17 April 2016

Tuhan Berkuasa atas Segalanya

Tuhan Berkuasa atas Segalanya

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, DIALAH YANG MENYATAKAN-NYA” (Yohanes 1:18).
Anda lihat bagaimana manusia sulit berkomunikasi dengan Allah, karena itulah Ia memilih orang-orang tertentu seperti Musa supaya Ia dapat berkomunikasi. Itu pun dengan syarat bahwa Musa tidak diizinkan melihat wajah Allah, karena ia pasti mati (Kel. 33:20). Apabila mustahil manusia untuk melihat Allah secara utuh, lalu bagaimanakah Allah akan mengenalkan Diri-Nya kepada dunia? Tidak ada cara lain kecuali menjelmakan Diri-Nya sebagai manusia yaitu Yesus, seperti Alkitab katakan, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, DIALAH YANG MENYATAKAN-NYA” (Yohanes 1:18).
Saudara, selama 3,5 tahun di bumi, sepak terjang-Nya membuktikan bahwa Dia bukan manusia biasa, bukan pula manusia setengah dewa, tetapi manusia Allah yang dipenuhi dengan kuasa Allah. Segala penyakit takluk, semua setan mengakui otoritas-Nya, maut tak berdaya menghadapi-Nya, dan alam semesta tunduk pada perintah-Nya.
Sepanjang pembacaan di Injil kita disuguhkan kisah yang menakjubkan: orang buta melek, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, yang kusta ditahirkan, berbagai jenis penyakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, gelombang ganas diteduhkan, perkataan-Nya penuh kuasa, dan berbagai pernyataan lainnya yang membuktikan bahwa Yesus adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia.
Dan sadarilah bahwa Tuhan Anda dan saya bukanlah Tuhan yang lemah. Anda tidak perlu memberi sajian makanan di tempat-tempat angker sebagai makanan-Nya. Tidak perlu juga mencuci patung Yesus tujuh. Dia adalah Allah semesta alam yang tidak kekurangan apa-apa. Malahan semua jagad raya ini adalah milik-Nya.
Firman Tuhan berkata, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan
sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8). Apanya yang sama? Kasih-Nya sama. Kuasa-Nya sama. Belas kasihan-Nya sama. Bila Ia melakukan perkara ajaib pada masa lampau, berarti hingga sekarang Ia masih Tuhan yang melakukan perkara ajaib. Dia berkuasa atas segala persoalan yang sedang Anda hadapi. Jadi, percayalah kepada-Nya Bila Anda berseru dalam ketaatan kepada Tuhan, Ia akan menunjukkan kuasa-Nya.
Sumber: http://www.bethanygraha.org

11 April 2016

Kasih itu Mengampuni

Kasih itu Mengampuni

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.  
(1 Korintus 13:4, 5).
Kasih itu mengampuni. Betapa indahnya kata-kata ini. Seperti Alkitab katakan, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1 Korintus 13:4, 5).
Mengampuni berarti tidak mengingat dan tidak menyimpan lagi kesalahan orang lain. Apabila setiap manusia ditanyai, apakah mereka mempunyai musuh, mereka akan mengatakan: ya! Allah tidak mempersoalkan apakah Anda mempunyai musuh atau tidak. Masalahnya, bagaimanakah sikap Anda terhadap musuh Anda? Firman Allah mengatakan supaya kita mengasihi musuh (Matius 5:44). Allah tidak memberikan pilihan lain!
Allah ingin anak-anak-Nya memiliki karakter-Nya – mengambil bagian dalam kodrat-Nya. Allah tahu bahwa Anda bukanlah manusia rohani yang super. Karena itulah Ia memberikan Roh Kudus-Nya supaya Ia menolong Anda untuk mampu mengampuni dan mengasihi musuh Anda.
Mengasihi musuh bukanlah pekerjaan manusia, ini pekerjaan Allah. Betapa bangganya hati Allah bila melihat anak-anak-Nya tinggal di dalam kasih. Meskipun iblis menebar benih kebencian, namun bila hati anak-anak Allah dipenuhi dengan kasih, benih itu akan kering dan mati dengan sendirinya.
Mungkin saat ini Anda mempunyai musuh, setidak-tidaknya orang yang menjengkelkan Anda. Allah tahu betapa sakitnya hati Anda. Allah tahu betapa kecewanya hati Anda. Dan Allah tahu bahwa ia tidak seharusnya memperlakukan Anda seperti ini. Tetapi Allah mau agar Anda mengampuninya. Allah tidak bertanya apakah Anda mampu atau tidak mampu mengampuninya, Allah hanya bertanya, MAUKAH Anda mengampuninya? Bila Anda berkata: mau, Allah akan memberikan kekuatan-Nya supaya Anda mampu mengampuninya. Ambillah bagian dalam karakter-Nya.
Sumber: http://www.bethanygraha.org

6 April 2016

Indah Pada WaktuNya

Indah Pada WaktuNya

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada WAKTUNYA” (1 Petrus 5:6)
Apabila kita perhatikan mengenai awal penciptaan dunia, kita mengerti bahwa Allah bekerja berdasarkan waktu. Ia menciptakan dunia ini dengan terencana  hari pertama Ia menciptakan terang, hari kedua Ia menciptakan cakrawala, hari ketiga Ia menciptakan tanaman, dan seterusnya sampai hari keenam Ia menciptakan manusia. Mengapa manusia tidak diciptakan pada hari pertama, kedua, atau ketiga? Semuanya harus terencana sesuai dengan waktu Allah. Dan urutan-urutan penciptaan dalam kitab Kejadian itu merupakan urutan terbaik.
Saudara, masa vakum antara kitab Maleakhi sampai Matius yaitu 400 tahun, dan hal itu merupakan masa gelap, karena tidak ada firman Tuhan yang disampaikan. Tidak ada lagi nabi yang diutus. Bangsa Israel hanya menanti janji-Nya bahwa Ia akan mengutus seorang Pemimpin dan Pembebas. Masa 400 tahun itu adalah masa penantian yang dirasa begitu panjang. Tapi janji-Nya tidak pernah gagal! Saat Yesus lahir, itulah waktu yang terbaik bagi-Nya untuk lahir, “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan …..” (Galatia 4:4).
Hingga sekarang pun Allah bekerja sesuai waktu. Di sinilah kadang kita sulit menerima kenyataan yang terjadi. Kita sih inginnya persoalan kita segera selesai, pencobaan segera berakhir, ujian hidup segera rampung, tapi sampai detik ini keadaan tidak berubah bahkan semakin buruk. Ingatlah janji-Nya, “Ia membuat segala sesuatu indah pada WAKTUNYA …..” (Pengkhotbah 3:11). “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada WAKTUNYA” (1 Petrus 5:6).
Allah tahu bahwa Anda berada dalam tekanan, bahkan Anda sudah hampir tidak tahan. Tapi, bila Ia memaksakan diri untuk bertindak dalam waktu yang salah, efeknya justru akan bertambah buruk. Syukurlah, Allah kita bukanlah Allah yang bertindak dengan ceroboh dan terburu-buru. Ia bertindak sesuai dengan waktu terbaik-Nya. Bila Anda percaya bahwa hidup Anda berada dalam tangan Tuhan, Anda akan melihat terang yang benderang saat Ia bertindak dalam waktu-Nya. Leburkan semua kehendak Anda dalam kehendak Allah supaya Anda memahami maksud-Nya.
Sumber: http://www.bethanygraha.org

26 Maret 2016

Kebangkitan Kristus

Kebangkitan Kristus

Kisah Para Rasul 17:31
 “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia  dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu BUKTI tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati” 
Kebangkitan Kristus dari kematian adalah dasar dari pekabaran Injil. Tanpa kebangkitan, kematian Kristus hanyalah salah satu kisah heroik dari seorang martir yang baik. Untuk itu marilah kita memahami arti kebangkitan Kristus bagi orang percaya :
  1. Kebangkitan Kristus menyatakan keilahian-Nya. Maut tidak berkuasa atas Dia, meskipun selama 3 hari seolah-olah Ia tidak berdaya. Tapi kita tahu, 3 hari kemudian Ia bangkit. Inilah buktinya bahwa Dia adalah Anak Allah yang berkuasa, seperti Alkitab katakan: “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia  dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu BUKTI tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati” (Kisah Para Rasul 17:31).
  2. Kebangkitan Kristus menjamin keselamatan / hidup kekal bagi kita. Firman Tuhan berkata: “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah MEMBANGKITKAN Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9).
  3. Kebangkitan Kristus memberikan kita pengharapan. Firman Tuhan memberi jaminan ini: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh PENGHARAPAN, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu” (1 Petrus 1:3, 4).
  4. Kebangkitan Kristus menjamin kebangkitan kita. Alkitab berkata: “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan MENGHIDUPKAN juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu” (Roma 8:11). Kekristenan bukan sekedar liturgi buatan manusia, tetapi suatu persekutuan antara Allah dengan manusia. Bila kita bersekutu dengan kematian Kristus, dosa tidak berkuasa lagi atas hidup kita. Demikian pula bila kita bersekutu dengan kebangkitan-Nya, kita juga pasti dibangkitan untuk menerima sesuatu yang tidak layu, amin.
Sumber: http://www.bethanygraha.org

20 Maret 2016

Tanduk Yang Ditinggikan

Tanduk Yang Ditinggikan

Sebab di dalam Allah kita menjadi perkasa ! dan apabila Allah dipihak kita siapakah yang dapat melawan kita ? Tidak Ada.
Apabila kita membaca di dalam Mazmur 92:15, maka kita akan menemukan kalimat yang berkata : Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tandung banteng.
Saudara, seperti yang diketahui oleh banyak orang bahwa tanduk adalah kekuatan dan senjata bagi binatang tertentu. Dengan tanduknya, binatang ini akan menghalau musuh-musuhnya. Dengan tanduknya ia akan melawan setiap bahaya yang mengancam. Dengan tanduknya ia menghancurkan musuh-musuhnya.
Daud kagum dengan keperkasaan binatang ini. Ia melukiskan dirinya seperti seekor banteng yang bertanduk kuat. Ia tidak melukiskan dirinya seperti kelinci, tikus, anjing atau kucing Siam yang lemah-gemulai. Di dalam Allahnya, ia menjadi sangat perkasa. Ia tidak memungkiri adanya masalah-masalah dalam kehidupannya. Ia sadar, ibarat hutan rimba yang dihuni banyak binatang buas, ia adalah banteng yang akan menanduk ke kanan dan ke kiri, menghalau lawan-lawannya.
Dan banteng ini semakin perkasa tatkala Allah menuanginya dengan minyak baru  Allah mengurapinya dengan urapan baru. Bila orang bertanya, seberapa “ampuh” urapan Allah itu? Misalnya kata urapan itu disinonimkan dengan bahasa populer modern: “energi Ilahi”, maka pertanyaan ini dapat dijawab demikian: bila seekor kelinci diberi “energi Ilahi”, ia akan mengalahkan seekor serigala. Bila seekor domba diberi “energi Ilahi”, ia akan menanduk seekor singa. Bahkan bila seandainya diadakan lomba lari, siput yang diberi “energi Ilahi” akan jauh meninggalkan seekor kuda liar. Urapan ini akan mengubah kemustahilan menjadi kenyataan, mengubah alam fantasi menjadi alam kenyataan, dan urapan ini akan menjungkirbalikkan hukum alam dan rasio.
Di dalam Allah Anda menjadi perkasa. Ubahlah gambaran (image) yang salah tentang diri Anda. Buanglah gambaran kelinci yang menggigil ketakutan itu. Sebab apabila masalah datang, kekacauan terjadi, dan kerusuhan merajalela di mana-mana, tetapi kalau Anda melihat diri Anda sendiri melalui cermin Firman Tuhan, maka Anda adalah banteng yang diurapi Allah, dengan tanduk yang menghancurkan musuh. Sebab di dalam Allah kita menjadi perkasa ! dan apabila Allah dipihak kita siapakah yang dapat melawan kita ? Tidak Ada. Amin.
Sumber: http://www.bethanygraha.org

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification