita sebagai anak-anakNya dan memberikan hak warisNya bagi mereka yang mau bertobat.

4.    Tunangan ( II Korintus 11 : 1 - 2 )


Saya boleh menjadi sahabat yang mempertunangkan gereja ini pada Tuhan sebagai perawan yang suci. Saya pernah didoakan oleh Suzette Hattingh, lalu saya jatuh, dalam roh saya melihat sesuatu, tetapi tidak bisa dijelaskan. Tetapi saya melihat diri saya seperti wanita yang dikasihi tunangan. Tuhan itu sangat mengasihi kita seperti tunangan. Dan kasihnya tidak dapat dipengaruhi oleh keadaan apapun karena kasihNya sungguh murni. Tidak ada kasih seperti kasihNya yang diberikan kepada mereka yang mengasihi Dia. Tuhan senantiasa rindu untuk melimpahkan kasihNya kepada kita semua yang merindukan Dia.

5.    Mempelai ( Efesus 5 : 32 )


Pada akhirnya kita akan menjadi mempelai wanita dan Kristus sebagai mempelai pria maksudnya adalah hubungan Kristus dengan jemaat. Dengan demikian apa yang tidak pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar bahkan tidak pernah timbul dalam hati kita sudah disediakan bagi kita yang terus tetap setia sampai kedatanganNya kedua kali, Amin.

Sumber: http://www.bethanygraha.org/

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification