18 Juni 2011

Renungan Harian Online: Menyadari Kebaikan Tuhan

Menyadari Kebaikan Tuhan

Sumber: http://renungan-harian-online.blogspot.com/
Ayat bacaan: Mazmur 34:9
=====================
"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!"



"Seharusnya negara ini sudah tutup buku.." kata ayah saya barusan lewat telepon. Ucapan itu ia katakan melihat kondisi negara yang sudah carut marut tidak jelas seperti sekarang ini. Bayangkan sebuah rumah yang penuh dengan ribuan tikus-tikus menggerogoti semua perabot, menghabiskan semua makanan dan menghancurkan rumah. Tidak akan ada rumah yang bisa bertahan dalam keadaan seperti itu. Ini sebuah analogi yang sangat menarik, karena kondisi negara kita memang sudah seperti itu akhir-akhir ini. Koruptor ada dimana-mana, dalam jenjang pemerintahan, perkantoran sampai perorangan. Orang tidak lagi peduli dengan sesamanya, dengan kondisi bangsanya sendiri. Mereka hanya peduli terhadap dirinya sendiri dan tanpa hati sanggup merugikan orang lain. Lembaga-lembaga pemerintahan tidak lagi malu untuk korupsi, mereka menunjukkan terang-terangan perbuatan mereka, dan lembaga-lembaga keadilan pun tidak berfungsi, malah ikut berpesta pora seperti tikus-tikus lainnya. Melihat keadaan seperti itulah maka ayah saya berkata bahwa seharusnya tidak ada negara yang bisa bertahan hidup di dalam situasi separah itu. "Tetapi lihatlah bahwa kita masih tetap bisa berusaha meski memilih untuk hidup benar." katanya. Dan itu pun memang benar. Secara logika tidak ada lagi harapan hidup di negara yang penuh tikus kelaparan, yang siap menghancurkan semuanya demi kepentingan mereka pribadi. Tetapi meski sulit, kita tetap bisa berjalan, bekerja dan berusaha. Kita tetap masih bisa hidup meski tidak ikut-ikutan menjadi tikus seperti para koruptor yang hati nuraninya sudah hilang entah kemana. Jelas, itu semua karena campur tangan Tuhan yang tetap melindungi umatNya, dan masih membuat negara ini bisa tetap berdiri lewat doa anak-anakNya. Kondisi tidak kondusif, tetapi kita masih baik-baik saja, itu adalah bukti nyata dari kebaikan Tuhan.

Seringkali kita hanya memperhatikan kesulitan sehingga lupa kepada kebaikan Tuhan. Kita terus mengeluh terhadap situasi sulit, hanya fokus pada itu dan lupa mengarahkan pandangan kepada Tuhan, melupakan segala kebaikan dan penyertaanNya yang sebenarnya masih bisa kita rasakan. Itulah yang disadari oleh Daud, raja Israel yang sama seperti kita juga, sama-sama manusia dengan pergumulan-pergumulannya sendiri. Meski terus menerus berada dalam situasi sulit, Daud tidak melupakan kebaikan Tuhan yang pernah ada dalam hidupnya, bahkan masih merasakannya meski sedang berada dalam situasi sulit. Mazmur 34 ia tulis bukan ketika ia sedang dalam keadaan baik. Tapi lihatlah apa yang ia katakan: "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 34:8). Taste and see. Itu melibatkan dua panca indera yang bisa merasakan sesuatu secara nyata, bukan hanya sebatas wacana atau impian saja. Dan itu memang bisa kita pakai untuk merasakan betapa baiknya Tuhan itu. Sepanjang Mazmur 34 kita bisa melihat bagaimana mata Daud memandang kebaikan Tuhan. Disaat kita mencari Tuhan, Dia menjawab dan melepaskan dari ketakutan (ay 4), ketika kita berseru Dia mendengar dan menyelamatkan kita (ay 7,18), Tuhan berjanji tidak akan membiarkan orang-orang yang hormat kepadaNya berkekurangan (ay 10-11), Dia dekat dengan orang-orang yang patah hati dan remuk jiwanya (ay 19), Dia membebaskan jiwa hamba-hambaNya, dan membebaskan orang yang berlindung kepadaNya dari hukuman. (ay 23). Semua ini merupakan bukti kebaikan Tuhan yang begitu nyata yang seharusnya kita sadari walau dalam situasi atau kondisi apapun kita hari ini.

Kebaikan Tuhan seringkali menguap karena kita terlalu fokus terhadap permasalahan-permasalahan hidup, situasi, kondisi sekitar kita dan kesulitan-kesulitan yang kita dapati. Saatnya bagi kita untuk mengambil waktu sejenak, merenungkan, meresapi, mengecap dan merasakan kebaikan Tuhan yang sesungguhnya tetap ada menyertai kita dalam kondisi seperti apapun. Seperti apapun situasinya, percayalah bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan anak-anakNya sendirian. Kebaikan dan kasih Tuhan itu nyata dalam segala kondisi. Kecap dan lihatlah, alamilah langsung kebaikan Tuhan.

Tuhan tetap ada dengan kasih dan kebaikanNya ditengah segala kondisi

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification