<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224</id><updated>2012-02-11T14:33:17.030+07:00</updated><category term='MSV Software'/><category term='C++'/><category term='All'/><category term='Flash'/><category term='Office'/><category term='Big Project'/><category term='HTML'/><category term='Visual Basic'/><category term='InDesign'/><category term='Video'/><category term='Firman Tuhan'/><category term='komal'/><category term='Tips-Trik'/><category term='Tuning Komputer'/><title type='text'>Caranya? Temukan! - Tutorial</title><subtitle type='html'>Temukan tutorial serba-serbi komputer!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>143</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4463818749931560219</id><published>2012-02-11T14:33:00.002+07:00</published><updated>2012-02-11T14:33:17.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Membuang-buang Sisa Makanan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2012/02/membuang-buang-sisa-makanan.html"&gt;Membuang-buang Sisa Makanan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yohanes 6:12&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya:  "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang  terbuang."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="membuang sisa makanan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/membuang-sisa-makanan.jpg" /&gt;Istri  saya pernah mendapatkan pelajaran yang cukup keras dari ibunya sewaktu  kecil karena suka membuang-buang makanan. Namanya anak-anak, ia  mengambil banyak tetapi hanya memakan sedikit, sehingga yang terbuang  cukup banyak. Pada suatu kali ibunya menghukumnya dengan menyuruh  menghabiskan semua yang ada di piring tanpa sisa. Meski kenyang, dengan  menangis ia pun menghabiskan semuanya seperti yang diperintahkan. Sejak  saat itu ia tidak lagi mengambil banyak, hanya secukupnya saja. Dan itu  masih ia lakukan hingga hari ini, karena pelajaran atau hukuman itu  membekas di hatinya. Pelajaran yang cukup keras memang, tetapi itu untuk  kebaikan. Bayangkan ada banyak orang yang menderita kelaparan, busung  lapar bahkan hingga menemui ajalnya, sementara kita malah membuang-buang  makanan karena merasa berhak. Toh uang saya yang keluar, toh saya yang  beli, lantas kenapa harus repot? Sesungguhnya perilaku ini tidaklah  baik. Meski memang uang kita yang membeli, tetapi kita tidak boleh  membuang-buang makanan. Mengapa? &lt;b&gt;Karena makanan merupakan berkat Tuhan, dan membuang makanan itu sama artinya dengan membuang berkat Tuhan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alkitab kita bisa menemukan dalam beberapa kesempatan bahwa  Tuhan sendiri tidak suka perilaku membuang-buang makanan ini. Dalam  perjalanan bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan lewat pimpinan Musa  misalnya. Dua kali Tuhan mengabulkan permintaan bangsa Israel akan  makanan dalam Keluaran 16:1-36. Dalam dua kali kesempatan ketika Tuhan  menurunkan roti dan burung puyuh, dua kali pula Tuhan berpesan agar  mereka mengambil secukupnya sesuai kebutuhan dan tidak membuang-buang  sisanya, yaitu pada ayat 4: &lt;i&gt;"Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:  "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka  bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu  untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku  atau tidak."&lt;/i&gt; dan ayat berikut: &lt;i&gt;"Beginilah perintah TUHAN:  Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu  boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah  jiwa...Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang  mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan  sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut  keperluannya."&lt;/i&gt; (ay 16,18).&amp;nbsp; Tuhan tidak suka jika berkatNya kita  buang sia-sia. Disaat orang lain ada yang membutuhkan, ada yang mati  kelaparan, bagaimana mungkin kita tega membuang makanan tanpa sedikitpun  terpikir akan nasib mereka? Jika itu kita lakukan, bagaimana kita bisa  menjadi terang dan garam, dan bagaimana kita bisa mengaku mengenal dan  menjadi anak Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa melihat contoh lain mengenai ketidaksukaan Tuhan terhadap  membuang-buang berkatNya dalam hal ini membuang-buang sisa makanan dalam  kisah Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan. Yang harus diberi  makan pada saat itu bukan hanya puluhan, bukan ratusan tetapi ribuan  orang. Lima ribu orang, belum termasuk wanita dan anak-anak. Itu  tercatat jelas di dalam Injil. Apa yang dipergunakan Yesus pada saat itu  tidak lain adalah sisa makanan yang ada pada seorang anak, yaitu lima  roti dan dua ikan. Itulah yang kemudian mampu mengenyangkan ribuan orang  dan masih bersisa. Berkat yang berkelimpahan yang dijanjikan Tuhan itu  Dia berikan, dan itu bisa kita lihat kembali pada kisah ini seperti  halnya kepada bangsa Israel di jaman Musa di atas. Tapi lihatlah apa  kata Yesus mengenai makanan sisa ini. "Dan setelah mereka kenyang Ia  berkata kepada murid-murid-Nya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Yohanes 6:12). Begitu pentingnya pesan ini, sehingga keempat Penulis  Injil menuliskan hal tersebut. Selain lewat Injil Yohanes diatas, hal  tersebut juga ditulis dalam Matius 14:20, Markus 6:43 dan Lukas 9:17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuang-buang sisa makanan itu sama artinya dengan tidak menghargai  Sang Pemberinya. Itu sama saja dengan menyia-nyiakan atau menyepelekan  berkat Tuhan.Untuk disimpan sendiri saja sudah salah, apalagi jika kita  buang-buang. Tidakkah kita seharusnya sedih&amp;nbsp; melihat begitu banyaknya  gelandangan yang kelaparan, orang terlantar dan anak-anak yang menderita  kekurangan makanan bahkan hingga mati di berbagai tempat, termasuk di  sekitar kita? Ketika kita menghamburkan uang untuk membeli sesuatu yang  hanya kita buang sia-sia dalam waktu singkat atau hidup dalam limpahan  kemewahan berlebihan tanpa peduli akan nasib mereka yang tengah meratap  dalam kekurangan, tidakkah itu berarti bahwa kita sama sekali tidak  mencerminkan pribadi Tuhan? Dan itu sama saja dengan melanggar  perintahNya. Kita bisa berpikir bahwa itu hak kita, karena uang yang  kita pakai kita anggap adalah hasil jerih payah kita bekerja. Tetapi  jangan lupa bahwa semua itu pun berasal dari Tuhan yang memberkati lewat  kerja keras kita. Intinya, kita tidak boleh lupa bahwa kita diberkati  untuk memberkati.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "...hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (1 Petrus 3:9). Tuhan tidak ingin anak-anakNya menjadi tamak, egois dan  serakah atas berkatNya. Tuhan ingin melihat kita menjadi saluran berkat  bagi orang lain. Tuhan ingin lewat kita semakin banyak pula orang yang  akan memuliakan Tuhan. Dan itu tidak akan pernah bisa apabila kita masih  bersifat egois dan tidak peka terhadap sesama kita. Firman Tuhan juga  berkata: &lt;i&gt;"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang  dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke  dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan  diukurkan kepadamu."&lt;/i&gt; (Lukas 6:38). Ini adalah sesuatu yang harus pula benar-benar kita camkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berdoa meminta Tuhan memberkati usaha kita dan memberi  kelimpahan buat kita, ingatlah bahwa ada kewajiban yang harus kita  lakukan disana. Apakah kita sudah menghargai berkat Tuhan secara benar  dan menjalankan kewajiban kita sebagaimana yang Tuhan inginkan? Ingatlah  bahwa semua yang kita miliki bukanlah atas hasil jerih payah kita  semata, tetapi itu merupakan berkat yang indah dari Tuhan. Kita semua  punya hak untuk memakai uang yang kita peroleh dari pekerjaan kita,  tetapi Tuhan mengingatkan kita untuk memakai secukupnya dan tidak  melupakan orang lain yang pada saat yang sama. Tuhan tidak pernah  terbatas untuk melimpahkan berkatNya bagi kita, jadi tidak ada yang  perlu kita takutkan. Kita harus terus melatih diri kita hingga kita bisa  merasakan kebahagiaan ketika kita memberi, sampai firman Tuhan berikut  ini bisa tertanam di dalam diri kita:&lt;i&gt; "Dalam segala sesuatu telah  kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus  membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan  Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: &lt;b&gt;Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;"  (Kisah Para Rasul 20:35). Kita bisa mulai dari yang kecil seperti tidak  membuang-buang sisa makanan untuk belajar bersyukur dan menghargai  berkat dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membuang-buang sisa makanan sama dengan membuang berkat Tuhan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4463818749931560219?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4463818749931560219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/02/renungan-harian-online-membuang-buang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4463818749931560219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4463818749931560219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/02/renungan-harian-online-membuang-buang.html' title='Renungan Harian Online: Membuang-buang Sisa Makanan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-5986111320553984125</id><published>2012-02-04T19:41:00.005+07:00</published><updated>2012-02-04T19:41:31.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Menyatakan Kasih Kepada Tuhan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2012/02/menyatakan-kasih-kepada-tuhan.html"&gt;Menyatakan Kasih Kepada Tuhan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan: &lt;/b&gt;Mazmur 104:24&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="menyatakan kasih kepada Tuhan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/pemandangan.jpg" /&gt;Bulan  Februari adalah salah satu bulan favorit saya. Di bulan ini kita akan  merayakan hari kasih sayang, dan seperti banyak orang, saya merasakan  bulan yang penuh dengan cinta. &lt;i&gt;Love is in the air.&lt;/i&gt; Jika anda  pergi ke pusat-pusat perbelanjaan atau restoran, maka anda akan  menemukan berbagai hiasan yang melambangkan cinta. Serba merah, serba  pink dengan logo hati yang bertebaran. Orang pun akan sibuk menyiapkan  hadiah khusus buat orang-orang yang mereka cintai, mempersiapkan makan  malam spesial dengan lilin yang akan terasa sangat romantis bersama  pasangan masing-masing. Apakah Februari harus dijadikan satu-satunya  bulan yang dijadikan bulan sepesial untuk cinta kasih? Tentu saja tidak.  Alangkah baiknya jika kita bisa menjadikan setiap bulan seperti halnya  bulan Februari, membuat orang-orang di sekitar kita merasakan kasih yang  besar dari kita. Tetapi berbagai kesibukan pekerjaan dan  kegiatan-kegiatan lain seringkali menyita waktu kita dan membuat kita  tidak cukup waktu untuk berbagi kasih dan kebahagiaan dengan orang-orang  yang kita kasihi dan juga kepada orang lain. Setidaknya dalam setahun  ada sebuah momen khusus yang bisa kita pakai untuk menyatakan kasih  kepada orang-orang terdekat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bersiap untuk memberikan sesuatu yang istimewa kepada  kekasih, pasangan atau orang-orang yang kita cintai, apakah kita ingat  untuk memberikan apresiasi kasih kita kepada Tuhan juga? Banyak orang  yang lupa untuk itu. Padahal seandainya kita mau sedikit lebih  merenungkan dan memperhatikan, kita sesungguhnya berjumpa dengan kasih  Allah yang total setiap hari dalam banyak hal. Kesehatan yang masih kita  rasakan, kesempatan yang masih diberikan, berbagai pertolongan dalam  kesesakan, itu merupakan bentuk kasih Allah kepada kita. Udara yang bisa  kita hirup dengan gratis, organ-organ tubuh yang berfungsi normal, akal  budi, pikiran dan lain-lain, itupun merupakan bentuk kasihNya. Tuhan  sangat mengasihi kita, begitu mengasihi hingga Dia pun rela mengorbankan  AnakNya yang tunggal demi kita. (Yohanes 3:16). Bagaimana dengan  pemandangan yang indah? Bunga-bunga yang berwarna warni dan harum,  padang rumput yang hijau, langit biru, awan, bahkan matahari, bulan dan  bintang-bintang, semua itu pun seakan menjadi surat cinta tersendiri  dari Tuhan kepada manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemazmur agaknya mengambil waktu sepanjang hari dari pagi sampai malam  untuk mengagumi kasih Tuhan lewat penciptaan alam semesta beserta isinya  ini seperti yang bisa kita lihat dalam &lt;b&gt;Mazmur 104&lt;/b&gt;. Disana ia  menggambarkan keindahan alam ciptaan Tuhan secara sangat puitis sebagai  ungkapan kekagumannya. Bacalah Mazmur 104 secara utuh dan anda akan  dibawa oleh penulisnya untuk merasakan betapa indahnya ciptaan Tuhan  yang setiap saat bisa kita nikmati ini. Dan Pemazmur pun berkata, &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu."&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;(Mazmur 104:24). Karena itulah ia mengingatkan jiwanya agar senantiasa memuji Tuhan. &lt;i&gt;"Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar!"&lt;/i&gt;  (ay 1). Dan tidak lupa pula ia mengingatkan kita untuk tetap menyukakan  hati Tuhan, karena apa yang telah Dia berikan kepada kita sesungguhnya  sangatlah indah.&lt;i&gt; "Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!&lt;/i&gt;" (Mazmur 104:31). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta yang indah merupakan buah tangan Tuhan yang sungguh  menunjukkan bukti ke-Ilahian Tuhan yang bisa kita nikmati secara kasat  mata. Paulus pun menyinggung hal itu.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Sebab apa yang tidak nampak  dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat  nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga  mereka tidak dapat berdalih."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Roma 1:20). Jika banyak orang  yang meragukan eksistensi Tuhan, sesungguhnya lewat seisi dunia ini kita  bisa menyaksikan sendiri bahwa Tuhan memang ada, dan Dia memang  mengasihi kita secara begitu mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, apa yang bisa kita berikan kepadaNya sebagai balasan atas segala kebaikanNya? Perhatikan ayat berikut ini. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Hai  manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang  dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan,  dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Mikha 6:8).  Atas semua keindahan luar biasa sebagai bukti ke-Ilahian Tuhan dan  segala kebaikan lainnya yang Dia berikan kepada kita, apa yang diminta  Tuhan sebenarnya sangatlah sederhana. &lt;b&gt;Berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapanNya&lt;/b&gt;.  Itulah yang bisa menyukakan hati Tuhan, membuatNya bersukacita atas  kita. Betapa sedihnya Tuhan apabila kita menolak melakukan ini setelah  Dia memberikan begitu banyak kebaikan sebagai bukti kasihNya setiap hari  kepada kita. Bulan Februari adalah bulan yang spesial untuk menyatakan  cinta dan kasih kita kepada orang-orang terdekat yang kita cintai. Itu  sangatlah baik. Tetapi jangan lupakan pula untuk datang kepada Tuhan dan  menyatakan kasih kita secara langsung. Tuhan akan sangat senang jika  kita datang kepadanya tidak hanya membawa daftar permintaan atau  permohonan, tetapi untuk mengucap syukur dan menyatakan bahwa kita  menyadari kasihNya yang begitu besar kepada kita, dan menyampaikan kasih  kita pula kepadaNya lewat keadilan, kesetiaan dan sebentuk hidup yang  selalu rendah hati. Manfaatkanlah momen spesial di bulan kasih ini untuk  menyatakan kasih kita bukan hanya kepada orang-orang yang dicintai,  tetapi juga kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuhan menyatakan kasihNya setiap hari, apakah kita sudah menyatakan kasih kita kepadaNya?&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-5986111320553984125?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/5986111320553984125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/02/renungan-harian-online-menyatakan-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/5986111320553984125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/5986111320553984125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/02/renungan-harian-online-menyatakan-kasih.html' title='Renungan Harian Online: Menyatakan Kasih Kepada Tuhan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4217027325822110681</id><published>2012-01-28T15:50:00.002+07:00</published><updated>2012-01-28T15:50:56.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Menyikapi Kebebasan Secara Benar</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2012/01/menyikapi-kebebasan-secara-benar.html"&gt;Menyikapi Kebebasan Secara Benar&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; 1 Korintus 10:23&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu  berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala  sesuatu membangun."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="menyikapi kebebasan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/kebebasan.jpg" /&gt;Sejauh  mana kita mengapresiasikan kemerdekaan? Tidak ada satupun orang yang  mau terjajah, tetapi banyak orang yang bingung bagaimana menyikapi  kemerdekaan. Banyak orang mengira bahwa kemerdekaan berarti bebas  berbuat apa saja seenak perutnya tanpa mempertimbangkan apa-apa. Dan  itulah yang terjadi di Indonesia persisnya setelah reformasi. Kata  saling pengertian dan toleransi semakin lama semakin menghilang dari  muka negara ini. Menyuarakan aspirasi tentu saja tidak salah. Itu hak  setiap warga negara. Tapi sebuah kemerdekaan tanpa rambu-rambu jelas  akan membahayakan bahkan menghancurkan, bukan saja diri kita tetapi juga  orang banyak atau bahkan negara. Kemerdekaan yang dijalankan atas  kepentingan pribadi atau golongan tanpa aturan sedikitpun akan  menimbulkan banyak masalah. Bayangkan jika setiap orang merasa dirinya  paling benar dan berhak menghancurkan yang tidak sepaham dengan mereka,  apa jadinya negara ini? Seperti halnya belahan dunia lain, bangsa ini  pun merupakan sebuah titipan Tuhan kepada kita yang harus dijaga dan  dipertanggungjawabkan. Kita diijinkan untuk menikmatinya, tetapi jangan  lupa bahwa ada tugas penting bagi kita untuk mengelola bumi dengan  segala isinya dengan sebaik-baiknya, dan itu sudah digariskan Tuhan  sejak pada awal penciptaan, seperti yang disebutkan dalam Kejadian  1:26,28. Bagaimana bentuk pertanggungjawaban kita kelak seandainya kita  malah ambil bagian dari proses penghancuran dan pengrusakan bumi beserta  orang-oragn yang tinggal di dalamnya hanya karena kita tidak tahu  bagaimana menyikapi kemerdekaan atau kebebasan ini dengan benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan bukanlah berarti kita bisa melakukan apapun semau kita dengan seenaknya. &lt;b&gt;Sebuah kebebasan seharusnya bisa dipertanggungjawabkan dan dipakai untuk tujuan-tujuan yang konstruktif dan positif&lt;/b&gt;,  bukan destruktif dan negatif. Sebuah kebebasan seharusnya membuat  kehidupan di muka bumi ini semakin damai dan sejahtera, Kita bisa  belajar dari apa yang dikatakan Paulus dalam surat 1 Korintus pasal 10.  Paulus berkata: &lt;i&gt;"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan  segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi  bukan segala sesuatu membangun."&lt;/i&gt; (1 Korintus 10:23). Dari ayat ini  kita bisa dengan jelas melihat apa yang bisa kita jadikan sebuah dasar  pertimbangan dalam menyikapi kebebasan, yaitu: &lt;br /&gt;1. Apakah kebebasan itu &lt;b&gt;bermanfaat bagi kita dan sesama&lt;/b&gt; atau tidak? &lt;br /&gt;2. Apakah kebebasan yang kita peroleh itu &lt;b&gt;membangun kehidupan kita dan orang lain&lt;/b&gt; atau tidak? &lt;br /&gt;3. Apakah itu &lt;b&gt;memberkati kota&lt;/b&gt; dimana kita tinggal atau malah membuatnya semakin kacau? &lt;br /&gt;dan tentu saja, kalau kita berbicara mengenai segala sesuatu yang  berguna dan membangun, itu artinya kita pun harus mempertimbangkan satu  hal lagi:&lt;br /&gt;4. Apakah kita &lt;b&gt;memuliakan Tuhan &lt;/b&gt;dengan cara kita menyikapi kebebasan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat poin ini sangatlah penting untuk dijadikan koridor dalam  menyikapi arti sebuah kebebasan. Apalah gunanya kita melakukan sesuatu  apabila itu malah membuat kita semakin menjauh dari Tuhan, semakin  menghancurkan hidup kita atau menyengsarakan orang lain? Apakah kita  harus tega menghancurkan hidup orang lain atau bahkan menghabisinya  hanya demi memuaskan hasrat yang ada dalam diri kita? Itu bukanlah  gambaran sikap yang diinginkan Tuhan dalam memberikan kemerdekaan atau  kebebasan bagi umatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah penting bagi kita untuk memperhatikan apa yang kita lakukan  sehari-hari, apakah itu memberkati orang lain atau malah mengganggu?  Jangan sampai kita melakukan sesuatu yang kita anggap baik bagi diri  kita tetapi itu ternyata mengganggu kepentingan orang lain atau bahkan  merugikan mereka&lt;i&gt;. "apakah segala sesuatu yang kita lakukan itu  memuliakan Allah atau tidak? "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika  engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah  semuanya itu untuk kemuliaan Allah."&lt;/i&gt; (1 Korintus 10:31).  Perhatikanlah bahwa adalah kewajiban kita untuk memuliakan Allah, Sang  Pencipta kita dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Bukan hanya  hal-hal tertentu, sebagian, tetapi dikatakan semuanya. Menyikapi  kebebasan dengan cara-cara yang salah seperti memaksakan kehendak dengan  cara-cara yang tidak baik, memusuhi orang lain, menghakimi, memupuk  dendam, berusaha membalas kejahatan dengan kejahatan dan lain-lain akan  membuat kita justru menjadi batu sandungan bukannya memuliakan Allah  tetapi malah sebaliknya akan mempermalukan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus menyampaikan kesimpulannya secara sederhana tetapi sangat jelas dalam surat Galatia. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Saudara-saudara,  memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu  mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam  dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Galatia  5:13). Jangan pergunakan kemerdekaan atau kebebasan seenaknya sehingga  kita merasa wajar untuk hidup dalam dosa atau melukis gurat dosa dalam  diri kita dengan merugikan orang lain, tetapi hendaklah itu kita  pergunakan untuk melayani atas dasar kasih. Alangkah pentingnya memiliki  kasih sejati dalam hidup kita, yang akan mampu membuat pola pikir kita  berbeda dari pola pikir dunia dalam menyikapi sebuah kebebasan. Petrus  berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka  yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi  kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (1 Petrus 2:16). Sebuah kehidupan yang merdeka seharusnya dipakai untuk  menjadi hamba Allah yang mengasihi, yang akan memuliakanNya lebih lagi,  dan bukan untuk berbuat berbagai kejahatan yang akan menghancurkan diri  kita sendiri, keluarga kita dan orang lain. Kebebasan diberikan kepada  kita bukan untuk membuat segalanya semakin buruk, tetapi justru agar  kehidupan manusia bisa semakin baik. Hendaknya lewat diri kita orang  akan bisa melihat seperti apa sebenarnya bentuk kebebasan yang  sesungguhnya yang sesuai dengan firman Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sikapi kebebasan secara benar dengan penuh tanggung jawab&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4217027325822110681?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4217027325822110681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-menyikapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4217027325822110681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4217027325822110681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-menyikapi.html' title='Renungan Harian Online: Menyikapi Kebebasan Secara Benar'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8387655929570787117</id><published>2012-01-21T17:49:00.001+07:00</published><updated>2012-01-21T17:49:07.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Hidangan dan Proses Penyajiannya</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2012/01/hidangan-dan-proses-penyajiannya.html"&gt;Hidangan dan Proses Penyajiannya&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Kejadian 39:5&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya  kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf,  sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah  maupun yang di ladang."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="makanan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/makanan-1.jpg" /&gt;Berapa  banyak makanan yang dihidangkan tepat di hadapan anda apabila anda  duduk di sebuah rumah makan Padang? Semua terlihat nikmat, dan kita pun  sering kesulitan memilih mana yang hendak kita makan. Tadi siang saya  mengunjungi sebuah rumah makan Padang dan mengalami sendiri sulitnya  menentukan pilihan dari sekian banyak makanan lezat yang terhidang di  atas meja. Di saat bingung memilih, saya tiba-tiba terpikir betapa  panjangnya jalur proses hingga makanan itu bisa sampai ke atas meja.  Peternak ayam bersusah payah membiakkan ayamnya lalu sampai ke pasar  untuk dijual. Pihak restoran, rumah makan atau ibu rumah tangga  membelinya, dan di dapur ayam itu akan bertemu dengan berbagai bumbu dan  sayuran yang menempuh proses yang panjang pula. Sayuran ditanam petani  dengan susah payah, di bawah terik matahari dan harus berhadapan dengan  berbagai hama atau cuaca buruk yang berpotensi merusak hasil taninya.  Jika ditambah lagi dengan ikan, para nelayan harus menempuh berbagai  resiko ketika melaut. Tidak jarang gelombang tinggi atau malah badai  mengancam mereka, dan tidak jarang pula mereka harus meluangkan waktu  lebih banyak untuk mendapat hasil tangkapan yang memadai. Ada supir yang  bertugas mengantarkan produk ke pasar/supermarket hingga ke dapur, ada  para pembantu dan koki yang bekerja memasaknya, ada penjual di pasar  atau malah karyawan/karyawati supermarket yang siap membantu anda dalam  membeli. Jika kita pikirkan, proses yang harus dilewati sungguhlah  panjang. Kita mungkin hanya tahu beres, tinggal menyantap makanan lezat  di atas meja saja, tetapi agar makanan itu bisa kita nikmati, selalu ada  sebuah proses panjang yang melibatkan banyak orang di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu diingatkan untuk berdoa sebelum makan, mengucap syukur dan  meminta agar apa yang kita makan diberkati Tuhan sehingga menjadi sumber  tenaga, kesehatan dan kekuatan yang menjauhkan penyakit dari  tengah-tengah kita. Sebuah ayat dalam kitab Keluaran berkata:&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan  memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan  penyakit dari tengah-tengahmu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Keluaran 23:25). Itulah  sebabnya mengapa kita harus berdoa terlebih dahulu sebelum makan. Dan  jika kita melihat ketika Yesus datang ke dunia, berkali-kali pula ia  menunjukkan pentingnya mengucap syukur terlebih dahulu atas roti/makanan  sebelum disantap. Bukan itu saja, tetapi alangkah baiknya apabila dalam  doa kita itu kitapun mendoakan dan memberkati orang-orang yang terkait  dalam proses panjang makanan itu. Mengapa? Sebab sebagai agen-agen Tuhan  di dunia hari ini kita harus ingat tugas kita untuk menjadi saluran  berkat dari Tuhan bagi orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat bacaan hari ini kita bisa melihat bahwa Yusuf bisa menjadi saluran berkat Tuhan atas Potifar. &lt;i&gt;"Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu &lt;b&gt;karena Yusuf&lt;/b&gt;, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang."&lt;/i&gt;  (Kejadian 39:5). Ayat ini jelas menunjukkan bahwa kita bisa menjadi  saluran berkat seperti halnya Yusuf atas Potifar. Potifar dikatakan  diberkati Tuhan dan jelas disana disebutkan bahwa itu "karena Yusuf".  Artinya lewat kita anak-anakNya yang percaya, Tuhan bisa memberkati  orang lain. Kita bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang dan itu  bisa kita lakukan dengan mendoakan orang yang memasak dan menghidangkan.  Sayangnya banyak yang lupa bahwa sebenarnya butuh proses panjang agar  makanan bisa terhidang dan melibatkan banyak pihak. Lupa bahwa  mereka-mereka ini pun layak untuk kita doakan. Padahal apabila satu saja  mata rantai itu terputus, makananpun tidak akan sampai ke atas meja  kita dan kita tidak akan bisa menikmati sajian yang lezat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sering cacian, prasangka dan tuduhan yang lebih sering keluar dari  lidah ketimbang berkat bagi orang lain. Firman Tuhan sudah mengingatkan  hal itu dalam banyak kesempatan, misalnya&lt;i&gt; "dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi."&lt;/i&gt;  (Yakobus 3:10). Kita sering lupa bahwa untuk menjadi diri kita sekarang  ada banyak orang yang memiliki peran penting di sepanjang perjalanan  hidup kita. Adalah jauh lebih mudah untuk mengingat sesuatu yang buruk  daripada mengingat jasa dan kebaikan orang lain. Petrus pun mengingatkan  kita untuk terus memberkati, karena kita dipanggil untuk memperoleh  berkat pula.&lt;i&gt; "Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, &lt;b&gt;hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat&lt;/b&gt;.  Sebab:Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia  harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap  ucapan-ucapan yang menipu."&lt;/i&gt; (1 Petrus 3:9-10) Kita diberkati untuk  memberkati. Karenanya kita harus menjadi saluran berkat pula untuk  menjangkau orang lain secara luas, tanpa terkecuali dan tanpa batas.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika esok anda melihat hamparan makanan lezat dihidangkan di depan anda,  ingatlah bahwa semua itu butuh proses perjalanan yang panjang. Ada  orang-orang yang sudah bersusah payah bekerja sehingga makanan lezat itu  pun bisa terhidang di meja anda. Doakan dan berkatilah mereka yang  terlibat di dalamnya, karena selain semua itu adalah hasil kerja mereka  yang patut kita hargai, kita pun bisa menjadi saluran berkat bagi orang  lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seperti Tuhan selalu memberkati kita, kita pun harus memberkati lebih banyak lagi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8387655929570787117?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8387655929570787117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-hidangan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8387655929570787117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8387655929570787117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-hidangan-dan.html' title='Renungan Harian Online: Hidangan dan Proses Penyajiannya'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-6318556608221320846</id><published>2012-01-15T17:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-15T17:02:18.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Menjadi Seorang Teladan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2012/01/menjadi-seorang-teladan.html"&gt;Menjadi Seorang Teladan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Titus 2:7&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.  Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="menjadi teladan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/teladan-1.jpg" /&gt;"Kita  tidak bisa hidup selamanya. Pada suatu waktu nanti kita akan menutup  perjalanan di bumi ini. Oleh karena itulah penting bagi saya untuk  membagikan skill dan ilmu yang saya miliki kepada generasi selanjutnya."  Demikianlah kata seorang gitaris terkenal asal luar negeri hari ini  dalam wawancara saya dengannya. Sejauh mana? Tanya saya. "Sejauh yang  saya bisa bagikan, tanpa dikurangi, tanpa dilebihkan." &lt;i&gt;No more, no less&lt;/i&gt;..  katanya. Bagi saya itu adalah sesuatu yang baik untuk dijadikan  teladan, karena ada banyak orang yang lebih suka untuk menyembunyikan  sesuatu yang istimewa dari dirinya. Mereka hanya membagikan 40-50% saja  dari pengetahuan mereka, karena mereka tidak ingin ada orang yang tahu  sebanyak mereka apalagi kalau nanti melebihi mereka. Bisa dibayangkan  jika setiap generasi berpikir seperti ini, apa jadinya beberapa generasi  selanjutnya? "Generasi muda saat ini berkembang begitu hebat. Bahkan  ada yang sudah bermain dengan sangat baik di usia kecilnya. Apabila saya  membagikan ilmu dan pengalaman saya kepada mereka, maka anak-anak ini  akan tumbuh lebih baik lagi. &lt;i&gt;Isn't it great?&lt;/i&gt;" Kata si gitaris  lagi. Dan saya pun kagum dengan semangatnya untuk tidak hanya berhenti  memberikan penampilan baik di panggung dan di rekaman, tetapi juga  menjalankan komitmennya untuk mengajar. Itu sebuah keteladanan yang  sangat mencerahkan dan menggembirakan bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teladan artinya sosok yang patut ditiru atau dijadikan panutan  oleh orang lain, menjadi role model. Dunia akan selalu butuh juga haus  akan keteladanan untuk dijadikan pelajaran berharga agar lebih baik lagi  kedepannya. Dalam sejarah dunia kita menemukan banyak teladan, dalam  alkitab kita pun bisa menemukan banyak keteladanan ini. Pertanyaannya,  ada berapa banyak sosok yang layak untuk diteladani di hari-hari ini?  Kemudian satu lagi, &lt;b&gt;apakah kita sudah siap dan sanggup menjadi teladan&lt;/b&gt;?  Ada banyak orang yang menolak dengan berbagai alasan. Mengapa harus  saya? Biar orang lain saja kita teladani, kita tidak perlu sibuk untuk  itu. Itu menjadi buah pemikiran banyak orang. Dan itu bukanlah sesuatu  yang dianjurkan untuk menjadi pola pikir orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab dengan sangat jelas menunjukkan bahwa kita semua diminta untuk  tampil menjadi teladan-teladan dalam banyak hal mulai dari perbuatan  baik hingga iman. Ayat bacaan hari ini menyatakan salah satu firman  Tuhan yang mengingatkan kita untuk selalu berusaha untuk menjadi teladan  dalam hal berbuat baik.&lt;b&gt;"Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan  dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam  pengajaranmu"&lt;/b&gt; (Titus 2:7). Kita bisa melihat disini bahwa proses  pemindahan atau transfer ilmu dan memberi pengajaran secara teoritis  saja tidalah cukup. Kita harus mampu melanjutkannya sampai kita bisa  mencontohkan apa yang kita ajarkan melalui perbuatan nyata dalam  kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya teori, tetapi haruslah disertai  dengan proses pula. Jika kita hanya pintar mengajarkan tapi tidak pernah  membuktikannya lewat hidup kita sendiri, itu artinya semua hanyalah  teori kosong dan bohong belaka.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus merupakan contoh sempurna akan hal ini. Yesus mengajarkan banyak  hal tentang kasih dengan standar yang sungguh jauh dari apa yang  dipandang dunia, tapi lihatlah bahwa Yesus tidak berhenti sampai pada  pengajaran saja, melainkan menunjukkan pula lewat sikap hidupNya secara  nyata. Lihatlah sebuah contoh dari perkataan Yesus sendiri ketika ia  mengingatkan kita untuk merendahkan diri kita menjadi pelayan dan hamba  dalam Matius 20:26-27. Yesus berkata: &lt;i&gt;"sama seperti Anak Manusia  datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk  memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."&lt;/i&gt; (ay 28). Apa yang diajarkan Yesus telah Dia contohkan pula secara nyata. Lalu di waktu berbeda Yesus berkata: &lt;i&gt;"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." &lt;/i&gt;(Yohanes 15:12). Yesus mengasihi kita sebegitu rupa sehingga Dia rela memberikan nyawaNya untuk menebus kita semua. &lt;i&gt;"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."&lt;/i&gt;  (ay 13). Dan Yesus pun telah membuktikannya secara langsung pula.  Inilah sebuah keteladanan yang sejati.Ini baru dua contoh dari banyak  pesan Yesus yang tidak berhenti hanya pada perkataan saja melainkan  disertai pula dengan bukti nyata. Berulang kali Yesus mengingatkan kita  untuk meneladani Dia, itu artinya sangatlah penting bagi kita untuk  menganggap serius hal itu.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus mengingatkan pula mengenai pentingnya keteladanan dalam pelayanan, seperti yang ia sampaikan kepada Timotius.&lt;i&gt; "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.&lt;b&gt; Jadilah teladan&lt;/b&gt; bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."&lt;/i&gt;  (1 Timotius 4:12) Dari sini jelas terlihat bahwa sesungguhnya masalah  menjadi teladan tidak hanya urusan orang-orang tua atau dewasa saja,  tapi harus sudah diaplikasikan di usia muda pula. Perbuatan baik dalam  ayat bacaan hari ini digambarkan Paulus dengan menjaga perkataan,  menjaga tingkah laku, terus mengasihi, berlaku setia, dan hidup suci  atau kudus.Kembali pada surat kepada Titus diatas yang berkata &lt;i&gt;"dan  jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah  engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu"&lt;/i&gt; (Titus 2:7),  Paulus mengingatkan banyak hal juga. Kepada pria dinasihati untuk  memiliki pola hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman,  kasih dan ketekunan (ay 2). Sedang untuk wanita, Paulus mengatakan  keharusan untuk "hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah,  jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang  baik." (ay 3). Disamping itu wanita pun diingatkan untuk mendidik  perempuan-perempuan muda dan mengasihi suami dan anak-anaknya. (ay 4),  hidup bijaksana dan suci, pintar mengatur rumah tangga, baik hati dan  taat kepada suami. (ay 5). Lalu selanjutnya untuk orang muda, Paulus  menasihatkan agar para pemuda-pemudi bisa menguasai diri dalam segala  hal. Semua ini menunjukkan bahwa menjadi sosok teladan itu tidaklah  gampang, tetapi itu adalah sesuatu yang wajib untuk bisa kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, Yesus pun mengingatkan kita agar menjadi teladan bagi  banyak orang dimana Tuhan dipermuliakan. Terang Tuhan yang ada pada diri  kita hendaklah bisa dipancarkan hingga bercahaya bagi banyak orang.&lt;i&gt;"Demikianlah  hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat  perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." &lt;/i&gt;(Matius  5:16) Ini pun bentuk gambaran dari bentuk keteladanan. Ingatlah bahwa  banyak orang memperhatikan tingkah laku kita sebagai orang percaya.  Jangan sampai kita tidak menjadi terang dan garam tetapi malah menjadi  batu sandungan. Panggilan menjadi teladan sudah diberikan, maukah kita  menaatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjadi teladan sejak usia muda, itulah gambaran orang percaya yang diinginkan Tuhan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-6318556608221320846?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/6318556608221320846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-menjadi-seorang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6318556608221320846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6318556608221320846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-menjadi-seorang.html' title='Renungan Harian Online: Menjadi Seorang Teladan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1209637409634134521</id><published>2012-01-08T19:37:00.002+07:00</published><updated>2012-01-08T19:37:47.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Memerdekakan Iman</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/01/memerdekakan-iman.html"&gt;Memerdekakan Iman&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Markus 11:25&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada  barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang  di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="memerdekakan iman" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/memerdekakan-iman.jpg" /&gt;Beberapa  hari terakhir ini kita sudah melihat bagaimana pentingnya untuk menjaga  keteduhan hati agar tidak mendendam atau bersukacita ketika musuh kita  tengah terjatuh. Yesus sendiri sudah mengingatkan kita untuk tidak  membenci musuh melainkan mengampuni, mengasihi dan mendoakan mereka. &lt;i&gt;"Kamu  telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah  musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah  bagi mereka yang menganiaya kamu." &lt;/i&gt;(Matius 5:43-44). Untuk hal ini  pun Yesus sudah mencontohkannya sendiri. Lihatlah apa kata Yesus setelah  mengalami siksaan yang tak terperi dan tengah tergantung di atas kayu  salib dengan berlumur darah. &lt;i&gt;"Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."&lt;/i&gt;  (Lukas 23:34a). Itu contoh sempurna dari bagaimana cara melepaskan  pengampunan apapun alasannya. Lebih lanjut lagi, Firman Tuhan juga sudah  mengatakan bahwa tidaklah pada tempatnya apabila kita bersukacita  melihat musuh kita jatuh. &lt;i&gt;"Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok"&lt;/i&gt; (Amsal 24:17). Hari ini mari kita lihat satu lagi kerugian yang akan kita derita jika kita mendendam terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak orang yang menyadari &lt;b&gt;betapa eratnya hubungan antara iman dan pengampunan&lt;/b&gt;.  Mari kita lihat perkataan Yesus dalam kotbahNya tentang iman dalam  Markus 11:22-26. Pertama, Yesus mengajarkan betapa besarnya pengaruh  iman bagi kehidupan kita. &lt;i&gt;"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya  barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke  dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang  dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." &lt;/i&gt;(Markus 11:23). Lalu Yesus mengajarkan kita agar kita memiliki iman yang percaya agar semua itu diberikan kepada kita. &lt;i&gt;"Karena  itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan,  percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan  kepadamu."&lt;/i&gt; (ay 24). Apa isi ayat selanjutnya? Beginilah bunyinya:&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada  barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang  di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)"&lt;/i&gt;  (ay 25-26). Perhatikan bahwa Yesus menopang gabungan ayat-ayat ini  dalam urutannya bukan kebetulan tapi untuk maksud tertentu. Saya percaya  Tuhan ingin kita tahu bahwa &lt;b&gt;membebaskan orang-orang yang bersalah kepada kita adalah landasan dari menerima hal-hal baik atau berkat dari Tuhan. &lt;/b&gt;Tuhan ingin memberikan kesan pada hati kita mengenai sebuah fakta penting menurut Kerajaan Allah, yaitu bahwa &lt;b&gt;kita tidak akan pernah dapat memperoleh pengabulan doa dengan dendam di hati kita sekaligus.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya, itu berbicara mengenai iman. Apa yang kita minta dan doakan  harus disertai rasa percaya. Keraguan akan meluputkan kita semua dari  berkat-berkat Tuhan. Tapi sebelum berdoa, kita harus terlebih dahulu  memastikan bahwa tidak ada dendam apapun yang masih bercokol di hati  kita. Dendam, kebencian atau ganjalan-ganjalan lainnya pun merupakan  ganjalan dalam menerima segala sesuatu dari Tuhan, termasuk di dalamnya  pengampunan. Bayangkan seandainya Tuhan punya pribadi pendendam, apa  jadinya kita yang begitu sering menyakiti hatiNya? Tapi Tuhan tidaklah  demikian. Lihatlah apa kata Tuhan berikut ini: &lt;i&gt;"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu."&lt;/i&gt; (Yesaya 43:25). Seperti itulah sikap Tuhan. Lalu siapakah kita yang merasa berhak melakukan sebaliknya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tidak mengampuni dan mendendam akan menghambat saluran iman dan  membuat kita kewalahan menghadapi berbagai gunung terjal berbatu dalam  kehidupan kita. Apabila ada diantara anda yang merasa sudah berdoa siang  dan malam tapi rasanya belum memperoleh jawaban, ini saatnya untuk  memeriksa kembali hati anda. Apabila ada orang-orang yang belum anda  ampuni, ampunilah terlebih dahulu. Jika anda tidak sanggup melakukannya,  mintalah Roh Kudus untuk membantu anda. Buanglah sumbatan pada saluran  iman itu, maka setelahnya anda akan melihat bagaimana hebatnya Tuhan  dalam menjawab doa-doa anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buanglah setiap ganjalan dalam hati termasuk dendam agar hubungan kita dengan Tuhan tidak sampai terputus&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1209637409634134521?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1209637409634134521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-memerdekakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1209637409634134521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1209637409634134521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2012/01/renungan-harian-online-memerdekakan.html' title='Renungan Harian Online: Memerdekakan Iman'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-7571969296632472650</id><published>2011-12-31T23:33:00.002+07:00</published><updated>2011-12-31T23:33:47.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Bintang sebagai Tanda Penyertaan Allah</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/12/bintang-sebagai-tanda-penyertaan-allah.html"&gt;Bintang sebagai Tanda Penyertaan Allah&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yesaya 40:26&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu..."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="bintang tanda penyertaan Allah" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/bintang-3.jpg" /&gt;Beberapa  waktu lalu seorang teman datang berkunjung dan menginap di rumah. Pada  malam harinya kami duduk berbincang-bincang di teras rumah, dan di  langit terlihat begitu banyak bintang bertaburan. Tiba-tiba ia menunjuk  ke arah sekelompok bintang dan berkata "Itu rasi orion!" Saya bukan  orang yang mengerti astronomi atau ilmu perbintangan, dan saya tidak  pernah tahu sebelumnya kalau teman saya itu bisa mengamati rasi bintang.  Ia pun terus menunjuk kesana kemari untuk menunjukkan pola-pola bintang  lainnya yang ia kenal. Selagi pandangan saya menatap bintang-bintang di  langit dan mengikuti penjelasan teman saya itu, saya pun berpikir,  betapa Tuhan telah menghias langit dengan begitu indahnya. Dan saya pun  kemudian menyadari bahwa sesungguhnya ada pesan yang disampaikan Tuhan  setiap malam lewat keberadaan bintang-bintang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli astronomi pernah berkata bahwa apabila kita memiliki mata  yang baik maka kita akan bisa melihat 5000 bintang. 5000 rasanya seperti  terdengar berlebihan, tapi begitulah katanya. Ada banyak bintang yang  tidak terlihat secara kasat mata, dan para ahli pun kemudian mengunakan  teleskop untuk bisa menyelidiki dan mengamati lebih jauh lagi tentang  bintang-bintang ini. Penelitian para ahli astronomi ini menyimpulkan  bahwa ada milyaran galaksi di angkasa raya, dan setiap galaksi ini  memiliki milyaran bintang pula. Bisa dibayangkan ada berapa banyak  jumlah bintang sebenarnya yang ada di atas sana. Seorang ahli pernah  berkata, ada lebih dari 10 bintang di alam semesta ini untuk setiap  butir pasir di bumi. Itu sebuah perbandingan yang mencengangkan yang  mungkin belum pernah kita dengar sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abraham mungkin tidak tahu kesimpulan ahli ini. Tapi tanpa tahu pun  Abraham tentu tercengang ketika mendapatkan janji Tuhan kepadanya yang  dihubungkan dengan jumlah bintang. &lt;i&gt;"Lalu TUHAN membawa Abram ke luar  serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika  engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah  banyaknya nanti keturunanmu."&lt;/i&gt; (Kejadian 15:5). Perlukah Abraham  terlebih dahulu menghitung bintang? Perlukah ia berbantah-bantah dulu  karena janji Tuhan itu terdengar aneh dan tidak masuk akal? Tidak.  Alkitab mencatat respon Abraham, yang pada masa itu masih bernama Abram.  &lt;i&gt;"Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."&lt;/i&gt;  (ay 6). Lalu&amp;nbsp; lihatlah bintang yang menuntun orang-orang Majus dari  Timur untuk bertemu dan menyembah bayi Yesus. (Matius 2:1-12). Daud pun  berulang kali menuliskan perenungannya sambil melihat ke arah  bintang-bintang. Lihatlah salah satunya berbunyi: &lt;i&gt;"Jika aku melihat  langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:  apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia,  sehingga Engkau mengindahkannya?"&lt;/i&gt; (Mazmur 8:4-5). Bintang bisa  membawa begitu banyak pesan Tuhan kepada kita. Bintang selalu hadir  setiap malam, dan kita bisa menyaksikannya ketika langit cerah,  berkilauan gemerlap di langit gelap. Di bentangan langit gelap itu Tuhan  ternyata berbicara dan menyatakan kehadiranNya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah apa bunyi firman Tuhan lewat Yesaya berikut ini. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Arahkanlah  matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu  dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama  mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha  kuasa dan maha kuat."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Yesaya 40:26). Ayat ini mengingatkan kita  akan kebesaran kuasa Tuhan, yang sanggup menyuruh milyaran  bintang-bintang itu keluar tanpa terkecuali. Itu &lt;b&gt;menunjukkan keberadaanNya&lt;/b&gt; ditengah kita, itu menunjukkan penyertaanNya kepada kita. Lalu ayat selanjutnya berkata: &lt;i&gt;"Mengapakah  engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel:  "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?"  Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang  menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak  menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada  yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."&lt;/i&gt; (ay 27-29). Seperti halnya Tuhan memperhatikan milyaran bintang di langit, &lt;b&gt;Dia pun memperhatikan milyaran individu yang hidup di bumi.&lt;/b&gt;  Tidak satupun yang Dia lupakan, tidak satupun yang Dia abaikan. Artinya  jelas. Jika Tuhan sanggup menggerakkan segenap penghuni langit untuk  keluar satu persatu, Dia pun dapat membawa kita keluar dari gelap menuju  kepada terangNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada di antara anda yang hari ini dicekam kekuatiran menghadapi  datangnya tahun yang baru atau tengah ditimpa beban berat, arahkanlah  mata ke langit dan lihatlah bahwa di balik bintang-bintang yang anda  amati itu ada Tuhan yang bertahta disana. Dia sedang berbicara  mengingatkan anda bahwa anda tidaklah sendirian. Dia peduli dan selalu  siap untuk membawa anda keluar dari kegelapan menuju kepada terangNya  yang damai dan penuh sukacita. Malam ini jika anda melihat  bintang-bintang bertaburan dengan gemerlapnya yang indah, bersyukur dan  bersukacitalah. Sebab itu tandanya Allah peduli dan mengasihi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk  selama-lamanya kasih setia-Nya...Bulan dan bintang-bintang untuk  menguasai malam! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."&lt;/i&gt; (Mazmur 136:3,9)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-7571969296632472650?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/7571969296632472650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-bintang-sebagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7571969296632472650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7571969296632472650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-bintang-sebagai.html' title='Renungan Harian Online: Bintang sebagai Tanda Penyertaan Allah'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8483583653437770511</id><published>2011-12-24T20:54:00.002+07:00</published><updated>2011-12-24T20:54:44.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Mencari Alasan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/12/mencari-alasan.html"&gt;Mencari Alasan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Efesus 5:1&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="alasan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/alasan.jpg" /&gt;Seorang  musisi pernah mengeluh kepada saya karena salah seorang anggota bandnya  seringkali mangkir atau datang terlambat. Gara-gara satu orang itu  mereka pun terus terkendala dalam latihan mereka. Alasan yang  dikemukakan menurutnya selalu saja ada, mulai dari yang klise seperti  terjebak macet, sampai yang rasanya konyol seperti ketiduran atau lupa  jadwal. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya untuk menumbuhkan band jika  ada anggota yang seperti ini di dalamnya. Saya pun berpikir bahwa ada  banyak orang yang bersikap seperti itu. Datang terlambat ke kantor,  terlambat ke sekolah, terlambat menjemput, itu menjadi ritme banyak  orang setiap harinya. Alasan yang dikemukakan pun bisa bermacam ragam.  Saking pintarnya mencari alasan, jangan-jangan kita sudah pantas menjadi  "profesor alasan". Variatif, kreatif and inovatif, seperti itulah  pintarnya kita dalam mereka alasan. Disiplin semakin lama sudah semakin  langka. Seandainya kreativitas dalam inovasi itu dipergunakan untuk  hal-hal yang bermanfaat positif dan baik seharusnya negara kita bisa  lebih baik lagi. Tapi itulah sebuah sikap yang nyatanya semakin  membudaya di kalangan banyak orang. Mencari alasan bisa pintar, tapi  untuk berdisiplin dan patuh terhadap peraturan atau jadwal sulitnya  bukan main.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan giatnya "berlatih" dalam soal mencari alasan, kita pun kemudian  terbiasa untuk melakukan itu, termasuk dalam hal mematuhi perintah  Tuhan. Jika teman saya yang musisi itu saja bisa kesal, dan kita pun  akan merasakan hal yang sama jika orang yang berjanji dengan kita  "ngaret" seenaknya, tidakkah kita berpikir bahwa Tuhan pun mungkin  dibuat kesal dan muak dengan perilaku seperti ini. Kita bisa dengan  mudah mengabaikan saat teduh, melupakan berdoa, apalagi meluangkan waktu  untuk membaca Alkitab. Alasan bisa sangat banyak dan mudah untuk  dikemukakan. Hari ini terlalu capai, banyak pekerjaan, banyak tugas,  mengantuk, sibuk dan sebagainya sering menjadi alasan bagi kita untuk  mencoret Tuhan dari kegiatan kita sehari-hari. Dalam hal mematuhi  perintah Tuhan pun sama. Kita tahu bahwa yang kita lakukan itu salah,  tapi kita terus mencari alasan sebagai pembenaran untuk terus  melakukannya. Kita berpikir bahwa kita bisa mengelabuhi Tuhan lewat  alasan yang kita kemukakan, namun tentu saja itu tidak akan pernah bisa  menipu Tuhan. Dia tahu segalaNya, dan jangan lupa bahwa &lt;b&gt;Tuhan pun tegas jika berurusan dengan kepatuhan kita akan firmanNya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana contoh manusia berlindung di balik alasan dalam  perumpamaan soal talenta. (Matius 25:14-30). Ketika orang yang diberi  lima dan dua talenta dengan patuh mengerjakan kewajibannya, hamba dengan  satu talenta ternyata begitu malas dan memilih untuk hanya memasukkan  uang itu dalam lubang di tanah. (ay 18). Ketika tuannya meminta  pertanggungjawaban, lihatlah bagaimana ia berkelit dengan memberi  alasan. &lt;i&gt;"Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang  menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari  tempat di mana tuan tidak menanam.&amp;nbsp; Karena itu aku takut dan pergi  menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan  tuan!"&lt;/i&gt; (ay 24-25). Bukan saja mencari alasan, tapi ia pun berani  menyalahkan atau mengkambing hitamkan tuannya sendiri. Tuhan sama sekali  tidak berkenan dengan sikap seperti ini. Dan lihatlah reaksi sang tuan  dalam perumpamaan ini. Si hamba ini dikatakan sebagai &lt;i&gt;"hamba yang jahat dan malas"&lt;/i&gt; (ay 26) dan harus menerima konsekuensi dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, dimana yang ada hanya ada &lt;b&gt;ratap dan kertak gigi&lt;/b&gt;. (ay 30). Fatal sekali akibatnya jika bermain-main dengan perintah Tuhan, itu jelas bisa kita lihat lewat perumpamaan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak suka dengan kecenderungan kita untuk mengabaikan petunjukNya  yang sebenarnya sudah jelas tertulis di dalam Alkitab, apalagi dengan  adanya Roh Kudus yang terus mengingatkan kita apabila mulai serong dalam  berjalan. Paulus mengingatkan hal ini dalam suratnya kepada jemaat  Tesalonika. &lt;i&gt;"Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan  kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu  harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu  turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh  lagi.Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan  kepadamu atas nama Tuhan Yesus."&lt;/i&gt; (1 Tesalonika 4:1-2). Disini Paulus  mengingatkan kita akan bagaimana kita seharusnya hidup berkenan kepada  Tuhan dan bahwa petunjuk-petunjuk itu sudah diberikan kepada kita atas  nama Tuhan Yesus. Ini tidak main-main. Melanggarnya akan membawa  konsekuensi berat atas diri kita. Lebih lanjut lagi Paulus pun  mengingatkan kita agar jangan sampai kita mendukakan Roh Kudus dan  mengabaikan pengajaranNya lalu lebih memilih untuk menuruti kehendak  kita pribadi saja.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Efesus 4:30). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu mari kita dengar dan renungkan nasihat berikut ini.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Efesus 5:1). Ini adalah sebuah nasihat yang sudah sepantasnya menjadi  sesuatu yang selalu kita ingat baik-baik dalam meniti kehidupan di dunia  ini.&lt;i&gt; Remember God is always serious when it comes to our obedience towards His words&lt;/i&gt;.  Kemalasan kita dalam membaca Alkitab akan membuat kita tidak tahu apa  saja perintah dan larangan Tuhan dengan jelas, dan tidak ada satupun  alasan yang bisa kita kemukakan untuk itu. Keengganan membangun hubungan  dengan Tuhan jelas akan membuat hubungan kita berjarak sangat jauh dari  Tuhan, dan itu akan membuat kita tidak peka akan bahaya dosa. Di saat  seperti itu kita sama saja dengan mendukakan Roh Kudus Allah yang  sebenarnya telah memeteraikan kita untuk menerima anugerah keselamatan.  Menjelang hari Natal dan Tahun Baru, marilah kita berbenah lebih serius  dalam membangun hubungan dengan Tuhan dan mendalami firmanNya. Ini  saatnya bagi kita untuk memperbaharui tekad untuk membaca  petunjuk-petunjuk yang telah Dia nyatakan dan menjalani hidup  berdasarkan petunjuk-petunjuk itu dengan ketaatan penuh tanpa banyak  alasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak ada satupun alasan yang bisa memberi keringanan dalam mengabaikan Tuhan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8483583653437770511?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8483583653437770511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-mencari-alasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8483583653437770511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8483583653437770511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-mencari-alasan.html' title='Renungan Harian Online: Mencari Alasan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1933354480849110866</id><published>2011-12-18T20:11:00.002+07:00</published><updated>2011-12-18T20:11:24.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Marah-Marah</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/12/marah-marah.html"&gt;Marah-Marah&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; 1 Tesalonika 5:14&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"sabarlah terhadap semua orang."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="marah" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/marah-1.jpg" /&gt;"Ini  orang parkir seenak jidatnya saja!" teriak seorang pengemudi yang tidak  bisa keluar dari parkiran karena mobilnya terhalang sebuah mobil lain  yang parkir seenaknya. Tukang parkir menjadi sasaran empuk karena  seharusnya ia melarang mobil itu untuk parkir menutupi mobil lain.  Tukang parkir itu pun kemudian kalang kabut mencari pemilik mobil tapi  gagal menemukannya. Saya parkir kebetulan tidak jauh dari situ sehingga  melihat kejadiannya secara jelas. Sementara si pemilik mobil yang  terhalang masih marah-marah sambil membentak tukang parkir, belum juga  ada tanda-tanda pengemudi mobil dibelakangnya kembali ke mobilnya.  Pernahkah anda melihat hal ini? Rasanya kita sering melihat kejadian  seperti ini, atau bahkan mengalaminya sendiri. Tidak hanya soal parkir  sembarangan, kitapun kerap kesal melihat orang yang mempergunakan  fasilitas umum sesuka hatinya tanpa mempedulikan orang yang mengantri  dibelakang mereka. Di saat kita tidak sedang buru-buru saja rasanya  sudah kesal, apalagi kalau kita sedang terjepit waktu. Bagaimana dengan  orang yang berkendara di jalanan secara ugal-ugalan? Atau orang yang  memencet klakson berlebihan di saat macet? Polisi yang menutup jalan  seenaknya sehingga kita harus memutar jauh? Ada begitu banyak hal dalam  hidup kita yang bisa memancing emosi dengan cepat. Alasan untuk emosi  mungkin memang ada, tapi jika kita tidak mengontrolnya cepat maka pada  suatu ketika emosi itu menjadi sulit untuk diredam. Akibatnya kita akan  mempermalukan diri sendiri, atau yang lebih fatal lagi, melakukan  tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain yang pada  suatu ketika akan kita sesali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sepertinya tahu sulitnya manusia untuk mengontrol kesabarannya.  Mengapa saya bisa mengatakan hal ini? Karena baik di Perjanjian Lama  maupun Perjanjian Baru kita bisa menemukan pesan Tuhan berulang-ulang  agar kita bisa melatih kesabaran kita. Lihatlah sebuah seruan Yakobus  berikut ini: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini:  setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk  berkata-kata, dan juga lambat untuk marah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Yakobus 1:19).  Cepatlah mendengar, bukan cepat membantah, dan lambatlah berkata-kata  apalagi marah. Mengapa? Yakobus melanjutkan: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Yakobus 1:19-20). Jangan gampang tersulut emosi, jangan cepat beradu  argumen, tetapi dengarkanlah dahulu apa kata orang, atau cobalah  berpikir hal-hal yang positif sebelum kita buru-buru berkomentar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir hal-hal yang positif, itu bisa membuat kita tidak mudah terpancing emosi. Dan hal itu pun sudah diingatkan oleh Paulus.&lt;i&gt;  "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia,  semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap  didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah  semuanya itu."&lt;/i&gt; (Filipi 4:8). Dalam hal meredam emosi, pesan Paulus  ini sesungguhnya baik untuk diterapkan. Ketika orang parkir sembarangan  menutup mobil kita, itu bisa menjadi saat yang tepat untuk berlatih  berpikir positif. Mungkin ia sedang terdesak waktu, ada hal mendesak  yang harus segera ia lakukan dan tidak bisa lagi menunggu. Atau kalaupun  orang itu memang seenaknya saja, seharusnya kita merasa prihatin karena  ia ternyata tidak mengerti tata krama dan bakal mengalami banyak  kesulitan karenanya. Itu bentuk-bentuk pemikiran yang bisa mencegah kita  dari kemarahan yang tersulut dengan cepat. Dan itulah yang baik untuk  dilakukan, karena biar bagaimanapun, apapun alasannya, kemarahan  tidaklah mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita terbiasa hidup dengan kemarahan, seharusnya kita  meninggalkan itu dan menggantikannya dengan kesabaran dalam mengisi  hari-hari kita. Kekristenan selalu berbicara soal kesabaran dalam  menanggung segala sesuatu. Ketika orang di dunia terbiasa cepat emosi  bahkan merusak dan membunuh yang tidak sepaham, kita justru dianjurkan  untuk bersabar dan mengasihi. Cobalah pikirkan, bukankah Tuhan pun sudah  begitu sabar menghadapi kita? Bayangkan apabila sedikit saja salah kita  langsung Dia habisi, apa jadinya kita? Tapi Tuhan bukanlah Pribadi yang  gampang emosi seperti itu. Dia selalu sabar menghadapi kita, dan selalu  menyambut kita dengan penuh sukacita ketika kita datang kepadaNya. Dia  berpesta bersama seisi Surga ketika kita bertobat dan memutuskan untuk  kembali kepadaNya dengan meninggalkan segala yang buruk. Jika Bapa saja  seperti itu, mengapa kita malah menunjukkan sikap yang bertolak  belakang, bahkan masih berani mengaku sebagai anakNya? Alkitab memang  berbicara soal kesabaran dalam menanggung segala sesuatu secara luas.  Dalam situasi paling sulit pun kita harus bersabar, apalagi dalam  situasi-situasi kecil saja, itu seharusnya tidaklah susah untuk diatasi.  Dari cara menangani hal-hal kecil kita bisa mulai melatih kesabaran  ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang membuat Tuhan bisa begitu bersabar menghadapi kita  yang kerap mengecewakanNya? Jawabannya hanya satu: karena Dia sungguh  sangat mengasihi kita. Kasih itu ternyata punya kekuatan besar untuk  mentransformasi manusia dan membawa perbedaan nyata ke arah kebaikan  secara luas. Dan Firman Tuhan pun sudah menyatakannya. Dalam 1 Korintus  13:4-7 Paulus merinci satu persatu mengenai poin-poin penting yang  tercakup dalam kasih. Dan lihatlah bahwa sabar merupakan satu di  dalamnya, bahkan disebutkan paling depan.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Kasih itu sabar..."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (ay 3). Jadi menerapkan kasih seharusnya bisa membuat kita menjadi  pribadi-pribadi yang lebih sabar. Sebaliknya tanpa adanya kasih, akan  sulit bagi kita untuk mengontrol emosi. Cobalah hidup dengan penuh  kebencian, maka segala tindakan destruktif, kejam dan tak beradab akan  menjadi gaya hidup kita. Lalu perhatikanlah bahwa dengan membiarkan diri  kita hidup dipimpin oleh Roh, itupun akan mampu menghasilkan buah-buah  Roh dimana salah satunya adalah kesabaran. &lt;i&gt;"Tetapi buah Roh ialah:  kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,  kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang  menentang hal-hal itu."&lt;/i&gt; (Galatia 5:22-23). Hidup oleh kasih dan  dipimpin oleh Roh akan membuat kita menjadi pribadi-pribadi yang baik  seperti yang diharapkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain seruan Yakobus di atas, Paulus pun pernah mengingatkan hal yang sama dalam surat-suratnya. &lt;i&gt;"Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu."&lt;/i&gt;  (Efesus 4:2). Serangkaian nasihat sebelum Paulus menutup suratnya  kepada jemaat Tesalonika pun berisi pesan agar kita bisa menjadi  orang-orang yang sabar.&lt;i&gt; "sabarlah terhadap semua orang."&lt;/i&gt; (1 Tesalonika 5:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa menghindari persinggungan dengan situasi atau  orang-orang yang berpotensi membuat kita tersulut amarah. Kapanpun dan  dimanapun kita bisa bertemu dengan mereka ini. Kita tidak bisa mengelak  selamanya, tapi apa yang bisa kita lakukan adalah merubah paradigma  berpikir kita dengan hal-hal positif, dan mengisi hati kita dengan sikap  yang mengasihi orang lain. Kedua hal ini akan mampu membuat diri kita  teduh, sejuk dan dengan demikian kita tidak harus kehilangan sukacita  dan bisa tetap menikmati hari demi hari secara maksimal. Jika anda  berhadapan dengan orang-orang sulit atau situasi sulit yang berpotensi  mengesalkan anda, andalkanlah Tuhan. Rohnya ada didalam anda, sehingga  buah-buah yang dihasilkan Roh itu akan mampu membuat anda memandang  situasi atau orang tersebut dengan cara pandang yang berbeda. Dasarkan  pandangan dalam kasih dan hiduplah bertumbuh dalam buah-buah Roh, itu  akan membuat kita menjadi orang-orang yang jauh lebih sabar dalam segala  situasi dan kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemarahan tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1933354480849110866?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1933354480849110866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-marah-marah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1933354480849110866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1933354480849110866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-marah-marah.html' title='Renungan Harian Online: Marah-Marah'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-7989786686928895040</id><published>2011-12-14T16:51:00.005+07:00</published><updated>2011-12-14T16:51:25.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Menjadi Buah Bernilai Tinggi</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/12/menjadi-buah-bernilai-tinggi.html"&gt;Menjadi Buah Bernilai Tinggi&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Galatia 5:22-23&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,  kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak  ada hukum yang menentang hal-hal itu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="buah" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/buah-bernilai.jpg" /&gt;Buah  durian di Medan bukanlah termasuk buah yang terlalu mahal. Tapi cobalah  beli durian di Bandung, maka harganya bisa tiga kali lipat lebih mahal.  Ketika saya pergi ke sebuah negara di Skandinavia sekitar 10 tahun  lalu, saya pun sempat kaget melihat harga sebutir rambutan (bukan seikat  seperti yang dijual di negara kita) bisa mencapai lima puluh ribu  rupiah dengan kurs pada waktu itu. Dan rambutan itu sama sekali tidak  dalam kondisi baik. Sudah berkerut dan hitam. Tapi tetap saja buah  tropis seperti itu bernilai tinggi karena termasuk jenis yang langka  untuk diperoleh disana. Harga buah bisa melonjak sangat tinggi karena  kelangkaannya di masing-masing daerah atau negara. Kita mungkin tidak  terlalu bersemangat ketika melihat rambutan, tapi di luar sana buah itu  dianggap berharga karena sulit didapat setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menyambung renungan kemarin mengenai buah yang masam. Kemarin  kita sudah melihat bagaimana kecewa dan marahnya Tuhan melihat sebagian  orang yang tidak kunjung berbuah baik meski Dia sudah memberi  segalanya. &lt;i&gt;"Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan  menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara  jaga ditengah - tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur;  lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik  tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam."&lt;/i&gt; (Yesaya  5:2). Bayangkan Tuhan sudah memberi kunci Kerajaan Surga, tapi  anak-anakNya mengabaikan itu semua dan tidak membawa "buah" atau dampak  apapun dalam hidup mereka. Tidaklah heran apabila Tuhan kecewa  karenanya.&lt;i&gt; "Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku  itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya  buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang  asam?"&lt;/i&gt; (ay 4). Harus bagaimana lagi supaya anak-anak-Ku di dunia  ini menyadari jatidirinya? Harusnya mereka menjadi teladan bagi banyak  orang, tetapi mengapa malah menjadi batu sandungan? Seperti itulah  mungkin kekecewaan Tuhan. Lalu lihatlah bagaimana marahnya Tuhan. &lt;i&gt;"Maka  sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan  kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga  kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu  diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak  dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput;  Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke  atasnya."&lt;/i&gt; (ay 5-6).&amp;nbsp; Dalam injil Matius, pokok-pokok yang tidak menghasilkan buah yang baik dikatakan akan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"ditebang adan dibuang ke dalam api."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Matius 3:10). Dalam Wahyu kita kembali mendapati konsekuensi yang  harus dihadapi oleh "buah-buah anggur asam" ini. "...Ayunkanlah sabitmu  yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena  buahnya sudah masak." Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas  bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam  kilangan besar, yaitu murka Allah." (Wahyu 14:18b-19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas seperti apa seharusnya buah yang dihasilkan? Jika buah-buah yang  enak dalam ilustrasi awal di atas bisa berharga sangat tinggi, kita  orang-orang percaya mempunyai buah yang jauh lebih berharga lagi. Dan  itu tercatat dalam surat Galatia, yang disebut dengan &lt;b&gt;buah Roh&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;"Tetapi buah Roh ialah: &lt;b&gt;kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. &lt;/b&gt;Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."&lt;/i&gt;  (Galatia 5:22-23). Lihatlah buah-buah yang seharusnya dihasilkan.  Seperti itulah buah yang diinginkan Tuhan untuk dituai atas hasil  usahaNya dalam merawat dan mengasihi kita. Setiap buah menggambarkan  aspek demi aspek dari citra Kristus, seperti yang bisa kita lihat dalam  keempat Injil. Disana tergambar jelas bagaimana Kristus  mendemonstrasikan secara langsung segala kebajikan dari masing-masing  buah. Dia ingin menghasilkan semua itu dalam diri kita, dan terpancar  melalui cara hidup kita, apakah lewat cara kita bertutur kata, bersikap,  berpikir, bertingkah laku dan lain sebagainya.Buah Roh merupakan semua  nilai kebajikan yang tidak terbantahkan oleh siapapun. Dan itulah yang  diinginkan Tuhan untuk berkembang di dalam diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah apa kata Yesus berikut ini: &lt;i&gt;"Akulah pokok anggur yang benar  dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah,  dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia  lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah  Kukatakan kepadamu. inggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama  seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak  tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau  kamu tidak tinggal di dalam Aku."&lt;/i&gt; (Yohanes 15:1-4). Tinggal di dalam  Yesus akan membuat kita bisa berbuah. Tapi jangan lupakan bahwa soal  berbuah atau tidak pun tergantung dari keputusan kita pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah yang ranum, lezat dan langka berharga tinggi di pasaran, tetapi  karakter yang serupa dengan Kristus dengan segala buah-buah Roh jauh  lebih tinggi harganya. Tinggal di dalamNya akan memampukan kita untuk  berbuah. Jika saat ini kita masih belum berbuah, ini saatnya bagi kita  untuk memperbaiki segala sesuatu sebelum terlambat. &lt;i&gt;"Jika kita  mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan  mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."&lt;/i&gt;  (1 Yohanes 1:9).&amp;nbsp; Sesungguhnya dari buahnya lah sebuah pohon itu  dikenal. "Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya&lt;i&gt;. Jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal."&lt;/i&gt;  (Matius 12:33). Buah Roh akan memenuhi setiap aspek hidup kita dengan  penuh sukacita, dan itu bisa memberkati orang-orang di sekitar kita.  Siapkah kita menjadi buah yang ranum, lezat dan bernilai tinggi baik di  mata sesama maupun dalam pandangan Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berbuahlah di dalam Kristus dan jadilah berkat buat sesama&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-7989786686928895040?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/7989786686928895040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-menjadi-buah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7989786686928895040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7989786686928895040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-menjadi-buah.html' title='Renungan Harian Online: Menjadi Buah Bernilai Tinggi'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-7588319216174079435</id><published>2011-12-11T19:29:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T19:29:39.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Buah Masam</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/12/buah-masam.html"&gt;Buah Masam&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yesaya 5:4&lt;br /&gt;=======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang  belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur  yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="buah masam" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/buah-masam.jpg" /&gt;Seringkah  anda tertipu dalam membeli buah? Saya termasuk orang yang sulit  membedakan mana buah yang isinya baik dan mana yang tidak. Kemarin saya  membeli jeruk sekilo dan rasanya kesal ketika keseluruhan jeruk itu  rasanya sangat masam dan kecut sehingga tidak bisa dimakan. Dari  penampakan kasat mata jeruk itu semuanya terlihat berkulit yang mulus  tanpa cacat. Begitu pula ketika anda membuka kulit luarnya dan melihat  dagingnya. Anda baru mengetahui bagaimana kualitas jeruk yang anda beli  setelah anda memakannya. Kalau cuma satu dua buah mungkin tidak apa-apa,  tapi bagaimana jika sebagian besar, atau bahkan seluruhnya tidak bisa  dinikmati? Yang lebih parah lagi, bagaimana jika bukan hanya masam, tapi  juga busuk di dalamnya?&amp;nbsp; Ada banyak orang yang tertipu fisik luar buah  yang terlihat mulus tak bercacat, namun ternyata tidak bisa dinikmati  sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang diambil sebagai ayat bacaan hari ini berbicara tentang anggur  yang asam. Dalam banyak ayat-ayat di Alkitab, pokok anggur kerap  menggambarkan sesuatu yang baik. Tetapi ayat bacaan hari ini justru  menggambarkan sisi sebaliknya. Dalam Yesaya 5:1-7 yang berjudul&lt;i&gt;  Nyanyian tentang kebun anggur "Ia mencangkulnya dan membuang  batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan  sebuah menara jaga ditengah - tengahnya dan menggali lobang tempat  memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah  anggur yang baik.."&lt;/i&gt; (ay 2). Dikisahkan tentang sebuah kebun anggur  yang ternyata menghasilkan anggur-anggur yang asam. Sang pemilik kebun  dengan rajin mengurus kebun dan tentunya berharap usahanya akan  menghasilkan pohon berbuah lebat dengan kualitas tinggi. Namun apa yang  dihasilkan? Lanjutan ayat 2 di atas berbunyi: &lt;i&gt;"...tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam."&lt;/i&gt;  Bagian ini menggambarkan kiasan mengenai Tuhan si pemilik kebun, dan  anak-anakNya yang digambarkan sebagai pohon-pohon anggur. Secara lebih  spesifik, ayat-ayat ini berbicara tentang pertobatan yang menghasilkan  buah. Ketika kita bertobat menerima Yesus, seharusnya kita menjadi  sebuah ciptaan baru yang terus tumbuh dan berbuah subur, lebat dengan  kualitas yang baik. Namun dalam perjalanannya, ada banyak dari kita yang  ternyata kembali pada dosa-dosa atau kebiasaan lama yang buruk, atau  malah berbuat dosa-dosa baru lagi. Seringkali orang sibuk mematut diri  agar terlihat indah dari luar, tetapi kita tidak memperhatikan kondisi  hatinya. Ada yang dari luar tampak baik, namun ternyata hatinya jahat.  Dari luar terlihat alim, tetapi kondisi di dalamnya sifatnya compang  camping. Setelah bertobat dan menerima Kristus bukannya berbuat kasih,  namun malah bikin ulah, menipu, jahat dan sebagainya. Ketika anak-anak  Tuhan bertingkah laku seperti ini, mereka bukannya menjadi berkat tetapi  sebaliknya menjadi batu sandungan dimana-mana. Seperti itulah buah-buah  anggur asam itu. Lihatlah betapa ironisnya, ketika "Sang Pemilik Kebun"  begitu setia dan rajin memelihara "kebun"Nya dengan penuh kasih dan  perhatian, tapi ternyata bukan buah yang baik yang dihasilkan  pohon-pohon tersebut, melainkan buah yang asam. Maka bisa dimaklumi jika  "Pemilik kebun" pun kecewa.&lt;i&gt; "Apatah lagi yang harus diperbuat untuk  kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya  dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya  buah anggur yang asam?"&lt;/i&gt; (ay 4). Tidakkah anda akan merasakan hal  yang sama apabila anda sudah berusaha merawat dan memupuk sebuah pohon  namun hasilnya justru buruk? Sia-sia semua usaha yang kita lakukan. Dan  itu pasti terasa menyedihkan dan mengesalkan. Jika buah-buahnya buruk  saja kita sudah kecewa, apalagi kalau pohon itu tidak kunjung berbuah.  Apa yang kemudian terjadi bagi pohon-pohon dengan buah-buah asam ini?  Kita baca ayat selanjutnya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Maka sekarang, Aku mau memberitahukan  kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan  menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda  temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya  ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga  tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya  jangan diturunkannya hujan ke atasnya."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 5-6).&amp;nbsp; Konsekuensi  yang dihadapi oleh pohon-pohon berbuah anggur yang asam sungguh tidak  main-main. Dalam injil Matius, pokok-pokok yang tidak menghasilkan buah  yang baik dikatakan akan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"ditebang adan dibuang ke dalam api."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Matius 3:10). Dalam Wahyu kita kembali mendapati konsekuensi yang harus dihadapi oleh "buah-buah anggur asam" ini. &lt;i&gt;"...Ayunkanlah  sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi,  karena buahnya sudah masak." Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke  atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke  dalam kilangan besar, yaitu murka Allah." &lt;/i&gt;(Wahyu 14:18b-19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Allah ini tentu saja sangat wajar. Bagaimana tidak, Dia sudah  memberi segala yang terbaik untuk kita, bahkan Dia rela mengorbankan  AnakNya yang tunggal demi keselamatan kita. Tapi kita tetap saja lebih  memilih untuk mengikuti kesenangan dunia. Dia sudah menunjukkan segala  jalanNya lewat Alkitab, tapi kita tidak mau membacanya. Tuhan sudah  menganugerahkan Roh Kudus untuk membimbing kita, tapi kita terus saja  mengotori diri kita sehingga Roh Kudus tidak suka berada di dalamnya.  Jika kita bersikap demikian, tidaklah mengherankan apabila kita menjadi  buah-buah yang masam, dan akibatnya kita harus siap menanggung murka  Allah. Konsekuensi menjadi pohon anggur dengan buah yang asam sangatlah  serius, kalau tidak bisa dibilang mengerikan. Maka ketika kita sudah  bertobat, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa kita mampu &lt;b&gt;menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. &lt;/b&gt;(Matius  3:8). Tuhan mengharapkan hidup anda untuk menghasilkan buah-buah yang  manis, yang enak dinikmati. Artinya, kita harus mampu menjadi berkat  bagi orang lain. Sebuah buah yang manis dan enak tentu dirindukan oleh  semua orang. Kita harus hidup berbuah, jangan sampai berakhir sebagai  pohon yang tidak menghasilkan buah sama sekali. Dan yang lebih penting  lagi, kita perlu menghasilkan buah yang baik, manis, segar dan  bermanfaat bagi orang lain. Sebuah keberhasilan menjadi anak-anak Allah  yang mendapat hak waris di Kerajaan Surga bukanlah dilihat dari  penampilan luar semata, namun yang ditentukan dari seberapa baik  buah-buah baik yang anda hasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan menghasilkan anggur asam, jadilah pohon anggur yang menghasilkan buah subur, manis dan bermanfaat bagi orang lain&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-7588319216174079435?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/7588319216174079435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-buah-masam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7588319216174079435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7588319216174079435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-buah-masam.html' title='Renungan Harian Online: Buah Masam'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-6926962588338428500</id><published>2011-12-01T22:55:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T22:55:04.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Terhubung Dengan Tuhan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/11/terhubung-dengan-tuhan.html"&gt;Terhubung Dengan Tuhan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Efesus 2:18&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="terhubung" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/terhubung.jpg" /&gt;Saya  masih sempat merasakan susahnya berkomunikasi orang yang berada di kota  berbeda, apalagi di luar negeri. Sarana komunikasi satu-satunya adalah  melalui surat yang dikirim lewat pos atau telepon. Belakangan ada pager  yang mempermudah kontak antara kita dengan orang lain, lalu handphone  atau mobile phone muncul sehingga kita bisa saling berhubungan meski  tengah berada di luar rumah, dan text messaging atau sms memungkinkan  kita untuk bisa bertukar cerita dengan tarif yang sangat murah. Hari ini  para pengguna BlackBerry tentu sudah merasakan keuntungan dengan  menggunakan BBM atau BlackBerry Messenger. Surat bisa dikirim via email  yang akan sampai di tujuan dalam hitungan detik. Yahoo messenger dan  fasilitas chatting lainnya pun membantu kita dalam berkomunikasi. Bahkan  kita bisa berkomunikasi sambil melihat lawan bicara kita dengan  menggunakan fasilitas internet. Teknologi semakin berkembang membuat  komunikasi pun menjadi semakin mudah. Kita tidak perlu bingung lagi  untuk menghubungi teman atau keluarga yang berada di belahan dunia lain,  karena selain kita bisa dengan mudah menghubungi mereka, biaya yang  harus dikeluarkan juga sangat minim bahkan bisa gratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal hubungan kita dengan Tuhan pun demikian. Dalam Perjanjian Lama  kita melihat bahwa manusia butuh perantaraan nabi-nabi yang dipilih  Tuhan untuk berhubungan denganNya. Manusia tidak bisa secara langsung  melakukan itu akibat dosa yang memutus hubungan antara kita dengan tahta  Tuhan yang kudus. &lt;i&gt;Thanks to Jesus&lt;/i&gt;, hari ini kita bisa datang  berbicara kepada Tuhan dengan mudah, kapan saja dan dimana saja. Kita  bisa masuk menghampiri tahtaNya dan berhubungan denganNya setiap waktu.  Tuhan Yesus sudah memulihkan hubungan kita yang terputus dari Tuhan  akibat dosa sehingga kita tidak perlu lagi harus melalui perantaraan  nabi dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Kita tidak perlu mengantri,  memasuki gedung-gedung tertentu, atau mempersiapkan segala sesuatu  berhari-hari atau berbulan-bulan untuk bisa berkomunikasi dengan Tuhan.  Kita tidak perlu dijadwal terlebih dahulu untuk melakukan itu. Kita bisa  secara langsung menumpahkan isi hati kita, memuji dan menyembahNya,  mendengar suaraNya, merasakan hadiratNya yang begitu damai atau memohon  pertolongan kapanpun dan dimanapun kita berada. Kita tidak memerlukan  perantaraan orang lain untuk menyampaikan suara hati kita. Dan yang  lebih luar biasa lagi, Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk kita.  Kapan saja kita membuka hubungan dengan Tuhan, Dia akan selalu berkenan  untuk dihampiri. Bukankah itu indah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa Kristus kita tidak akan pernah bisa mengalami semua kemudahan ini.  Paulus mengerti benar akan hal itu dan itu bisa kita lihat lewat apa  yang ia katakan:&lt;b&gt;&lt;i&gt; "karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Efesus 2:18). Karena Tuhanlah kita semua, baik orang-orang Israel  secara rohani maupun yang berada diluar, oleh Roh Allah yang satu, dapat  mendekati Bapa. Hubungan kita yang telah terputus akibat dosa telah  kembali tersambung lewat darah Kristus. Tepat ketika Yesus menyerahkan  nyawaNya di kayu salib, sesuatu terjadi di Bait suci. &lt;i&gt;"Ketika itu tabir &lt;b&gt;Bait Suci terbelah dua&lt;/b&gt; dari atas sampai ke bawah."&lt;/i&gt;  (Markus 13:38). Itulah pertanda bahwa tidak lagi ada sekat yang  membentang antara kita dengan Tuhan. Itulah yang disinggung oleh Paulus.&lt;i&gt; &lt;b&gt;"Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  (Efesus 2:13). Artinya, semua manusia memiliki kesempatan yang sama  untuk selamat dan berhubungan secara langsung kepada Bapa melalui Roh  Kudus oleh karena Kristus, dengan perantaraan Kristus. Lebih lanjut  Paulus mengatakan &lt;i&gt;"Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya."&lt;/i&gt;  (3:12). Setiap saat, kapan dan dimana saja, kita bisa berhubungan  dengan Tuhan. Ini adalah anugerah yang terlalu besar untuk kita abaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Kristus, semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk  merasakan hadirat Tuhan secara langsung. Tuhan selalu menyambut  siapapun dengan tangan terbuka tanpa memandang siapa kita,  kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan dahulu atau latar belakang  apapun. Dia siap menyucikan kita kembali agar bisa dengan penuh  keberanian memasuki tahta kudusNya. Apa yang perlu kita perbuat adalah  mengakui dosa-dosa kita dengan melakukan pertobatan secara total dan  menyeluruh, karena sesungguhnya yang memisahkan kita dari Tuhan tidak  lain adalah dosa-dosa kita. &lt;i&gt;"tetapi yang merupakan pemisah antara  kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia  menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah  segala dosamu."&lt;/i&gt; (Yesaya 59:2). Sebuah syarat lain tentu saja dengan  percaya kepada Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat  pribadi kita. &lt;i&gt;"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."&lt;/i&gt; (Yohanes 14:6).&amp;nbsp; Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita pun akan dapat &lt;i&gt;"dengan  penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima  rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada  waktunya."&lt;/i&gt; (Ibrani 4:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan."&lt;/i&gt;  (Mazmur 145:8). Dan kedekatan itu sudah menjadi begitu nyata melalui  hubungan tanpa hambatan/batas yang telah dimungkinkan lewat darah  Kristus.&lt;i&gt; "Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang  "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",karena oleh Dia  kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa."&lt;/i&gt;  (Efesus 2:17). Kalau begitu semuanya tinggal tergantung kita. Apakah  kita mau memanfaatkan anugerah sebesar ini atau menyia-nyiakannya,  apakah ita mau masuk atau masih memilih untuk berada di luar. Yang  pasti, pintu sudah dibuka, dan pintu itu terbuka untuk semua orang tanpa  terkecuali. Melalui Yesus, kita bisa menghampiri tahta kudusNya  kapanpun dan dimanapun. Selama kita mau, tidak ada tempat atau waktu  dimana kita tidak bisa menemuiNya. Isn't it great?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak ada pembatas lagi untuk berhubungan dengan Tuhan. Kapanpun dan dimanapun kita bisa. &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-6926962588338428500?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/6926962588338428500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-terhubung-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6926962588338428500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6926962588338428500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-terhubung-dengan.html' title='Renungan Harian Online: Terhubung Dengan Tuhan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8503446110009792562</id><published>2011-12-01T22:53:00.002+07:00</published><updated>2011-12-01T22:53:27.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Serius Menepati Janji</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/11/serius-menepati-janji.html"&gt;Serius Menepati Janji&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Matius 5:37&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu  katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="serius berjanji" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/ya-tidak.jpg" /&gt;Ada  beberapa teman saya yang mudah berkata ya atau berjanji, tetapi mereka  jarang menepatinya. Misalnya berkata "Ok, besok saya datang..", atau  "segera malam ini saya kirim", tapi ternyata tidak. Banyak orang yang  begitu mudah memberi janji atau berkata ya dan kita menganggap mereka  serius dengan janjinya, padahal itu mereka anggap hanya sebagai basa  basi saja. Melihat sifat mereka, saya pun akhirnya tahu menempatkan diri  dengan tidak menganggap serius janji-janji mereka, karena apabila saya  meletakkan standar yang saya inginkan mengenai menepati janji, saya  tentu akan kecewa dan akan sulit berteman dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah janji bagi saya merupakan hal yang penting. Jika saya sudah  berkata ya, maka saya harus melakukannya apapun resikonya. Namun bagi  banyak orang janji punya tingkatan. Ada yang harus, ada yang kalau  sempat, ada pula yang basa basi saja. Ada banyak orang pula yang bahkan  bersembunyi di belakang nama Tuhan. Kalau mereka tidak melakukan, itu  adalah karena Tuhan yang tidak mengijinkan, padahal sebenarnya merekalah  yang malas. Ada banyak alasan orang berkata ya dengan cepat tanpa  berpikir harus melakukannya. Misalnya karena segan, tidak mau membuat  orang lain kecewa, atau alasan lainnya, kita bisa melakukan basa basi  atau "&lt;i&gt;lips-service"&lt;/i&gt; dengan membuat sebuah janji. Soal ditepati  atau tidak itu soal nanti, yang penting janjikan saja dulu. Toh alasan  bisa dicari belakangan. Kita menganggap itu wajar dan biasa-biasa saja,  namun sifat seperti ini sangatlah tidak dianjurkan dalam Alkitab.  Perilaku ingkar janji ini tidak berbeda jauh dengan berbohong. Dan akan  hal ini Yesus berkata tegas: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya,  jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu  berasal dari si jahat."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Matius 5:37).&lt;i&gt;"Let your Yes be simply Yes, and your No be simply No; anything more than that comes from the evil one."&lt;/i&gt; Ini merupakan hal serius yang harus kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mengatakan hal ini dalam konteks menasihati kita untuk tidak bersumpah, yang didasarkan dari 10 Perintah Allah: &lt;i&gt;"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu"&lt;/i&gt;  (Keluaran 20:16). Kenyataannya, manusia terkadang begitu beraninya  bersumpah demi segala sesuatu, bahkan demi Tuhan untuk menutupi&amp;nbsp;  kebohongan. Ini jelas-jelas melanggar firman Tuhan. Tuhan sangat tidak  suka jika kita melakukan ini, bahkan dikatakan jijik dengan  sikap/kebiasaan seperti ini seperti apa yang dikatakan Daud: &lt;i&gt;"Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu."&lt;/i&gt;  (Mazmur 5:7). Dari ayat ini kita melihat bahwa penipu disamakan dengan  pembunuh. Berlebihankah? Saya rasa tidak, karena penipu, orang yang  bersaksi dusta, orang yang ingkar janji bisa membunuh harapan,  kepercayaan orang, bahkan karakter orang lain. Salomo di kemudian hari  mengingatkan lebih lanjut: &lt;i&gt;"Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar."&lt;/i&gt;  (Amsal 19:5). Dan pada suatu ketika, orang-orang pembohong tidak akan  luput dari hukuman. Begitu seseorang berbohong, maka Tuhan pun akan  menjadi lawannya. (Yehezkiel 13:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus membiasakan diri untuk menepati dan menganggap serius sebuah  janji, sekecil apapun hal yang dijanjikan itu. Orang yang selalu  menepati janji dengan sendirinya menjadi saksi kuat akan dirinya sendiri  dalam hal kebenaran, sehingga mereka tidak lagi perlu mengucapkan  sumpah-sumpah lewat bibirnya untuk meyakinkan orang lain. Kita harus  mampu menjalani kehidupan yang bisa mendatangkan kepercayaan orang pada  diri kita lewat kesetiaan kita dalam menepati janji atau menseriusi kata  persetujuan yang kita berikan, dan itu akan jauh lebih terpercaya  dibanding berusaha memperoleh kepercayaan lewat sumpah. Demikian pula  dengan nazar, yang merupakan janji kita terhadap Tuhan ketika memohon  sesuatu. Jangan pernah menunda atau lupa membayar nazar, karena itu juga  akan menjadi sebuah kebohongan yang sangatlah tidak berkenan di hadapan  Tuhan. &lt;i&gt;"Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda  menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah  nazarmu."&lt;/i&gt; (Pengkotbah 5:4). Seperti apa yang diajarkan Yesus,  hendaklah kita mau menghormati janji dan senantiasa menepatinya. Jika  ya, katakanlah ya. Jika tidak, katakan tidak. Selebihnya merupakan  kebohongan yang datang dari iblis. Jangan bilang ya jika anda tidak  serius apalagi dengan memakainya sebagai basa basi saja. Ketika  mengatakan ya, peganglah itu dengan sungguh-sungguh, &lt;i&gt;like you really mean it&lt;/i&gt;. Jangan biasakan untuk memberi janji-janji palsu dengan alasan apapun. Seperti kata sebuah pepatah bahasa Inggris, "&lt;u&gt;Never make a promise you can't keep"&lt;/u&gt;,  hendaklah kita selalu mengutamakan kejujuran agar tidak membuka peluang  bagi iblis untuk mengacak-acak hidup kita. Ingatlah bahwa janji yang  dibuat asal-asalan dan tidak ditepati tidak saja mengakibatkan  ketidakpercayaan orang pada kita, tapi juga merupakan sebuah dosa  menjijikkan di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Take each promise seriously and make sure you'll keep it&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8503446110009792562?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8503446110009792562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-serius-menepati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8503446110009792562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8503446110009792562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/12/renungan-harian-online-serius-menepati.html' title='Renungan Harian Online: Serius Menepati Janji'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3483904837109741320</id><published>2011-11-19T06:53:00.002+07:00</published><updated>2011-11-19T06:53:41.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Peduli Terhadap Hewan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/11/peduli-terhadap-hewan.html"&gt;Peduli Terhadap Hewan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan: &lt;/b&gt;Kejadian 1:28&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:  "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah  itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan  atas segala binatang yang merayap di bumi."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="peduli satwa, kelestarian lingkungan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/peduli-hewan.jpg" /&gt;Salah satu &lt;i&gt;channel&lt;/i&gt;  tv yang saya sukai adalah Animal Planet. Di sana saya bisa melihat  banyak acara tentang orang-orang yang menjalani panggilan hidupnya untuk  menjaga kelestarian hewan. Ada acara tentang dokter hewan yang sampai  pergi ke Afrika untuk mengobati hewan-hewan disana, ada yang tugasnya  menangkap ular yang masuk ke rumah warga untuk dikembalikan ke alamnya,  ada polisi satwa yang menangkap orang-orang yang menyiksa atau  memperlakukan hewan piaraannya secara buruk dan lain sebagainya.  Sementara manusia cenderung bertambah egois atau bahkan kejam terhadap  sesamanya, di saluran ini saya melihat sosok-sosok manusia yang  menunjukkan kasihnya kepada hewan. Pada kenyataannya di Indonesia saja  kita sering melihat orang memperlakukan hewan piaraannya dengan kejam.  Ada anjing yang diikat diluar sepanjang hidupnya, terkena panas terik  dan hujan begitu saja, ada yang tidak diberi makan, dibiarkan ketika  diserang kutu dan sebagainya. Tuhan mengasihi manusia secara istimewa,  itu benar. Tetapi bukan berarti bahwa Tuhan tidak mengasihi hewan dan  tumbuhan yang notabene merupakan ciptaanNya juga. Manusia merusak  lingkungan, menebang pohon sembarangan, merusak habitat hewan bahkan  memburu mereka termasuk hewan-hewan langka di dalamnya tanpa merasa  bersalah. Padahal ini pun sebenarnya sudah melanggar Firman Tuhan,  karena sejak semula Tuhan sudah mengingatkan tugas kita dalam menjaga  kelestarian alam beserta isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak di awal penciptaan, Tuhan telah berpesan langsung kepada kita akan hal ini. Lihatlah ayat dalam kitab Kejadian berikut. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Allah  memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah  dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah  atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala  binatang yang merayap di bumi."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Kejadian 1:28). Menaklukkan dan  berkuasa disini bukan dimaksudkan bahwa kita bisa seenaknya  mengeksploitasi isi bumi tanpa memikirkan kelangsungan hidup atau  kelestariannya, tapi justru sebaliknya, &lt;b&gt;kepada kita disematkan sebuah  tanggung jawab secara penuh untuk mengurus dan melestarikan segala yang  ada di muka bumi ini, termasuk pula di dalamnya berbagai spesies atau  jenis hewan yang hidup di bumi terutama yang langka.&lt;/b&gt; Mengapa demikian? Sebab Tuhan telah menciptakan segalanya itu bukan sekedar baik saja, tetapi dikatakan "sungguh amat baik." &lt;b&gt;"Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik."&lt;/b&gt;  (ay 31). Jika Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan amat sangat  baik, dan Dia sudah berpesan agar kita menjaganya dengan baik,  bagaimana kita bisa tega memperlakukan alam beserta tumbuhan dan hewan  di dalamnya dengan buruk? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat ayat berikut ini. &lt;i&gt;"Pandanglah burung-burung di  langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal  dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah  kamu jauh melebihi burung-burung itu?"&lt;/i&gt; (Matius 6:26) lalu ayat ini: &lt;i&gt;"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu."&lt;/i&gt;  (10:29). Kedua ayat ini memang berbicara untuk mengingatkan kita bahwa  kita tidak perlu takut karena kita semua berada dalam pemeliharaan Tuhan  yang penuh kasih. Tetapi perhatikanlah kembali kedua ayat tadi dengan  baik, maka kita akan mendapatkan bagaimana Tuhan pun masih meluangkan  waktu untuk menjaga kelangsungan hidup burung-burung kecil yang harganya  tentu jauh di bawah kita. Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian  Tuhan bagi hewan-hewan yang bagi manusia mungkin dianggap tidak berguna,  atau bahkan hanya dijadikan sasaran tembak demi kesenangan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang menghabiskan waktunya demi kehidupan satwa di saluran  televisi tadi menunjukkan dedikasi tinggi dengan kasih yang tinggi pula.  Ini pun sejalan dengan Firman Tuhan yang berkata dengan tegas: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (1 Korintus 16:14). Disamping itu, ingatlah selalu bahwa &lt;i&gt;"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."&lt;/i&gt;  (Kolose 3:23). Apa yang mereka lakukan sejalan dengan ayat-ayat di  atas. Jika kita melakukan segala sesuatu dalam kasih dan dengan segenap  hati seperti untuk Tuhan maka kita tidak akan tergoda untuk  mengeksploitasi sumber-sumber alam, tumbuhan dan hewan seenaknya. Kasih  yang ada dalam hati kita dan komitmen untuk berbuat yang terbaik untuk  Tuhan akan membuat kita mendedikasikan pekerjaan kita untuk kebaikan.  Ingatlah bahwa kelestarian dan kelangsungan hidup satwa menjadi  tanggungjawab kita. Ada banyak spesies yang terancam punah, ada begitu  banyak hewan yang saat ini terancam kelangsungan hidupnya. Hendaknya  kita menjadi pribadi-pribadi yang peduli, karena Tuhan telah menugaskan  kita semua untuk melestarikan ciptaan-ciptaanNya di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuhan menugaskan kita untuk menjaga kelestarian alam beserta tumbuhan  dan hewan di dalamnya. Kepada mereka pun kita bisa menunjukkan kasih  juga&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3483904837109741320?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3483904837109741320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/11/renungan-harian-online-peduli-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3483904837109741320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3483904837109741320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/11/renungan-harian-online-peduli-terhadap.html' title='Renungan Harian Online: Peduli Terhadap Hewan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8497311293599919379</id><published>2011-11-14T16:09:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T16:09:56.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Tekun dalam Berdoa</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/11/tekun-dalam-berdoa.html"&gt;Tekun dalam Berdoa&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Lukas 18:1&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="tekun berdoa" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/tekun.jpg" /&gt;Kegigihan  merupakan sebuah faktor yang sangat menentukan keberhasilan kita dalam  menjalani sesuatu. Itu sudah sering terbukti merupakan penentu  kesuksesan yang bahkan terkadang lebih dari ilmu atau modal yang kita  miliki. Saya selalu kagum melihat kegigihan anak kecil yang meminta  sesuatu kepada orang tuanya. Mereka bisa begitu bersemangat tanpa kenal  lelah terus berusaha agar permintaan mereka dikabulkan oleh ayah dan  ibunya. Benar, belum tentu apa yang mereka minta itu baik, tetapi  setidaknya kita bisa belajar dari kegigihan mereka, karena seiring  pertumbuhan orang menjadi semakin dewasa, seringkali kegigihan menjadi  menurun pula secara signifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi masalah, seberapa besar kesabaran kita untuk berharap  pada Tuhan? Seringkali ketidaksabaran ini menjadi penghalang terbesar  bagi kita untuk menikmati janji-janji Tuhan. Betapa seringnya kita hanya  mencoba sebentar, hanya berdoa selama beberapa waktu, tetapi kemudian  kita pun cepat merasa kecewa dan berhenti berdoa. Kita mau Tuhan  menjawab dengan instan sesuai waktu yang kita inginkan, jika tidak maka  secepat itu pula kita meninggalkan Tuhan. Sebagian orang lalu akan  segera mencari alternatif-alternatif lain akibat merasa kecewa kepada  Tuhan. Atau tidak jarang pula orang terlebih dahulu mencoba segala  sesuatu dan baru mencari Tuhan sebagai palang pintu terakhir, atau ada  pula yang menganggap doa sebagai sesuatu yang sekedar &lt;i&gt;"nothing to loose."&lt;/i&gt;  "Ya dicoba saja, tidak ada salahnya.." seperti itu pikiran mereka,  tetapi tidak ada keyakinan sedikitpun bahwa Tuhan mendengar dan bisa  menjawab doa mereka. Yang sering menjadi akar permasalahan, selain tidak  yakin, mereka pun sulit menerima kenyataan bahwa waktunya Tuhan yang  terbaik, untuk menyediakan segala yang terbaik bagi kita. Waktu yang  terbaik yang kita anggap benar hanyalah berpusat pada pandangan kita  pribadi, bukan lagi waktunya Tuhan. Tidak jarang pula orang malah hanya  menganggap doa seperti mengirim paket permintaan semata. Ada perlu baru  berdoa, jika semua berjalan sesuai keinginan, maka doa pun tidak  dibutuhkan lagi. Padahal doa merupakan &lt;b&gt;sarana bagi kita untuk berhubungan dengan Tuhan&lt;/b&gt;. Semakin rajin kita berdoa, hubungan kita akan semakin dekat, kita pun akan semakin peka terhadap suaraNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan yang sangat menarik mengenai  pentignnya sebuah ketekunan dalam berdoa seperti yang bisa kita baca  dalam Lukas 18:1-8. Mengambil perumpamaan tentang seorang janda, sosok  yang lemah dan sering digambarkan sebagai figur yang tertindas dan  diperlakukan tidak adil di dalam Alkitab, dan seorang hakim yang lalim.  Demikian bunyi ayat pembuka perikop ini. &lt;i&gt;"Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."&lt;/i&gt;  (Lukas 18:1). Dalam kisah ini, si janda diceritakan terus memohon  kepada hakim lalim agar haknya dibela. (ay 3). Sementara si hakim  bukanlah orang yang takut akan Tuhan, dan sikapnya arogan dan lalim,  tidak menghormati siapapun. Sesuai dengan gambaran pribadi si hakim,  sudah tentu ia menolak permohonan janda ini. Tapi lihatlah janda itu  tidak jemu-jemu mendatanginya dan memohon. Dengan gigih janda itu  berjuang. Kegigihan menunjukkan bahwa ia masih menaruh harapan agar  permohonannya dikabulkan, karena tidak ada orang yang akan gigih jika  mereka tidak punya harapan sama sekali. Lalu pada akhirnya sang hakim  yang lalim pun luluh dan membenarkan si janda. Dan Yesus pun berkata, &lt;i&gt;"Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!"&lt;/i&gt;  (ay 6). Jika hakim yang lalim saja bisa luluh terhadap permohonan tidak  jemu-jemu, dan pada akhirnya mau mengabulkan permintaan si janda,  bagaimana mungkin Tuhan yang begitu penuh kasih setia tidak mendengarkan  seruan kita?&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang  pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia  mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 7). Tuhan yang  penuh kasih dan adil akan selalu membenarkan anak-anakNya yang siang  dan malam berseru kepadaNya dengan tidak jemu-jemu! Dia akan selalu  memperhatikan setiap anakNya yang terus datang dengan kerinduan dan  kasih untuk berbicara dan mendengar suaraNya tanpa henti, tanpa  terpengaruh hal apapun. Dia tidak akan pernah mengulur-ulur waktu untuk  menolong kita, Dia tidak akan pernah berbahagia melihat kita menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Tuhan akan selalu ditepati, itu pasti. Yang jadi masalah  seringkali kita memandang hanya berdasarkan apa yang terbaik menurut  kita sendiri saja, bukan kepada apa yang terbaik menurut Tuhan. &lt;i&gt;"Ia  membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan  kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami  pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."&lt;/i&gt; (Pengkotbah  3:11). Apa yang Tuhan Yesus ajarkan lewat perumpamaan tadi begitu jelas,  memberi sebuah perumpamaan untuk menegaskan, bahwa kita seharusnya  selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Yesus mengajarkan bagaimana  besarnya kuasa doa, bagaimana kita sebagai anak-anak Allah sebaiknya  terus berdoa siang dan malam dengan tekun tanpa jemu-jemu, bagaimana  hendaknya kita tetap hidup dalam pengharapan dan tidak putus asa. Paulus  dalam beberapa kesempatan menunjuk pada doa yang terus dilakukan siang  dan malam dengan sungguh-sungguh. Salah satu contoh adalah ketika Paulus  menyatakan betapa ia terus berdoa siang dan malam dalam kerinduan untuk  bertemu dengan para jemaat di Tesalonika dan melayani mereka. &lt;i&gt;"Siang  malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka  dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu."&lt;/i&gt; (1 Tesalonika  3:10). Lihatlah bagaimana ketekunan dan kesungguhan Paulus dalam  mendoakan jemaat disana. Ini menjadi gambaran sebuah kegigihan dan  ketekunan dalam doa yang disertai pengharapan yang berakar pada iman  yang percaya sepenuhnya pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ingatlah bahwa apa yang dimaksud dengan berdoa dengan tidak  jemu-jemu atau doa yang dipanjatkan terus menerus siang dan malam  bukanlah berarti doa harus terus kita ulang-ulang atau bertele-tele. Hal  berdoa diajarkan dengan jelas oleh Yesus sendiri dalam Matius 6:5-15.  Bukan karena banyaknya kata-kata, keindahan rangkaian kata dalam doa,  tapi &lt;b&gt;doa yang disertai iman &lt;/b&gt;lah yang penting. Bukan pula doa yang  hanya dilakukan karena ada permintaan dan kebutuhan, menjadikan doa  sebagai paket permintaan, tapi dasarkan doa sebagai sarana bagi kita  untuk membina keintiman hubungan dengan Tuhan. Sejauh mana kita mampu  bergantung dan mau mengandalkan Tuhan akan terukur atau terlihat dari  kesetiaan kita dalam berdoa. Dalam Roma kita diingatkan agar senantiasa&lt;i&gt; "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan &lt;b&gt;bertekunlah dalam doa&lt;/b&gt;!"&lt;/i&gt;  (Roma 12:12). Bertekun dalam doa, tidak jemu-jemu, siang dan malam,  tidak akan pernah sia-sia. Ada kalanya jawaban Tuhan tidak akan segera  datang. Mungkin waktunya belum tepat, mungkin Tuhan ingin menguji  keteguhan dan ketekunan kita, tapi pada saatnya, Tuhan akan menolong dan  memberkati kita sesuai janji-janjiNya. Itu adalah sebuah kebenaran yang  sifatnya pasti. Karena itu, hindarilah ketidaksabaran yang bisa  mengarahkan kita kepada rupa-rupa kesesatan ketika kita memilih untuk  mencari alternatif atau jalan pintas yang bisa membinasakan. Adalah jauh  lebih penting untuk membina hubungan karib dengan Tuhan, dan sarana  untuk itu adalah melalui doa. Oleh sebab itu tetaplah bertekunlah berdoa  tanpa jemu-jemu. &lt;i&gt;"Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."&lt;/i&gt; (Ibrani 10:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kegigihan atau ketekunan merupakan faktor penting yang membawa kesuksesan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8497311293599919379?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8497311293599919379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/11/renungan-harian-online-tekun-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8497311293599919379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8497311293599919379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/11/renungan-harian-online-tekun-dalam.html' title='Renungan Harian Online: Tekun dalam Berdoa'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-2626010358405014764</id><published>2011-11-04T20:40:00.002+07:00</published><updated>2011-11-04T20:40:55.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Cuma Ikut-ikutan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/11/cuma-ikut-ikutan.html"&gt;Cuma Ikut-ikutan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Amsal 1:10&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="ikut-ikutan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/ikut2an.jpg" /&gt;Ada  banyak orang yang tadinya baik-baik tetapi kemudian terjerumus ke dalam  berbagai bentuk kejahatan karena ikut-ikutan temannya. Mereka  terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang buruk dan ikut terseret ke  dalam kesesatan. Kita sering mendengar orang-orang yang ketika di  tangkap mengaku bahwa mereka hanya ikut-ikutan saja. Tetapi sayangnya  seringkali justru mereka inilah yang lebih sering tertangkap dan harus  mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum ketimbang orang-orang  yang memang dengan sengaja menjerumuskan atau otak yang merencanakan  sejak semula. Maka kita kerap mendengar orang yang menjadi rusak karena  pergaulan yang salah. Tadinya orang itu hidup baik, namun ketika masuk  ke dalam lingkungan pergaulan yang salah mereka terjerumus ikut-ikutan  masuk ke dalam dosa. Awalnya mungkin bisa berkata tidak, namun lambat  laun apa yang kita ketahui sebagai dosa itu akan mulai terlihat  biasa-biasa saja, lalu kita pun mulai memberi toleransi. Yang terjadi  selanjutnya, orang yang tadinya baik bisa berubah menjadi sosok baru  yang tidak lagi peka terhadap dosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini sering terjadi dalam hidup kita. Hidup di dunia yang  penuh dengan keinginan-keinginan daging yang dikejar oleh orang-orang  yang tidak takut akan Tuhan tidaklah mudah. Mereka ada di sekitar kita,  terus menawarkan sesuatu yang sepintas terlihat menyenangkan, nikmat dan  indah, namun ada banyak kejahatan di mata Tuhan yang mengintip di  baliknya. Jika tidak mawas diri maka kita pun bisa terjerumus ke  dalamnya, lalu lupa akibat atau konsekuensi yang harus kita tanggung  ketika dosa-dosa itu menguasai kita. Sebuah lingkungan pertemanan yang  tidak sehat seringkali menjerumuskan orang ke dalam dosa. Konsekuensinya  kelak harus kita tanggung, dan penyesalan biasanya datang terlambat.  Apakah ini berarti kita tidak boleh membuka diri seluas-luasnya untuk  berteman dengan banyak orang? Tentu saja bukan demikian. Kita tidak  dilarang untuk berteman dengan orang lain, hanya saja kita harus  memperhatikan benar dengan siapa kita menjalin hubungan pertemanan  karena tidak peduli sekuat apapun iman kita, ketika kita terus menerus  memberi toleransi akan dosa maka cepat atau lambat kita bisa terpengaruh  lalu menuruti bujukan-bujukan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dahulu kala Salomo sudah mengingatkan akan hal ini.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Amsal 1:10). Ini sebuah pesan yang sangat penting. Salomo dengan  hikmatnya sudah bisa melihat kecenderungan manusia yang gampang termakan  bujukan untuk berbuat dosa. Orang-orang berdosa akan selalu mencari  orang lain untuk mengikuti gaya hidup mereka yang salah. Dan kita kerap  menuruti mereka dengan didasari banyak alasan. Takut dianggap  ketinggalan jaman alias kampungan atau kuno, gengsi atau segan jika  menolak, takut dikucilkan dari pergaulan dan sebagainya bisa menjadi  awal kejatuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam begitu banyak ayat Firman Tuhan telah mengingatkan betapa  berbahayanya bermain-main dengan dosa. Mungkin semua berawal dengan  sederhana lewat keinginan-keinginan daging yang ditawarkan oleh  orang-orang berdosa. Mungkin awalnya hanya coba-coba, mungkin hanya  ingin tahu dan alasan lainnya, tetapi ingatlah bahwa meski terlihat  sepele hal seperti ini bisa menjadi awal hadirnya masalah. Yakobus  menyampaikan gambaran betapa berbahayanya ketika kita mulai bertoleransi  dengan dosa. &lt;i&gt;"Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."&lt;/i&gt;  (Yakobus 1:15). Berawal hanya dari keinginan, kemudian ketika dibuahi  itu akanmelahirkan dosa. Dan ketika dosa menjadi matang dalam diri kita  maka itu akan berujung pada maut. Ini adalah hal yang sangat serius yang  harus kita perhatikan mengingat kita hidup di dunia yang dipenuhi  orang-orang yang siap menyesatkan kita. Mereka akan terus menawarkan  banyak kenikmatan yang sangat dirindukan oleh daging kita. Itulah  sebabnya kita benar-benar harus berhati-hati dalam lingkungan pergaulan  kita. Adalah baik apabila kita bisa menjadi pengaruh yang baik di tengah  lingkungan yang buruk, membawa mereka masuk dalam pertobatan dan  berbalik dari jalan-jalan yang jahat, tetapi kita harus berhati-hati  agar jangan sampai bukannya menjadi terang dan garam tetapi malah kita  yang terseret arus kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa saja bentuknya keinginan-keinginan yang bisa berbuah dosa dan melahirkan maut itu? Paulus sudah merincinya. &lt;i&gt;"Perbuatan  daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,  penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah,  kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian,  kemabukan, pesta pora dan sebagainya."&lt;/i&gt; (Galatia 5:19-21a). Dan  terhadap pelaku dari semua itu tidak akan mendapatkan bagian dalam  Kerajaan Allah. (ay 21b). Lihatlah poin-poin keinginan yang bisa  melahirkan maut itu. Bukankah itu bukan lagi hal yang asing bagi kita  hari ini? Dimana-mana ada potensi penyesatan, dan apabila tidak  hati-hati maka kita pun akan terjerumus kedalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab telah mengingatkan kita agar berhati-hati dalam bergaul. &lt;i&gt;"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."&lt;/i&gt;  (1 Korintus 15:33). Kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh  kepada siapa kita bergaul. Kita memang tidak boleh memusuhi mereka,  namun kita wajib berhati-hati agar jangan termakan bujukan mereka lalu  masuk ke dalam jerat dosa. Perhatikanlah hikmat Salomo kemudian  berkata:&amp;nbsp; &lt;i&gt;"..mereka menghadang darahnya sendiri dan mengintai nyawanya sendiri"&lt;/i&gt;  (Amsal 1:18). Peran kita adalah untuk menyadarkan dan menyelamatkan  mereka dari kebinasaan bukannya malah ikut-ikutan masuk ke dalamnya.  Kita harusnya contoh atau keteladanan bukannya malah dengan mudah  terbujuk untuk ikut-ikutan. Firman Tuhan pun mengingatkan &lt;i&gt;"Janganlah  kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan  budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang  baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."&lt;/i&gt; (Roma 12:2).  Segala perbuatan dosa sesungguhnya berasal dari Iblis. Dan Yesus pun  sudah hadir ke dunia atas kebesaran kasih Allah pada diri kita untuk  membayar lunas semua itu. Alkitab menyatakan demikian: &lt;i&gt;"barangsiapa  yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa  dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya  Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu."&lt;/i&gt; (1 Yohanes 3:8).  Dosa-dosa memang bisa dikemas dengan indah dan penuh kenikmatan, tetapi  apa yang sesaat itu sama sekali tidak sebanding dengan akibat yang harus  kita tanggung selamanya kelak. Hari ini marilah kita sama-sama mawas  diri memperhatikan pergaulan kita dan terlebih lagi menjaga diri kita  agar tidak termakan bujuk rayu mereka yang berdosa. Ikut-ikutan tidak  akan pernah cukup menjadi alasan untuk mengelak dari konsekuensi yang  harus kita tanggung kelak ketika kita terjerumus masuk ke dalam jebakan  dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikan pengaruh yang baik dalam lingkungan bukan sebaliknya malah ikut-ikutan menjadi jahat&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-2626010358405014764?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/2626010358405014764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/11/renungan-harian-online-cuma-ikut-ikutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/2626010358405014764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/2626010358405014764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/11/renungan-harian-online-cuma-ikut-ikutan.html' title='Renungan Harian Online: Cuma Ikut-ikutan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3326153395996113583</id><published>2011-10-30T18:23:00.002+07:00</published><updated>2011-10-30T18:23:37.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Tahayul</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/10/tahayul.html"&gt;Tahayul&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; 1 Timotius 4:7&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="tahayul" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/ompong.jpg" /&gt;Anda  suka punya gigi ompong? Hampir pasti orang akan tertawa minimal  tersenyum mendengar pertanyaan itu. Tetapi hari ini teman saya bercerita  bahwa anaknya malah bangga dengan gigi ompongnya. Bagaimana bisa? Itu  karena dia mengatakan kepada anaknya bahwa ompong itu tanda menjadi  dewasa, semata-mata agar anaknya tidak sedih ketika gigi susunya harus  dicabut. Ternyata apa yang ia ajarkan itu membuat anaknya bangga. Si  anak pun bercerita dengan bangga kepada teman-temannya bahwa ia sudah  ompong, dan kata mamanya itu artinya ia sudah dewasa. Maka keesokan  harinya datanglah salah seorang temannya yang tinggal dekat, dengan  bangga pula memamerkan gigi ompongnya. Beberapa teman yang belum pun  kemudian mereka tertawakan, karena dianggap masih kecil sebab giginya  belum ada yang copot. Saya tertawa mendengar ceritanya, membayangkan  anak-anak itu sibuk memamerkan keompongannya dan menganggap bahwa diri  mereka sudah dewasa. Dan saya pun berpikir, hal yang sama dalam bentuk  berbeda seringkali membuat kita tertipu. Betapa banyaknya tahayul atau  kepercayaan-kepercayaan yang kita anggap benar padahal itu malah  menjauhkan kita dari ajaran Allah yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak bentuk-bentuk kepercayaan turun temurun atau  ajaran-ajaran yang dipercaya dunia yang sebenarnya tidak sesuai dengan  apa yang diajarkan Tuhan seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Dan  seringkali itu semua menyesatkan kita, membuat antara mana yang benar  dan tidak menjadi kabur atau semu terlihat di mata kita. Tidak jarang  diantara orang-orang yang sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru  Selamatnya ternyata masih mempertahankan kepercayaan-kepercayaan turun  temurun yang bahkan bertentangan. Dan banyak orang mengelompokkannya ke  dalam adat istiadat untuk menunjukkan pemisahan antara agama dan budaya.  Tidak jarang pula semua ini dikemas dalam bentuk-bentuk yang terlihat  seolah ilmiah atau bahkan mirip dengan ajaran Kristus. Pertanyaannya,  bagaimana jika apa yang dipercaya itu ternyata jelas-jelas bertentangan  dengan Firman Tuhan? Yang jelas, Tuhan sudah mengatakan bahwa kita tidak  bisa menghamba kepada dua hal yang berbeda.&lt;i&gt; "&lt;b&gt;Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan.&lt;/b&gt;  Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang  lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang  lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."&lt;/i&gt;  (Matius 6:24). Secara khusus ayat ini memang menuju kepada peringatan  untuk tidak terikat kepada harta kekayaan duniawi, tetapi jika kita baca  keseluruhan ayat ini, maka kita bisa melihat bahwa inti dari segalanya  adalah peringatan untuk tidak menduakan Tuhan dengan apapun. Ketika  Yesus dicobai iblis di padang gurun, satu sentakan keras Yesus berbunyi:&lt;i&gt; "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"&lt;/i&gt; (Matius 4:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus pun mengingatkan hal yang sama.&lt;i&gt; &lt;b&gt;"Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (1 Timotius 4:7). Ada hubungan erat antara menjauhi tahayul dan dongeng-dongeng yang dalam bahasa Inggrisnya dikatakan&lt;i&gt; &lt;b&gt;"irrevent legends (profane and impure and godless fictions, mere grandmothers' tales) and silly myths"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  dengan melatih diri beribadah. Beribadah bukanlah berbicara secara  sempit mengenai pergi ke gereja atau berdoa saja, tetapi aspek yang  lebih luas tercakup disana. &lt;i&gt;"Karena itu, saudara-saudara, demi  kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan  tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan  kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."&lt;/i&gt; (Roma 12:1). Itulah  bentuk ibadah sejati, ketika kita mempersembahkan hidup kita sepenuhnya  sebagai sebuah persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.  Sebuah ibadah yang sejati bukanlah hanya mengenai kerajinan kita rutin  beribadah tiap minggu, meski itu tidak salah, tetapi lebih jauh lagi  menyangkut bagaimana kita mengerti kebenaran Firman Tuhan dan  mengaplikasikannya dalam setiap sendi hidup kita. Masalahnya, bagaimana  mungkin kita bisa melakukan itu kalau kita masih saja kabur dengan  kebenaran-kebenaran Firman Tuhan, tidak bisa membedakan mana yang benar  dan tidak? Dan pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita bisa membedakan  itu semua jika kita tidak tahu pasti apa saja yang dikatakan Tuhan?  Alkitab berisi petunjuk lengkap mengenai segala sesuatu yang berhubungan  dengan keselamatan. Disana ada perintah, larangan, peringatan,  janji-janji Tuhan, apa yang harus dilakukan dan harus dihindari, ada  solusi atas berbagai permasalahan dan bagaimana seharusnya kita  menghadapinya. Firman itu hidup dan punya kuasa.&lt;i&gt; "Sebab firman Allah  hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia  menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan  sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."&lt;/i&gt;  (Ibrani 4:12). Kita akan luput dari semua ini apabila kita terus  mengabaikan pentingnya membaca Alkitab dan membiarkan Tuhan berbicara  banyak kepada kita lewat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hubungan antara menjauhi tahayul dengan melatih diri untuk  beribadah. Kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dikatakan Tuhan  mengenai kebenaran dan melakukannya secara nyata dalam hidup kita.  Itulah yang bisa membuat kita menjauhi berbagai kepercayaan atau  pengajaran yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. Jika kita tidak tahu,  bagaimana mungkin kita menjauhkan diri? Kitapun akan terus disesatkan  semakin jauh lagi dan lagi. Apalagi berbagai ajaran yang menyesatkan  akan terus ada, dan Yesus sudah mengingatkan kita terlebih dahulu untuk  waspada. &lt;i&gt;"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul  dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat,  sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan  juga.Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu." &lt;/i&gt;(Matius 24:24-25). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tahayul ini seringkali terlihat bertujuan baik. Jika tidak,  maka kita tidak akan terpengaruh olehnya. Di luar kelihatan baik, tapi  di dalam menghancurkan dan membawa manusia pada kebinasaan. Pengaruh ini  bukan hanya marak terjadi di jaman sekarang seperti tawaran-tawaran  okultisme dan sebagainya yang bisa dengan mudah membanjiri berbagai  media, tapi jauh sebelumnya sudah pula menimpa jemaat Galatia. Kita bisa  melihat bagaimana Paulus pun menegur mereka.&lt;i&gt; "Aku heran, bahwa kamu  begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus  telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,yang sebenarnya  bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud  untuk memutarbalikkan Injil Kristus."&lt;/i&gt; (Galatia 1:6-7). Anak teman  saya yang masih kecil beserta sahabat-sahabatnya menganggap benar bahwa  mereka sudah dewasa jika bergigi ompong, namun kita tahu bahwa itu tidak  benar. Seperti itu pula kita bisa tersesat jika tidak mengetahui  kebenaran. Kita tidak akan pernah tahu apa yang benar dan salah jika  kita tidak pernah mau meluangkan waktu untuk membaca berbagai suara  Tuhan yang sudah dituliskan di dalam Alkitab. Kita harus mulai  mendisplinkan diri untuk menyediakan waktu-waktu khusus untuk itu agar  kita bisa membedakan dengan baik apa yang benar dan mana yang tidak,  mana yang tahayul atau dongeng dan mana yang berasal dari Tuhan. Jangan  biarkan Alkitab anda terus berdebu tanpa disentuh, mulailah gali  kebenaran Firman Tuhan sekarang juga dan jadilah pelaku-pelakunya dalam  kehidupan nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanpa mengetahui kebenaran Firman Tuhan kita akan gampang disesatkan berbagai tahayul, dongeng atau pengajaran-pengajaran sesat&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3326153395996113583?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3326153395996113583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-tahayul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3326153395996113583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3326153395996113583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-tahayul.html' title='Renungan Harian Online: Tahayul'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-7660660788656608893</id><published>2011-10-22T11:17:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T11:17:19.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan harian online: Roh Kudus Sang Penyambung Lidah</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/10/roh-kudus-sang-penyambung-lidah.html"&gt;Roh Kudus Sang Penyambung Lidah&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Roma 8:26&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita  tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa  untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Roh Kudus Penyambung Lidah" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/Roh-Kudus-penyambung-lidah.jpg" /&gt;Masalah  bisa menyerang kapan saja dan dimana saja, bahkan bisa hadir pada saat  yang tidak disangka-sangka.Reaksi akan hal itu bisa beraneka ragam. Ada  yang kehilangan kontrol atas emosinya, kemudian meledak kemana-mana  sehingga orang-orang di sekitar kita yang tidak bersalah menjadi  korbannya, ada yang meratapi nasib tak kunjung henti, ada yang terus  mengisinya dengan keluh kesah dan sebagainya. Ada kalanya pula masalah  itu hadir sedemikian sulitnya sehingga membuat kita tidak mampu  berkata-kata lagi. Untuk berdoa pun bisa bingung, karena beban berat itu  membuat kita sulit merangkainya dalam bentuk perkataan. Seperti yang  kita lihat kemarin, ternyata Daud pun pernah mengalaminya.&lt;i&gt; "Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat."&lt;/i&gt;  (Mazmur 39:3).Kita tahu bahwa Tuhan sanggup, kita tahu kuasa Tuhan itu  sungguh besar, namun kita tidak tahu bagaimana menyampaikannya karena  kita sudah tidak lagi bisa berkata-kata. Atau kita tahu Tuhan itu Maha  Tahu, tapi kita merasa kurang lengkap jika kita tidak mengatakannya. Ini  seringkali jadi permasalahan banyak orang, terutama yang tengah  ditimbuni beberapa persoalan berat sekaligus seperti teman saya tadi.  Lidah serasa kelu, kita tidak lagi bisa berpikir jernih dan mulai  gelisah bahkan stres. Sesungguhnya Tuhan mengerti mengenai hal ini, dan  Dia pun telah menyediakan solusi yang bisa membantu kita dalam  menghadapi persoalan, terutama persoalan berat yang membuat kita tidak  lagi bisa menyampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada "alat bantu" yang disediakan Tuhan untuk itu? Jawabannya ada.  Tuhan tahu bahwa ada masa dimana kita tidak lagi bisa berkata-kata,  maka Tuhan telah menganugerahkan &lt;b&gt;Roh Kudus&lt;/b&gt; untuk kita lewat Kristus. Ada sosok Roh Kudus yang diberikan Tuhan sebagai Penolong seperti yang dijanjikan Yesus sendiri. &lt;i&gt;"Aku  akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang  Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh  Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia  dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai  kamu dan akan diam di dalam kamu."&lt;/i&gt; (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus  inilah yang akan berperan sebagai Penolong atau Pembimbing dalam  kehidupan kita yang sulit ini. Urusan menolong bukan cuma terbatas dari  sisi membantu kita untuk membedakan mana yang baik dan buruk atau benar  dan salah, tapi juga termasuk menolong kita yang mengalami kesulitan  untuk menyampaikan permasalahan kita ke hadapan Allah. Sekali lagi,  Tuhan tahu persis bahwa terkadang kita bisa bagai terikat lidahnya  ketika tertimpa beban berat dan menjadikan kita tidak lagi tahu harus  bilang apa. Disaat-saat seperti itulah kita bisa mengandalkan Roh Kudus.  Roh kita dengan perantaraan Roh Kudus mampu menyampaikan itu kepada  Tuhan. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita;  sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh  sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak  terucapkan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Roma 8:26). Dalam versi English AMP dikatakan&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "So too the [Holy] Spirit comes to our aid and bears us up in our  weakness; for we do not know what prayer to offer nor how to offer it  worthily as we ought, but the Spirit Himself goes to meet our  supplication and pleads in our behalf with unspeakable yearnings and  groanings too deep for utterance."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Karunia Roh ini merupakan  sebuah sarana yang ampuh untuk membantu kita dalam segala hal, terutama  dalam keadaan dimana kita tidak lagi bisa berpikir jernih ketika ditimpa  berbagai kesulitan. Karena itulah sangat penting bagi kita untuk  menjaga diri kita agar senantiasa menjadi bait Allah yang kudus sehingga  Roh Kudus berkenan tinggal diam di dalam kita. Firman Tuhan berkata &lt;i&gt;"Atau  tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di  dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu  bukan milik kamu sendiri?"&lt;/i&gt; (1 Korintus 6:19). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh Kudus selalu siap untuk menjadi &lt;b&gt;"Penyambung lidah"&lt;/b&gt; kita untuk  menyampaikan berbagai persoalan yang tidak lagi bisa kita katakan.  Memiliki hubungan dengan Tuhan melalui Roh sungguh sangat penting. Dan  semua itu telah dikaruniakan Tuhan kepada setiap orang yang percaya  kepada Yesus, dan telah dijanjikan untuk menyertai kita untuk  selama-lamanya seperti yang dinyatakan Kristus dalam Yohanes 14:16  tersebut. Inilah senjata ampuh yang akan bisa mengatasi timbunan  permasalahan yang tidak lagi bisa diungkapkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu, adalah penting pula bagi kita untuk terus &lt;b&gt;mengucap syukur&lt;/b&gt;. Firman Tuhan berkata: &lt;i&gt;"Janganlah  hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam  segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan  ucapan syukur."&lt;/i&gt; (Filipi 4:6). Semua permohonan kita baik yang  terkatakan maupun tidak hendaklah disertai dengan ucapan syukur. Apakah  kita dalam keadaan baik atau buruk, tetaplah biasakan diri kita untuk  mengucap syukur dan tidak terjebak dalam keluh kesah berkepanjangan. &lt;i&gt;"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."&lt;/i&gt;  (1 Tesalonika 5:18). Ini bukanlah hal yang bisa dicapai dalam sekejap  saja, oleh karena itu kita harus sering-sering melatih diri untuk tetap  bersyukur terlepas dari apapun situasi yang tengah kita hadapi saat ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah miliki&lt;b&gt; iman&lt;/b&gt; yang percaya penuh kepada Tuhan dalam berdoa. Tanpa iman maka sia-sia pula semua doa permohonan kita. &lt;i&gt;"Aku  berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini:  Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya,  tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal  itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang  kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka  hal itu akan diberikan kepadamu."&lt;/i&gt; (Markus 11:23-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan bisa hadir dalam kehidupan kita kapanpun dan dimanapun. Ada  kalanya kita kesulitan untuk dapat menyampaikannya dengan kata-kata  ketika beban-beban berat itu seakan mengunci mulut kita. Dalam  menghadapi situasi seperti itu, ingatlah bahwa Sang Penolong, Roh Kudus  telah dikaruniakan untuk menyertai dan tinggal di dalam kita untuk  selama-lamanya. Dia selalu siap untuk menjadi "Penyambung lidah" kita.  Berdoalah dalam Roh, naikkanlah doa disertai ucapan syukur dan miliki  iman yang percaya bahwa tidak ada satupun hal yang mustahil bagi Tuhan.  Sesungguhnya Tuhan berkuasa lebih dari apapun, Dia tahu, mengerti dan  peduli dengan keadaan kita. Apa yang diberikan dan dijanjikan Tuhan  sesungguhnya sangat lengkap. Dia membantu kita dalam menyampaikan  keluhan yang tidak terkatakan, Dia akan selalu membimbing dan menguatkan  kita dalam menghadapi permasalahan apapun dan Dia siap untuk melepaskan  kita dari itu semua. Masalah boleh sedemikian berat dan bertimbun, kita  bisa merasa kesulitan untuk mengungkapkan dalam doa, namun jangan  pernah lupa bahwa ada Roh Kudus ada di dalam diri anda dan selalu rindu  untuk membantu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Roh Kudus siap menjadi "Penyambung lidah" bagi kita yang tidak lagi sanggup berkata-kata&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-7660660788656608893?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/7660660788656608893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-roh-kudus-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7660660788656608893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7660660788656608893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-roh-kudus-sang.html' title='Renungan harian online: Roh Kudus Sang Penyambung Lidah'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4463680546448370717</id><published>2011-10-14T12:12:00.002+07:00</published><updated>2011-10-14T12:12:34.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan harian online: Delegasikan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/10/delegasikan.html"&gt;Delegasikan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Keluaran 18:18&lt;br /&gt;=======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang  beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan  sanggup engkau melakukannya seorang diri saja."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="delegasikan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/delegasikan.jpg" /&gt;Rentang  waktu perhari sama bagi semua orang, yaitu 24 jam dengan kecepatan  berjalannya waktu yang sama pula. Sementara kita yang sibuk sering  mengeluhkan kurangnya waktu yang bisa dipakai untuk bekerja,  beraktivitas, istirahat dan sebagainya, ada orang-orang yang mampu  sukses memimpin beberapa tugas sekaligus atau berdiri di atas beberapa  profesi, sembari sukses pula membina rumah tangganya. Bagaimana  rahasianya mereka sanggup melakukan itu? Kita kalang kabut dan kelabakan  dalam menyelesaikan tugas-tugas kita, sementara sebagian orang itu  masih bisa tersenyum bahagia meski tanggung jawab yang mereka jalani  jauh lebih banyak dan besar. Seringkali kuncinya terletak pada kemampuan  kita memanajemen waktu. Orang-orang yang sukses menjalani beberapa  profesi sekaligus dan disamping itu malah masih sanggup melayani  rata-rata memberikan kunci yang sama. Kemampuan manajerial waktu  tidaklah kalah pentingnya dibanding memanajemen perusahaan atau orang  dalam pekerjaan kita sehari-hari. Tentu anda lebih tahu apa yang anda  harus lakukan untuk itu, karena ada banyak cara yang bisa dilakukan dan  caranya tentu bisa berbeda-beda dalam setiap kasus, tergantung  kebutuhan, kapabilitas atau kemampuan masing-masing. Salah satu  kesalahan yang sering kita lakukan, &lt;b&gt;kita cenderung ingin menyelesaikan semuanya sendirian&lt;/b&gt;.  Kita tidak bisa melakukan itu terus menerus dan kemudian mengabaikan  tugas-tugas lainnya. Ada banyak orang yang tidak memikirkan keseimbangan  dalam menjalani hari, hanya mementingkan satu hal lalu mengabaikan yang  lainnya. Keluarga tidak lagi diperhatikan, anak-anak dianggap  mengganggu pekerjaan dan akibatnya kita melihat ada banyak anak-anak  yang kurang perhatian karena ayah juga ibunya hanya sibuk bekerja.  Keluarga menjadi berantakan, jauh dari Tuhan, dan pada suatu ketika  nanti situasi sudah sulit untuk diperbaiki. Padahal jika kita mau,  mungkin kita bisa mencari jalan dengan &lt;b&gt;mendelegasikan&lt;/b&gt; beberapa tugas kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendelegasikan. Itu merupakan salah satu cara yang bisa kita lakukan  untuk mengoptimalkan penggunaan waktu. Kita bisa belajar tentang hal ini  dari Musa. Musa dipilih Allah secara langsung untuk sebuah tugas besar  yang sangat berat. Membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir  dan ditunjuk untuk menuntun mereka mencapai tanah terjanji yang telah  dijanjikan Tuhan kepada Abraham. Itu sama sekali tidak mudah. Bagi  sebagian orang bisa jadi terlihat mengerikan. Dalam proses itu Musa  menjadi penyambung lidah Tuhan untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk  Tuhan kepada bangsa yang ia pimpin, sementara jumlah bangsa yang harus  ia pimpin tidaklah kecil. Mengingat &lt;i&gt;job desk&lt;/i&gt; yang berat itu,  agaknya Musa terlalu fokus kepada penunjukan Tuhan atas dirinya,  sehingga ia langsung terjun mengurus segalanya sendirian dan lupa akan  pentingnya sebuah struktur yang lebih efektif dalam melayani. Ia tidak  terpikir untuk mendelegasikan atau menyusun struktur kepengurusan agar  bisa lebih efektif dan mau menyelesaikan semuanya sendirian, &lt;i&gt;all by himself.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;"Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang."&lt;/i&gt;  (Keluaran 18:13). Musa bertindak sendirian menjadi hakim mengatasi  perselisihan yang terjadi di antara sesama orang Israel yang memang hobi  berseteru dan ribut. Kapan selesainya kalau seperti ini terus? Dalam  ayat tersebut kita membaca bahwa Musa seharian duduk mengadili berbagai  masalah yang dialami bangsa Israel yang tidak ada habisnya. Yitro,  mertua Musa prihatin melihat menantunya dan tahu bahwa apa yang  dilakukan Musa itu tidaklah efektif. Dia pun menanyakan &lt;i&gt;"Apakah ini  yang kaulakukan kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja  yang duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi  sampai petang?"&lt;/i&gt; (ay 14). Musa pun menyatakan bahwa sebagai yang  ditunjuk Tuhan, ia harus memberitahukan ketetapan dan keputusan Allah  kepada masing-masing orang. Dan Yitro merasa kasihan melihat menantunya  harus bekerja sendirian menghadapi segalanya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Engkau akan menjadi  sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab  pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya  seorang diri saja."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 18). Yitro mengatakan bahwa bekerja  sendirian seperti itu dalam mengelola masalah bangsa Israel yang begitu  banyak adalah tidak baik. (ay 17). Lalu Yitro pun memberi masukan kepada  Musa, memberi usulan agar Musa bisa memakai strategi yang lebih baik,&lt;b&gt; menyusun struktur kepemimpinan&lt;/b&gt; yang akan bisa membantu Musa dalam menyelesaikan setiap permasalahan secara lebih cepat, efektif dan efisien. &lt;i&gt;"Di  samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap  dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci  kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi  pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh  orang dan pemimpin sepuluh orang. Dan sewaktu-waktu mereka harus  mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah  dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili  mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan  mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya."&lt;/i&gt; (ay 21-22).  Sungguh menarik melihat usulan Yitro agar Musa membentuk  kelompok-kelompok yang bertingkat dengan pemimpin masing-masing. Ini  akan jauh lebih mempermudah Musa dalam menjalankan perintah Tuhan. Ini  gambaran struktur kepemimpinan terawal yang dicatat dalam Alkitab. Musa  adalah pribadi yang rendah hati dan mau menerima masukan. Ia tidak  menolak dan mendengarkan nasihat mertuanya.&lt;i&gt; "Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya."&lt;/i&gt;  (ay 24). Yitro pun bisa melihat langsung bagaimana menantunya  memperbaiki sistem pelayanannya dengan melibatkan orang-orang yang cakap  sebagai rekan sekerja sebelum ia pulang kembali ke negerinya. (ay 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu doa Musa kemudian, ia meminta Tuhan memberi hikmat kepadanya untuk mampu menghitung hari-hari. &lt;i&gt;"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."&lt;/i&gt;  (Mazmur 90:12) Musa menyadari pentingnya meminta hikmat agar ia bisa  membagi dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin, dan kita pun bisa  melakukan hal yang sama. Yang penting adalah menyadari terlebih dahulu  bahwa kita tidak akan sanggup mengerjakan semuanya sendirian. Kita perlu  menyiasati banyak hal agar bisa memanfaatkan waktu secara optimal. Itu  tidak mudah, tetapi itu harus kita lakukan agar hasil yang diperoleh  bisa lebih baik lagi dalam banyak hal. Seperti kemarin, kita sudah  melihat bahwa Paulus mengingatkan kita untuk mempergunakan waktu yang  ada sebaik-baiknya, karena sesungguhnya hari-hari yang kita lalui ini  adalah jahat. (Efesus 5:16). Kemampuan memanajemen waktu akan sangat  berkaitan erat dengan kemampuan kita mendelegasikan tugas-tugas. Kita  tidak akan bisa menyelesaikan semuanya sendirian, dan disaat yang sama  meluangkan waktu yang cukup untuk keluarga dan untuk melayani Tuhan.  Delegasikan sejauh mana yang bisa anda lakukan. Tanpa itu kita tidak  akan bisa mengalami peningkatan. Waktu terbatas, tapi bukan berarti  tidak cukup. Kita terbatas, tetapi bukan berarti kita harus jalan di  tempat. Bersama Tuhan, milikilah hikmat untuk bisa menyusun jadwal  perencanaan yang baik. Manajemen waktu merupakan sebuah hal yang penting  untuk kita lakukan jika kita mau mempergunakan waktu seefektif dan  seefesien mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemampuan mendelegasikan termasuk strategi terbaik dalam manajemen waktu&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4463680546448370717?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4463680546448370717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-delegasikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4463680546448370717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4463680546448370717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-delegasikan.html' title='Renungan harian online: Delegasikan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3622854593362436770</id><published>2011-10-07T20:00:00.000+07:00</published><updated>2011-10-07T20:00:12.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan harian online: Menjadi Orang Yang Cakap</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/10/menjadi-orang-yang-cakap.html"&gt;Menjadi Orang Yang Cakap&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Amsal 22:29&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di  hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang  hina."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="menjadi orang yang cakap" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/cakap.jpg" /&gt;Melihat  istri memasak menjadi sebuah hiburan tersendiri buat saya. Saya melihat  bagaimana ia meracik berbagai bahan untuk kemudian tampil menjadi  makanan yang lezat. Tidak jarang saya membantunya dalam urusan potong  memotong atau iris mengiris, lalu terkagum-kagum melihat hasil potongan  atau irisan saya tampil sebagai hidangan nikmat di meja makan. Bayangkan  seandainya anda memakan telur mentah, atau memasukkan garam sesendok  teh langsung ke mulut, tentu rasanya tidak akan enak. Gula yang manis  pun tidak akan enak anda rasa apabila anda memakannya langsung sesendok  penuh. Tetapi racikan bahan-bahan dasar itu ketika diolah dengan baik  akan menghasilkan sesuatu yang tidak saja lezat rasanya tetapi juga  bermanfaat bagi tubuh kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan renungan kemarin mengenai pentingnya untuk mencari tahu atau  mengenali talenta-talenta yang sudah disediakan Tuhan dalam hidup kita,  hari ini saya ingin mengajak anda untuk menyadari bahwa anda tidak akan  bisa berbuat banyak tanpa terlebih dahulu&lt;b&gt; mengolah talenta atau keahlian-keahlian khusus&lt;/b&gt; yang telah Dia anugerahkan dalam hidup anda. Talenta seringkali bagaikan&lt;i&gt; "raw material"&lt;/i&gt;  alias bahan mentah yang perlu terlebih dahulu diasah untuk bisa  menciptakan sebuah potensi luar biasa untuk keluar dari diri anda. Jika  anda tidak tahu apa yang ada pada diri anda, bagaimana anda bisa  mengasahnya? Itulah sebabnya kita perlu terlebih dahulu memeriksa dengan  seksama apa sebenarnya yang telah Tuhan sediakan bagi kita, dan  tentunya berdoa untuk mengetahui apa yang menjadi rencana Tuhan  sesungguhnya untuk kita masing-masing. Setiap orang punya panggilannya  sendiri dan yang terbaik tentunya menjalani hidup segaris dengan rencana  Tuhan sejak semula bagi kita. Tuhan telah menyediakan talenta-talenta  tersendiri bagi kita, dan itu harus kita asah, latih atau bentuk terus  agar bisa menjadi kekuatan bagi kita untuk mencapai sukses. Mengetahui,  mengasah, mengembangkan dan mempergunakan potensi yang ada untuk  mencapai kesuksesan dan di dalamnya memuliakan Tuhan. Itu intinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah menginginkan anak-anakNya untuk menjadi orang yang  suka bekerja setengah-setengah. Jika anda terus mengasah potensi yang  ada dalam diri anda, mengasah keterampilan, bakat atau  kemampuan-kemampuan khusus dalam diri anda dan dengan sungguh-sungguh  mempergunakannya, maka anda akan tampil menjadi orang-orang yang cakap  di bidangnya. Itulah yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita menjadi  orang-orang yang cakap di bidang masing-masing. Tuhan suka bekerja lewat  kesungguhan dan keseriusan kita, bukan memanjakan kita secara instan.  Itu tidak mendidik dan tidak bagus buat kita. Tuhan senang memberkati  kita lewat kesungguhan atau keuletan kita dalam bekerja. Bahkan Tuhan  ingin kita bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang lain lewat segala  sesuatu yang kita lakukan, dimana kemuliaanNya akan tercermin terang dan  jelas disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salomo mengajukan sebuah kalimat penting mengenai hal ini dalam bentuk pertanyaan kepada kita. &lt;i&gt;"Pernahkah  engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan  raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina."&lt;/i&gt;  (Amsal 22:29). Perhatikan kata "cakap". Bukan hanya sekedar bekerja  saja, tetapi dilengkapi dengan kata "cakap". Dalam bahasa Inggrisnya  dikatakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"dilligent and skillful"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, alias "rajin dan  ahli." Itulah yang dimaksudkan lewat kata "cakap", dan itu seharusnya  menjadi gambaran dari orang-orang percaya. Bukan setengah-setengah,  bukan asal jadi dan bukan pula pas-pasan. Memberi yang terbaik dalam  pekerjaan, usaha, atau belajar dan sebagainya, itu merupakan sebuah  keharusan. Disana tercakup hal mengetahui potensi dalam diri kita, lalu  mengolah, mengasah dan mempergunakannya dengan baik, untuk tujuan baik.  Inilah gambaran orang-orang yang cakap, dan mereka yang cakap tentu akan  &lt;b&gt;berdiri di posisi tinggi dan terhormat.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memandang penting akan sejauh mana kita mengetahui apa yang telah  Dia berikan pada kita. Tuhan menghargai usaha keras yang dilakukan  secara serius dan sungguh-sungguh. Dia siap memberkati kita yang selalu  berupaya memberikan yang terbaik untuk terus meningkat naik lebih tinggi  lagi. Ini sesuai dengan apa yang dijanjikan Tuhan pula. &lt;i&gt;"TUHAN akan  mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan  tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN,  Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia."&lt;/i&gt;  (Ulangan 28:13). Tuhan menjanjikan keberhasilan, bukan kegagalan. Tuhan  menjanjikan masa depan yang gemilang bukan yang buruk. Kita didesain  sebagai kepala bukan ekor, dimaksudkan untuk terus naik dan bukan turun.  Ini akan kita peroleh jika kita mau mendengarkan perintah Tuhan dan  melakukannya dengan setia. Mencari tahu apa yang ada pada diri kita,  bekerja secara serius dan sungguh-sungguh, itu pun merupakan bagian dari  melakukan perintah Tuhan dengan setia, dan itu akan membuat kita  memperoleh keberhasilan demi keberhasilan dalam karir, keluarga,  pelayanan atau dalam apapun yang sedang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita lihat kemarin, &lt;b&gt;perumpamaan tentang talenta&lt;/b&gt;  (Matius 25:14-30) menggambarkan dengan jelas bahwa Tuhan telah  memberikan kita keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Semua itu ia  titipkan kepada kita agar kita bisa melakukan pekerjaan kita dengan  sebaik-baiknya, dan bukan untuk bekerja asal jadi. Semua itu merupakan  bekal yang sangat besar gunanya bagi kita untuk dipergunakan demi  kebaikan kita dan kemuliaan Tuhan. Dan ingatlah bahwa semua itu pada  suatu ketika haruslah kita pertanggungjawabkan. Banyak tidaknya talenta  yang telah Dia titipkan bukan masalah sama sekali. Berapapun yang  dipercayakan Tuhan kepada kita merupakan hal yang patut kita syukuri,  dan kita harus sadar pula bahwa itu semua sudah lebih dari cukup untuk  membuat kita bisa berhasil dalam setiap apa yang kita kerjakan.  Perhatikan rangkaian berikut ini: Tuhan ingin kita sukses, Tuhan  memberikan bekal buat kita untuk itu, dan Tuhan siap memberkati  pekerjaan kita. Bukankah itu merupakan sebuah kesatuan yang luar biasa  indahnya? Dengan bekerja serius maka berarti kita menghargai Tuhan,  sebaliknya bagaimana mungkin kita mengaku sebagai orang yang bersyukur  apabila kita tidak mau serius dalam bekerja? Menjadi cakap itu artinya  kita memuliakanNya, tetapi bagaimana kita mengaku mengasihi Tuhan kalau  kita terlalu malas untuk mengasah dan mengolah potensi diri kita, atau  bahkan tidak tahu apa yang kita miliki sama sekali? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ingatlah bahwa Tuhan pun sudah menegaskan kita agar bekerja  serius seperti melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. &lt;i&gt;"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."&lt;/i&gt;  (Kolose 3:23). Tuhan memandang penting arti sebuah keseriusan dari diri  kita. Jika kita melakukannya dengan sebaik mungkin dan memuliakan Tuhan  di dalamnya, tentu Tuhan pun tidak akan sungkan-sungkan untuk  memberkati kita tepat seperti apa yang Dia rindukan. Bayangkan betapa  senangnya Tuhan apabila melihat anak-anakNya menjadi orang-orang yang  berpengaruh dalam bidangnya masing-masing, menjadi teladan bagi pekerja  lain, serta rajin, jujur dan setia dalam setiap yang dikerjakan. Orang  tua kita saja akan merasa sangat bangga, apalagi Bapa kita di Surga.  Cari tahu terlebih dahulu potensi apa yang kita miliki, lalu mengasah  dan mengolahnya, dan pergunakan dengan baik, untuk tujuan baik. Jangan  lupa pula untuk mencari tahu apa rencana Tuhan sesungguhnya atas diri  kita masing-masing dan mendoakan setiap langkah agar seturut kehendak  Tuhan. Ini akan membuat anda tampil sebagai orang yang dikatakan cakap,  dan disanalah anda akan menggenapi posisi anda yang sesungguhnya seperti  yang diinginkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah &lt;i&gt;performance&lt;/i&gt; anda saat ini. Sudahkah anda memberikan  yang terbaik dalam pekerjaan atau studi anda? Sudahkah anda melakukan  yang terbaik bagi keluarga anda? Pedulikah anda akan kecakapan, maukah  anda terus melatih diri agar menjadi lebih cakap lagi? Ketahuilah bahwa  Tuhan akan selalu siap memperbesar kapasitas dari orang-orang yang cakap  di bidangnya masing-masing. Keberhasilan merupakan bagian dari  kehidupan anak-anak Tuhan, dan itu akan bisa dicapai apabila kita mau  menghargai segala talenta yang diberikan Tuhan dengan sungguh-sungguh  dan mempergunakannya dengan baik dalam pekerjaan kita. Ada masa depan  yang indah penuh dengan keberhasilan bagi kita semua, dan itu semua akan  bisa dicapai apabila kita mau mempergunakan talenta-talenta dari Tuhan  yang sudah terasah dengan baik untuk kemuliaanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadilah orang cakap yang akan menempati posisi terhormat di bidang kita masing-masing&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3622854593362436770?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3622854593362436770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-menjadi-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3622854593362436770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3622854593362436770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-menjadi-orang.html' title='Renungan harian online: Menjadi Orang Yang Cakap'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3756345961823424538</id><published>2011-10-07T19:59:00.001+07:00</published><updated>2011-10-07T20:00:39.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan harian online: Pola Pikir Seorang Juara</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/10/pola-pikir-seorang-juara.html"&gt;Pola Pikir Seorang Juara&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Roma 8:37&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="pola pikir juara" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/juara.jpg" /&gt;Dalam  pertandingan olah raga, seringkali yang menentukan bukanlah faktor  skill atau keahlian melainkan faktor mental. Anda bisa melihat sebuah  tim sepakbola misalnya, yang mentalnya tidak siap, mereka akan terlihat  kacau, acak-acakan dan tidak terpola dalam bermain meski secara kualitas  sebenarnya mereka cukup mampu bermain baik. Pelatih sepak bola nasional  kita pun pada suatu ketika mengakui bahwa apa yang harus ia benahi  bukan hanya soal kebugaran dan skill pemain, melainkan juga harus  mencakup aspek pembangunan mental dari para pemain tersebut. Pada suatu  kali saya pernah bertemu dengan seorang mantan atlit nasional, ia pun  mengakui bahwa apa yang kerap menghambat kemenangan berasal dari faktor  mental ini. "Begitu pikiran saya mulai ragu, begitu kepercayaan diri  saya mulai goyah, maka permainan saya pun menjadi kacau." katanya. Ia  pun bercerita bahwa dalam banyak kesempatan ia harus membangkitkan  percaya dirinya hanya dalam waktu singkat kalau tidak mau menjadi  bulan-bulanan lawannya. &lt;b&gt;Mental seorang juara akan berasal dari pola atau cara berpikir seorang juara.&lt;/b&gt; Ini harus kita miliki, karena jika tidak, jangan harap kita bisa berhasil dalam mencapai sesuatu yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pepatah berkata rumput tetangga lebih hijau dari rumput di halaman  sendiri, seperti itulah cara berpikir banyak orang. Mereka hanya  memperhatikan kelebihan orang lain dan mengira bahwa mereka tidak akan  pernah bisa sukses karena tidak memiliki apa yang dimiliki orang lain.  Mereka hanya sibuk memperhatikan kelebihan orang dan kekurangan mereka  tanpa mau melihat terlebih dahulu apa yang sebenarnya mereka punya dalam  diri mereka. &lt;i&gt;They don't know what they possessed within.&lt;/i&gt; Pola  pikir negatif ini secara ekstrim akan membuat orang terus mengukur  dirinya jauh lebih rendah dari seharusnya, bisa membuat mereka hanya  mengisi hidup dengan keluhan-keluhan bahkan mengutuki diri sendiri atau  malah menuduh Tuhan yang tidak-tidak. Dan ini bukan hanya menjadi  masalah dari orang-orang yang tingkat pendidikannya rendah. Seperti yang  saya katakan kemarin, saya sudah bertemu dengan banyak orang yang punya  kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tetapi pola pikirnya sama sekali  tidak mencerminkan pola pikir seorang juara. Mental mereka lemah, dan  akibatnya mereka tidak tahu potensi dirinya sama sekali dan tidak  kunjung mampu berdiri sendiri mencapai sukses yang seharusnya bisa  mereka peroleh. Sudahkah kita menyadari bahwa apa yang diberikan Tuhan  kepada kita sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mulai melakukan  sesuatu dan menuai sukses seperti yang direncanakan Allah sejak semula?  Taruhlah pendidikan memang rendah, tetapi dengan tubuh yang sehat dan  masih bisa bekerja saja, bukankah itupun bisa menjadi modal buat kita  untuk sukses? Di televisi seorang mantan penerjun menjadi lumpuh dari  pinggang ke bawah akibat musibah ketika payungnya telat terbuka pada  suatu kali ternyata tidak menyerah dengan kondisinya. Dengan kursi roda  ia terus aktif bekerja dan mengingatkan para penerjun akan  pengalamannya. Ia masih bisa sukses meski separuh badannya lumpuh. Sudah  terlalu banyak orang yang gagal mencapai impian mereka justru karena  mereka memandang diri mereka sendiri jauh lebih rendah dari pandangan  Tuhan yang sebenarnya tentang diri mereka dan tidak mengetahui apa  sebenarnya yang ada pada diri mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk menjadi orang-orang yang  gagal. Tuhan tidak pernah merencanakan kita untuk memiliki mental  pecundang yang mudah menyerah dan hidup tanpa semangat. Apa yang  direncanakan Tuhan justru sebaliknya. Alkitab menyebutkan begini &lt;i&gt;"Tetapi dalam semuanya itu &lt;b&gt;kita lebih dari pada orang-orang yang menang&lt;/b&gt;, oleh Dia yang telah mengasihi kita."&lt;/i&gt;  (Roma 8:37). Perhatikanlah bahwa kita seharusnya mengerti bahwa apa  yang diinginkan Tuhan bagi kita bukan cuma sekedar pemenang, tetapi  dikatakan lebih dari pemenang! Dalam bahasa Inggrisnya lebih dari  pemenang disebutkan dengan &lt;i&gt;"More than conquerors and gain surpassing victory"&lt;/i&gt;,  lebih dari seorang penguasa dan memperoleh kemenangan melewati batas  yang kita harapkan. Dari mana kita bisa memperolehnya? Ayat ini telah  menyebutkan dengan jelas, lewat Kristus yang telah mengasihi kita. &lt;i&gt;Through Him who loved us&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mari kita lihat janji Tuhan lainnya seperti yang telah saya bahas kemarin &lt;i&gt;"TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun."&lt;/i&gt;  (Ulangan 28:13) Itu yang menjadi kerinduan Allah bagi kita. Menjadi  kepala dan bukan ekor, tetap mengalami peningkatan dan bukan penurunan.  Perhatikan bahwa kata yang dipakai adalah &lt;b&gt;"TUHAN AKAN"&lt;/b&gt;, dan bukan  "Tuhan bisa" atau "Tuhan mungkin, atau jika Tuhan mau". Kata "akan"  disana memberi jaminan kepastian bahwa Dia menginginkan itu untuk  terjadi pada anak-anakNya. Bagaimana caranya? lanjutan dari ayat di atas  memberi kuncinya&lt;i&gt; ", apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN,  Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,&amp;nbsp; dan  apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala  perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah  lain dan beribadah kepadanya."&lt;/i&gt; (ay 13-14). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir seorang juara dan mentalitas juara ini pun disinggung oleh Paulus. &lt;i&gt;"Tidak  tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut  berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena  itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"&lt;/i&gt; (1 Korintus  9:24) Ayat ini secara khusus menunjukkan gambaran bahwa hidup ini pada  hakekatnya bagaikan sebuah pertandingan. Larilah begitu rupa hingga kita  bisa memenangkan perlombaan, karena tidak semua yang bertanding bisa  menjadi juara. Tekad dan usaha harus sungguh-sungguh, dan pola pikir  serta mental juara pun sangat diperlukan dalam hal ini. Jika para atlit  olah raga jelas membutuhkan itu untuk bisa tampil sebagai pemenang, kita  pun demikian pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sudah memberikan talenta bagi kita untuk sukses, Tuhan sudah  merencanakan segala yang indah sejak semula, Tuhan sudah membekali kita  dengan kemampuan-kemampuan untuk terus belajar dan mengasah talenta yang  Dia berikan, kemudian lihatlah bahwa Tuhan pun berjanji untuk tidak  akan pernah meninggalkan kita. &lt;i&gt;"Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."&lt;/i&gt; (Matius 28:20b). Isilah pikiran kita terus menerus dengan ayat ini:&amp;nbsp; &lt;i&gt;"Sebab  TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai  engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan  engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."&lt;/i&gt; (Ulangan 31:8). Lihatlah bahwa untuk mencapai sebuah tingkatan "lebih dari pemenang",&lt;i&gt; "to gain a surpassing victory"&lt;/i&gt;,  kita bukannya dibiarkan berjuang sendirian, tetapi Tuhan sendiri  berjanji untuk senantiasa menyertai kita. Bukankah semua yang telah Dia  persiapkan ini sesungguhnya lengkap dan lebih dari cukup bagi kita untuk  sukses? Jangan lupa pula bahwa Roh Kudus telah dianugerahkan kepada  orang-orang percaya. Kehadiran Roh Kudus akan membuat kita mampu  melakukan hal-hal yang jauh lebih daripada apa yang kita pikirkan,  melebihi apa yang kita anggap sebagai batas kesanggupan kita. Bagaimana  jika kita masih juga takut? Bagaimana jika tetap menganggap bahwa kita  bukan siapa-siapa, bahkan tidak ada orang yang memperhatikan keberadaan  kita sekalipun? Lihatlah apa jawaban Tuhan akan hal ini. &lt;i&gt;"Tetapi  engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan  Abraham, yang Kukasihi; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi  dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu:  "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";  janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab  Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku  akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."&lt;/i&gt; (Yesaya 41:8-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah bukanlah berasal dari kurangnya Tuhan membekali kita, melainkan  dari pola pikir kita yang tidak mencerminkan juara. Mental juara akan  sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kita. Kita tidak akan punya daya  dobrak yang cukup tanpa memiliki mental seorang juara, dan ini tidak  akan ada jika kita tidak memiliki pola pikir seorang juara pula. Mengapa  kita harus takut, mengapa kita harus ragu, kalau Tuhan sudah memberikan  segala bekal dan berjanji akan senantiasa menyertai kita? Daud&amp;nbsp; yang  kecil dan masih muda bisa menang menghadapi Goliat, raksasa  bersenjatakan dan beratribut perang lengkap hanya dengan ketapel dan  batu. Bukan karena hebatnya, bukan karena keahliannya mempergunakan  ketapel, melainkan karena penyertaan Tuhan atasnya. Daud tahu bahwa apa  yang ada pada dirinya, meski sederhana sekali, itu bisa menjadi sangat  luar biasa ketika Tuhan ada bersamanya. Di dalam Tuhan ada kemenangan,  kita bahkan dirancangkan lebih dari orang menang. Ini saatnya bagi kita  untuk mengubah pola pikir. Kita harus menaklukkan segala pola pikir  negatif tentang diri kita sendiri di dalam Kristus dan kemudian memasang  pola pikir kita seturut rencana Allah. Berpikirlah seperti seorang  juara, dan milikilah mental juara. Dengan cara itulah anda akan mampu  mengasah potensi-potensi yang ada pada diri anda dan mempergunakannya  secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Have the spirit of a champion by thinking like a champion&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3756345961823424538?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3756345961823424538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-pola-pikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3756345961823424538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3756345961823424538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/renungan-harian-online-pola-pikir.html' title='Renungan harian online: Pola Pikir Seorang Juara'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4359460681757122843</id><published>2011-10-06T22:36:00.003+07:00</published><updated>2011-10-06T22:37:09.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Komal: Service learning</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Service Learning&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Mengenai komunikasi antara saya dan teman kelompok saya, serta pemilik tempat service learning kelompok kami, saya hanya memiliki sedikit masalah saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jika mengenai anggota kelompok, saya tidak begitu ada masalah. Cuma, terkadang ada masalah komunikasi, yaitu tempat tinggal kelompok kami hampir berbeda semua, dan jika di sms oleh ketua kelompok, hanya sedikit yang membalas. Jadi sering juga kami menentukan sesuatu secara mendadak ketika bertemu di kuliah. Juga terkadang ada masalah bertemu karena perbedaan jam kelas. Sebenarnya beberapa anggota kelompok kami agak meremehkan tugas-tugasnya (seperti saya juga) dan itu cukup menghambat, karena akhirnya harus dikerjakan h-2 atau bahkan h-1. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Namun, kelompok kami kompak, dan mudah untuk berdiskusi, meskipun kadang susah untuk saling bertemu. Di kelompok kami, semua memiliki suara, ketua maupun anggota semua merata, yang artinya kelompok kami memegang prinsip low power, setiap orang memiliki kekuasaan yang sama dalam kelompok. Serta c&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;ollectivist&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt; dan juga h&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;igh-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;ontext&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;, yang berarti setiap anggota kelompok harus bertanggung jawab atas kelompok, dan juga saling memberi ide untuk apa yang hendak dilakukan oleh kelompok kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setiap anggota kelompok juga tidak jarang untuk bertanya hal yang sama mengenai tugas, hal itu dengan maksud agar semua tugas-tugas menjadi jelas, tidak ada yang ambigu dan tidak ada yang masih bingung di antara setiap anggota kelompok (&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;high context&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;). Jadi menurutku kelompok komalku overall bagus sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jika berhubungan dengan co-mentor, semua lancar, pembicaraan cepat nyambung, dan asik. Cuman, kalau lagi berkumpul, terkadang co-mentornya masih ada kelas, jadi berkumpul tanpa co-mentor. Meskipun begitu, ketik abertemu dengan co-mentor, dia selalu detil dalam bertanya sudah ini-itu atau belum berkenaan tugas service learning itu. Dia juga selalu menanyakan dan memberitahu apa yang diminta oleh dosen/mentor mengenai tugas komal ini. Dia melakukan itu agar setiap anggota kelompok kami paham dan ingat apa yang harus dilakukan (&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Low-Ambiguity-Tolerant&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Mengenai mentor, terkadang ada masalah, karena jarang sekali kami bisa bertemu dengan mentor kelompok kami, kami juga tahu tugas-tugas dan apa yang harus dilakukan dari co-mentor, bukan dari mentor kami. Memang sih, karena mentor baru didapatkan kira-kira 2 minggu setelah tugas dimulai. Tapi meskipun begitu tugas kami juga bisa selesai. Karena apa yang tidak bisa disampaikan dari dosen/mentor kami, disampaikan kepada co-mentor kami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dengan pihak yang akan kami kunjungi, ada 2 pembina, suami-istri. Dengan bu dince. Kami tidak memiliki masalah, bahkan dia mendukung service learning kami, terutama yang integrity. Pertemuan pertama kami hanya dengan bu dince, dan kami masih baru menanyakan apakah bisa atau tidak. Ketika pertemuan kedua, kami berbicara dengan pak charles. Tetapi dengan pak charles, kami memiliki sedikit masalah, misalnya hanya mendapat 1 jam serivce learning, itu dapat dimaklumi karena beliau mengatakan bahwa waktu istirahat anak-anak itu hanyalah hari sabtu. Memang dalam mengatur ini, kita yang merupakan tamu harus menaati waktu dan aturan yang disediakan oleh pengurus itu, kita tidak boleh sewenangnya (&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;High Power&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Namun, dia juga meminta agar kami mengajari anak-anak dari buku, padahal itu tidak ada hubungannya dengan service learning kami. Jadi saya perseorangan merasa bahwa pak charles tidak begitu memahami apa maksud kedatangan kelompok kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kejadian dengan pak charles ini membuatku mempunyai persepsi yang kurang baik mengenai pak charles, yaitu memaksa. Padahal itu belum tentu benar, jika dikaitkan dengan komal, ini merupakan. Memang itu kurang baik, jadi aku akan berusaha untuk menghilangkan persepsi buruk itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Berkaitan dengan LIGHT, kurasa dalam semua kegiatan service learning, yang pling terlihat adalah masalah integrity, yaitu niat dan semangat untuk menyelesaikan dan melaksanakan tugas dan apa yang memang harus dilaksanakan. Karena beberapa anggota kelompok kami agak malas-malasan dalam mengerjakan tugas (Termasuk saya). Tetapi kami akhirnya membuat tekad dan bisa menyelesaikan tugas-tugasnya tepat waktu. Dalam hal ini saya perseorangan merasa bisa menjadi lebih mandiri dan berkembang (Growth). Service learning ini bagus juga, karena melatih orang informatika yang umumnya pendiam, menjadi berani untuk berbicara di dalam kelompok dan kepada orang lain. Yang terpenting adalah love. Di dalam service learning ini kita tidak boleh lupa bahwa kita ini mengajari anak panti asuhan, yang berarti kita juga harus membantu meringankan beban mereka semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4359460681757122843?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4359460681757122843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/komal-service-learning.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4359460681757122843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4359460681757122843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/komal-service-learning.html' title='Komal: Service learning'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4828116664211908164</id><published>2011-10-03T16:41:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T16:41:39.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komal'/><title type='text'>Komal: Perception</title><content type='html'>Komal yang lalu membahas mengenai persepsi, di mana persepsi itu sangat mempengaruhi pandangan seseorang akan yang lainnya.&lt;br /&gt;Persepsi bisa ditimbulkan dari pertemuan pertama yang salah, atau bahkan hanya dari kabar angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai persepsi itu sendiri aku sendiri pernah mengalaminya, yaitu ketika aku bertemu dengan seseorang di ukm ketika kuliah ini. Dia bersikap dan berkata-kata seperti menghina, akhirnya aku memiliki persepsi bahwa dia itu buruk.&lt;br /&gt;Ternyata setelah melihatnya beberapa kali begitu, ternyata memang dia itu tipenya agak &lt;i&gt;lebay.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Jika seperti itu sih dapat dimaklumi sikapnya, artinya dia tidak bermaksud menghina, tetapi memang kebiasaan bicaranya seperti itu.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4828116664211908164?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4828116664211908164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/komal-perception.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4828116664211908164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4828116664211908164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/10/komal-perception.html' title='Komal: Perception'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-9182446642361920642</id><published>2011-09-25T20:08:00.002+07:00</published><updated>2011-09-25T20:08:47.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan harian online: Kesetiaan Tuhan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/09/kesetiaan-tuhan.html"&gt;Kesetiaan Tuhan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Ibrani 11:11&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak  cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang  memberikan janji itu setia."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="kesetiaan Tuhan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/Tuhan-setia.jpg" /&gt;Beberapa  hari terakhir ini ternyata Tuhan menggerakkan saya untuk terus  berbicara mengenai sukacita. Sukacita bisa kita rasakan baik lewat  pengalaman-pengalaman pribadi kita bersama Tuhan, lewat kesadaran kita  akan kebaikan dan penyertaan Tuhan, dan kemarin kita melihat pula bahwa  kita tidak boleh berhenti hanya kepada sukacita atas diri sendiri tetapi  juga harus menuju kepada sukacita selanjutnya, yaitu ketika ada  jiwa-jiwa yang bertobat. Kacamata iman akan sangat menentukan bagaimana  kita menyikapi kehidupan lengkap dengan liku-likunya. Sebuah sukacita  yang sejati bukanlah tergantung dari berat ringannya kondisi yang kita  hadapi di dunia melainkan berasal dari seberapa jauh kedekatan dan  kepercayaan kita kepada Tuhan. Kacamata seperti inilah yang seharusnya  kita miliki, sebuah kacamata yang memampukan kita untuk memperoleh atau  melihat bukti dari sesuatu yang tidak/belum kita lihat. Dua hari yang  lalu kita sudah melihat bentuk kacamata iman ini lewat apa yang dimiliki  Abraham dan Sara. Hari ini mari kita kembali melihat bagaimana mereka  bisa memiliki sebentuk kacamata iman seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abraham dan Sara menerima janji Tuhan bukan pada usia produktif mereka.  Mungkin lebih mudah bagi kita untuk menerima janji akan keturunan  sebanyak bintang di langit dan pasir di laut ketika kita masih dalam  usia produktif. Tetapi bagaimana jika janji itu datang justru ketika  kita sudah sangat lanjut usia, setelah menjadi kakek dan nenek? Abraham  dikatakan sudah "mati pucuk", sedang Sara sudah melewati puluhan tahun  setelah memasuki masa menopause. Secara ilmiah tidak ada satupun jalan  yang memungkinkan mereka untuk bisa memperoleh keturunan lagi. Satu saja  sudah tidak mungkin, apalagi sebanyak bintang atau pasir. Tapi ternyata  mereka mampu memegang janji itu, percaya kepada sesuatu yang tidak bisa  diterima logika dan menerimanya sebagai sebuah kebenaran. Apa yang  membuat mereka bisa seperti itu? Jawabannya adalah iman. Dalam Ibrani 11  kita bisa melihat uraian panjang lebar mengenai bentuk iman yang  dimiliki oleh Abraham dan Sara ini. Sebuah janji yang bahkan masih harus  menunggu sekian tahun lagi untuk digenapi. Ayat bacaan hari ini  menyebutkan bagaimana Sara bisa memiliki iman sebesar itu. Mari kita  baca ayatnya: &lt;i&gt;"&lt;b&gt;Karena iman&lt;/b&gt; ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, &lt;b&gt;karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt;  (Ibrani 11:11). Karena iman, Sara bisa memiliki kemampuan untuk  memperoleh anak di usia tuanya. Dan ayat ini menyatakan dengan jelas:  "Karena ia (Sara) menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia." Sara  tahu bahwa Tuhan itu setia. &lt;i&gt;She knows that God who had given her the promise is &lt;b&gt;reliable, trustworthy and true to His own words.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  Perhatikanlah. Betapa sering janji Tuhan terhambat untuk menghampiri  kita karena ketidakpercayaan atau ketidakyakinan kita. Maka lihatlah apa  kata Yesus berikut. &lt;i&gt;"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."&lt;/i&gt;  (Matius 21:22). Percaya, itu kuncinya. Kepercayaan penuh kepada Tuhan  menumbuhkan kekuatan bagi mereka untuk terus menanti janji Tuhan dengan  sabar dan tekun. Meski bertahun-tahun menunggu hingga janji itu  digenapi, kepercayaan mereka tidak goyah sedikitpun. Apakah mereka tahu  kapan tepatnya Tuhan akan menepati janjiNya akan keturunan itu setelah  dijanjikan? Tidak. &lt;b&gt;Tetapi iman mereka membuat mereka bisa percaya  kepada Tuhan tanpa ragu, dan kepercayaan mereka akan kesetiaan Tuhan itu  terus menumbuhkan iman mereka.&lt;/b&gt; Pada akhirnya kita melihat bagaimana janji itu digenapi Tuhan dengan ajaib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mazmur kita bisa menemukan ayat yang berseru: &lt;i&gt;"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."&lt;/i&gt;  Dan ayat ini disebukan berulang-ulang, seperti dalam Mazmur 106:1,  107:1, 118:1, 118:29, 136:1 dan banyak lagi. Ini sebuah seruan yang  penting agar kita menyadari bahwa kasih setia Tuhan itu berlaku untuk  selama-lamaNya. Bukan hanya pada saat tertentu, bukan hanya kepada orang  tertentu, tetapi itu berlaku bagi semua orang sepanjang masa, termasuk  kepada anda dan saya hari ini. Lebih lanjut Pemazmur mengatakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Mazmur 100:5). Tidak saja kesetiaan itu berlaku selama-lamanya dan  turun temurun, tetapi dikatakan pula bahwa kasih setia Tuhan itu besar.  Itulah yang disadari dan diserukan Yesaya.&lt;i&gt; "Aku hendak  menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang  masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan  kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka  sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan &lt;b&gt;kasih setia-Nya yang besar.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt; (Yesaya 63:7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya ketika Tuhan meneguhkan pula bahwa Dia tidak pernah berubah.&lt;i&gt; "Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah.."&lt;/i&gt; (Maleakhi 3:6) dan Yesus juga demikian.&lt;i&gt;"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."&lt;/i&gt;  (Ibrani 13:8). Dahulu Tuhan menunjukkan kasih setiaNya yang turun  temurun dan besar, hari ini pun sama. Jika dahulu Tuhan bisa, hari ini  pun sama, besok lusa dan sampai kapanpun Dia bisa! Jika dahulu Tuhan  menunjukkan kasih setiaNya yang besar, hari ini pun itu berlaku bagi  setiap anak-anakNya. Menyadari hal ini, mengapa kita masih sulit untuk  bersukacita? Mengapa kita harus cemas menatap hari depan, mengapa kita  harus mengeluh ketika tengah berhadapan dengan beban-beban yang berat?  Ingatlah selalu dan percayalah sepenuhnya bahwa Tuhan ada bersama kita  lengkap dengan kasih setiaNya yang besar selama-lamanya. Kepercayaan  seperti itu terbukti mampu membawa janji Tuhan digenapi bagi Abraham dan  Sara. Kepercayaan yang terbentuk dari iman dan akan terus memperkuat  iman seiring waktu. &lt;b&gt;So let's keep rejoicing!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasih setia Tuhan besar dan berlaku selama-lamanya&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-9182446642361920642?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/9182446642361920642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-kesetiaan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/9182446642361920642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/9182446642361920642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-kesetiaan-tuhan.html' title='Renungan harian online: Kesetiaan Tuhan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3373987019222567370</id><published>2011-09-22T11:10:00.002+07:00</published><updated>2011-09-22T11:10:52.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan harian online: Bersukacita atas Kebaikan Tuhan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/09/bersukacita-atas-kebaikan-tuhan.html"&gt;Bersukacita atas Kebaikan Tuhan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan: &lt;/b&gt;Mazmur 100:2,5&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya  dengan sorak-sorai...Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk  selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="kebaikan Tuhan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/bersukacita-atas-kebaikan-T.jpg" /&gt;Sebuah  SMS di tengah malam membangunkan saya dari tidur. Ternyata sms berasal  dari seorang teman yang tinggal di kota lain yang saat ini aktif  melayani. Bunyi smsnya adalah sebagai berikut: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Allah ingin  melakukan perkara-perkara yang baik bagi kita bukan karena kita baik dan  layak, tetapi karena Dia baik. Jesus be with you."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Di tengah  rasa mengantuk saya pun tersenyum dan merasakan sukacita lewat sms yang  ia kirimkan. Apa yang ia kirim itu sangatlah benar. Tuhan selalu rindu  melakukan perkara-perkara yang baik dalam hidup kita. Lihatlah bunyi  Firman Tuhan ini:&lt;i&gt; "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah  yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;  pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran."&lt;/i&gt;  (Yakobus 1:17). Dan Tuhan selalu ingin memberikan segala yang baik bagi  kita. Apakah karena kita hebat, baik dan layak? Tidak. Apakah Tuhan  berkewajiban untuk membalas budi baik atau jasa-jasa kita? Tidak. Semua  itu diberikan Tuhan bukan karena kita yang baik, tetapi &lt;b&gt;karena Dia baik.&lt;/b&gt;  Di saat ada banyak beban yang berkecamuk dalam pikiran saya beberapa  waktu terakhir ini, sms di tengah malam mengingatkan saya kembali bahwa  ada kebaikan Tuhan yang senantiasa menyertai anak-anakNya. Dan untuk itu  dalam kondisi apapun sudah sepantasnya jika kita bersukacita dengan  penuh rasa syukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal sebenarnya yang bisa mendatangkan sukacita bagi kita.  Salah satunya adalah dengan menyadari betapa baiknya Tuhan itu. Dalam  kitab Yesaya kita bisa menemukan hubungan yang indah antara menyadari  kebaikan Tuhan dengan datangnya perasaan sukacita. &lt;i&gt;"Aku hendak  menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang  masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan  kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka  sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang  besar."&lt;/i&gt; (Yesaya 63:7). Betapa mudahnya&amp;nbsp; kita melupakan kebaikan  Tuhan. Kita dengan ringan menyalahkan Tuhan dan menuduh Tuhan tidak adil  atau pilih-pilih ketika pertolonganNya tidak kunjung turun sesuai  jangka waktu yang kita tetapkan sendiri. Ketika pertolongannya hadir,  tidak jarang dari kita dengan cepat melupakan kebaikanNya. Atau ketika  keadaan baik-baik saja, kita pun terlena dan tidak bersyukur. Ada pula  orang yang masih saja menggerutu meski keadaannya tidaklah begitu parah.  Apakah dengan hadirnya masalah itu artinya Tuhan tidak baik? Tentu saja  tidak. Ada banyak alasan mengapa kita harus tetap melalui  lembaran-lembaran sulit dalam perjalanan hidup kita. Bisa jadi Tuhan  sedang melatih otot rohani kita, bisa jadi itu untuk memberi pelajaran  bagi kita, bisa jadi pula akibat dosa kita sendiri. Apapun itu, satu hal  yang pasti adalah bahwa Tuhan itu baik. Ayat Yesaya di atas kemudian  dilanjutkan dengan:&lt;i&gt; "..maka Ia menjadi Juruselamat mereka dalam  segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia  sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam  kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka  selama zaman dahulu kala."&lt;/i&gt; (ay 8-9). Ketika Yesus datang ke bumi, ia  langsung turun tangan menyelamatkan umat manusia, menebus kita dalam  kasih dan belas kasihNya yang begitu besar. Untuk itu saja kita sudah  sangat pantas mengucap syukur tak henti-hentinya. Di zaman Salomo kita  bisa menemukan sebuah lagu pujian yang dipersembahkan kepada Tuhan  dengan megahnya lewat ensambel besar. &lt;i&gt;"Demikian pula para penyanyi  orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak  dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah,  berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya,  bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri. Lalu para peniup  nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya  untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka  menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil  memuji TUHAN dengan ucapan:&lt;b&gt; "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."&lt;/b&gt; Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan."&lt;/i&gt;  (2 Tawarikh 5:12-13). Lihatlah lagu pujian yang menyatakan kebaikan  Tuhan itu mampu membuat kemuliaanNya turun dari langit. Kebaikan Allah  haruslah selalu kita ingat, dari sana kita bisa beroleh sumber sukacita  yang hebat dari Tuhan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Nehemia dikatakan&lt;i&gt; "Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!"&lt;/i&gt; (Nehemia 8:10b). Perhatikanlah bahwa &lt;b&gt;sumber sukacita yang sejati sesungguhnya berasal dari Tuhan&lt;/b&gt; dan bukan tergantung dari kondisi yang kita alami. Lalu lihat apa kata Pemazmur berikut ini. &lt;i&gt;"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"&lt;/i&gt; (Mazmur 100:2). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan: &lt;i&gt;"Serve the Lord with gladness! Come before His presence with singing!"&lt;/i&gt;  Selayaknya orang yang sedang bergembira, tentu lagu yang dibawakan pun  berupa lagu-lagu riang. Mengapa seruan ini dinyatakan Pemazmur?  Alasannya sederhana, &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (ay 5). Pemazmur menyadari betul bahwa Tuhan itu baik. Kasih setiaNya  berlaku untuk selama-lamanya dan turun temurun. Kebaikan dan kemurahan  Tuhan itu berlaku tidak hanya sesaat tapi sepanjang masa. Pemazmur tahu  itu dan berkata &lt;i&gt;"Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."&lt;/i&gt; (Mazmur 23:6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah mudah bagi kita untuk mengeluh, mudah bagi kita untuk memandang  masalah, tetapi seringkali sulit bagi kita untuk menyadari segala  kebaikan Tuhan yang telah Dia beri dalam hidup kita. Apakah saat ini  anda sedang berbeban berat atau sedang dalam kondisi baik-baik saja,  jangan lupakan kebaikan Tuhan dan untuk itu tetaplah bersukacita.  Mengeluh dan terus meratapi masalah tidak akan membawa solusi apa-apa  selain memperberat masalah dan memperkeruh situasi. Sebaliknya hati yang  bersukacita akan membawa segala kebaikan Allah untuk turun atas kita. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Percayakan  segalanya pada Tuhan, dan bersukacitalah, maka Tuhan akan melepaskan  kita. "dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu  apa yang diinginkan hatimu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Mazmur 37:4). Tetaplah ingat kebaikan Tuhan, dan bersukacitalah karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4:4) &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3373987019222567370?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3373987019222567370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-bersukacita-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3373987019222567370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3373987019222567370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-bersukacita-atas.html' title='Renungan harian online: Bersukacita atas Kebaikan Tuhan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-6008879273675657258</id><published>2011-09-15T20:45:00.001+07:00</published><updated>2011-09-29T23:23:16.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komal'/><title type='text'>Komal: 8/9/11</title><content type='html'>Apakah yang kudapatkan dari komal minggu ini?&lt;br /&gt;Komal minggu ini mmbicarakan mengenai perbedaan budaya yang mempengaruhi perbedaan cara bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga berbagai faktor yang bisa dilihat selama berkomunikasi.&lt;br /&gt;seperti high/low context. high artinya mudah paham, low artinya susah saling mempahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan budanya sangat berpengaruh, dari niat baik bisa menjadi seakan-akan niat buruk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-6008879273675657258?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/6008879273675657258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/komal-8911.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6008879273675657258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6008879273675657258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/komal-8911.html' title='Komal: 8/9/11'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-2345540085958642873</id><published>2011-09-15T20:04:00.002+07:00</published><updated>2011-09-15T20:04:38.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Belajar dari Petani</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/09/belajar-dari-petani.html"&gt;Belajar dari Petani&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; 2 Timotius 2:6&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Petani yang sudah bekerja keras, dialah yang pertama-tama berhak mendapat hasil tanaman." (BIS)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="belajar dari petani" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/petani-1.jpg" /&gt;Dalam  sebuah acara televisi saya melihat pintarnya para petani di sebuah desa  menemukan cara yang murah dan mudah untuk membasmi hama tikus. Caranya  cukup unik. Mereka menyalurkan asap dari knalpot sebuah motor ke  lubang-lubang persembunyian tikus. Asap yang mengandung CO2 ternyata  membuat tikus-tikus itu kemudian pingsan sehingga mereka pun bisa dengan  mudah mengumpulkan ratusan tikus dan membakarnya. Hama tikus hanyalah  satu dari sekian banyak masalah yang harus diatasi oleh petani. Selain  hama-hama tanaman lainnya, mereka juga harus menghadapi iklim yang  terkadang sama sekali tidak kondusif, dan tentu saja mereka harus dengan  rajin merawat apa yang mereka tanam. Dipupuk, disiram, disiangi, itu  menjadi kegiatan yang harus dilakukan setiap hari. Jika tidak maka  mereka pun akan gagal memperoleh hasil yang baik untuk hidup  sehari-hari, dan kita yang tinggal di kota besar pun akan kesulitan  karena tidak bisa memperoleh padi, sayuran dan tanaman lainnya yang kita  makan sehari-hari. Salut, hormat dan penghargaan setinggi-tingginya  layak kita berikan buat para petani. Mereka bekerja membanting tulang  sejak pagi hingga sore hari di ladang mereka. Terik matahari  menghitamkan kulit tidak mereka pedulikan agar mereka mampu menghidupi  keluarganya, menghasilkan berbagai hasil pertanian yang kita nikmati di  atas meja makan setiap hari. Ketika kita sering terganggu dengan hal-hal  yang bisa mengotori tangan atau pakaian kita sedikit saja, mereka  tidaklah demikian. Mereka terus bekerja walau kaki mereka terendam,  tangan mereka berlumur tanah, keringat menetes dimana-mana. Tidak ada  petani yang cuma duduk bermalas-malasan tapi bisa menghasilkan panen  besar. Jika ingin mendapatkan panen yang besar, mereka tentu harus  bekerja keras mulai dari menanam, mengurus, mengairi hingga memanen dan  menjual hasil jerih payah mereka. Tanpa itu semua, niscaya tidak ada  apapun yang mereka hasilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memberi penghargaan, kita pun seharusnya bisa belajar dari  kegigihan petani. Hasil yang diperoleh petani yang bekerja keras dengan  sungguh-sungguh dengan petani yang malas sudah barang tentu tidak sama.  Dalam Amsal dikatakan: &lt;i&gt;"Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa."&lt;/i&gt; (Amsal 20:4). &lt;b&gt;Petani  yang bermalas-malasan tidak mengerjakan segala sesuatu pada musim tanam  pada akhirnya tidak akan menghasilkan apa-apa ketika musim menuai tiba.  &lt;/b&gt;Kita bisa belajar dari kerja keras dan jerih payah petani untuk  meningkatkan keimanan kita. Tanpa usaha dari kita untuk menjaga dan  menumbuhkan iman kita untuk terus lebih dekat dan lebih dalam lagi  dengan Kristus, kita tidak akan pernah bisa menuai apa-apa pada  akhirnya. Petani harus sabar dalam melalui proses yang panjang hingga  akhirnya menghasilkan, demikian pula halnya dengan kita. Petani harus  sabar menunggu hingga musim panen tiba, sesuatu yang tidak mungkin  terjadi hanya dalam semalam, dan sebelum musim panen mereka harus  berjuang keras terlebih dahulu. Kita pun sama. Kita harus bersabar dalam  proses pertumbuhan iman kita. Dalam proses itu apa yang kita hadapi  seringkali tidak mudah. Ada begitu banyak rintangan dan penderitaan yang  harus kita lalui, tidak jarang pula kita harus menghadapi pengorbanan  di dalamnya. Tapi semua itu pantas karena apa yang dijanjikan Tuhan pada  akhirnya sangatlah indah. Hidup penuh dengan pilihan. Keputusan  tergantung kita. Kita bisa saja bermalas-malasan, tapi ingatlah jika itu  yang kita pilih, maka hasil akhirnya nanti hanyalah akan menyisakan  penyesalan. Belajarlah dari kegigihan dan ketekunan serta kerja keras  para petani. Inilah yang diingatkan oleh Paulus kepada Timotius.&lt;i&gt; "Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya."&lt;/i&gt; (2 Timotius 2:6). Dalam versi BIS nya dikatakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Petani yang sudah bekerja keras, dialah yang pertama-tama berhak mendapat hasil tanaman."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Petani yang berharap panen besar tentulah harus menabur banyak pula.&lt;/b&gt;  Tanpa ada yang ditabur, tidak akan ada yang dituai. Demikian pula  halnya dengan kita. Kita harus rajin-rajin menabur kalau mau menuai  banyak. &lt;i&gt;"Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga."&lt;/i&gt;  (2 Korintus 9:6). Sesungguhnya Tuhan telah menyediakan segalanya untuk  ditabur, lalu Dia pula yang akan memberkati kita lewat apa yang kita  tabur. &lt;i&gt;"Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk  dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan  melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan  diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur  kepada Allah oleh karena kami."&lt;/i&gt; (ay 11-12). Segala kemalasan kita  tidak akan mendatangkan manfaat, malah sebaliknya hanyalah akan  mendatangkan kerugian. Tuhan sangat tidak menyukai orang-orang malas.  Begitu seriusnya hal ini di mata Tuhan, sehingga dikatakan orang yang  tidak bekerja tidak layak makan.&lt;i&gt; "Sebab, juga waktu kami berada di  antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak  mau bekerja, janganlah ia makan."&lt;/i&gt; (2 Tesalonika 3:10). Ia pun  mengingatkan agar kita tidak terperosok ke dalam perilaku banyak orang  yang hanya sibuk melakukan hal-hal yang sia-sia saja. Menumbuhkan iman  dalam hidup bukanlah proses yang bisa dicapai hanya dalam semalam. Untuk  bisa terus meningkatkannya, kita perlu fokus secara total dan untuk itu  dibutuhkan keseriusan, komitmen dan kerja keras dari kita. Firman Tuhan  jelas mengatakan:&lt;i&gt; "Latihlah dirimu beribadah."&lt;/i&gt; (1 Timotius  4:7b). Disiplinkan diri dalam berdoa, bersaat teduh, membaca dan  merenungkan Firman Tuhan, dan mengaplikasikannya secara nyata dalam  hidup kita. Semua itu merupakan proses yang tidak sebentar, kadang kala  menyakitkan, terkadang butuh pengorbanan, namun pada akhirnya semua itu  akan mendatangkan kebaikan dan sukacita melimpah untuk selamanya. Apa  yang dikatakan Paulus mengenai "jika seorang tidak mau bekerja,  janganlah ia makan" berlaku pula dalam kehidupan iman kita. Jika kita  tidak mau berusaha untuk lebih dalam lagi bersekutu denganNya dengan  sungguh-sungguh, jangan harap kita bisa mendapatkan sesuatu yang baik  pula apalagi keselamatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita meneladani usaha petani, baik dari segi kerja kerasnya,  keuletan maupun kesabaran mereka menanti usaha mereka hingga musim panen  tiba.&lt;i&gt; "Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada  kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga  dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan  hujan musim semi."&lt;/i&gt; (Yakobus 5:7). Jangan buru-buru putus asa dan  patah semangat, tapi bersabarlah seperti halnya petani menanti tuaian  mereka pada waktunya. &lt;i&gt;"Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!"&lt;/i&gt;  (ay 8). Dari petani kita bisa belajar untuk tekun bekerja dan rajin  menabur, karena nanti pada saatnya kita sendirilah yang akan menuai  hasilnya. Jangan menjadi lemah dalam prosesnya, tetaplah bersabar. Tidak  ada janji Tuhan yang tidak Dia tepati. Karenanya lakukanlah apa yang  menjadi bagian kita dengan sungguh-sungguh dan berkat Tuhan yang besar  pun akan kita tuai sebagai hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Belajarlah mengenai kerajinan menabur dan ketekunan hingga menuai dari para petani&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-2345540085958642873?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/2345540085958642873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-belajar-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/2345540085958642873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/2345540085958642873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-belajar-dari.html' title='Renungan Harian Online: Belajar dari Petani'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1104961150396555173</id><published>2011-09-04T17:53:00.002+07:00</published><updated>2011-09-04T17:53:31.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Mewaspadai Rubah-Rubah Kecil</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/09/mewaspadai-rubah-rubah-kecil.html"&gt;Mewaspadai Rubah-Rubah Kecil&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan: &lt;/b&gt;Kidung Agung 2:15&lt;br /&gt;=======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang  merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang  berbunga!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="rubah kecil" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/rubah-kecil-1.jpg" /&gt;Bagi  anda pengguna browser Firefox, tentu logonya yang berbentuk rubah api  melingkar di bola dunia tidak lagi asing bagi anda. Konon katanya logo  tersebut menjadi inspirasi dari rambut unik milik pendiri Mozilla, yaitu  Mitchell Baker. Benar atau tidak, entahlah. Tapi yang pasti logo  Firefox ini memang atraktif dan menarik, sehingga selain enak dilihat  juga mudah untuk diingat. Rubah dalam logo ini memang terlihat menarik,  begitu juga dalam banyak gambar atau film kartun, tetapi bagi yang  memelihara ternak seperti ayam rubah bukanlah hewan yang menarik sama  sekali. Rubah ukurannya tidaklah sebesar hewan buas, seperti singa  misalnya. Tetapi meski kecil, rubah ini cerdik dan cekatan. Rubah  sanggup hidup dimana-mana dan bisa merusak apa saja yang ia lewati.  Tidak jarang rubah memangsa bukan karena lapar, tetapi hanya karena  ingin mempermainkan mangsanya sampai mati.Seperti itulah karakter rubah,  yang meski relatif kecil tetapi bisa sangat merugikan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kidung Agung ada sebuah ayat unik yang tiba-tiba menyeruak  ditengah rangkaian ayat-ayat yang indah menggambarkan kemesraan dan  kebahagiaan sebuah hubungan. Ayat-ayat itu sambung menyambung dengan  manis, hingga sekonyong-konyong ada ayat yang berbunyi:&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang  merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang  berbunga!"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Kidung Agung 2:15). Menilik dari karakter rubah di  atas, ayat ini sesungguhnya berbicara mengenai hal penting, yaitu untuk  mengingatkan kita akan pentingnya &lt;b&gt;kewaspadaan dalam mencegah masuknya dosa-dosa kecil untuk menghancurkan kita&lt;/b&gt;.  Singa, harimau, itu hewan buas yang kita tahu berbahaya. Tetapi seekor  rubah kecil bisa jadi kita anggap tidak membawa maut bagi kita. Padahal  keberadaannya bisa memangsa hewan-hewan ternak sehingga sangat merugikan  bagi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup sehari-hari kita seringkali tidak menyadari adanya  "duri-duri kecil" yang biasanya kita abaikan atau sepelekan. Kita akan  awas terhadap dosa-dosa besar, tetapi berkompromi kepada yang  kecil-kecil. Membunuh?&amp;nbsp; Mencuri? Menganiaya? Itu mungkin tidak kita  lakukan. Tetapi bagaimana dengan hal-hal yang kita anggap sepele padahal  itu serius di mata Tuhan? Tidak membunuh, tetapi kita mengolok-olok  teman, bergosip, berkata kotor, menghujat, atau memusuhi/mendendam  kepada orang lain bahkan saudara sendiri. Menyebar fitnah atau gosip pun  bisa membunuh karakter seseorang yang bisa sama kejamnya dengan  menghilangkan nyawa orang lain.&amp;nbsp; Atau ketika kita tidak tahan menolak  ajakan dan ikut mabuk bersama teman-teman. Kita akan berdalih bahwa itu  hanya sekali-kali dan tidak merupakan dosa. Tetapi Alkitab tidak pernah  mengatakan bahwa kita sekali-kali boleh melanggar firman Tuhan.  Bagaimana ketika kita membiarkan rasa benci, dendam, iri hati dan  sejenisnya menguasai kita? Atau menipu orang tua kita dengan berbagai  alasan? Inipun bisa menjadi masalah besar pada suatu saat. Dosa-dosa  kecil yang kita anggap sepele dan kita beri toleransi seringkali menjadi  awal untuk masuknya berbagai dosa yang akan meningkat intensitasnya,  dan pada suatu ketika kita sudah terjerat sedemikian rupa sehingga  ketika kita sadar, sudah sulit bagi kita untuk melepaskan diri dari  semua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai keinginan daging bisa menjadi "rubah-rubah" tersendiri yang  meski berawal dari kecil tapi eskalasinya bisa meningkat hingga satu  saat nanti bisa menghancurkan hidup kita dan sulit untuk dipulihkan.  Dengan tegas Paulus mengatakan&lt;i&gt; "&lt;b&gt;Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah&lt;/b&gt;, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya."&lt;/i&gt;  (Roma 8:7). Dan dalam Galatia 5:19-21 ia pun merinci satu persatu akan  perbuatan-perbuatan yang timbul dari kedagingan ini. Beberapa dari  keinginan-keinginan daging ini sepintas terlihat nikmat dan mungkin  tidak terlihat sebagai sebuah dosa besar, akibatnya banyak orang yang  memberi toleransi terhadap masuknya dosa dan menganggap bahwa hal itu  hanyalah sebuah dosa kecil yang sepele. Tanpa disadari dosa kecil itu  bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai dosa selanjutnya yang berakibat  fatal dan mampu menjatuhkan kita. Firman Tuhan berkata: &lt;i&gt;"Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."&lt;/i&gt; (Yakobus 1:5). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah yang mengatakan "karena nila setitik rusak susu sebelanga".  Kalimat yang hampir mirip pun ternyata ada dalam Alkitab. &lt;i&gt;"Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan."&lt;/i&gt;  (Galatia 5:9). Sedikit kesalahan kecil bisa menjadi pintu masuk iblis  buat merusak tatanan kehidupan dalam Tuhan yang sudah kita bangun selama  ini dengan susah payah, dan akan membuat pengorbanan Kristus menebus  dosa kita menjadi sia-sia. Karena itu apabila kita selama ini awas dalam  memperhatikan dosa-dosa besar, kini saatnya kita juga harus  memperhatikan pelanggaran-pelanggaran yang mungkin kita anggap kecil.  Ingatlah bahwa semua dosa adalah serius di hadapan Tuhan, tak perduli  apakah itu besar atau kecil. Semua harus kita pertanggungjawabkan nanti  dan akan menentukan kemana kita selanjutnya. Apalagi dengan keberadaan  kita sebagai anak-anak terang, kita harus pula menjaga diri kita  baik-baik agar bisa sampai ke garis akhir dengan selamat dan tidak  terjerembab jatuh ke dalam kegelapan.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Matius 12:35). Ketika kita tengah membangun hubungan yang dalam dan  erat dengan Tuhan, kita tidak boleh mengabaikan hal-hal kecil yang bisa  merusak keselamatan kita. Apa yang kecil di mata kita ini mampu merusak  semua yang telah kita bangun dengan susah payah. Kita sudah sekian lama  melatih diri kita untuk taat dan setia, kita mampu menghindari dosa-dosa  yang kita anggap besar, tetapi kita lengah menghadapi masuknya jebakan  dosa yang kita anggap sepele. Seperti rubah-rubah kecil, dosa-dosa  "kecil" itu sanggup memporak-porandakan apa yang sudah kita bina selama  ini. Rubah-rubah kecil siap menutup pintu surga dan membuat kita  kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keselamatan. Berbagai duri-duri  yang kecil yang tampaknya sepele bisa sangat menyakitkan dan menghambat  langkah kita. Dosa sekecil apapun itu, bereskanlah segera. Selanjutnya  tetaplah berjaga-jaga. Teruslah berjalan dalam tuntunan Roh Kudus agar  jangan sampai "singa dan harimau" kita hindari, tetapi "rubah-rubah" ini  kita biarkan merugikan masa depan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berhati-hatilah terhadap sebuah dosa meski sekecil apapun&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1104961150396555173?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1104961150396555173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-mewaspadai-rubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1104961150396555173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1104961150396555173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-mewaspadai-rubah.html' title='Renungan Harian Online: Mewaspadai Rubah-Rubah Kecil'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-570655728409778448</id><published>2011-09-04T17:52:00.002+07:00</published><updated>2011-09-04T17:52:51.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Tulus dan Jujur</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/09/tulus-dan-jujur.html"&gt;Tulus dan Jujur&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Mazmur 24:4-5&lt;br /&gt;=======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak  menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.  Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang  menyelamatkan dia."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="tulus jujur" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/jujur-tulus.jpg" /&gt;Mencari  orang yang jujur dan tulus hari ini sama dengan mencari jarum dalam  tumpukan jerami. Tipu menipu, manipulasi dan sejenisnya terdapat hampir  di semua lini. Orang tidak lagi malu dalam menipu. Jangan-jangan nanti  malah orang yang jujur yang terlihat aneh. Orang semakin tidak takut  melakukan kecurangan, orang semakin cenderung berpikir pendek hanya  memikirkan kenikmatan sesaat tanpa peduli resiko. Apa yang dikatakan  Daud dahulu: &lt;i&gt;"Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik"&lt;/i&gt;  (Mazmur 14:1), kini semakin sering kita lihat. Atau kalaupun tahu bahwa  Allah itu ada, tetapi mereka mengira bahwa Tuhan tidak akan menghukum  mereka karena toh mereka tetap bisa hidup mewah ditengah  kecurangan-kecurangan yang dilakukan itu. Ini pun sudah pernah menjadi  pemikiran orang-orang yang terkena "ilusi" rohani di masa lalu. &lt;i&gt;"Kamu  menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara  bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap  orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang  yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang  menghukum?"&lt;/i&gt; (Maleakhi 2:17). Bukankah kita menyaksikan banyak orang dengan pola pikir seperti ini sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kejujuran dan ketulusan&lt;/b&gt; merupakan sebuah bagian kehidupan yang  semakin langka untuk didapati. Padahal keduanya merupakan sebagian  elemen yang harus dimiliki oleh manusia seperti yang dikehendaki Tuhan.  Dalam Mazmur Firman Tuhan berkata demikian: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Orang yang bersih  tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada  penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima  berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Mazmur 24:4-5). Tuhan pun memberi ganjaran berkat, janji penyertaan  dan keadilan yang menyelamatkan bagi mereka yang bersih tangannya, murni  hatinya, tidak menipu dan bersumpah palsu. Inilah kebahagiaan yang  dijanjikan Tuhan bagi orang yang hidup jujur dan tulus, dan itu besar  upahnya. Yang kita lihat hari ini justru sebaliknya. Orang semakin  banyak yang hidup penuh kecurangan dan semakin tidak tulus dalam memuji.  Banyak orang saat ini yang hanya memuji atau mengatakan sesuatu yang  baik karena ada motif-motif tertentu dibelakangnya. Maka Firman Tuhan  hari ini mengingatkan kita akan pentingnya kedua hal tersebut, kejujuran  dan ketulusan di mata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita benar-benar mau mengadopsi bentuk kasih seperti yang  diinginkan Tuhan, maka di dalamnya terkandung kebaikan-kebaikan yang  mencakup kedua hal ini. &lt;i&gt;"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia  tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak  melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia  tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak  bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi  segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,  sabar menanggung segala sesuatu."&lt;/i&gt; (1 Korintus 13:4-7). Di dalam  kasih itu ada bentuk-bentuk hidup dengan hati yang murni, penuh  ketulusan dan kejujuran. Artinya jika kita mengaku hidup dalam kasih  Tuhan, seharusnya kedua hal ini pun terpancar dari kehidupan kita.  Bagaimana mungkin orang yang tidak jujur dan tidak tulus masih berani  mengaku punya kasih dalam dirinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus selalu ingat bahwa segala sesuatu itu berasal dari Tuhan.  Kita tidak perlu ketakutan kekurangan dan khawatir akan hari depan  sehingga kita tergoda untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak jujur  atau curang. Kita tidak perlu iri melihat orang lain, dan harus bisa  belajar untuk mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang kepentingan  diri sendiri. Yakobus mengingatkan&lt;i&gt; "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."&lt;/i&gt;  (Yakobus 3:16). Kita harus selalu menghindari berbuat curang yang  mencermarkan hati kita. Ketahuilah bahwa meski mungkin kita berhasil  mengelabui manusia, tapi Tuhan akan selalu melihat segala perbuatan  kita. Dan Firman Tuhan berkata: &lt;i&gt;"Dan tidak ada suatu makhlukpun yang  tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka  di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan  jawab."&lt;/i&gt; (Ibrani 4:13). Dan lihatlah ayat berikut ini:&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi  mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab  itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan  tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Yeremia 8:12). Orang bisa saja menganggap bahwa Tuhan tidak menghukum  mereka saat ini dan berpikir bahwa mereka aman dari hukuman, sehingga  tidak punya malu lagi untuk melakukan kejahatan. Tetapi pada suatu  ketika nanti hukuman Tuhan itu tetap akan tiba, dan bayangkan betapa  menyesalnya mereka kelak karena membuang keselamatan hanya demi  kepentingan sesaat saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."&lt;/i&gt;  (1 Yohanes 2:17). Dunia memang semakin lama semakin buruk, tetapi kita  orang percaya tidak boleh ikut-ikutan seperti itu. Oleh karena itu  jagalah agar kita bisa memiliki ketulusan hati dan senantiasa jujur,  apapun alasannya, apapun resikonya. Belajarlah untuk senantiasa  mempercayai Tuhan, mengasihiNya dan hidup sesuai kehendakNya. Tuhan  menyediakan berkat-berkat bagi orang yang hidup dengan ketulusan,  kejujuran dan kemurnian hati.&lt;i&gt; "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."&lt;/i&gt; (Matius 5:8). Ini janji Tuhan sendiri.&lt;i&gt; "Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya."&lt;/i&gt;  (Mazmur 73:1). Dunia mungkin akan memandang anda dengan sinis,  mengolok-olok atau menertawakan kejujuran dan ketulusan sebagai suatu  hal yang bodoh. Biarkanlah. Apa yang penting adalah bagaimana Tuhan  memandang hidup kita, apakah Dia berkenan atau tidak. Nikmati kebaikan  Tuhan lewat hidup yang kudus, penuh ketulusan dan kejujuran. Keduanya  merupakan bagian dari&lt;b&gt; integritas&lt;/b&gt; yang wajib dimiliki anak-anak  Tuhan.&amp;nbsp; Tuhan sanggup memberkati anda berlimpah-limpah dan melindungi  hidup setiap orang yang berjalan seturut kehendakNya tanpa anda harus  menipu dan melakukan kejahatan untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Honesty and Sincerity are the parts of integrity that we should live with&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-570655728409778448?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/570655728409778448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-tulus-dan-jujur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/570655728409778448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/570655728409778448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/09/renungan-harian-online-tulus-dan-jujur.html' title='Renungan Harian Online: Tulus dan Jujur'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3378558337663727351</id><published>2011-08-21T21:25:00.000+07:00</published><updated>2011-08-21T21:25:00.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Petasan dalam sebuah Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/08/petasan-dalam-sebuah-kemerdekaan.html"&gt;Petasan dalam sebuah Kemerdekaan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; 1 Korintus 10:23&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu  berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala  sesuatu membangun."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="petasan, kemerdekaan, kebebasan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/petasan-dan-kemerdekaan.jpg" /&gt;Mengapa  perayaan hari besar harus dirayakan dengan mercon atau petasan? Adakah  kepercayaan yang mengajarkan bahwa petasan itu baik? Saya yakin tidak.  Saya tidak tahu tradisi itu berawal dari mana, tetapi sepertinya sudah  menjadi sebuah kebiasaan apalagi bagi anak-anak kecil bahwa merayakan  hari besar itu tidak afdol jika tanpa petasan. Padahal korban sudah  banyak berjatuhan. Tidak hanya cacat seumur hidup yang bisa menjadi  akibatnya tetapi juga nyawa. Kembang api itu masih lumayan, tetapi  petasan, apalagi yang dengan sengaja dilemparkan kepada orang yang  sedang lewat atau sengaja ditempatkan di dekat rumah orang, itu tentu  saja bukan hal yang baik untuk dilakukan. Kenyataannya kita harus  berhadapan dengan hal seperti itu menjelang sebuah perayaan. Meski  polisi sudah menyita dan melarang petasan, tetapi faktanya jumlah yang  beredar masih saja banyak. Dan lucunya, para orang tua seakan tidak  berdaya melarang anaknya, ironisnya membiarkan atau malah ikut-ikutan.  Mungkin mereka berpikir, bukankah kita sudah merdeka sehingga kita bebas  melakukan apapun? Itu menggambarkan bahwa masih banyak orang yang salah  dalam menafsirkan arti sebuah kemerdekaan. Bagi mereka kemerdekaan  berarti boleh berbuat seenaknya tanpa batas. Orang dunia boleh saja  berpikiran seperti itu, namun bagi orang-orang percaya ada banyak firman  Tuhan yang mengingatkan kita akan arti sebuah kemerdekaan dan yang  paling penting, bagaimana cara kita menyikapi dan mengisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus telah memerdekakan kita dan telah mengingatkan kita agar mampu  menyikapi kemerdekaan itu dengan baik, jangan sampai kita kembali  terikat oleh berbagai hal buruk lagi seperti sebelumnya. Dalam surat  Galatia pesan itu bisa kita baca &lt;i&gt;"Supaya kita sungguh-sungguh  merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh  dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan."&lt;/i&gt; (Galatia 5:1). Yesus  sendiri telah menyatakan sendiri bahwa kedatanganNya ke dunia ini  membawa kemerdekaan yang sejati bagi kita semua. &lt;i&gt;"Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."&lt;/i&gt;  (Yohanes 8:36). Kita dibebaskan dari berbagai jerat, simpul dan ikatan  yang membelenggu kita. Kutuk, dosa dan hal-hal lain yang bisa merintangi  kita untuk masuk ke dalam kehidupan yang kekal telah Dia bayar lunas  dan tuntas di atas kayu salib. Kita tidak lagi budak yang tidak jelas  masa depannya, tetapi kita menjadi anak-anak Allah yang merdeka. Apa  yang harus kita perhatikan adalah bagaimana menjalani hidup dalam  kemerdekaan itu dan seperti apa kita harus mengisinya. Alkitab  mengingatkan kita agar kita tidak terlena di dalam kebebasan atau  kemerdekaan itu dengan melakukan hal-hal yang sia-sia atau bahkan  merugikan, baik untuk diri sendiri apalagi terhadap orang lain. Lihatlah  apa kata Paulus berikut: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar,  tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan."  Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (1 Korintus  10:23). Paulus mengatakan, ya, benar kita telah merdeka dan bebas  melakukan segala sesuatu. Tetapi ada batasan-batasan yang harus kita  ingat dalam menyikapinya. &lt;b&gt;Apakah kebebasan itu kita isi dengan  hal-hal yang berguna atau bermanfaat bagi kita dan orang lain? Apakah  kemerdekaan itu kita pakai untuk hal-hal yang membangun atau tidak?&lt;/b&gt;  Ini penting untuk kita ingat baik-baik karena meski segala sesuatu  diperbolehkan, tetapi tidak semua itu berguna dan membangun. Ada hal-hal  yang justru akan menjatuhkan kita apabila kita lakukan, meski hal itu  dianggap wajar oleh dunia dalam menyikapi arti kemerdekaan. Pikirkanlah,  apabila kita melakukan segala sesuatu yang mengganggu, mengacau atau  bahkan merugikan orang lain dengan dalih kemerdekaan, bukankah itu malah  merusak indahnya kemerdekaan? Jika kita bukan menjadi terang dan garam  tetapi menjadi batu sandungan, tidakkah itu buruk? Kemerdekaan adalah  sebuah anugerah yang seharusnya kita sikapi dengan baik dan benar,  karena jika tidak maka sia-sialah arti sebuah kemerdekaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus mengatakan &lt;i&gt;"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti  mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi  kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah."&lt;/i&gt; (1  Petrus 2:16). Ini penting untuk kita perhatikan agar kita jangan sampai  ikut-ikutan arus dunia yang terus menyalahgunakan atau menyelewengkan  nilai dari kemerdekaan itu untuk terus melakukan perbuatan-perbuatan  yang tercela di mata Tuhan. Kita harus ingat bahwa kita hidup sebagai  anak-anak Tuhan dan kita punya panggilan tugas yang penting di muka bumi  ini. Oleh karena itu kita harus memperhatikan cara hidup kita sebagai  orang merdeka. Kita harus tampil beda dalam menyikapi arti sebuah  kemerdekaan yang telah dianugerahkan bagi kita. Paulus juga  menggambarkan dengan jelas bagaimana harusnya kita menanggapi  kemerdekaan itu.&lt;i&gt;  "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk  merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai  kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan  yang lain oleh kasih."&lt;/i&gt; (Galatia 5:13). Jangan memelintir kemerdekaan  itu sebagai landasan untuk melakukan dosa, tetapi pakailah itu sebagai  landasan untuk mengasihi dan melayani orang lain. Betapa pentingnya  pesan-pesan ini kita resapi baik-baik agar sebuah kemerdekaan yang hadir  sebagai anugerah itu bisa benar-benar membawa nilai yang berarti dalam  hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seperti apa cara kita dalam menyikapi kemerdekaan akan menunjukkan  seberapa jauh kita menghargai anugerah yang telah diberikan Tuhan itu.&lt;/b&gt;  Dalam sebuah contoh mengenai petasan di atas kita bisa memperoleh  ilustrasi sederhana akan hal ini. Ya, petasan ada yang menjual. Itu  artinya kita bisa bebas membeli sebanyak yang kita mau jika kita punya  uang untuk itu. Tetapi apakah hal itu berguna bagi kita atau justru  mengganggu orang lain bahkan mencederai diri kita sendiri? Jika itu  tidak berguna dan bisa beresiko fatal, untuk apa kita membeli dan  bermain dengan itu? Tidakkah lebih baik apabila uang yang ada digunakan  untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat? Kita harus ingat bahwa  kemerdekaan itu diberikan untuk tujuan-tujuan yang baik sebagai hadiah  yang sangat indah dari Tuhan. Syukurilah itu dengan mempergunakannya  demi kebaikan, demi sesuatu yang berguna, bermanfaat dan membangun dan  bukan mengganggu, merugikan atau menghancurkan orang lain. Jika  orang-orang dunia belum mengerti bagaimana menyikapi kemerdekaan dengan  benar, marilah kita sebagai anak-anak Tuhan menunjukkan keteladanan  untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemerdekaan seharusnya berguna dan membangun bukan merusak dan merugikan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3378558337663727351?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3378558337663727351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/08/renungan-harian-online-petasan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3378558337663727351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3378558337663727351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/08/renungan-harian-online-petasan-dalam.html' title='Renungan Harian Online: Petasan dalam sebuah Kemerdekaan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8149175140978513400</id><published>2011-08-13T10:12:00.002+07:00</published><updated>2011-08-13T10:12:52.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Museum</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/08/museum.html"&gt;Museum&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; 1 Samuel 17:37&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar  beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="museum" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/museum-1.jpg" /&gt;Apa  yang bisa anda lihat dari sebuah museum? Museum apapun itu biasanya  menyimpan memorabilia atau peninggalan-peninggalan masa lalu yang bagi  saya selalu mengesankan. Ketika berkunjung ke Swedia beberapa waktu yang  lalu saya menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa museum disana.  Salah satunya adalah museum ABBA, grup musik legendaris yang sangat  terkenal di seluruh dunia. Disana saya bisa melihat sejarah mereka dan  mengikuti bagaimana mereka terbentuk, sejarah karir dari masing-masing  personlinya dan berbagai memorabilia grup ini seperti baju-baju yang  pernah dipakai dalam momen penting, instrumen dan berbagai penghargaan  yang mereka terima. Bagi saya itu sangat mengagumkan karena saya bisa  melihat semua kebesaran mereka di masa lalu secara langsung dan bisa  membayangkan seperti apa masa-masa keemasan grup ini di waktu lalu.  Sebuah museum lain yang saya kunjungi berisikan peninggalan-peninggalan  sejarah/pra sejarah dari bangsa Swedia, termasuk benda-benda dari masa  ketika Viking masih berkuasa. Helm, perisai, perhiasan, hingga gelas dan  piring yang mereka pakai ribuan tahun yang lalu. Viking diketahui  berkuasa di lautan Eropa sekitar abad ke 9 hingga abad ke 10. Yang jauh  lebih tua dari masa Viking pun ada disana, berbagai peninggalan yang  berasal dari sekitar 9000 tahun sebelum Masehi. Kita hidup hari ini di  abad ke 21, tetapi dari museum-museum ini kita bisa melihat potret dan  bukti sejarah kehidupan di masa lalu jauh sebelum jaman kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jaman punya masanya masing-masing. Selalu ada hal-hal yang bisa  kita pelajari bahkan kita jadikan pelajaran jika kita mengacu kepada  sejarah-sejarah atau peninggalan dari masa lalu. Pernahkah anda berpikir  bahwa anda pun sebenarnya punya museum-museum pribadi pula? Ada  saat-saat dalam hidup kita yang masih kita ingat dengan baik hingga hari  ini. Ini termasuk pula berbagai pengalaman ketika kita mengalami  sesuatu yang luar biasa dalam hubungan kita bersama Tuhan. Hari ini saya  duduk dan mencoba merenungkan ulang berbagai mukjizat Tuhan yang pernah  saya alami sendiri atau saksikan lewat orang lain. Ada begitu banyak  kejadian-kejadian luar biasa yang akan selalu berguna untuk diingat,  terutama ketika saya sedang mengalami pergumulan-pergumulan dalam hidup.  Saya percaya semua orang pasti pernah mengalami saat-saat indah ketika  Tuhan mengulurkan tanganNya untuk melakukan keajaiban dalam hidup kita,  melepaskan kita dari masalah, menyembuhkan kita atau berbagai  mukjizat-mukjizat&amp;nbsp; lainnya. Tapi kita seringkali melupakan itu semua  ketika saat ini kita kembali dilanda masalah. Untuk menghadapi hari-hari  yang berat dan sulit, kita sesungguhnya memerlukan sebuah&lt;b&gt; museum pribadi&lt;/b&gt;  seperti ini, yang penuh berisikan kenangan akan pertolongan Tuhan.  Sebuah museum pribadi yang setiap saat bisa kita lihat untuk kembali  menguatkan kita di kala lemah atau berbeban berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daud pernah mengungkapkan museum pribadinya sebelum dia berhadapan  dengan Goliat. Pada waktu itu tentara Israel pimpinan Saul tengah merasa  ketakutan menghadapi provokasi dari Goliat dan rekan-rekannya. Mereka  merasa kalah ukuran tubuh, kalah dari segi persenjataan dan sebagainya.  Mereka sudah kalah sebelum bertanding. Daud pada masa itu masih belia.  Ia bukan seorang tentara, melainkan hanyalah sebagai penggembala domba,  sebuah pekerjaan yang sangat rendah di waktu itu. Dibandingkan tentara,  tentu pekerjaan Daud tidak ada apa-apanya, apalagi usianya pun masih  sangat muda. Tapi lihatlah bagaimana keberanian gembala ternak ini. Ia  ternyata jauh lebih berani dibanding tentara yang seharusnya sudah  berpengalaman dalam menghadapi peperangan. Tidak kurang dari 40 hari  lamanya Goliat menantang Israel, dan selama itu pula tidak satupun dari  mereka yang berani menghadapinya. Lalu Daud pun datang, dan sempat  disepelekan oleh para tentara termasuk dari abangnya sendiri. Apa  sebenarnya yang membuat Daud merasa yakin mampu mengatasi Goliat?  Lihatlah apa kata Daud ini: &lt;i&gt;"Hambamu ini biasa menggembalakan kambing  domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor  domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan  domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku,  maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik  singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin  yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada  binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang  hidup."&lt;/i&gt; (1 Samuel 17:34-36). Daud membuka museum pribadinya mengenai  betapa hebatnya kuasa penyertaan Tuhan di waktu lalu. Bekerja sebagai  gembala kambing domba sepertinya terlihat sepele dan gampang. Tetapi  sesungguhnya tidak demikian, karena itu membuatnya harus berhadapan  dengan binatang-binatang buas seperti beruang dan singa. Dengan fisik  dan tenaganya sendiri, apa yang bisa ia lakukan untuk melawan  binatang-binatang buas seperti itu? Tapi Daud mengatakan mampu mengatasi  itu berkali-kali. Dan Daud mengetahui dengan jelas bahwa itu bukanlah  karena kehebatannya melainkan karena campur tangan Tuhan. Kekuatan Tuhan  lah&amp;nbsp; yang memampukannya untuk bisa menaklukkan hewan-hewan pemangsa  yang berukuran jauh lebih besar dari dia. Jika Tuhan sanggup membuatnya  menang menghadapi binatang-binatang buas, mengapa tidak untuk menghadapi  Goliat? Bagi Daud, Goliat tidak lebih dari singa atau beruang yang  sudah pernah ia tundukkan. Singkatnya, Daud belajar dari museum  pribadinya bersama Tuhan, dan itu membuatnya yakin dalam menghadapi  apapun.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari  cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari  tangan orang Filistin itu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Daud kita bisa belajar banyak mengenai pentingnya melihat kembali  museum pribadi kita. Ketika berhadapan dengan situasi-situasi sulit  dalam hidup, kita bisa dikuatkan kembali dengan mengunjungi museum  pribadi kita. Saya pun demikian. Ada begitu banyak mukjizat yang pernah  saya alami, yang sebagian sudah pernah saya bagikan dalam  renungan-renungan terdahulu. Tuhan mampu membuat segala yang tidak  mungkin menjadi mungkin, Dia sanggup menyembuhkan, Dia sanggup  melepaskan, Dia sanggup melakukan pertolongan ajaib yang bisa jadi tidak  masuk akal bagi kita karena kekuatan dan kuasaNya tidak terbatas. Jika  semua itu pernah saya alami di masa lalu, jika saya sudah menyaksikan  sendiri kebesaran kuasa Tuhan yang terjadi pada orang lain, jika dulu  Tuhan mau melakukannya untuk saya dan anda, mengapa hari ini tidak? Itu  akan selalu bisa memberikan kekuatan bagi kita untuk tegar menghadapi  situasi seberat apapun. Kita tidak perlu putus asa dan bisa terus teguh  berdiri dengan penuh pengharapan. Mampukah kita berkata seperti Paulus: &lt;i&gt;"Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"&lt;/i&gt;  (Roma 8:31). Seharusnya mampu, jika kita mau kembali melihat museum  pribadi kita bersama Tuhan dan tidak terus menerus terfokus dalam  kesulitan-kesulitan yang kita alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemazmur berkata: &lt;i&gt;"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan &lt;b&gt;sangat terbukti.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt;  (Mazmur 46:2). Sangat terbukti, menunjukkan sesuatu yang sudah pernah  terjadi berulang kali dan sudah dialami sendiri. Pemazmur tahu bahwa  museum pribadinya pun berisikan begitu banyak bukti bagaimana kuasa  Allah sanggup menolong dalam kesesakan, bagaimana Allah mampu menjadi  tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai solusi atau jawaban dari  setiap permasalahan yang kita alami. Alkitab jelas berkata: &lt;i&gt;"Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah.."&lt;/i&gt; (Maleakhi 3:6). Dan Yesus pun demikian. &lt;i&gt;"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."&lt;/i&gt;  (Ibrani 13:8). Tetap sama, kemarin, hari ini dan sampai selamanya,  tidak berubah. Itu artinya, jika dahulu Tuhan bisa, hari ini pun sama,  besok lusa dan sampai kapanpun Dia bisa! Ini perkataan Tuhan yang  seharusnya kita ingat, namun ditengah himpitan masalah kita seringkali  lupa dan hanya sibuk mengandalkan logika dan kemampuan kita yang  terbatas ini untuk mengatasi kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya museum pribadi, tapi Alkitab sendiri bisa menjadi sebuah  museum yang mampu meneguhkan iman kita. Dalam kitab Roma kita bisa baca&lt;i&gt;  "Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi  pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh  ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci."&lt;/i&gt; (Roma 15:4). Itu dari  pengalaman para tokoh Alkitab yang telah membuktikan sendiri bagaimana  Tuhan mampu berbuat sesuatu yang jauh lebih tinggi dari nalar kita.  Berada dekat dengan Firman Tuhan akan membuat kita bisa melihat  pengalaman-pengalaman atau museum hidup dari para tokoh disana. Apabila  kita menyadari Tuhan tidak pernah berubah, hal yang sama seperti para  tokoh Alkitab pun bisa terjadi pada diri kita. Berkaca dari  pengalaman-pengalaman ratusan tokoh Alkitab ini, seharusnya kita tidak  perlu khawatir menjalani hidup yang terus semakin sulit dari hari ke  hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada diantara teman-teman yang tengah mengalami beban berat pada  hari ini, bukalah kembali museum pribadi anda. Lihat kembali satu  persatu ketika anda mengalami jamahan Tuhan atau menyaksikan sendiri itu  terjadi lewat orang-orang yang anda kenal. Jangan lupa pula untuk terus  membaca dan merenungkan Firman Tuhan yang selalu mampu memberi kekuatan  bagi kita yang lemah. Dari pada terus menangis memandang masalah,  mengapa tidak pindahkan pandangan anda untuk melihat museum pribadi anda  masing-masing? Tuhan tetap sama. Dia tidak pernah berubah dari dulu,  sekarang dan sampai selamanya. Dan Tuhan pun mengasihi semua anakNya  dengan sama. oleh karena itu, kita tidak perlu khawatir. Sudahkah anda  mendirikan dan mengaktifkan museum anda sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dahulu Tuhan bisa, sekarangpun Dia bisa&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8149175140978513400?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8149175140978513400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/08/renungan-harian-online-museum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8149175140978513400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8149175140978513400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/08/renungan-harian-online-museum.html' title='Renungan Harian Online: Museum'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-7067476880791385801</id><published>2011-08-11T18:48:00.001+07:00</published><updated>2011-08-11T18:48:35.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Teguh Sekeras Intan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/08/teguh-sekeras-intan.html"&gt;Teguh Sekeras Intan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yehezkiel 3:8-9a&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan  membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka. Seperti batu intan,  yang lebih keras dari pada batu Kuteguhkan hatimu; janganlah takut  kepada mereka dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah  kaum pemberontak."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="seteguh intan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/bor-intan.jpg" /&gt;Berlian  adalah salah satu batu permata yang sangat indah yang berasal dari  intan setelah melalui proses gosok dan potong&amp;nbsp; sehingga sering  dipergunakan orang untuk momen-momen spesial yang menggambarkan  keabadian. Cincin yang bertahtakan berlian untuk pernikahan, siapa yang  tidak mau? Tidak saja batu permata ini terlihat sangat indah karena  kemampuannya yang bisa mendispersikan cahaya sehingga bisa terlihat  berkilauan, tetapi intan juga sangat dikenal karena faktor kekerasannya.  Secara kimia intan merupakan bentuk kristal dari karbon. Keistimewaan  intan dari sisi kekerasannya sangatlah istimewa. Intan disebut sebagai  mineral dengan kekerasan yang paling tinggi di antara yang lain,  sehingga sering dipakai sebagai alat pemotong benda-benda yang sangat  keras. Ketika yang lain tidak lagi sanggup, maka intanlah satu-satunya  alat yang sanggup memotong benda keras ini. Tidak heran jika intan kerap  dipakai sebagai mata bor untuk menembus benda-benda dengan tingkat  kekerasan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yehezkiel harus menghadapi sebuah bangsa yang memberontak terhadap  Allah. Allah tahu bahwa itu bukan sebuah tugas mudah, maka Dia  memperlengkapi Yehezkiel dengan hati yang seteguh intan.&lt;i&gt; "Lihat, Aku  meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan  semangatmu melawan ketegaran hati mereka. Seperti batu intan, yang lebih  keras dari pada batu Kuteguhkan hatimu; janganlah takut kepada mereka  dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum  pemberontak."&lt;/i&gt; (Yehezkiel 3:8-9a). Intan memang sangatlah istimewa.  Sebagai sebuah mineral yang berasal dari substansi karbon yang mengalami  tekanan dan panas sangat tinggi pada kerak bumi dan mengalami proses  selama jutaan tahun, intan menjadi sangat istimewa. Mulai dari proses  terbentuknya, keindahan dan pesonanya, hingga tingkat kesulitan tinggi  untuk mendapatkannya membuat intan berharga sangat mahal. Tidak hanya  keindahannya, tetapi keistimewaan intan pun bisa tampak dari tingkat  kekerasannya. Seperti yang bisa kita baca dalam ayat bacaan di atas,  Tuhan sudah mempergunakan permisalan lewat intan ini untuk  menganalogikan anugerahnya dalam meneguhkan hati kepada anak-anakNya  sejak jauh hari, bahkan ketika mungkin belum ada penelitian yang sanggup  membuktikan intan sebagai mineral yang terkeras. Intan bisa memiliki  tingkat kekerasan yang paling tinggi yang bisa dijumpai dari alam akibat  kerapatan atomnya yang luar biasa padat. Untuk menghadapi bangsa keras  kepala yang memberontak, Allah mengatakan memberikan hati sekeras batu  intan agar Yehezkiel sanggup melakukan tugas, walau sesulit apapun. Ada  kalanya kita kesulitan menembus penghalang-penghalang dalam menunaikan  tugas-tugas kita. Orang-orang yang disebutkan pemberontak dan berkepala  batu seperti yang ada di masa Yehezkiel masih kita jumpai di sekeliling  kita hingga hari ini. &lt;b&gt;Seperti mata bor yang tidak akan sanggup  menembus kerasnya sebuah benda tanpa memakai intan, seperti itu pula  hati kita apabila tidak memiliki kekerasan setara intan.&lt;/b&gt; Alih-alih bertahan, kita malah akan menyerah kalah dengan cepat karena tidak berdaya menembus mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menganggap hati adalah kata lain dari perasaan. Ada juga  yang menganggap bahwa adalah pusat emosi semata. Hati adalah pusat diri,  pusat dari segala keinginan yang terkuat. Dari hati lahir berbagai  kehendak dan keinginan, hati juga dapat memberi gambaran yang lebih  besar dari apa yang bahkan tidak bisa dilihat melalui persepsi otak.  Dari hati lah kita bisa membuat pilihan-pilihan bijaksana, penuh hikmat,  penuh kasih, atau sebaliknya. Betapa penting fungsi hati bagi manusia,  dan itu pun ditegaskan di dalam Alkitab dalam banyak kesempatan. Karena  itu pula adalah sangat penting bagi kita untuk menjaga hati kita dengan  baik. Firman Tuhan berkata: &lt;i&gt;"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."&lt;/i&gt; (Amsal 4:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak diantara kita gagal menjadi anak Allah karena kita tidak  memiliki keteguhan hati. Kita seringkali terlalu mudah terbawa arus  pergaulan, ikut2an teman dan berubah menjadi "pemberontak", sesuatu yang  sangat tidak Allah inginkan dari kita. Dengan begitu cepat kita  terpengaruh oleh hal-hal kedagingan yang berpusat kepada kenikmatan  duniawi, hal-hal yang mengakibatkan dosa, hanya karena hati kita begitu  lemah dan tidak sanggup untuk mengatakan "tidak" kepada segala sesuatu  yang bertentangan dengan kehendak Allah. Jika kondisi hati kita seperti  ini, akan sanggupkah kita untuk melakukan tugas yang sudah diamanatkan  kepada setiap orang percaya? Sebentuk hati yang teguh akan selalu  memotivasi kita, mengingatkan kita untuk memberikan yang terbaik dari  diri kita bagi kemuliaan Tuhan. Hati yang teguh akan selalu memberi  peringatan apabila berbagai bentuk dosa mulai mendekati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggal di dalam dunia yang berada dibawah kuasa si jahat seperti  yang tertulis di dalam 1 Yohanes 5:19. Itu benar adanya. Setiap saat  godaan mengintai kita, setiap saat orang-orang pemberontak dan berkepala  batu akan siap membuat kita runtuh. Maka adalah sangat penting bagi  anak-anak Allah untuk memiliki hati seteguh intan. Tetaplah jaga dan  pelihara diri kita agar tetap memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan,  sehingga hati yang teguh sekeras intan seperti yang Dia beri kepada  Yehezkiel pun akan diberikan pula kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hati seteguh intan akan membuat kita mampu menembus tantangan yang terkeras sekalipun&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-7067476880791385801?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/7067476880791385801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/08/renungan-harian-online-teguh-sekeras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7067476880791385801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7067476880791385801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/08/renungan-harian-online-teguh-sekeras.html' title='Renungan Harian Online: Teguh Sekeras Intan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1293274328488252926</id><published>2011-07-29T12:21:00.004+07:00</published><updated>2011-07-29T12:22:17.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Zakheus di antara Yesus dan Ahli Taurat</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/07/zakheus-di-antara-yesus-dan-ahli-taurat.html"&gt;Zakheus di antara Yesus dan Ahli Taurat&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Lukas 19:7&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Zakheus" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/zakheus-1.jpg" /&gt;Semua  orang ingin terus lebih baik lagi dari hari ke hari. Terus belajar dan  mendalami Firman Tuhan, menjauhi kejahatan, menghindari berbuat dosa dan  menjaga kekudusan, terus berubah menjadi semakin baik, itu semua tentu  saja sangat baik untuk dilakukan. Jika itu sudah atau sedang anda  lakukan hari ini maka anda sedang terus semakin mendekati dan  mencerminkan pribadi Kristus. Tetapi berhati-hatilah, karena di balik  proses itu apabila kita tidak hati-hati maka kita bisa dengan gampang  dirasuk dosa kesombongan. Kita bisa terjerumus ke dalam sebuah perasaan  yang menganggap diri kita paling suci, paling bersih, paling benar dan  kemudian merasa punya hak untuk menghakimi orang lain. Kita bisa menjadi  orang yang merasa diri paling sempurna dan dengan cepatnya menjatuhkan  "vonis" kepada orang lain. Jika dibiarkan, maka kita pun akan menjadi  komentator-komentator cerewet yang penuh kesinisan dan kenegatifan. Si A  berdosa ini, si B dosanya itu, gereja itu sesat, gereja ini tidak benar  dan sebagainya. Begitu mudahnya kita memvonis orang, bahkan dengan  berani menyatakan siapa yang ke surga atau neraka. Semakin banyak yang  kita kritik maka rasanya semakin hebat pula diri kita. Bahkan di  kalangan hamba-hamba Tuhan gejala seperti inipun bisa saja terjadi. Ini  bukanlah hasil yang diharapkan dari sebuah pertobatan dan usaha  menguduskan diri. Alih-alih menjadi garam dan terang dunia, kita malah  bisa terperangkap dalam sikap yang cenderung menjauhi mereka yang  sebetulnya sedang butuh pertolongan agar tidak binasa. Dan disisi lain  itu sama saja seperti kita sedang membinasakan diri sendiri.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjebak dalam sikap merasa diri paling berhak, layak dan benar ini  sudah dipertontonkan sejak lama oleh para orang Farisi. Mereka ini  adalah tokoh-tokoh pemuka agama yang berhak memutuskan segala sesuatu,  haram dan halal pada masa itu. Mereka merasa superior karena mengetahui  dan hafal terhadap hukum Taurat dan menganggap diri mereka sebagai  representatif Tuhan di muka bumi ini, sehingga merasa punya hak untuk  menghakimi orang lain sesuai pendapat atau keinginan mereka. Orang-orang  Yahudi pun sama saja, mengikuti sikap yang salah dari para pemimpin  agama mereka ini. Sementara di sisi lain, Yesus datang ke muka bumi ini  justru untuk menyelamatkan domba-domba yang hilang, atau sebagai tabib  yang menyembuhkan orang sakit, seperti apa yang dikatakan Yesus dalam  Lukas 5:31, &lt;i&gt;"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit."&lt;/i&gt;  Dan Yesus tidak pandang bulu dalam menyelamatkan orang. Ia bertemu dan  bersinggungan dengan begitu banyak orang dengan latar belakang yang  berbeda-beda dan masalah berbeda-beda, tetapi &lt;b&gt;semua sama layaknya untuk menerima keselamatan, karena Tuhan mengasihi semua manusia tanpa terkecuali.&lt;/b&gt;  Dia tetap membuka kesempatan untuk bertobat bagi siapapun tanpa  menimbang terlebih dahulu berat ringannya dosa atau pantas tidaknya  seseorang untuk diselamatkan. Antara orang Farisi dan Yesus terdapat  perbedaan yang sungguh nyata mengenai sikap dalam menghadapi orang  berdosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh nyata yang menggambarkan perbandingan kontras mengenai  sikap atau cara pandang antara Farisi dan Yesus ini bisa kita lihat  dalam kisah perjumpaanNya dengan Zakheus sang pemungut cukai. Sosok  Zakheus cukup jelas digambarkan di dalam Alkitab: &lt;i&gt;"Di situ ada  seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang  kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak  berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek."&lt;/i&gt; (Lukas  19:2-3). Zakheus yang berbadan pendek ini adalah seorang pemungut cukai  yang kaya. Pada masa itu orang Yahudi terutama para ahli Taurat  menggolongkan para pemungut cukai ini sebagai orang berdosa. Dicap  sampah masyarakat, pendosa, bahkan digolongkan dalam satu kelas bersama  orang lalim, penzinah dan perampok (Lukas 18:11). Para pemungut cukai  ini biasanya dicemooh dan dipandang hina, bahkan uang mereka tidak  diterima sebagai persembahan. Zakheus ada dalam kelompok ini. Tapi  sepertinya Zakheus punya kerinduan yang sangat besar untuk dapat bertemu  Yesus yang ia idolakan. Sayang badannya pendek, sehingga sulit baginya  untuk bisa melewati orang-orang lain yang berpostur lebih tinggi  darinya. Tapi ia tidak menyerah, ia pun berusaha sedemikian rupa dengan  memanjat pohon ara. (Lukas 19:4). Usahanya berhasil. &lt;i&gt;"Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Yesus melihatnya dan berkata: &lt;b&gt;"Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;(ay  5). Bisa dibayangkan betapa terkejutnya Zakheus. Tidak saja melihat dan  berbicara kepadanya, tapi Yesus bahkan berkenan untuk masuk dan  menumpang dirumahnya. Tentu saja hal ini disambut Zakheus dengan  sukacita. Tapi lihatlah apa yang dikatakan kerumunan orang Yahudi dan  orang-orang Farisi. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (ay 7). Mereka beranggapan bahwa Zakheus itu sangat hina sehingga Yesus  seharusnya tidaklah pantas sama sekali untuk mendatangi rumah orang  sehina dia. Kontroversial? Jelas. Tapi perhatikanlah bahwa cara pandang  mereka ini sesungguhnya menutup pintu dari orang lain yang berkesempatan  untuk diselamatkan. Mereka hanya dengan mudah menghakimi dan memberi  cap tanpa mau berbuat apa-apa. Apa yang terjadi kemengharukangguh luar  biasa. Tuhan Yesus menganugerahkan keselamatan kepada Zakheus sebagai  buah pertobatannya. Bukan saja kepada diri Zakheus sendiri, namun  seluruh anggota keluarganya pun turut diselamatkan. Yesus pun menutup  jawaban terhadap protes kerumunan orang-orang yang merasa lebih benar  ini dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini, siapa yang ingin kita teladani? Yesus atau para ahli  Taurat dan orang-orang Yahudi yang merasa dirinya sudah lebih baik dari  orang lain? Adakah hak kita memvonis atau menjatuhkan penghakiman  terhadap orang lain dan merasa kita lebih hebat dari mereka? Kalau Yesus  saja mengasihi tanpa pandang bulu dan memberi kesempatan yang sama bagi  siapapun untuk bertobat tanpa menimbang berat ringannya dosa yang  pernah dibuat, siapalah kita yang merasa jauh lebih berhak untuk menilai  orang lain dan menentukan kemana mereka nanti bakal ditempatkan. Tanpa  sadar manusia sering membanding-bandingkan diri mereka dengan orang  lain, mencari-cari kesalahan orang lain agar diri mereka terlihat hebat.  Itu bukanlah cerminan pribadi Kristus. Membuang muka, mencibir,  menghina, menjaga jarak juga merupakan bentuk-bentuk penghakiman yang  seharusnya bukan menjadi hak kita. Padahal mungkin Tuhan memberi  kesempatan kepada mereka untuk berbalik kembali ke jalan yang benar  lewat kita. Dengan sikap yang salah, kita pun menyia-nyiakan kesempatan  untuk menjadi berkat bagi mereka yang butuh pertolongan.Kita gagal untuk  memenangkan jiwa bagi Kerajaan Allah dan dengan demikian gagal untuk  melakukan tugas yang telah diamanatkan oleh Yesus sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa perkara menghakimi adalah mutlak milik Tuhan.&lt;i&gt; "Jangan  kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman  yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang  kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."&lt;/i&gt; (Matius 7:1-2).  Yesus datang justru untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, dan  kepada kita pun telah diberikan amanat agung disertai pesan untuk  menjadi terang dan garam di dunia ini. Semua itu tidak akan pernah bisa  kita laksanakan apabila kita masih memiliki hati yang angkuh yang merasa  berhak menghakimi, menilai, mencap, atau memvonis orang lain sesuka  kita. Oleh karena itu, jauhilah perilaku seperti para ahli Taurat dan  orang-orang Yahudi yang merasa diri mereka begitu benar sehingga layak  untuk menghakimi dan menjauhi orang lain. Seperti Yesus yang tetap  mengasihi dan mau mengulurkan tanganNya, kasihilah mereka, karena mereka  pun layak beroleh kesempatan untuk selamat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan menghakimi agar tidak dihakimi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1293274328488252926?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1293274328488252926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-zakheus-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1293274328488252926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1293274328488252926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-zakheus-di.html' title='Renungan Harian Online: Zakheus di antara Yesus dan Ahli Taurat'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-6640557986616123286</id><published>2011-07-23T22:30:00.000+07:00</published><updated>2011-07-23T22:30:12.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Samgar</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/07/samgar.html"&gt;Samgar&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Hakim Hakim 3:31&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang  Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya.  Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="samgar" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/samgar-1.jpg" /&gt;"Apa  sih yang saya punya..saya tidak akan pernah bisa menang bersaing untuk  mendapatkannya.." kata seorang teman yang sudah patah semangat duluan  dalam mendekati gadis yang ia sukai. Ini hanya contoh kecil dalam satu  jenis persaingan karena dalam hidup ini kita akan sering berhadapan  dengan begitu banyak kejadian dimana kita harus cukup tangguh dan kuat  untuk menghadapi persaingan. Apalagi sekarang era globalisasi, dimana  persaingan menjadi semakin luas. &lt;i&gt;"Only the strong survive"&lt;/i&gt;, kata  sebagian orang, dan memang seperti itulah kelihatannya. Kita menyaksikan  banyak jagoan yang sanggup mengalahkan ratusan musuh sendirian, tetapi  itu kan hanya terjadi di film-film saja. Begitu pikir kita. Kita  seringkali mengukur diri kita terlalu rendah, merasa tidak mampu bahkan  sebelum mencoba. Sedihnya itu kita anggap sebagai hal yang logis. Menang  dalam persaingan sengit hanya mimpi, dongeng atau apapun yang tidak  logis dan realistis. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin kita sudah melihat sendiri bahwa kita adalah hasil dari benih  pemenang. Benih yang menang dari persaingan dengan 300 juta benih  lainnya. Tanpa sadar kita ternyata sudah menang bahkan sebelum mengerti  apa-apa. Hari ini mari kita lihat seorang tokoh yang mungkin tidak  seterkenal beberapa tokoh besar dalam Alkitab seperti Musa, Abraham,  Yusuf, Daud dan sebagainya. Tapi meskipun demikian, tokoh ini ternyata  sangat fenomenal karena mampu mengalahkan 600 orang hanya dengan  bersenjatakan tongkat penghalau lembu. Namanya &lt;b&gt;Samgar&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Samgar memang kalah populer dari nama-nama besar lainnya yang sudah  sangat kita kenal. Itu tidaklah mengherankan, karena Samgar hanya  muncul dua kali dalam alkitab, yaitu pada kitab Hakim Hakim 3:31 yang  menjadi ayat bacaan hari ini, dan kemudian disebutkan sekali lagi dalam  nyanyian Debora di dalam Hakim Hakim 5:6. Namun meski demikian, apa yang  dilakukan Samgar tetap tercatat di dalam alkitab. &lt;i&gt;"Sesudah dia,  bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat  penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga  menyelamatkan orang Israel."&lt;/i&gt; (Hakim Hakim 3:31). Ia mampu menewaskan  600 orang Filistin dengan hanya bersenjatakan tongkat penghalau lembu.  Rasanya pendekar-pendekar kungfu bersenjata tongkat bahkan pedang pun  sulit menyamainya. Apakah Samgar juara kungfu? Saya yakin tidak. Apakah  dia ahli ilmu bela diri? Itupun saya rasa tidak.. Lantas apa yang  membuatnya mampu mengalahkan demikian banyak? Saya percaya semua itu &lt;b&gt;karena bantuan Tuhan&lt;/b&gt;.  Dia percaya pada penyertaan Tuhan, dia siap dan maju menghadapi  lawan-lawannya, dan pada akhirnya ia memenangkan peperangan dengan  mencatat hasil yang sangat mencengangkan. Tidak saja Samgar yang  selamat, tapi juga menyelamatkan orang Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi peperangan atau persaingan menjadi bagian dalam hidup kita  sehari-hari. Seringkali semakin tinggi anda menapak naik, semakin besar  dan berat pula tingkat persaingannya. Tapi ingatlah bahwa kata  mencengangkan, mengherankan, ajaib, itu semua bukanlah hal baru bagi  Tuhan. Baik di masa lalu, seperti yang tertulis sepanjang alkitab yang  tebal ini, bahkan hingga hari-hari ini, Tuhan tetap menunjukkan bahwa  Dia mampu menjungkirbalikkan logika manusia dengan rangkaian mukjizat  dan keajaiban yang terus Dia lakukan. Yesus pun berkata: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Lukas 18:27). Dan kita tahu, &lt;i&gt;nothing is impossible with God.&lt;/i&gt;  600 masalah sekalipun akan mampu kita atasi apabila kita percaya dan  mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Bersaing dengan 600 orang bukan hal yang  tidak mungkin kita menangkan. Jika kita mengacu pada yang dicatat dalam  alkitab, Tuhan telah berulang kali menunjukkan bahwa tidak ada yang  tidak mungkin dan tidak mampu Dia lakukan. Lihatlah siapa yang Dia pilih  untuk mengalahkan raksasa Goliat yang juga orang Filistin. Bukan  panglima perang tinggi besar, tapi Daud, yang ketika itu masih muda,  yang masih kemerah-merahan. (1 Samuel 17:42). Contoh lain, lihatlah  kisah Gideon (Hakim-Hakim 6-8), bagaimana Tuhan menyuruh Gideon  mengumpulkan hanya 300 prajurit saja, untuk menghadapi orang Midian dan  Amalek yang seperti belalang banyaknya atau bahkan seperti pasir di tepi  laut banyaknya. Dari yang bukan kisah peperangan pun sama. Yusuf dijual  saudaranya ke Mesir, ia hanya sendirian, namun ia memenangkan  perjuangan hidup dan menjadi raja. Nuh disuruh membangun kapal yang luar  biasa besar pada usianya yang sudah lanjut, ia hanya sendirian, mungkin  hanya dibantu oleh anak-anaknya, namun ia mampu. Banyak lagi  kisah-kisah yang bisa mendasari kita untuk mampu tampil sebagai pemenang  mengatasi berbagai persoalan, bahkan yang kelihatannya tidak mungkin  sekalipun. Intinya, dengan adanya penyertaan Tuhan, jika kita percaya  sepenuhnya pada Tuhan, maka kita pasti berhasil mengatasi masalah  apapun. Mungkin kita pun sendirian bergumul saat ini dengan  permasalahan, namun sebenarnya kita tidak pernah sendirian, karena Yesus  tetap ada bersama kita. &lt;i&gt;"Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."&lt;/i&gt;(Matius 28:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan dapat memakai siapapun secara luar biasa. Kita mungkin bukanlah  orang yang luar biasa bisa segalanya, kita bukan bangsawan yang kaya  raya, mencapai jenjang pendidikan yang tertinggi sejagat, orang  terpintar yang pernah hidup, IQ paling tinggi sepanjang sejarah dan  lain-lain. Kita mungkin hanyalah orang biasa yang tidak dikenal orang,  namun kita bisa menjadi orang biasa seperti Samgar, yang mengandalkan  Tuhan dan percaya sepenuhnya dalam menghadapi masalah lalu keluar secara  mencengangkan sebagai pemenang. Bagi orang dunia mungkin kita yang  mengandalkan Tuhan sepenuhnya tidaklah terkenal, bahkan mungkin  direndahkan, namun percayalah, Tuhan mengenal dan berkenan pada  anak-anakNya yang mengasihi dan percaya padaNya. Berbagai hal ajaib  Tuhan pakai untuk menyatakan diriNya. Bahkan Tuhan lebih suka memakai  orang-orang lemah atau bodoh untuk menunjukkan siapa Dia. &lt;i&gt;"Tetapi apa  yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang  berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan  apa yang kuat"&lt;/i&gt; (1 Korintus 1:27). Semua ini mengajarkan kita agar &lt;b&gt;menggantungkan iman bukan kepada akal dan logika manusia, tetapi pada kekuatan Allah&lt;/b&gt;.  (1 Korintus 2:5). Untuk mampu dipakai Allah secara luar biasa dan untuk  mampu lepas dari masalah, kuncinya hanyalah tetap berusaha  sebaik-baiknya sambil terus mengandalkan hikmat Allah, bukan pada  kekuatan sendiri atau kemampuan manusia yang terbatas. Untuk itu,  janganlah pernah putus asa, jangan pernah menyerah, jangan pernah kecil  hati, karena dengan iman yang benar, Tuhan pun akan mampu melakukan  pekerjaan-pekerjaan yang ajaib lewat hidup kita. Dan jika Tuhan yang  berada bersama kita, anda akan tercengang melihat bahwa anda mampu  menang lebih dari yang anda kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersama Tuhan ada kemenangan yang mencengangkan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-6640557986616123286?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/6640557986616123286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-samgar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6640557986616123286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6640557986616123286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-samgar.html' title='Renungan Harian Online: Samgar'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1945829018484119267</id><published>2011-07-16T19:53:00.002+07:00</published><updated>2011-07-16T19:53:56.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Yesus Sahabat Sejati</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/07/yesus-sahabat-sejati.html"&gt;Yesus Sahabat Sejati&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yohanes 15:14&lt;br /&gt;=========================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="Yesus sahabat sejati" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/Yesus-sahabat-sejati.jpg" /&gt;Mencari  sahabat itu susah-susah gampang. Bagi sebagian orang yang beruntung,  mereka bisa memiliki banyak sahabat yang tidak saja hadir di kala  senang, tetapi juga ada di waktu susah. Sebagian orang lagi masih  kesulitan untuk bisa mendapatkan teman berbagi sebagai sahabat yang  sejati. Ada yang memang kesulitan untuk membuka diri dan bergaul, tetapi  ada pula yang masih tetap kesulitan meskipun mereka sudah membuka pintu  persahabatan dengan orang lain. Semakin hari manusia semakin bersikap  individualis. Manusia cenderung semakin tidak peduli terhadap sesamanya  dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan hari-hari ini kita melihat  begitu banyak orang yang merasa kesepian, merasa sendirian dalam memikul  beratnya beban kehidupan. Kesunyian begitu mencekam, sedih rasanya  ketika mendapati bahwa tidak ada lagi siapapun yang peduli terhadap  penderitaan mereka. Tapi benarkah kita harus sendirian menghadapi semua  itu? Alkitab berkata tidak. Hanya sahabat sejatilah yang mau tetap  berada bersama kita di saat kesusahan, dan betapa indahnya ketika  mengetahui bahwa Yesus sudah menyatakan DiriNya sendiri sebagai seorang  sahabat yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lagu berjudul &lt;b&gt;"What a Friend We Have in Jesus"&lt;/b&gt; saya  dengarkan saat ini lewat suara Alan Jackson. Lagu yang aslinya ditulis  sudah sangat lama pada pertengahan tahun 1800 an oleh Joseph Scriven ini  begitu indah menegaskan bahwa Yesus adalah sahabat sejati yang paling  luar biasa yang bisa kita temukan. Manusia yang tidak sempurna kadang  kala bisa mengecewakan kita, tetapi Tuhan yang begitu besar kasihNya,  bahkan telah menebus kita semua agar bisa selamat masuk ke dalam  KerajaanNya kelak menegaskan bahwa Dia rindu untuk menjadi sahabat kita.  Seorang sahabat berbeda dengan teman yang bisa datang dan pergi kapan  saja. Seorang sahabat yang sejati akan selalu berusaha hadir bersama  kita menjadi pendengar yang baik, menghibur, menguatkan dan memberi  bantuan di kala kita butuhkan. Dan bentuk persahabatan seperti itulah  yang diulurkan Tuhan kepada kita. Jika anda menyadari hal ini maka anda  tidak perlu takut untuk mati dalam kesunyian. Yesus adalah Sahabat yang  sejati yang selalu bersama kita hingga akhir masa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sendiri melalui Kristus telah membuka diri untuk menjadikan kita  sahabat-sahabatNya. Dengan segala keistimewaan yang bisa kita dapatkan  dari seorang sahabat di dunia, kita bisa mendapatkan jauh lebih dari itu  lewat sosok Allah yang tak terukur dan tak terbatas kasih setiaNya.  Yesus sendiri sudah mengatakan hal itu. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Yohanes 15:14). Kita mendapat kehormatan sebagai sahabatNya apabila  kita menuruti dan melakukan perintahNya. Apa yang diperintahkan Yesus  sebenarnya tidaklah banyak, dan itu bisa kita baca dalam ayat  sebelumnya. &lt;i&gt;"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu."&lt;/i&gt;  (ay 12). Jika kita melakukan apa yang Dia perintahkan kepada kita, maka  kita memperoleh kehormatan yang teramat sangat istimewa yaitu menjadi  sahabat Yesus. Jika membangun persahabatan dengan sesama manusia saja  sudah begitu luar biasa, apalagi jika persahabatan itu terjalin antara  kita dengan Yesus, Tuhan yang tidak terbatas kuasaNya melebihi segala  sesuatu di jagad raya ini. Lihat apa kata Yesus berikut: &lt;i&gt;"Aku tidak  menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat  oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah  memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari  Bapa-Ku."&lt;/i&gt; (ay 15). Lihatlah betapa besar nilai persahabatan bagi  Yesus. Dia siap untuk memberitahukan segala rahasia Kerajaan Allah,  menyampaikan isi hati Tuhan kepada kita yang telah Dia anggap sebagai  sahabatNya. Jika dalam Amsal kita membaca&lt;i&gt; "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran"&lt;/i&gt;  (Amsal 17:17), Yesus pun menyediakan seluruh waktuNya untuk itu, bahkan  jauh lebih besar lagi, karena dalam Injil kita bisa melihat sendiri  seperti apa tingginya nilai seorang sahabat di mata Kristus sendiri. &lt;i&gt;"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."&lt;/i&gt;  (Yohanes 15:13). Yesus sudah melakukan itu terlebih dahulu. Dia rela  turun ke dunia mengambil rupa sebagai hamba, memikul salib-salib yang  seharusnya kita pikul, dan naik di paku di atasnya menggantikan kita  semua yang seharusnya berada di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada kesediaan Yesus untuk membuka dan memberitahukan segala  isi hati Bapa kepada kita menunjukkan bahwa Dia sendiri menganggap tidak  ada rahasia di antara sahabat. Kita akan dengan nyaman membuka segala  rahasia kita kepada orang yang sudah kita anggap sebagai sahabat kita,  dan begitu pula dengan Tuhan. Firman Tuhan berkata &lt;i&gt;"TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."&lt;/i&gt;  (Mazmur 25:14). Takut akan Tuhan juga berarti bersikap hormat kepada  Tuhan dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya.  Menjadi sahabat Tuhan akan membuat kita mendapat penyingkapan berbagai  rahasia surgawi, mengetahui isi hati Tuhan dan mendengar apa yang  menjadi rencana-rencanaNya. Apabila kita mengasihi Tuhan selayaknya  seorang sahabat, menjaga untuk tidak menyakiti atau mengecewakan  perasaan Tuhan, tetap dekat dan melakukan segala perintahNya dengan  taat, maka Tuhan akan meletakkan kita di deretan sahabat-sahabatNya yang  terdekat. Tuhan sudah mengulurkan tangan untuk menjalin persahabatan  dengan kita. Apakah kita mau menyambut uluran tanganNya atau memilih  untuk menepis tawaran yang sedemikian istimewa ini? Jika ada di antara  teman-teman yang hari ini merasa kesepian dalam kesunyian, jangan lupa  bahwa anda sesungguhnya memiliki Yesus sebagai Sahabat sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yesus adalah sahabat terbaik yang bisa kita miliki&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1945829018484119267?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1945829018484119267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-yesus-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1945829018484119267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1945829018484119267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-yesus-sahabat.html' title='Renungan Harian Online: Yesus Sahabat Sejati'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3917035542379621691</id><published>2011-07-09T18:38:00.002+07:00</published><updated>2011-07-09T18:38:33.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Semak Duri</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/07/semak-duri.html"&gt;Semak Duri&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Markus 4:19&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah  yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya  kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit  firman itu sehingga tidak berbuah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="semak duri" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/semak-duri.jpg" /&gt;Bayangkan  seandainya anda harusw berjalan melalui semak duri. Itu tentu sama  sekali tidak nyaman, bahkan bisa menyakitkan. Setiap saat anda harus  berteriak tertusuk dari kiri dan kanan, dan anda akan mendapati diri  anda penuh luka sebagai akibatnya. Tidak akan mungkin kita bisa berjalan  melewati semak duri mulus-mulus saja, walaupun kita sudah berusaha  berhati-hati sebisa mungkin. Teman saya pernah harus melewati jalan  penuh semak duri dalam perjalanannya di tengah hutan, dan ia bercerita  tubuhnya penuh goresan setelahnya. Padahal ia sudah berjalan pelan-pelan  dalam menembusnya. Duri-duri itu memang berukuran kecil, tetapi  ketajamannya sanggup merobek kulit kita. Sakitnya pun bukan main jika  tertusuk satu duri kecil sekalipun. Ada satu duri yang kemudian terinjak  oleh teman saya tadi, dan itu mengakibatkan kakinya mengalami  pembengkakan akibat infeksi. Ia demam, menggigil dan sempat hampir  pingsan ketika dirawat karena tidak mampu menahan sakitnya. Jika  tertusuk duri saja sudah sakit, bayangkan bagaimana rasa sakit itu  justru sesudah luka itu membengkak. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberi sebuah perumpamaan menarik mengenai penabur firman  dalam Markus 4:1-20. Ada yang jatuh di tanah berbatu-batu, kata Yesus  dalam ayat 16, dan kita sama-sama tahu bahwa tanaman tidak akan bisa  berakar kuat apabila akarnya tidak bisa menembus kerasnya batu. Kalaupun  tumbuh tentu tidak akan bisa baik hasilnya. Seperti perumpamaan itu,  demikian pula orang yang menerima firman Tuhan tetapi hatinya  berbatu-batu.&lt;i&gt; "Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang  berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera  menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan  sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan  karena firman itu, mereka segera murtad."&lt;/i&gt; (ay 16-17). Lalu ada firman yang jatuh tertabur di &lt;b&gt;semak duri&lt;/b&gt;, yang saya ingin fokus hari ini. Yesus berkata:&lt;i&gt;  "Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang  mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan  dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman  itu sehingga tidak berbuah."&lt;/i&gt; (ay 18-19). Seringkali kita awas  terhadap kejahatan-kejahatan yang besar, kita bisa menghindarinya,  tetapi seringkali pula kita melupakan berbagai dosa-dosa kecil, yang  mungkin tidak terlihat atau kurang terasa, namun seperti duri, meski  kecil namun tetap bisa melukai dan mencelakakan kita. Ayat 19 dalam  bahasa Inggris (AMP) berbunyi: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Then the cares and anxieties of  the world and distractions of the age, and the pleasure and delight and  false glamour and deceitfulness of riches, and the craving and  passionate desire for other things creep in and choke and suffocate the  Word, and it becomes fruitless."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Perhatikan bahwa disana dikatakan bahwa duri-duri ini bisa &lt;b&gt;menyusup &lt;/b&gt;lalu &lt;b&gt;mencekik&lt;/b&gt;  Firman itu sehingga tidak bisa berbuah. Jika kita melihat apa saja yang  dikatakan duri dalam ayat ini, maka kita akan mendapatkan bahwa secara  umum duri-duri itu adalah sesuatu yang kita anggap tidak berbahaya atau  relatif kecil, sehingga kita kerap memberi toleransi atau membiarkan hal  itu berlangsung dalam hidup kita. Apa saja? &lt;i&gt;&lt;br /&gt;- Cares and anxieties of the world&lt;/i&gt; (kekuatiran dan kegelisahan dalam dunia)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- Distractions of the age&lt;/i&gt; (gangguan atau kebingungan dari zaman ini), &lt;i&gt;the pleasure and delight&lt;/i&gt; (kesenangan dan kegembiraan)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- false glamour and deceitfulness of riches&lt;/i&gt; (kegemerlapan yang palsu dan tipu daya kekayaan)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- the craving and passionate desire for other things&lt;/i&gt; (kecanduan dan hasrat yang menggebu untuk hal-hal lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah. Bukankah point-point di atas merupakan sesuatu yang  seringkali tidak kita cermati dalam hidup, dan terus menerus kita  biarkan berada bahkan berkuasa dalam hidup kita? Inilah semak-semak  duri, yang walaupun kecil tetapi sanggup mencekik Firman sehingga tidak  bisa berbuah. Bukan saja dikatakan &lt;i&gt;choke&lt;/i&gt;, tetapi juga &lt;b&gt;&lt;i&gt;"suffocate"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,  yang artinya membunuh dengan cara menghambat akses masuknya  udara/oksigen sehingga kita tidak bisa bernafas. Bayangkan seandainya  muka kita dibekap dengan plastik sehingga tidak bisa bernafas, seperti  itulah contoh &lt;i&gt;suffocate&lt;/i&gt; tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah bagus apabila kita sudah mampu menghindari kejahatan-kejahatan  yang besar, namun jangan lupakan pula hal-hal yang terlihat kecil namun  cukup punya kemampuan untuk membuat firman tidak bisa berbuah bahkan  mematikan kita. Dimana seharusnya firman itu jatuh? Ayat selanjutnya  mengatakan:&lt;i&gt; "Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah  orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang  tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang  seratus kali lipat."&lt;/i&gt; (ay 20). Jatuh di tanah yang subur dan gembur,  itu akan membuat firman itu bisa berbuah puluhan bahkan ratusan kali  lipat. Seperti itulah dikatakan firman yang jatuh di hati yang baik.  Paulus mengingatkan Timotius dalam suratnya seperti ini: &lt;i&gt;"Seorang  prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal  penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya."&lt;/i&gt;  (2 Timotius 2:4). Kita diminta untuk tidak memusingkan diri dengan  soal-soal penghidupan, dan seharusnya lebih fokus untuk membuat kita  berkenan kepada Tuhan, Sang Pencipta dan Pemilik kita. Pada akhirnya  kita akan menyadari bahwa tidak ada satupun hal yang lebih penting  selain meluangkan waktu dalam doa dan Firman bersama Tuhan,  menghidupinya dalam setiap langkah kehidupan kita juga mengawasi  "duri-duri" kecil yang mampu menghambat atau bahkan menghentikan langkah  kita. Tebang habis semua semak duri, dan biarkan firman itu jatuh di  tempat yang baik lalu berbuah berkali-kali lipat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelihara rohani kita dan jauhkanlah dari semak-semak duri&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3917035542379621691?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3917035542379621691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-semak-duri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3917035542379621691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3917035542379621691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-semak-duri.html' title='Renungan Harian Online: Semak Duri'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4535712256194472872</id><published>2011-07-03T17:28:00.002+07:00</published><updated>2011-07-03T17:28:41.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Keyakinan Akan Injil</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/07/keyakinan-akan-injil.html"&gt;Keyakinan Akan Injil&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Roma 1:16&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil  adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,  pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="keyakinan akan Injil" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/yakin-pada-Injil.jpg" /&gt;Ada  banyak sekali defenisi orang tentang hidup. Itu menunjukkan betapa  banyaknya aspek kehidupan yang bisa kita pandang dari banyak sisi. Salah  satu defenisi kehidupan yang pernah saya baca mengatakan &lt;i&gt;"life is a war zone"&lt;/i&gt;.  Hidup itu bagaikan berada di medan pertempuran. Setiap hari kita  bertempur dengan segala hal. Kesulitan hidup, tantangan, godaan dan  sebagainya. Itu memang sebuah gambaran hidup. Hidup tidak pernah mudah,  dan tidak pernah main-main. Hidup adalah sesuatu yang nyata, yang harus  kita perjuangkan untuk bisa memperoleh yang terbaik di dalamnya. Apalagi  untuk menjalani hidup di dalam kekristenan. Setiap saat ada begitu  banyak pola kehidupan dunia yang akan siap menjerat dan menjerumuskan  orang-orang percaya untuk tersesat di dalamnya. Bayangkan seandainya  anda berjalan di tengah angin yang sangat kencang, yang siap melemparkan  anda kesana kemari tanpa arah yang pasti, malah anda mungkin celaka  karena bisa saja mendarat di tempat-tempat yang salah. Hidup di dunia  pun seperti itu. Apa yang anda perlukan agar tidak terbawa angin kencang  tanpa arah itu? Anda butuh pegangan, dimana anda bisa berpegang erat  agar tidak terseret, dimana anda bisa mencengkram kuat dan bertahan agar  selamat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Roma, Paulus menyebutkan apa yang menjadi pegangan yang menyelamatkan ini. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sebab  aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah  kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,  pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Roma  1:16). Keyakinan yang kokoh dalam Injil inilah yang terbukti mampu  menguatkan Paulus dalam pelayanannya kemana-mana. Mengingat masa lalu  Paulus yang kelam sebelum ia bertobat, tentu ia tahu benar bagaimana  pentingnya pegangan ini agar ia tidak sampai jatuh ke dalam jurang  kebinasaan. Bukan itu saja, tapi Paulus pun rindu untuk memberitakan  kepada orang lain sebanyak mungkin, karena selain Injil merupakan &lt;b&gt;KEKUATAN ALLAH YANG MENYELAMATKAN&lt;/b&gt;, tetapi juga itu berlaku bagi semua orang percaya tanpa terkecuali. Mengapa demikian? Ayat selanjutnya berkata &lt;i&gt;"&lt;b&gt;Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman&lt;/b&gt;, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."&lt;/i&gt;  (ay 17). Injil punya kekuatan yang menyelamatkan sebab di dalamnya  nyata tertulis segala sesuatu tentang kebenaran Allah, yang akan bisa  kita mengerti lewat iman dan itu pun memimpin kepada iman. Injil punya  kekuatan yang akan menumbuhkan, mengokohkan atau menguatkan iman kita.  Dan orang benar akan selalu hidup oleh iman. &lt;i&gt;Faith, that's the key that will make us keep going stronger and better. &lt;/i&gt;Dan ingat bahwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;"iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Roma 10:17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berbahayanya jika kita malas membaca dan merenungkan Firman  Tuhan. Kita tidak akan tahu apa saja janji Tuhan, teguran, nasihat dan  laranganNya. Alangkah berbahaya juga apabila kita sudah tahu tetapi  masih saja ragu terhadapnya. Tidak sedikit dari orang-orang percaya hari  ini yang pegangannya sangat lemah. Mereka hidup dalam keraguan, mudah  terpengaruh oleh berbagai macam angin pengajaran yang seolah terlihat  baik namun di dalamnya terkandung begitu banyak penyesatan. Mereka  memberi batas toleransi yang begitu longgar, mencari  pembenaran-pembenaran bukan sesuai Firman Tuhan tetapi berdasarkan  anggapan mereka sendiri. Dan ini akan sangat berbahaya mengancam  keselamatan yang sesungguhnya telah dianugerahkan Tuhan kepada kita atas  kasih karuniaNya. Yakobus menyinggung mengenai orang yang terus mendua  hati, hidup terombang-ambing di dalam keraguan ini.&lt;i&gt; "...sebab orang  yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke  mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan  menerima sesuatu dari Tuhan."&lt;/i&gt; (Yakobus 1:6-7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain Yesus pun mengingatkan kita agar terus membangun  kehidupan berdasarkan Injil lewat contoh seperti halnya kita membangun  rumah. &lt;i&gt;"Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan  perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan  siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan  rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas  batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu  tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi  barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama  dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika  banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."&lt;/i&gt;  (Lukas 6:47-49). Mendasarkan perjalanan hidup pada perkataanNya itu  bagaikan membangun rumah di atas pondasi batu karang yang kuat. Injil,  itulah pegangan yang mampu membuat kita kuat dan kokoh berdiri meski  terpaan angin yang siap menyeret kita terus bertiup kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan main-main dengan keyakinan iman kita. Jangan mundur maju dalam  keimanan akan Kristus. Hindari keterikatan-keterikatan atau  godaan-godaan yang ditawarkan berbagai ajaran dunia. Injil yang kita  pegang hari ini berasal dari Kerajaan Allah. Itulah pegangan yang hidup,  berisi kekuatan Allah dan itu tidak berasal dari dunia. Itu seperti  yang dikatakan Paulus: &lt;i&gt;"Sebab aku menegaskan kepadamu,  saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil  manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia  yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan  Yesus Kristus.&lt;/i&gt;" (Galatia 1:11-12). Di dalam Injil terkandung keselamatan, itu disediakan buat kita selama kita bisa teguh berpegang kepadanya.&lt;i&gt; "&lt;b&gt;Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu&lt;/b&gt;--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya."&lt;/i&gt;  (1 Korintus 15:2). Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa yakin jika  kita masih saja malas membacanya? Hidup tanpa pegangan akan sangat  berbahaya, karena hidup ini adalah medan pertempuran. Kita tidak akan  punya kekuatan untuk bertahan dan melawan berbagai godaan dan  tawaran-tawaran dari pengajaran yang menyesatkan. Keyakinan akan Injil  akan membuat kita punya kekuatan untuk itu. Injil merupakan kekuatan  Allah yang menyelamatkan, karena itu berpeganglah dengan keyakinan penuh  sehingga kita tidak gampang diombang-ambingkan dalam keraguan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tinggallah di dalam FirmanNya agar kita memperoleh kekuatan Allah yang menyelamatkan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4535712256194472872?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4535712256194472872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-keyakinan-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4535712256194472872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4535712256194472872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/07/renungan-harian-online-keyakinan-akan.html' title='Renungan Harian Online: Keyakinan Akan Injil'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1479851989801954550</id><published>2011-06-30T20:01:00.001+07:00</published><updated>2011-06-30T20:01:01.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Gembira dalam Bekerja</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/06/gembira-dalam-bekerja.html"&gt;Gembira dalam Bekerja&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayat bacaan: Pengkhotbah 3:22&lt;br /&gt;=======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada  bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena  siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="senang dalam bekerja" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/gembira-dalam-bekerja.jpg" /&gt;Terus  bergonta-ganti pekerjaan dilakukan oleh banyak orang, termasuk salah  seorang yang tinggal tidak jauh dari rumah saya. Ketika sebagian orang  kesulitan mencari satu pekerjaan saja, ia terus keluar masuk dari  perusahaan yang satu ke yang lain. Ia juga mencoba membuka usaha, mulai  dari fotokopi, berjualan pakaian, sepatu dan sebagainya, tetapi lucunya  lagi tidak satupun yang bisa membuatnya betah. Seorang teman lainnya  juga sama. Ia sudah mempunyai satu anak, sudah menjadi dosen yang mapan,  lalu menjadi wartawan juga, tetapi kemudian ia meninggalkan semua itu  untuk kembali bersekolah di negara yang rasanya jarang menjadi destinasi  banyak pelajar, meninggalkan anak dan karirnya, justru di usianya yang  sudah paruh baya. Mengapa mereka demikian? Jawaban keduanya sama: mereka  tidak merasa bahagia dengan pekerjaannya. Sementara pengukur bahagia  berbeda-beda bagi setiap orang, merekapun memiliki alasan beragam atas  ketidak-bahagiaannya. Pendapatannya tidak cukup seperti harapan, bosan,  merasa tidak berkembang dan lain-lain, itu bisa menjadi alasan bagi  orang untuk tidak bahagia terhadap karir atau usahanya. Sebagian lagi  mungkin beranggapan bahwa pekerjaannya terlalu rendah, kurang bonafit  atau malah merasa salah profesi. Saya tersenyum melihat seorang tukang  bangunan yang bekerja hanya beberapa langkah dari rumah saya. Ia terus  tersenyum dalam bekerja, ia sangat ramah dan bersahabat, dan sangat  ringan tangan dalam membantu. Apa yang ia katakan pada suatu kali  menunjukkan perbedaan pola pikir dan pandangan dari kedua teman saya  tadi. "Saya memang cuma tukang bangunan pak, tetapi saya menikmati  pekerjaan saya. Badan kotor, tangan kotor, tetapi rumah yang berdiri ini  akan menjadi sebuah hasil karya saya yang tetap akan bisa saya  banggakan kelak." katanya sambil terus tersenyum. Bagi saya itu  mengagumkan, terutama ketika hari-hari ini semakin banyak orang yang  sulit untuk bersyukur dan senang terhadap pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menarik jika melihat bahwa Pengkotbah sudah menyatakan hal  seperti ini lewat perenungan, pengalaman dan kesaksiannya sendiri. &lt;i&gt;"Aku melihat bahwa&lt;b&gt; tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya.&lt;/b&gt; Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?" &lt;/i&gt;(Pengkotbah  3:22). Mencintai profesi atau tidak, Pengkotbah menyimpulkan bahwa  tidak ada yang lebih baik daripada bergembira dalam pekerjaannya.  Mengapa? Karena itu adalah bagian kita masing-masing. Jika kita tidak  berbahagia dengan pekerjaan, apa yang bisa kita dapatkan? Berkeluh kesah  sepanjang hari? Mengasihani diri berlebihan? Emosi? Terus merasa tidak  puas dan kehilangan damai sejahtera? Adakah itu membawa manfaat atau  malah membuat etos kerja kita menurun, mengganggu orang lain bahkan  mendatangkan penyakit bagi diri kita sendiri? Apakah baik apabila kita  sulit bersyukur dan hanya bersungut-sungut tidak pernah merasa puas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya singgung kemarin, soal bahagia atau tidak  bukanlah tergantung dari kondisi atau situasi yang kita hadapi,  melainkan tergantung dari seberapa jauh kita mengijinkan Tuhan untuk  ambil bagian dalam hidup kita. Kebahagiaan atau kegembiraan berasal dari  Tuhan dan bukan dari keadaan. Amsal mengatakan bahwa &lt;i&gt;"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."&lt;/i&gt; (Amsal 15:13). Atau lihatlah ayat lain:&lt;i&gt; "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."&lt;/i&gt;  (Amsal 17:22). Bekerja dengan hati yang lapang, hati yang gembira, itu  adalah obat yang manjur dan menjaga kita agar tetap memiliki semangat  untuk melakukan yang terbaik. Dan rasa syukur kita dalam menikmati  anugerah Tuhan akan membuat itu bisa terjadi. Apakah kita menikmati  pekerjaan dengan penuh rasa syukur sebagai sebuah berkat dari Tuhan atau  kita terus merasa kurang puas, itu tergantung kita. Tuhan sanggup  membuat pekerjaan sekecil apapun menjadi emas. Saya tidak berbicara  mengenai kekayaan materi saja karena itu sangatlah sempit, tetapi  seperti kata buruh bangunan tadi, ia sangat menikmati karya  "monumental"nya sebagai hasi kerja keras dan kesungguhannya. Dan ia akan  terus membuat karya-karya monumental lainnya yang pasti juga akan  sangat ia nikmati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa belajar dari buruh bangunan ini dalam hal memandang sebuah  pekerjaan dari sudut pandang yang baik. Buruh tidaklah dibayar besar.  Tenaga yang ia keluarkan setiap hari membangun rumah tidak kecil, dan  pendapatannya mungkin jauh dibawah orang-orang kantoran yang relatif  mengeluarkan tenaga lebih kecil darinya. Tetapi ia tidak berkecil hati,  ia tidak merasa rendah. Sebaliknya ia sangat menikmati pekerjaannya dan  merasa bahagia dengan itu. Disaat orang berpendapatan lebih besar masih  mengeluh, ia bisa berbahagia dan bersyukur. Alangkah indahnya dunia ini  apabila kita bisa menikmati pekerjaan yang telah Tuhan anugerahkan  kepada kita sebagai berkatNya yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada saat ini di antara kita yang mulai merasa jenuh dengan  pekerjaannya, mungkin ada yang merasa bahwa pekerjaan saat ini tidak  cukup baik, namun saya ingin mengingatkan bahwa &lt;b&gt;Tuhan tidak akan pernah kekurangan cara untuk memberkati kita.&lt;/b&gt; Yang dituntut dari kita adalah &lt;b&gt;bekerja sungguh-sungguh dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia&lt;/b&gt;  (Kolose 3:23), dan alangkah sulitnya untuk bekerja dengan segenap hati  jika kita tidak memiliki hati yang gembira dalam melakukannya. Tinggi  rendah pendapatan bukanlah alasan untuk bergembira atau tidak, karena  saya sudah menyampaikan langsung bagaimana pandangan dari seorang  pekerja yang bagi sebagian orang dianggap rendah, namun ia tetap bahagia  dalam melakukan pekerjaannya. Sebaliknya, tidak jarang kita melihat  keluarga yang hancur, hidup orang yang jauh dari bahagia, padahal mereka  memiliki kekayaan yang besar. Jika demikian, mengapa kita tidak mencoba  memberikan setitik cinta pada pekerjaan kita, apapun itu, mengucap  syukur atas pekerjaan itu kepada Tuhan, memberikan yang terbaik dari  kita, dan melihat bagaimana luar biasanya Tuhan bisa memberkati kita  lewat apapun yang kita kerjakan? Mari belajar dari sang buruh bangunan  bagaimana agar kita bisa bersyukur dan menikmati pekerjaan kita bersama  Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syukuri pekerjaan yang diberikan Tuhan, muliakan Dia didalamnya&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1479851989801954550?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1479851989801954550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-gembira-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1479851989801954550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1479851989801954550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-gembira-dalam.html' title='Renungan Harian Online: Gembira dalam Bekerja'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3967822719987776023</id><published>2011-06-30T15:16:00.009+07:00</published><updated>2011-06-30T15:16:56.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Mendidik Anak yang Berakhlak Baik</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/06/mendidik-anak-yang-berakhlak-baik.html"&gt;Mendidik Anak yang Berakhlak Baik&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Mazmur 119:9&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="mendidik anak" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/mendidik-anak-yang-berakhla.jpg" /&gt;Anak  yang berbakti kepada orang tua, jauh dari kejahatan, tahu sopan santun,  hidup jujur sejak kecil, serius dalam bekerja dan takut akan Tuhan.  Siapa yang tidak ingin mempunyai anak dengan karakter seperti ini? Semua  orang tua, siapapun mereka tentu mendambakan anak yang bisa menjadi  teladan bagi orang lain. Itulah sebabnya meski orang tuanya mungkin  hanya lulusan sekolah tingkat rendah, mereka akan berusaha sedaya upaya  mereka untuk menyekolahkan anak setinggi mungkin. Kalau perlu harta  benda, sawah atau hewan ternak pun dijual demi masa depan anaknya.  Ironisnya ada banyak orang tua yang berpikir bahwa sekolah setinggi  mungkin adalah satu-satunya jawaban agar anaknya bisa menjadi orang  sukses. Kekayaan secara materi seringkali dijadikan satu-satunya tujuan  yang dianggap bisa membawa kebahagiaan. Dan yang juga tidak kalah  ironis, ada banyak orang tua yang berpikir bahwa mereka tetap bisa  berlaku seenaknya dan dalam waktu yang sama berharap anaknya bisa  menjadi anak yang baik. Apa sebenarnya yang bisa membuat seorang anak  tumbuh menjadi teladan dalam tingkah lakunya yang bersih? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan hari ini memberi sebuah jawaban yang sangat sederhana dan singkat. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Mazmur 119:9). Sekolah setinggi mungkin tentu saja tidak salah, bahkan  bagus. Tetapi apalah gunanya segala ilmu tanpa dibarengi dengan sebuah  sikap takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan dan taat kepada perintah  Tuhan? Orang yang pintar tetapi tidak memiliki rasa takut atau hormat  akan Tuhan malah bisa berbahaya. Kekayaan pun sudah terbukti tidak  menjadi jaminan bahwa seseorang akan berbahagia. Meski ada banyak hal  penting yang bisa membuka jalan kesuksesan bagi anak-anak kita,  perhatikanlah bahwa Alkitab sudah berkata ada hal yang jauh lebih  penting, dan itu adalah dengan&lt;b&gt; menjaga anak untuk bertumbuh sesuai dengan, atau senantiasa dalam Firman Tuhan. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab memberikan sebuah contoh yang bisa menjadi pelajaran bagi kita, yaitu &lt;b&gt;Timotius&lt;/b&gt;.  Timotius adalah seorang anak muda yang diberi kepercayaan besar oleh  Paulus sejak masa mudanya. Paulus tentu melihat kualitas dalam diri anak  muda bernama Timotius ini. Dan itu bukanlah sembarangan. Bagaimana  Timotius bisa bertumbuh menjadi seorang pemuda berakhlak baik seperti  itu? Alkitab mencatat bahwa semua itu merupakan hasil didikan turun  temurun dari neneknya. &lt;i&gt;"Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus  ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di  dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu."&lt;/i&gt;  (2 Timotius 1:5). Neneknya merupakan orang beriman yang membesarkan  ibunya dengan sangat baik, lalu iman yang teguh itu pun turun kepada  Timotius. Bayangkan apabila sang nenek tidak menjadi teladan dan tidak  mengajarkan hidup benar kepada sang ibu, Timotius pun tentu bukan  seperti sosok yang dikenal orang percaya hingga hari ini. Tongkat  estafet iman turun temurun dalam bentuk pengajaran untuk hidup benar  hingga sampai kepada Timotius yang sudah bersinar sejak masa mudanya.  Ini bisa menjadi sebuah contoh bahwa orang muda yang dibimbing sejak  semula dengan Firman Tuhan akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang  bersih hidupnya, yang tentu saja akan berbeda dari kebanyakan pemuda  seusianya, dan itu tepat seperti apa yang dikatakan dalam ayat bacaan  hari ini yang diambil dalam kitab Mazmur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus berpesan kepada Timotius:&lt;i&gt; "Jangan seorangpun menganggap engkau  rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya,  dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam  kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."&lt;/i&gt; (1 Timotius 4:12). Ini sebuah  pesan penting yang sesungguhnya baik untuk diindahkan oleh anak-anak  muda seperti kita. Ternyata sejak muda pun kita sudah diminta untuk bisa  menjadi teladan, baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan  dan kesucian. Firman Tuhan, kata ayat Mazmur di atas, adalah jawaban  agar kita bisa menjadi sosok seperti yang diinginkan Tuhan itu. Menjadi  teladan merupakan keharusan bagi orang-orang percaya sejak masih muda  hingga memasuki masa tua. Orang tua tetap harus menjadi teladan, agar ia  bisa mewariskan iman yang takut akan Tuhan kepada anak-anak mereka.  Dari Lois ke Eunike kemudian ke Timotius, itu sudah terbukti, kepada  kita pun sama. Perhatikanlah ayat berikut: &lt;i&gt;"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau &lt;b&gt;perhatikan&lt;/b&gt;, haruslah engkau &lt;b&gt;mengajarkannya berulang-ulang&lt;/b&gt;  kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu,  apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan  apabila engkau bangun.Haruslah juga engkau &lt;b&gt;mengikatkannya sebagai tanda&lt;/b&gt; pada tanganmu dan haruslah itu &lt;b&gt;menjadi lambang &lt;/b&gt;di dahimu&lt;/i&gt;&lt;i&gt;, dan haruslah engkau &lt;b&gt;menuliskannya&lt;/b&gt; pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu."&lt;/i&gt;  (Ulangan 6:6-9). Rangkaian ayat tersebut dengan jelas menyatakan bahwa  orang tua harus mampu mengajarkan anak-anak mereka secara kontinu, terus  menerus, berkesinambungan, tetapi itu belumlah cukup tanpa menjadi  teladan pula terhadap apa yang diajarkan. Artinya, &lt;b&gt;selain cakap mengajar, orang tua pun harus mampu menjadi contoh teladan bagi anak-anaknya.&lt;/b&gt; Dalam surat Efesus, Paulus pun menyerukan hal yang sama.&lt;i&gt;  "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati  anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."&lt;/i&gt; (Efesus 6:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki anak yang berakhlak baik, hidup bersih, takut akan Tuhan adalah  dambaan setiap orang tua. Masalahnya, apakah kita sebagai orang tua  sudah memiliki wawasan yang benar dalam mendidik mereka? Apakah kita  sudah memberi perhatian yang cukup kepada mereka ketika mereka dalam  pertumbuhan? Bukan hanya kebutuhan fisik dan kepintaran yang penting,  tetapi terlebih kebutuhan mereka akan Firman Tuhan. Itulah yang akan  membuat mereka tetap terjaga dari segala hal negatif di dunia ini, dan  itu akan sangat bermanfaat dalam jangka panjang. Jika kita sebagai orang  tua melakukan apa yang diingatkan oleh Firman Tuhan hari ini, kelak di  kemudian hari kita juga yang akan senang melihat anak-anak kita tumbuh  menjadi teladan dalam hal hidup bersih, baik dan benar bagi orang lain,  dan alangkah bahagianya jika kita melihat hal tersebut kemudian  diwariskan kepada cucu kita. Mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari itu  penting. Memberi kesempatan mereka untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya  itu penting. Tetapi jangan lupakan untuk membesarkan mereka dalam  Firman Tuhan, karena itulah yang terutama akan menjaga mereka dari  hal-hal buruk yang tidak kita inginkan. Itu akan menjadi sebuah warisan  yang sangat berharga bagi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lebih dari segalanya, didiklah anak-anak sejak dini dalam Firman Tuhan &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3967822719987776023?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3967822719987776023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-mendidik-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3967822719987776023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3967822719987776023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-mendidik-anak.html' title='Renungan Harian Online: Mendidik Anak yang Berakhlak Baik'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-3319258937205584681</id><published>2011-06-18T22:27:00.002+07:00</published><updated>2011-06-18T22:27:37.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Menyadari Kebaikan Tuhan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/06/menyadari-kebaikan-tuhan.html"&gt;Menyadari Kebaikan Tuhan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Mazmur 34:9&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_3kj4YRN5o9o/TOP9MYaNlKI/AAAAAAAAAhM/x3pYx5oa3B4/s1600/menyadari-kasih-Tuhan.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya negara ini sudah tutup buku.." kata ayah saya barusan lewat  telepon. Ucapan itu ia katakan melihat kondisi negara yang sudah carut  marut tidak jelas seperti sekarang ini. Bayangkan sebuah rumah yang  penuh dengan ribuan tikus-tikus menggerogoti semua perabot, menghabiskan  semua makanan dan menghancurkan rumah. Tidak akan ada rumah yang bisa  bertahan dalam keadaan seperti itu. Ini sebuah analogi yang sangat  menarik, karena kondisi negara kita memang sudah seperti itu akhir-akhir  ini. Koruptor ada dimana-mana, dalam jenjang pemerintahan, perkantoran  sampai perorangan. Orang tidak lagi peduli dengan sesamanya, dengan  kondisi bangsanya sendiri. Mereka hanya peduli terhadap dirinya sendiri  dan tanpa hati sanggup merugikan orang lain. Lembaga-lembaga  pemerintahan tidak lagi malu untuk korupsi, mereka menunjukkan  terang-terangan perbuatan mereka, dan lembaga-lembaga keadilan pun tidak  berfungsi, malah ikut berpesta pora seperti tikus-tikus lainnya.  Melihat keadaan seperti itulah maka ayah saya berkata bahwa seharusnya  tidak ada negara yang bisa bertahan hidup di dalam situasi separah itu.  "Tetapi lihatlah bahwa kita masih tetap bisa berusaha meski memilih  untuk hidup benar." katanya. Dan itu pun memang benar. Secara logika  tidak ada lagi harapan hidup di negara yang penuh tikus kelaparan, yang  siap menghancurkan semuanya demi kepentingan mereka pribadi. Tetapi  meski sulit, kita tetap bisa berjalan, bekerja dan berusaha. Kita tetap  masih bisa hidup meski tidak ikut-ikutan menjadi tikus seperti para  koruptor yang hati nuraninya sudah hilang entah kemana. Jelas, itu semua  karena campur tangan Tuhan yang tetap melindungi umatNya, dan masih  membuat negara ini bisa tetap berdiri lewat doa anak-anakNya. Kondisi  tidak kondusif, tetapi kita masih baik-baik saja, itu adalah bukti nyata  dari kebaikan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita hanya memperhatikan kesulitan sehingga lupa kepada  kebaikan Tuhan. Kita terus mengeluh terhadap situasi sulit, hanya fokus  pada itu dan lupa mengarahkan pandangan kepada Tuhan, melupakan segala  kebaikan dan penyertaanNya yang sebenarnya masih bisa kita rasakan.  Itulah yang disadari oleh Daud, raja Israel yang sama seperti kita juga,  sama-sama manusia dengan pergumulan-pergumulannya sendiri. Meski terus  menerus berada dalam situasi sulit, Daud tidak melupakan kebaikan Tuhan  yang pernah ada dalam hidupnya, bahkan masih merasakannya meski sedang  berada dalam situasi sulit. Mazmur 34 ia tulis bukan ketika ia sedang  dalam keadaan baik. Tapi lihatlah apa yang ia katakan:&lt;i&gt; "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!"&lt;/i&gt; (Mazmur 34:8). &lt;i&gt;Taste and see. &lt;/i&gt;Itu  melibatkan dua panca indera yang bisa merasakan sesuatu secara nyata,  bukan hanya sebatas wacana atau impian saja. Dan itu memang bisa kita  pakai untuk merasakan betapa baiknya Tuhan itu. Sepanjang Mazmur 34 kita  bisa melihat bagaimana mata Daud memandang kebaikan Tuhan. Disaat kita  mencari Tuhan, &lt;b&gt;Dia menjawab&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;melepaskan&lt;/b&gt; dari ketakutan (ay 4), ketika kita berseru &lt;b&gt;Dia mendengar&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;menyelamatkan&lt;/b&gt; kita (ay 7,18), Tuhan berjanji &lt;b&gt;tidak akan membiarkan&lt;/b&gt; orang-orang yang hormat kepadaNya &lt;b&gt;berkekurangan&lt;/b&gt; (ay 10-11), Dia &lt;b&gt;dekat dengan orang-orang yang patah hati dan remuk jiwanya&lt;/b&gt; (ay 19), Dia &lt;b&gt;membebaskan jiwa hamba-hambaNya&lt;/b&gt;, dan&lt;b&gt; membebaskan orang yang berlindung kepadaNya dari hukuman.&lt;/b&gt;  (ay 23). Semua ini merupakan bukti kebaikan Tuhan yang begitu nyata  yang seharusnya kita sadari walau dalam situasi atau kondisi apapun kita  hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan Tuhan seringkali menguap karena kita terlalu fokus terhadap  permasalahan-permasalahan hidup, situasi, kondisi sekitar kita dan  kesulitan-kesulitan yang kita dapati. Saatnya bagi kita untuk mengambil  waktu sejenak, merenungkan, meresapi, mengecap dan merasakan kebaikan  Tuhan yang sesungguhnya tetap ada menyertai kita dalam kondisi seperti  apapun. Seperti apapun situasinya, percayalah bahwa Tuhan tidak akan  meninggalkan anak-anakNya sendirian. Kebaikan dan kasih Tuhan itu nyata  dalam segala kondisi. Kecap dan lihatlah, alamilah langsung kebaikan  Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuhan tetap ada dengan kasih dan kebaikanNya ditengah segala kondisi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-3319258937205584681?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/3319258937205584681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-menyadari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3319258937205584681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/3319258937205584681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-menyadari.html' title='Renungan Harian Online: Menyadari Kebaikan Tuhan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3kj4YRN5o9o/TOP9MYaNlKI/AAAAAAAAAhM/x3pYx5oa3B4/s72-c/menyadari-kasih-Tuhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8156846546044059313</id><published>2011-06-09T15:18:00.002+07:00</published><updated>2011-06-09T15:18:25.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Di Belakang Layar</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/06/di-belakang-layar.html"&gt;Di Belakang Layar&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Matius 6:6b&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"...Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="dibelakang layar" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/dibelakang-layar.jpg" /&gt;Dalam  setiap event musik yang saya liput, saya selalu melihat orang-orang  dibelakang kontrol panel untuk merekam atau mengatur suara ampli yang  keluar dari panggung. Mereka sudah bertugas sebelum acara dimulai, sejak  para musisi mengadakan &lt;i&gt;sound check&lt;/i&gt;, bertugas sepanjang para  musisi beraksi di pentas dan masih harus menggulung kabel-kabel dan  membereskan peralatan setelah acara selesai. Penonton biasanya melupakan  mereka dan lebih tertarik untuk menyaksikan atraksi para artis yang  tampil. Padahal tanpa petugas-petugsa sound man ini acara tidak akan  bisa terlaksana, setidaknya tidak akan bisa maksimal. Karena itulah saya  selalu menyempatkan diri untuk berbincang-bincang bersama mereka  sebelum dan sesudah acara, agar mereka tahu ada yang peduli dan  berterimakasih kepada mereka. Salah seorang dari soundman ini pernah  dengan rendah hati berkata kepada saya bahwa ia tidak membutuhkan  apresiasi dari penonton. "Yang penting acara berjalan sukses, soundnya  enak di dengar, itu sudah cukup bagi saya." katanya. Sebuah kerendahan  hati yang mengagumkan ini saya peroleh justru di tengah keriuhan pentas  musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang-orang di belakang layar yang pekerjaannya sangat  penting demi kesuksesan sebuah acara. Pekerjaan terbaik mereka  seringkali tidak diperhatikan orang, bahkan justru orang lain yang  mendapat kredit atas usaha mereka. Jarang sekali ada orang yang  menghargai atau mengucapkan terimakasih kepada mereka. Bahkan artis di  panggung pun jarang menyapa mereka dari depan, kecuali jika &lt;i&gt;mike&lt;/i&gt;  atau hal-hal lain mengalami gangguan. Dalam banyak hal di kehidupan ini  pun kita kerap menemukan hal yang sama. Mungkin kita pun berada pada  posisi seperti soundman yang kering pujian, tidak dilihat orang,  sementara kita sudah melakukan yang terbaik semampu kita. Ada banyak  orang yang kemudian jadi kehilangan gairah atau semangat karena merasa  tidak dihargai sepantasnya, tetapi meski sedikit jumlahnya, ada  pribadi-pribadi rendah hati seperti &lt;i&gt;soundman&lt;/i&gt; yang saya ajak  berbincang-bincang tadi. Kerendahan hatinya yang mengagumkan inilah  sebenarnya yang harus kita teladani. Bukannya kita tidak diperbolehkan  mendapat penghormatan atau apresiasi dari orang lain, tetapi janganlah  kita menjadi gila hormat dan mendasarkan segala-galanya demi memperoleh  pujian dari orang lain. Pada kenyataannya kebanyakan orang bahkan  berusaha untuk menonjolkan dirinya setinggi mungkin, kalau perlu &lt;i&gt;show off&lt;/i&gt; atau&lt;i&gt; over reacting&lt;/i&gt; untuk memperoleh itu semua. Tuhan tidak menginginkan kita menjadi seperti itu. &lt;b&gt;Bekerja sungguh-sungguh atau sebaik-baiknya dengan kerendahan hati tanpa menuntut pujian dari manusia&lt;/b&gt;, itulah yang dikehendaki Tuhan untuk kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengangkat serangkaian pesan Kristus dalam Matius 6 untuk  hari ini. Dalam pasal ke 6 ini tercatat bagaimana pesan Kristus untuk  diamalkan para murid-muridNya, termasuk kita hari ini. Yesus berkata  bahwa kita harus mau &lt;b&gt;memberi&lt;/b&gt; (ay 1-4), &lt;b&gt;berdoa &lt;/b&gt;(5-6) dan &lt;b&gt;berpuasa&lt;/b&gt; (16-18). Perhatikanlah bahwa semua ini bukanlah bertujuan untuk memperoleh pujian dan pengharagaan dari manusia, tetapi untuk &lt;b&gt;menyenangkan Tuhan&lt;/b&gt;. Dalam hal memberi sedekah, Yesus berkata: &lt;i&gt;"Ingatlah,  jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat  mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang  di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau  mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di  rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku  berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya."&lt;/i&gt; (ay 1-2). Tetapi, &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 4). Lalu dalam hal berdoa, Yesus berkata: &lt;i&gt;"Dan  apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka  suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada  tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata  kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya."&lt;/i&gt; (ay 5) Apa yang harus kita lakukan adalah seperti ini: &lt;i&gt;"Tetapi jika engkau berdoa, &lt;b&gt;masuklah  ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada  di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan  membalasnya kepadamu&lt;/b&gt;."&lt;/i&gt; (ay 6). Selanjutnya dalam hal berpuasa, dikatakan:&lt;i&gt;  "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang  munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka  sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah  mendapat upahnya."&lt;/i&gt; (ay 16). Apa yang harus kita lakukan? &lt;i&gt;"Tetapi apabila engkau berpuasa, &lt;b&gt;minyakilah  kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa  engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat  tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya  kepadamu.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt; (ay 17-18). Perhatikanlah bahwa dalam ketiga hal ini  kita diajarkan untuk melakukannya tanpa perlu diketahui orang lain, dan  ketiganya berkata sama,&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 4,6 dan 18). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dasar manusia memang menginginkan penghargaan, pujian dan ucapan  terimakasih atas usaha baik, jerih payah atau kerja keras yang kita  keluarkan. Tidak ada yang salah dengan kata-kata yang menguatkan,  memberi semangat atau penghargaan memang, selama itu tidak berlebihan  dan tidak menjadi dasar kita untuk melakukan yang terbaik. Ingatlah ada  atau tidak ada penghargaan dari manusia, Tuhan tetap memperhatikan itu.  Kita harus mulai mengganti arah tujuan kita bukan untuk diri sendiri  lagi tetapi untuk orang lain, dan ketika kita melayani Tuhan di belakang  layar, tanpa perlu ditunjukkan kepada orang lain, maka Tuhan akan  melihat dan membalasNya dengan berlimpah-limpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuhan akan selalu melihat dan membalas ketulusan anak-anakNya dalam memberi yang terbaik&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8156846546044059313?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8156846546044059313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-di-belakang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8156846546044059313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8156846546044059313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-di-belakang.html' title='Renungan Harian Online: Di Belakang Layar'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8599775733460735806</id><published>2011-06-03T11:20:00.002+07:00</published><updated>2011-06-03T11:20:32.860+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Kumbang Pembombardir</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/06/kumbang-pembombardir.html"&gt;Kumbang Pembombardir&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Ayub 12:10&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dia mengatur hidup segala makhluk yang ada; Dia berkuasa atas nyawa setiap manusia." (BIS)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="kumbang pembombardir" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/kumbang-pembombardir.jpg" /&gt;Ada  sebuah binatang yang sangat unik hingga dianggap oleh sebagian peneliti  sebagai serangga dengan pertahanan paling unik di dunia. Nama serangga  ini adalah kumbang pembombardir, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut  dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bombardier Beetle&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Seperti halnya kumbang lainnya,  ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya  pada umumnya. Tetapi lihatlah sistem pertahanannya yang luar biasa  anehnya. Ketika terancam, kumbang ini akan menyemprotkan musuhnya dengan  campuran panas yang mengandung bahan kimia yang mampu membakar kulit.  Dua zat kimia, hydroquinone dan hydrogen peroxide diproduksi dan  disimpan di dalam kumbang-kumbang ini secara terpisah di ujung perutnya.  Ketika kedua bahan kimia ini dicampur maka terjadilah reaksi kimia yang  berbahaya. Musuhnya akan mendengar suara letusan bagai meriam di balik  awan racun campuran bahan kimia tersebut, dengan suhu yang bisa mencapai  100 derajat Celcius. Dan yang lebih hebat lagi, kumbang ini mampu  mengarahkan tembakan cairan beracun ini tepat menuju sasaran.  Tembakannya pun punya kecepatan yang luar biasa. Dengan kemampuan ini,  kumbang yang kecil terbukti mampu membunuh atau setidaknya melukai  predator yang mengancam hidup mereka, bahkan yang berukuran jauh di  atasnya. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik melihat keunikan dari berbagai hewan yang ada di muka  bumi ini. Seperti kumbang pembombardir diatas misalnya, meski tubuhnya  kecil dan mungkin sekali pijak saja sudah hancur berantakan, namun  sistem pertahanannya diciptakan Tuhan begitu luar biasa. Apakah kita  pernah memikirkan betapa hebatnya ciptaan-ciptaan Tuhan di muka bumi  ini? Ayub tampaknya memikirkan hal itu. Ambil contoh lain ketika Ayub  menyinggung tentang burung unta atau ostrich. Burung unta bukanlah jenis  burung yang memiliki figur ibu yang baik. Ayub mencatat bahwa burung  unta ini bagai tidak punya kasih sayang terhadap anaknya sendiri. &lt;i&gt;"Sebab  telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di  dalam pasir, tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan  diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. Ia memperlakukan anak-anaknya  dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tidak peduli, kalau  jerih payahnya sia-sia." &lt;/i&gt;(Ayub 39:17-19). Meski sifatnya seperti itu, tapi lihatlah keistimewaan burung unta menurut yang ditulis oleh Ayub. &lt;i&gt;"Apabila ia dengan megah mengepakkan sayapnya, maka ia menertawakan kuda dan penunggangnya." &lt;/i&gt;(ay  21). Burung unta sanggup lari melebihi kecepatan kuda. Itu keistimewaan  burung unta yang tentu akan sangat bermanfaat untuk melepaskan diri  dari sergapan predator. Perhatikanlah hewan-hewan yang secara fisik  tergolong lemah dan rentan terhadap serangan pemangsa tetapi Tuhan  memberikan keistimewaan bagi mereka untuk mempertahankan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hewan-hewan ini bisa mendapatkan karunia dari Tuhan untuk  melindungi atau menyelamatkan dirinya, mengapa tidak buat kita manusia  yang Dia ciptakan secara istimewa seperti rupa dan gambarNya sendiri?  Lihatlah apa kata Ayub berikut: &lt;i&gt;"Tetapi bertanyalah kepada binatang,  maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka  engkau akan diberinya keterangan. Atau bertuturlah kepada bumi, maka  engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita  kepadamu."&lt;/i&gt; (12:7-8). Apakah ini berarti bahwa Ayub sudah kehilangan  kewarasannya dengan berkata seperti itu? Apakah dia sinis melihat nasib  yang menimpanya? Apakah itu artinya kita harus berbicara kepada setiap  binatang yang kita temui? Tidak, tentu tidak seperti itu. Apa yang  diingatkan oleh Ayub adalah sebuah pesan bahwa kita bisa belajar banyak  dari perilaku dan kebiasaan hewan-hewan, termasuk burung di antaranya  yang akan saya jadikan fokus untuk kali ini. Adalah menarik jika melihat  kesadaran Ayub bahwa Tuhan telah &lt;i&gt;"memberi kita akal budi melebihi binatang di bumi dan hikmat melebihi burung di udara."&lt;/i&gt;  (35:11) Itu benar. namun ada kalanya kita harus mau belajar dari  mereka. Dari dua contoh hewan unik di atas saja kita bisa melihat bahwa  kreativitas Tuhan sungguh tidak terbatas dalam melindungi  ciptaan-ciptaanNya. Ayub memahami hal itu dengan jelas, sehingga ia bisa  berkata: &lt;i&gt;&lt;b&gt;"Dia mengatur hidup segala makhluk yang ada; Dia berkuasa atas nyawa setiap manusia."&lt;/b&gt; &lt;/i&gt;(12:10 : BIS)&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Ditangan  Tuhanlah terletak segalanya. Pemazmur pun menyadari hal itu sehingga  kita bisa melihat dalam Mazmur 148 diberikan seruan kepada seisi jagat  raya hingga malaikat untuk memuji Tuhan.&lt;i&gt; "Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab &lt;b&gt;Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt; (ay 5). &lt;i&gt;&lt;b&gt;He commanded and they were created&lt;/b&gt;, the Bible said, that's why we have to praise His name above all else. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mengacu kepada burung pipit, yang sangat murah harganya dalam mengajarkan kita agar jangan takut. &lt;i&gt;"Bukankah  burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak  akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu...Sebab itu janganlah kamu  takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."&lt;/i&gt;  (Matius 10:29,31). Jika kita melihat dan menyadari bagaimana Tuhan  melindungi hewan-hewan ciptaanNya dengan begitu unik, mengapa kita harus  ragu Tuhan meninggalkan kita di tengah kesulitan-kesulitan hidup yang  terkadang bagai predator menyerang dan siap menelan kita? Mulai dari  burung unta sampai ke kumbang pembombardir, kreativitas Tuhan dalam  melindungi ciptaanNya bisa terlihat dengan begitu nyata. Masalah bisa  lebih besar dari kita, tetapi Tuhan tetap lebih besar dari masalah  apapun. Oleh karena itu tetaplah berpegang kepadaNya dan percayakan  hidup kita sepenuhnya ke dalam tanganNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kreativitas Tuhan mampu mengatasi predator manapun dalam hidup kita&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8599775733460735806?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8599775733460735806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-kumbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8599775733460735806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8599775733460735806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/06/renungan-harian-online-kumbang.html' title='Renungan Harian Online: Kumbang Pembombardir'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-9111413745089281992</id><published>2011-05-30T15:24:00.000+07:00</published><updated>2011-05-30T15:24:17.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Dengan Pengharapan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/05/dengan-pengharapan.html"&gt;Dengan Pengharapan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan: &lt;/b&gt;1 Korintus 9:10&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis,  yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus  mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="kerja dengan pengharapan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/pengharapan.jpg" /&gt;Semakin  tinggi teknologi, semakin canggih pula robot yang berhasil dibuat. Ada  robot yang saat ini bisa membuat pancake, ada yang bisa menari dengan  luwes, bahkan menyanyi bersama manusia. Di Jepang ada robot yang tidak  lagi berbentuk seperti rangkaian besi bermesin, tetapi sudah bisa tampil  seperti android feminin. &lt;i&gt;Robot Actroid F&lt;/i&gt; namanya, bukanlah robot  yang dibuat untuk berjalan seperti kebanyakan robot sebelumnya. Tetapi  kelebihannya ada pada mimik muka yang sangat realistis dan sepintas akan  terlihat seperti manusia sungguhan. Secanggih apapun sebuah robot,  hingga hari ini robot hanyalah berfungsi sesuai program sebagaimana ia  dibuat. Robot tidak memiliki keinginan sendiri, apalagi harapan atau  impian. Itu perbedaan besar antara manusia dengan robot. Tetapi ada  banyak manusia yang lupa terhadap hal ini dan hidup seperti robot.  Bekerja, bekerja dan bekerja, seperti terprogram tanpa harapan apa-apa.  Mereka hanya melakukan rutinitas seperti halnya sebuah robot. Ada  beberapa orang yang saya kenal hidup seperti ini, dan rata-rata  kehilangan gairah hidup. Air mukanya tidak lagi cerah, tidak ada  kegembiraan. Mereka bukan lagi orang yang saya kenal sebelumnya. Jika  ini yang terjadi, maka itu tanda bahwa ia kehilangan jatidirinya sebagai  manusia, dan hidup selayaknya robot terprogram.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang sulit, dan itu seringkali menjadi sebab terampasnya  kebahagiaan dari hidup seseorang. Mereka berubah menjadi pribadi-pribadi  kaku dan dingin karena tekanan pekerjaan yang merubah mereka hidup  seperti tanpa jiwa. Kemarin saya sudah membagikan renungan bahwa kita  hendaknya bisa bekerja dengan hati lapang, agar kita tidak kehilangan  semangat, antusiasme maupun gairah dalam hidup, seperti apa yang  dikatakan Firman Tuhan, &lt;i&gt;"Apapun juga yang kamu perbuat, &lt;b&gt;perbuatlah dengan segenap hatimu&lt;/b&gt; seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."&lt;/i&gt;  (Kolose 3:23). Hari ini saya hendak melanjutkan dengan satu lagi sikap  hati yang baik untuk ditanamkan dalam melakukan aktivitas atau  pekerjaan, yaitu &lt;b&gt;bekerja dengan pengharapan.&lt;/b&gt; Betapa perlunya kita  untuk tetap memiliki pengharapan dalam bekerja, bukan hanya  melakukannya tanpa jiwa, tanpa target, tanpa impian dan harapan. Mengapa  ini penting? Karena tanpa adanya pengharapan kita tak ubahnya seperti  robot yang hanya berjalan sesuai program tanpa kerinduan apapun dalam  hati. Lihatlah apa kata Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus.  Pada saat itu ia sedang menyitir sebuah tulisan dalam hukum Musa yang  berbunyi: &lt;i&gt;"Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!"&lt;/i&gt; (1 Korintus 9:9a). Apa yang ia kutip ini berasal dari Ulangan 25:4. Dan Paulus kemudian menanyakan,&lt;i&gt; "Lembukah yang Allah perhatikan?"&lt;/i&gt; (ay 9b). Lembukah, atau justru untuk kita itu dimaksudkan? Ayat selanjutnya berbunyi: &lt;i&gt;"Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu &lt;b&gt;pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan&lt;/b&gt; untuk memperoleh bagiannya." &lt;/i&gt;(ay  10). Perhatikanlah bahwa Paulus mengingatkan bahwa kita harus  membajak/mengirik alias bekerja dalam pengharapan. Ini merupakan sebuah  pesan penting yang akan mampu membuat kita terus memiliki tujuan dalam  bekerja, bukan sekedar menyambung hidup dari ke hari tanpa harapan sama  sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja tanpa pengharapan akan membuat nyala semangat di dalam diri kita  padam. Tanpa pengharapan kita tidak akan bisa tekun dan memberikan  hasil yang terbaik. Itu pun akan menolong kita untuk bisa bersikap setia  dan berkomitmen baik bagi tempat kita bekerja maupun atas profesi kita.  Kemana pengharapan kita harus diarahkan? Paulus dalam surat Korintus di  atas mengatakan bahwa penting bagi kita untuk mengarahkan pengharapan  untuk memperoleh bagian kita,&lt;i&gt; in expectation of partaking of the harvest&lt;/i&gt;. Dan bagian itu sudah disediakan oleh Tuhan dalam Kristus. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa&lt;b&gt; Yesus Kristuslah dasar pengharapan kita&lt;/b&gt; (1 Timotius 1:1), dan mengingatkan pula bahwa kita hendaknya &lt;i&gt;"..teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."&lt;/i&gt;  (Ibrani 10:23). Allah setia dengan janjiNya, dan Dia akan selalu  menepati setiap janji yang telah Dia berikan. Oleh karena itulah kita  pun diingatkan bahwa &lt;b&gt;pengharapan tidak akan pernah mengecewakan&lt;/b&gt;. (Roma 5:5). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah salah jika kita mengharapkan imbalan atas pekerjaan kita,  tetapi jangan menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan yang terutama.  Biar bagaimanapun, kita diingatkan untuk bekerja sebaik-baiknya seperti  untuk Tuhan dan bukan manusia. Itulah yang seharusnya menjadi arah  tujuan kita dalam bekerja. Memberi yang terbaik seperti melakukannya  untuk Tuhan. Dan Tuhan sudah menyediakan upah bagi setiap kita yang  melakukannya. Jangan lupakan pula bahwa bukan hanya dalam pekerjaan  dunia atau sekuler, tetapi dalam pelayanan pun kita hendaknya melakukan  dengan pengharapan. Meski pekerjaan yang kita lakukan begitu menyita  waktu, tenaga dan pikiran, meski semua itu saat ini terlihat seolah-olah  menutup segala kemungkinan bagi kita untuk berharap apapun, tetaplah  pegang pengharapan dalam Kristus erat-erat, karena Alkitab sudah dengan  tegas mengatakan bahwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;"..masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Amsal 23:18). Bersyukurlah atas pekerjaan yang anda miliki hari ini,  dan tetap pegang teguh janji Tuhan bahwa ada pengharapan di dalamnya,  dan itu tidak akan pernah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keep the light of hope on in everything you do&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-9111413745089281992?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/9111413745089281992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/9111413745089281992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/9111413745089281992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-dengan.html' title='Renungan Harian Online: Dengan Pengharapan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-7141831454627830778</id><published>2011-05-20T23:25:00.002+07:00</published><updated>2011-05-20T23:25:27.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Kuasa di Balik Puji-Pujian</title><content type='html'>&lt;div id="uds-searchControl"&gt;&lt;a href="" name="uds-search-results"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="1527359582882626650"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/05/kuasa-di-balik-puji-pujian.html"&gt;Kuasa di Balik Puji-Pujian&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Mazmur 22:4&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="puji-pujian" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/pujian.jpg" /&gt;Nganggur  salah, capai juga salah. Itu dirasakan banyak orang, termasuk saya yang  sedang lelah-lelanya harus bolak balik ke ibukota untuk urusan  pekerjaan, disamping timbunan &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt; yang bagai air bah yang  meluap membanjiri saya dalam sebulan terakhir. Itu belum termasuk  mengajar yang bisa makan waktu hingga sehari penuh. Di tengah kelelahan  terkadang saya tersenyum dan merasa geli sendiri, mengapa saya tiba-tiba  merasa rindu terhadap kasur dan bantal yang tiba-tiba menjadi jarang  bertemu dengan saya. Haruskah saya mengeluh jika deadline tengah  padat-padatnya? Tentu tidak, karena saya masih ingat betul bagaimana  rasanya ketika sedang tidak ada kerjaan. Saya harus lebih pintar  mengatur waktu, karena tugas saya bukan hanya bekerja, tetapi ada  keluarga yang harus diberi waktu yang cukup dan sebagainya. Mudah? Sama  sekali tidak. Alangkah sulitnya malah, karena saya sering merasa seolah  harus berdiri di atas beberapa dunia sekaligus, yang semuanya menuntut  hal terbaik dari diri saya. &lt;i&gt;Exhausted, burn out, extremely tired&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;but the show must go on&lt;/i&gt;.  Saya tetap harus berbuat yang terbaik, dan disisi lain harus  berhati-hati dengan menjaga kesehatan, karena di saat seperti ini tubuh  akan sangat rentan dan lemah untuk diserang penyakit. Jika demikian  rasanya kita butuh sesuatu yang bisa menguatkan kita, memberi tambahan  tenaga, dorongan dan semangat. Adakah sesuatu yang seperti itu? Tentu  saja. Pernahkah anda menyadari bahwa Tuhan telah menciptakan musik bagi  kita, yang tidak saja hanya bisa dinikmati tetapi juga bisa dipakai  untuk memuji Tuhan,Sang Pencipta segalanya? &lt;b&gt;Musik bagi saya adalah salah satu berkat Tuhan yang terindah.&lt;/b&gt;  Saya tidak bisa membayangkan seperti apa hidup ini jika tidak ada  musik. Dan bagi saya, musik bisa menjadi penghibur bahkan memberi  kekuatan, apalagi lagu-lagu pujian. Karena itulah saya Sambil menulis  saya menyanyi kecil, dan nyata benar Tuhan memberikan kekuatan agar saya  bisa menyelesaikan tugas demi tugas, dan yang pasti Tuhan pun  memberikan rasa sukacita disamping kelegaan dan kekuatan yang hadir  lewat lagu-lagu pujian ini. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ada kuasa dalam puji-pujian.&lt;/b&gt; Kita sering melupakan hal itu.  Padahal Alkitab berulang kali mengingatkan kita mengenai kuasa yang  begitu besar yang bersemayam di balik puji-pujian. Lihatlah bagaimana  Gideon dengan prajurit berjumlah hanya 300 orang mampu menaklukkan musuh  tak terhitung banyaknya, seperti belalang dan pasir di tepi laut, lewat  puji-pujian dan gemuruh suara sangkakala seperti yang bisa kita baca  dalam Hakim Hakim 7. Lalu perhatikan kisah ketika tembok Yerikho runtuh  di hari ke tujuh setelah dikelilingi berhari-hari. Apa yang membuat  tembok itu runtuh pada akhirnya tertulis di dalam Alkitab. Selain memang  Allah sendiri yang telah menjanjikan,&lt;i&gt; "Berfirmanlah TUHAN kepada  Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya  dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa."&lt;/i&gt; (Yosua 6:2), tapi lihatlah bahwa pujian dan sorak sorai bagi Tuhan membuat tembok itu akhirnya runtuh. &lt;i&gt;"Lalu  bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa  itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang  nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam  kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu."&lt;/i&gt; (ay  20). Lalu dalam Perjanjian Baru, kita bisa melihat ketika Paulus dan  Silas yang tengah terpasung di dalam penjara memutuskan untuk tidak  meratapi diri melainkan berdoa dan memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan.&lt;i&gt; "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan &lt;b&gt;menyanyikan puji-pujian kepada Allah&lt;/b&gt; dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka."&lt;/i&gt;  (Kisah Para Rasul 16:25). Alkitab kemudian mencatat hadirnya gempa  menyelamatkan mereka (ay 26). Bukan itu saja, tetapi keputusan mereka  pun membawa pertobatan orang lain. (ay 30-33). Lihatlah bagaimana  besarnya kuasa di balik puji-pujian, dan itu semua bisa terjadi karena  ada Tuhan yang bertahta/bersemayam di atas puji-pujian. Itu dinyatakan  jelas dalam kitab Mazmur: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel." &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Mazmur 22:4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelahan sering kali begitu menyiksa kita, dan membuat kita kehilangan  semangat untuk melakukan hal-hal lain termasuk tetap menyediakan waktu  untuk merenungkan Firman Tuhan, bersekutu denganNya apalagi untuk  menyanyikan puji-pujian dengan hati yang dipenuhi rasa syukur. Berbagai  aktivitas atau pekerjaan yang melelahkan seringkali merampas sukacita  dari dalam diri kita, dan kita pun semakin menjauh dari Tuhan. Akibatnya  kita akan terus menjadi semakin lemah dan dalam keadaan demikian kita  pun menjadi rentan terhadap berbagai penyakit dan juga banyak hal yang  bisa berujung pada dosa. Padahal apa yang harus kita lakukan jelas.  Tetap bersyukur dan tetap puji Tuhan, menyanyilah bagiNya meski ketika  kondisi sedang tidak kondusif secara logika sekalipun, dan lihatlah  bagaimana kuasa yang ada di balik puji-pujian ternyata mampu &lt;b&gt;memberi kekuatan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;semangat baru&lt;/b&gt;  bagi kita. Jika menyanyi saja sudah bisa menghibur kita, sebuah  puji-pujian yang kita angkat dari lubuk hati yang terdalam mampu  berperan lebih dari itu. Bukan saja kita memuliakan dan menyenangkan  hati Tuhan lewat puji-pujian tulus dari hati kita, tetapi kita pun akan  diberi kelegaan, kekuatan, semangat dan sukacita baru untuk terus  melangkah melewati hari demi hari yang sulit. Adakah diantara  teman-teman yang merasa bahwa tenaga sudah habis terkuras tetapi  pekerjaan belum juga selesai? Adakah yang merasa kesal, sedih atau  bahkan putus asa karena timbunan pekerjaan tidak juga ada habisnya, dan  mungkin merasa bahwa apa yang anda dapatkan tidak kunjung sebanding  dengan usaha yang telah anda keluarkan? Percayalah Tuhan tidak menutup  mataNya. Dia adalah Bapa yang baik, yang sangat peduli dan mengasihi  anak-anakNya. Jika demikian, maukah anda bernyanyi memuji Dia bersama  dengan saya malam ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Praise the Lord no matter what, He will give you more than enough strength and spirit to overcome just about everything&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-7141831454627830778?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/7141831454627830778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-kuasa-di-balik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7141831454627830778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7141831454627830778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-kuasa-di-balik.html' title='Renungan Harian Online: Kuasa di Balik Puji-Pujian'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1965067104885092647</id><published>2011-05-14T15:33:00.002+07:00</published><updated>2011-05-14T15:33:47.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Tidak Perlu ke Gereja?</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/04/tidak-perlu-ke-gereja.html"&gt;Tidak Perlu ke Gereja?&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Ibrani 10:25&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita,  seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling  menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang  mendekat."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="beribadah di gereja" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/beribadah-di-gereja.jpg" /&gt;"Biarpun  tidak ke gereja, yang penting hati kita bersih." Itu diucapkan oleh  tetangga saya yang sudah begitu lama tidak menginjakkan kakinya di  gereja. Ini sebuah&lt;i&gt; "excuse"&lt;/i&gt; atau pembenaran yang begitu sering  kita dengar dari orang-orang percaya yang tidak merasa perlu untuk  beribadah ke gereja. Yang penting hati kita bersih. Itu tidaklah salah.  Karena kita memang diminta untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai  persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah, dan itu  dikatakan sebagai ibadah yang sejati. (Roma 12:1). Tetapi segala sisi  kehidupan yang sulit ini cepat atau lambat bisa membuat roh kita lelah.  Kita berhadapan dengan berbagai situasi yang bisa membuat daya tahan  kita melemah. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita butuh orang lain untuk  mengingatkan kita, kita butuh saudara-saudari seiman untuk bertumbuh  bersama-sama dan saling &lt;i&gt;support&lt;/i&gt;. Kita butuh tempat untuk iman  kita agar bertumbuh, dan kita akan kehilangan kesempatan untuk itu  apabila kita menghindari beribadah di gereja. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang berusaha mencari pembenaran sebagai alasan untuk  tidak menghadiri ibadah di gereja. Ada yang kecewa melihat sikap  hamba-hamba Tuhan disana, ada pula yang hanya karena merasa malas, lebih  tertarik untuk beristirahat penuh di hari minggu setelah bekerja  habis-habisan selama 6 hari penuh. Kalaupun pergi itu karena terpaksa,  dan datangnya pun terlambat. Mereka menunjukkan sikap yang seolah  menanggap ibadah di gereja bukanlah sesuatu yang penting sehingga bisa  diremehkan saja. Padahal untuk pergi kerja kita selalu mati-matian untuk  tidak terlambat, dan kita bisa melakukannya. Kita takut melanggar  peraturan dan kedisplinan kerja agar tidak dipecat atau setidaknya takut  ditegur pimpinan. Bersekolah pun sama saja. Apa kita berani datang  terlambat setiap hari? Bukankah kita selalu berusaha untuk mentaati  peraturan dan disiplin sekolah, termasuk di dalamnya peraturan mengenai  kehadiran dan jam kedatangan? Jika kita bisa menuruti itu, mengapa  beribadah yang sesungguhnya jauh lebih penting bisa kita abaikan begitu  saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan berkata: &lt;i&gt;"&lt;b&gt;Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita&lt;/b&gt;,  seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling  menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang  mendekat."&lt;/i&gt; (Ibrani 10:25). Janganlah menjauhkan diri dari pertemuan  ibadah, dan jangan ikuti kebiasaan beberapa orang yang bersikap seperti  itu. Kita perlu saling menasihati, bahkan seharusnya terus bertambah  giat karena waktu tinggal sebentar lagi. Itu pesan yang disampaikan  lewat penulis Ibrani. Sikap seperti ini memang tidak akan bisa datang  seketika. Kita harus mengingatkan diri kita dan dengan rajin melatih  kedisplinan dan ketaatan kita, seperti halnya kita terus berlatih untuk  membiasakan diri dalam berolah raga. Paulus pun menyinggung hal ini.  Katanya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Latihlah dirimu beribadah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (1 Timotius 4:7). Dan bukan hanya berkata itu, Paulus juga menjelaskan alasannya.&lt;i&gt; "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi&lt;b&gt; ibadah itu berguna dalam segala hal&lt;/b&gt;, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."&lt;/i&gt;  (ay 8). Ketika kedisplinan dalam bekerja, belajar atau hal-hal lain  dalam hidup ini penting, latihan beribadah sesungguhnya jauh lebih  penting dari itu, karena di dalamnya terkandung janji yang akan sangat  bermanfaat bukan saja dalam hidup saat ini tetapi juga dalam hidup yang  akan datang. Begitulah pentingnya melatih diri dalam beribadah yang  tidak boleh kita abaikan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mengasihi Tuhan, kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan  bersama-sama dengan saudara seiman seharusnya tinggi. Yesus berkata:&lt;i&gt; "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." &lt;/i&gt;(Matius  6:21). Jika kita menjadikan Tuhan sebagai harta yang paling berharga,  tentu hati kita pun akan melekat kepadaNya sehingga kehadiran di gereja  akan menjadi sesuatu yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Disana  kita bisa menunjukkan kasih dan ketaatan kita, bahwa kita menghormati  Tuhan lebih dari segalanya. Di dalam jam-jam yang kita pergunakan untuk  beribadah kita menyenangkan hati Tuhan dan kita pun akan diberi kekuatan  untuk bekerja baik selama 6 hari ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindarilah kemalasan dalam beribadah. Jangan lewatkan waktu-waktu dimana  kita bisa saling menguatkan dan bersama-sama menikmati hadirat Tuhan  bersama saudara-saudara kita. Ingatlah bahwa Tuhan mengasihi orang yang  bersungguh hati kepadaNya, dan terus mengarahkan pandangannya untuk  mencari orang-orang seperti ini.&lt;i&gt; "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia."&lt;/i&gt;  (2 Tawarikh 16:9). Jangan biarkan mata Tuhan berlalu dari kita. Mulai  sekarang, pastikan diri kita untuk tidak menyepelekan waktu-waktu untuk  beribadah menyembah dan memuji Tuhan bersama-sama dalam ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hindari kemalasan karena ibadah mengandung janji baik di hidup sekarang maupun yang akan datang&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1965067104885092647?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1965067104885092647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-tidak-perlu-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1965067104885092647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1965067104885092647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-tidak-perlu-ke.html' title='Renungan Harian Online: Tidak Perlu ke Gereja?'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-956360230066889704</id><published>2011-05-10T18:27:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T18:27:17.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Bapa Segala Dusta</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/05/bapa-segala-dusta.html"&gt;Bapa Segala Dusta&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;/b&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yohanes 8:44&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan  keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan  tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.  Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia  adalah pendusta dan bapa segala dusta."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="tipu iblis" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/tipu-iblis-1.jpg" /&gt;Semua  manusia ingin mengatahui segala yang benar. Tidak ada orang yang ingin  mencari sesuatu yang salah. Tetapi ketika manusia dihadapkan kepada  kebenaran, seringkali justru mereka sendiri yang menolaknya. Bisa jadi  sebuah kebenaran itu terasa terlalu indah untuk jadi kenyataan,&lt;i&gt; too good to be true&lt;/i&gt;,  atau sebaliknya terasa begitu mengekang sehingga orang menolaknya  karena takut kesempatannya untuk merasakan kenikmatan yang ditawarkan  dunia menjadi tertutup. "Saya kan punya banyak dosa..saya terus hidup  dengan rasa bersalah, dosa-dosa saya banyak, mana mungkin Tuhan mau  memaafkan saya? Habis sudah, terlambat sudah.." Kalimat atau pikiran  seperti ini terus meracuni benak banyak orang. Padahal Tuhan berulang  kali menyatakan bahwa Dia selalu rindu untuk memberi pengampunan total  kepada kita sepanjang isi Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun  Baru. Salah satunya berbunyi sangat indah: &lt;i&gt;"Jika kita mengaku dosa  kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala  dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."&lt;/i&gt; (1 Yohanes 1:9). Dan jangan lupa pula bahwa &lt;i&gt;"di dalam Kristus sesungguhnya kita memperoleh pengampunan dosa."&lt;/i&gt; (Kolose 1:14). Firman Tuhan juga berkata&lt;i&gt; "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan."&lt;/i&gt;  (Roma 10:10). Artinya, pengampunan selalu diberikan kepada kita sebagai  wujud kasih Tuhan kapanpun kita mengakui semua dosa-dosa kita. Tetapi  bagi sebagian orang itu terlihat terlalu muluk. Mereka merasa tidak  layak untuk itu, dan perhatikanlah, jika itu kita lakukan maka iblis  akan memiliki ruang yang cukup untuk terus menjadikan kita &lt;b&gt;tertuduh&lt;/b&gt;. Dia akan terus memperbesar perasaan bersalah dalam diri kita sehingga semakin lama kita akan semakin jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya Yesus telah mengingatkan kita akan tipu muslihat iblis ini.  Lihatlah apa kata Yesus ketika ia menegur orang-orang Yahudi,  keturunan-keturunan Abraham yang dikatakan tidak berasal dari Allah  karena perbuatan mereka yang terus berusaha membunuh Yesus. Kepada  mereka yang berlaku seperti itu Yesus menegur dan berkata &lt;i&gt;"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah &lt;b&gt;pembunuh manusia sejak semula&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;tidak hidup dalam kebenaran&lt;/b&gt;, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab &lt;b&gt;ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt;  (Yohanes 8:44). Yesus sudah mengatakan bahwa iblis itu sejak semula  memang sudah berusaha membunuh kita. Menjauhkan kita dari keselamatan,  menjauhkan kita dari kebenaran. Di dalam iblis tidak pernah ada  kebenaran. Dan Yesus juga sudah mengingatkan bahwa iblis itu adalah bapa  dari segala dusta. &lt;b&gt;&lt;i&gt;The father of lies and of all that is false.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Iblis akan terus berusaha mempengaruhi kita dengan segala tipu  muslihatnya. Iblis seharusnya tidak punya kuku lagi setelah Yesus  menuntaskan semuanya, tetapi ia akan terus berusaha membuat kita percaya  bahwa ia masih bergigi. Iblis siap memakai setiap kesempatan yang  terbuka untuk membunuh kita. Oleh karena itulah kita harus mencegah hal  itu terjadi. Kita harus berpegang pada kebenaran Firman Tuhan ketimbang  membiarkan diri kita terus tertipu oleh dusta-dusta yang di lancarkan  iblis. Lihatlah apa yang diingatkan oleh Petrus berikut: &lt;i&gt;"Sadarlah  dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti  singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."&lt;/i&gt; (1  Petrus 5:8). Ayat ini menunjukkan dengan jelas bagaimana cara kerja  iblis. Petrus mengatakan bahwa iblis sesungguhnya cuma bisa berkeliling  mencari mangsa. Artinya jelas, iblis tidak bisa masuk ke dalam orang  yang berada di dalam Tuhan. Tapi begitu ada celah untuk masuk, maka kita  pun akan segera menjadi mangsanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis sebagai bapa segala dusta sanggup meniru mukjizat-mukjizat Tuhan  yang secara kasat mata bisa terlihat seolah sama. Lihatlah dalam  Keluaran 7 bagaimana iblis melakukannya lewat ahli-ahli sihir yang  dipanggil Firaun untuk menandingi Harun. &lt;i&gt;"Kemudian Firaunpun  memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun,  ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera  mereka."&lt;/i&gt; (ay 11) Tidakkah kita sering melihat hal itu? Ketika kita  sedang mengalami kesulitan, kita pun bisa terpengaruh untuk mencari  alternatif-alternatif lewat jalan yang sesat. Kita bisa terbuai lewat  berbagai tawaran yang seolah terlihat baik, tetapi dibalik itu semua  berbagai tipu muslihat dan jebakan ada dimana-mana. Iblis siap melompat  dan menerkam kita, mencengkram dan menguasai kita. Kita tentu tidak  boleh membiarkan hal itu terjadi. Petrus mengatakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Lawanlah dia dengan iman yang teguh.."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (1 Petrus 5:9). Iman, itulah yang kita perlukan untuk mencegah kita dari segala tipu muslihat iblis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah bahwa Yesus telah mengalahkan iblis 2000 tahun yang lalu. Apa  yang tinggal hanyalah tipu muslihatnya belaka. Meski demikian, kita  harus menjaga agar jangan sampai termakan tipuannya. Jangan biarkan diri  anda terus menjadi tertuduh. Ingatlah bahwa Tuhan sudah menjanjikan  keselamatan seutuhnya kepada siapapun yang berserah kepadaNya. Iblis  akan terus berusaha menipu, mari kita terus menjaga diri kita dan hidup  sebagai orang merdeka, sehingga ia hanya akan bisa mengaum-aum diluar  sana tanpa bisa sedikitpun menyentuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iblis itu bapa segala dusta, jangan tertipu olehnya&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-956360230066889704?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/956360230066889704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-bapa-segala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/956360230066889704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/956360230066889704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/05/renungan-harian-online-bapa-segala.html' title='Renungan Harian Online: Bapa Segala Dusta'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-5126263257445969769</id><published>2011-04-30T20:05:00.000+07:00</published><updated>2011-04-30T20:05:08.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Di Puncak Gunung</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/04/di-puncak-gunung.html"&gt;Di Puncak Gunung&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Habakuk 3:19&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="di puncak gunung" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/dipuncakgunung.jpg" /&gt;Seorang  teman yang hobi mendaki gunung bercerita tentang  pengalaman-pengelamannya dalam mendaki bersama klub pecinta alamnya. Ia  berverita bahwa proses mendaki itu begitu melelahkan dan berat. Oksigen  bisa tipis sekali di ketinggian sehingga bernafas bisa menjadi sangat  sulit. Jalan yang dituju mendaki, berbatu-batu dan terkadang sangat  terjal, belum lagi terkadang harus memanjat dan harus siap menghadapi  banyak resiko binatang buas dalam perjalanan. Sama sekali tidak mudah  untuk bisa mencapai puncak gunung katanya. Bagi orang yang memiliki  masalah dengan pernafasan seperti asma atau rasa takut akan ketinggian,  mendaki gunung sedikit saja sekalipun bisa jadi hal yang tersulit untuk  dilakukan. Tetapi ia kemudian berkata, begitu sampai ke puncak gunung,  pemandangan yang luar biasa indah membuat semua kesulitan itu tidak lagi  berasa apa-apa. "Begitu menakjubkan..pesonanya luar biasa, dan itu  tidak dilihat oleh semua orang. Hanya yang mau bersusah payah mendakilah  yang bisa menikmatinya." katanya bangga. Di puncak gunung ia lupa akan  kesusahan mendaki dan segala sakit yang ia rasakan.&lt;b&gt; Di puncak gunung ia melihat sebuah keindahan yang tidak dilihat oleh semua orang.&lt;/b&gt;  Di puncak gunung, ia bisa merasakan kemuliaan Tuhan, bahkan mungkin  memandang dari sebuah jarak pandang atas seperti apa yang dilihat Tuhan  ketika Dia memandang ciptaan-ciptaanNya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran saya dapatkan dari ceritanya, yaitu jika kita tidak  mendaki gunung, maka kita tidak akan bisa merasakan pengalaman yang luar  biasa, tidak akan bisa menikmati sebuah pemandangan yang sangat langka  yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Apa maksudnya? Saya berpikir  bahwa dalam perjalanan hidup kita, ada kalanya kita akan berhadapan  dengan bukit-bukit terjal, jalan berbatu-batu yang akan sangat sakit  untuk kita jalani. Kita bisa memilih apakah tetap ditempat tanpa mau  berjalan melewatinya, atau kita mencoba sedikit lalu mundur, atau malah  mengelak. Tetapi seperti apa yang dialami oleh teman saya, hanya yang  mampu bertahan dan dengan semangat pantang mundurlah yang akan mampu  berdiri tegak di atas bukit merasakan kemuliaan Tuhan. Kabar baiknya, &lt;b&gt;Tuhan siap membantu kita&lt;/b&gt;  untuk itu. Yang diperlukan hanyalah kemauan dan kesediaan kita, serta  sejauh mana kita bisa percaya kepada Tuhan bahwa Dia akan menuntun kita  melewati jalan-jalan yang sulit itu untuk akhirnya kelak sampai di atas  bukit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah Firman Tuhan dalam Habakuk.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Habakuk 3:19) Sebuah ayat yang kurang lebih sama bisa kita dapatkan dalam Mazmur. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Allah,  Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku  rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di  bukit."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Mazmur 18:34). Mengandalkan kemampuan kita yang  terbatas, cepat atau lambat kita akan menyerah dalam berjuang melewati  jalan terjal dan berbatu-batu. Tapi lihatlah bahwa Tuhan selalu siap  menyediakan pertolongan. Tuhan mampu membuat kaki-kaki kita menjadi  lincah seperti rusa yang mampu melewati atau melompati jalan-jalan  berbatu dan terjal untuk sampai ke puncak gunung. Tuhan mau kita naik  lebih tinggi mengatasi masalah dan keluar menjadi pemenang, merasakan  keindahan, kemurahan dan kemuliaanNya yang semua telah tersedia di atas  sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Yesaya dikatakan di tempat tinggi itulah rumah Tuhan akan berdiri  tegak, bukan terhuyung-huyung dan mudah jatuh ketika diterpa badai.&lt;i&gt;  "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN  akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas  bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku  bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke  rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan  supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran  dan firman TUHAN dari Yerusalem."&lt;/i&gt; (Yesaya 2:2-3).Lihatlah bahwa  berada di tempat tinggi di atas bukit menjanjikan sebuah tempat dimana  masalah tidak lagi mampu menyulitkan kita. Rumah Tuhan atau Bait Allah  berbicara mengenai diri kita sendiri, seperti yang tertulis dalam 1  Korintus 3:16. Disana kita bisa melihat bahwa Tuhan menyediakan  pertolongan untuk memampukan kaki kita menjadi lincah, melompat melewati  berbagai masalah dan berdiri tegak di atas gunung menikmati segala  kemuliaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan mengajarkan kita bahwa ujian-ujian yang berat jika kita  sikapi dengan benar akan mampu membuat iman kita bertumbuh dan naik  lebih tinggi lagi. Paulus mengatakan: &lt;i&gt;"Dan bukan hanya itu saja. Kita  malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa  kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan  uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak  mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita  oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.&lt;/i&gt;" (Roma 5:3-5).  Firman Tuhan mengingatkan kita agar jangan menjadi lemah ketika  mengalami kesengsaraan, ketika berjalan di jalan berbatu tajam dan  terjal. Kita diingatkan agar tidak putus asa, dan terus bertekun, karena  jika kita ingin memenangkan ujian, kita harus bisa melepaskan segala  yang merintangi kita dan dosa-dosa yang menjerat kita. Penulis Ibrani  berkata: &lt;i&gt;"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang  mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang  begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang  diwajibkan bagi kita."&lt;/i&gt; (Ibrani 12:1). Lalu serahkan semuanya kepada  Tuhan. Dia siap membuat kaki-kaki kita menjadi lincah agar sanggup  melompati bebatuan hingga sampai ke puncak gunung. Disana kita bisa  tetap tegar meski digoyang masalah seberat apapun. Masalah mungkin akan  tetap ada, tetapi di puncak itu kita akan berada lebih tinggi dari  masalah. Segala sakit dan beban selama perjalanan yang ditempuh akan  sirna begitu kita menyaksikan keindahan kemuliaan Tuhan. Tuhan siap  menolong kita untuk itu, sudahkah kita mempercayakan langkah kita  kepadaNya? Sudahkah kita memiliki niat yang teguh untuk naik lebih  tinggi lagi? Sekarang saatnya bagi kita untuk mendaki dengan bantuan  Tuhan. Kelak ketika kita berada lebih tinggi dari kesengsaraan, kita  tidak akan gampang lagi digoyang oleh masalah apapun. Disanalah kita  bisa berkata: &lt;i&gt;"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak  berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak  menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan  tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di  dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku."&lt;/i&gt; (Habakuk 3:17-18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuhan siap membantu kita menjadi lincah hingga mampu berdiri tegak di atas bukit&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-5126263257445969769?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/5126263257445969769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-di-puncak-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/5126263257445969769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/5126263257445969769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-di-puncak-gunung.html' title='Renungan Harian Online: Di Puncak Gunung'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1852916477605424460</id><published>2011-04-22T20:13:00.003+07:00</published><updated>2011-04-22T20:13:44.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Sesama Manusia</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/04/sesama-manusia.html"&gt;Sesama Manusia&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Zakharia 7:9&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar  dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="sesama manusia" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/sesama-manusia.jpg" /&gt;Betapa  mudahnya mendapat teman di kala senang, tetapi begitu sulit mencari  seorangpun dikala susah. Itu dialami begitu banyak orang, dan saya pun  pernah mengalaminya. Ketika kita sedang sukses, orang pun berdatangan  dengan sanjungan-sanjungannya, tidak jarang pula mereka membawa buah  tangan dan menunjukkan sikap sangat manis. Tetapi ketika kita terjatuh,  perlahan tapi pasti mereka pun mulai menjauh meninggalkan kita. Seorang  artis senior pernah bercerita mengenai pengalamannya akan hal ini kepada  saya. "Habis manis sepah dibuang", katanya. Jangankan menolong, untuk  mengenal saja mereka sudah enggan. Betapa bedanya perilaku mereka dahulu  ketika saya masih di atas dengan saat ini ketika saya sudah tidak ada  apa-apanya lagi. Miris memang, tetapi begitulah perilaku banyak manusia  yang hanya baik ketika ada sesuatu yang menguntungkan bagi dirinya.  Tidak tertutup kemungkinan kita pun pernah atau bahkan masih menunjukkan  sikap seperti itu. Ketika telepon seluler berdering, kita akan melihat  dahulu siapa yang menghubungi, dan akan memilah-milah yang mana yang mau  dijawab, mana yang mau diabaikan, atau dijawab seadanya saja dengan  dingin. Maka ada istilah pilih kasih, tergantung standar kita,  tergantung ukuran kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat sejenak Lukas 10:25-37. Pada suatu kali datanglah  seorang pemimpin agama menantang Yesus dengan pertanyaan mengenai &lt;b&gt;siapa sebenarnya yang disebut dengan sesamanya manusia itu.&lt;/b&gt;  Siapa yang dapat diterima dan tidak dalam masyarakat yang  terkotak-kotak yang masih saja berlaku hingga hari ini.  Yesus memberi  jawaban tidak atas pertanyaan itu secara langsung, tetapi Dia justru  memberikan perumpamaan tentang sesama yang baik melalui kisah &lt;b&gt;orang Samaria yang murah hati.&lt;/b&gt;  Kisah ini tidaklah asing lagi bagi kita, menceritakan tentang seseorang  yang dirampok dan dianiaya dalam perjalanan dan ditinggalkan dalam  keadaan sekarat. Ada imam yang lewat namun tidak berbuat apa-apa malah  menyingkir ke seberang jalan, kemudian ada orang Lewi yang berlaku sama.  Tetapi selanjutnya lewatlah orang Samaria disana. Sebagai catatan,  orang Samaria bukanlah orang yang terhormat bagi bangsa Yahudi ketika  itu. Sejarah panjang antara orang Yahudi dan Samaria membuat mereka  memandang negatif satu sama lain. Alkitab pun mencatatnya seperti ini: &lt;i&gt;"Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria."&lt;/i&gt;  (Yohanes 4:9). Tetapi ternyata orang Samaria ini menunjukkan belas  kasihan yang tidak memandang etnis dan latar belakang sama sekali.&lt;i&gt;  "Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya  dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas  keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan  merawatnya."&lt;/i&gt; (Lukas 10:34). Ia pun kemudian membayar sepenuhnya  penginapan dan biaya perawatannya. Saya membayangkan betapa merah muka  pemimpin agama yang sok alim itu ketika mendengar sebuah perumpamaan  yang menjadikan orang Samaria sebagai pahlawan dan keteladanan akan  kebaikan hati. Tetapi itulah gambaran yang begitu indah akan suara hati  Tuhan mengenai bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap sesama  manusia. Tidak dikatakan bahwa kita hanya wajib membantu yang satu  kepercayaan saja, tetapi yang disebut dengan sesama manusia adalah&lt;b&gt; semua manusia lainnya tanpa terkecuali.&lt;/b&gt; Bahkan musuh atau orang yang jahat kepada kita sekalipun, mereka juga sesama manusia, dan mereka juga wajib untuk kita kasihi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbagai pengajaran hanya mementingkan kelompok sendiri saja  bahkan ada  yang merasa berhak untuk menghancurkan yang tidak sepaham  dengannya dengan berbagai bentuk legalitas sendiri, Alkitab justru  mengajarkan sebaliknya. Ada banyak orang yang memandang kata sesama itu  sebagai orang-orang yang sepaham, seide, seideologi atau seiman,  sedangkan yang berseberangan tidak perlu dipedulikan, atau kalau bisa  malah dihancurkan saja. &lt;b&gt;Kasih dalam Kekristenan tidak pandang bulu. &lt;/b&gt;Lihatlah penjabaran kasih dalam sebuah surat Paulus: &lt;i&gt;"Kasih  itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan  diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak  mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan  kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi  karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,  mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."&lt;/i&gt; (1  Korintus 13:4-7). Tidak ada satupun gambaran kasih dalam Kekristenan  yang menganjurkan kita untuk mengkotak-kotakkan orang. Kita wajib  menyatakan kasih kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat Zakharia kita bisa mendapatkan Firman Tuhan yang berkata seperti ini:&lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar  dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Zakharia 7:9). Laksanakanlah hukum yang benar sesuai Firman Tuhan,  tunjukkan kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing, kepada sesama  kita, every man to his brother. Ini merupakan kewajiban setiap orang  percaya yang harus diwujudkan dalam hidup masing-masing. Lalu lihat pula  ayat selanjutnya: &lt;i&gt;"Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang  asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu  terhadap masing-masing."&lt;/i&gt; (ay 10). Kita tidak boleh menindas orang  yang lemah, memanfaatkan posisi lemah orang lain, dan jangan pula  berbuat kejahatan atau merencanakan dalam hati sekalipun terhadap orang  lain. Dunia menunjukkan sikap yang berbeda, tetapi Firman Tuhan jelas  menyatakan hal yang sebaliknya. Tunjukkan kesetiaan, kata Tuhan lewat  Zakharia, dan seruan itu bisa kita lihat dengan penjabaran lebih panjang  dalam Wahyu:&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Wahyu 2:10). Lalu renungkan pula ayat ini: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Janganlah  kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada  lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat  kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Amsal 3:3-4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Samaria yang murah hati menunjukkan sebuah sikap mengasihi yang  tidak terbatas pada sekat-sekat perbedaan. Untuk apa ia membantu orang  yang berbeda darinya, orang yang berasal dari bangsa yang menganggapnya  hina, orang yang tidak ia kenal sekalipun? Untuk apa ia membantu orang  seperti itu ketika ia bisa menghadapi berbagai resiko apabila memberi  pertolongan? Tetapi orang Samaria itu menunjukkan bahwa kasih berlaku  bagi siapapun. Tidak masalah jika ia menjadi rugi atau repot dalam  menyatakan kasih. Dimata dunia mungkin itu bisa terlihat bodoh, tetapi  Tuhan akan sangat menghargai sikap seperti itu. Saatnya bagi kita untuk  menunjukkan kasih menurut pandangan Tuhan kepada sesama kita tanpa  terkecuali. Tanggalkan sekat-sekat pembeda yang seringkali merintangi  kita untuk mengalirkan kasih Tuhan kepada sesama. Ada atau tidak ada  apreasiasi dari orang lain bukanlah masalah, karena biar bagaimanapun  itu akan sangat berharga di mata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasih dalam Kekristenan tidak mengenal sekat dan batas&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-1852916477605424460?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/1852916477605424460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-sesama-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1852916477605424460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/1852916477605424460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-sesama-manusia.html' title='Renungan Harian Online: Sesama Manusia'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-7346599350698775476</id><published>2011-04-16T10:01:00.002+07:00</published><updated>2011-04-16T10:01:51.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Berkat Kasih Karunia</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/04/berkat-kasih-karunia.html"&gt;Berkat Kasih Karunia&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan: &lt;/b&gt;1 Korintus 15:10&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="berkat kasih karunia Tuhan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/berkat-kasih-karunia.jpg" /&gt;Hidup  dari panggung ke panggung lainnya meliput berbagai acara musik selama  beberapa tahun membuat saya memperoleh begitu banyak kisah yang jarang  dipublikasikan orang. Saya bertemu berbagai macam artis dengan segala  tingkah polah masing-masing. Ada yang ramah dan bersahabat, ada yang  pintar berbasa-basi, ada pula yang cuek bahkan angkuh. Ada yang mau  terbuka bercerita apa saja, ada yang lekas curiga. Ketenaran bukanlah  alat ukur untuk sombong tidaknya seseorang, karena secara umum  artis-artis yang sudah makan garam selama puluhan tahun justru sangat  ramah dan bersahabat. Salah seorang artis senior yang pasti anda kenal  baik jika saya sebut namanya bercerita bahwa ia kecewa melihat perilaku  banyak artis muda saat ini. Mereka arogan, gampang memandang rendah  orang lain bahkan dengan tidak segan-segan berani memerintah orang yang  lebih senior dari mereka. Ada banyak diantara mereka, katanya, yang  tidak mau merapikan alat musiknya sendiri dan hanya melenggang keluar  dari panggung begitu pertunjukan selesai. Honor sangat menentukan bagi  mereka, berkurang sedikit saja maka mereka akan uring-uringan bermain  atau malah menolak untuk tampil. Cerita ini saya peroleh dari seorang  artis legendaris kita yang kecewa melihat generasi muda dengan sikap  arogan. "Mereka lupa bahwa semua itu berasal dari Tuhan dan bukan karena  kehebatan mereka." katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memahami betul perasaannya, dan apa yang ia katakan memang menjadi  gambaran secara umum mengenai kondisi panggung hiburan saat ini. Memang  tidak semua, karena saya juga bertemu dengan artis-artis muda yang  rendah hati, ramah dan bersahabat. Ada pula yang masih tetap melayani  Tuhan dengan rajin walaupun ia sudah mencapai kesuksesan. Memang benar,  kemampuan yang mereka peroleh adalah hasil kerja keras mereka belajar  dan latihan hingga sukses. Tetapi kemampuan untuk menerima pelajaran,  bakat dan sebagainya pun berasal dari Tuhan. Itulah sebabnya sangatlah  penting bagi kita untuk menyadari betul siapa dan dimana posisi kita  sebenarnya. Kita memang harus bekerja dan berusaha keras dalam hidup,  tetapi tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada satupun yang bisa kita  capai. Tanpa kasih karuniaNya tidak akan ada pencapaian-pencapaian luar  biasa yang bisa kita peroleh. &lt;b&gt;Tanpa Tuhan, kita bukanlah apa-apa.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Kita ada sebagaimana diri kita sekarang, itu adalah atas penyertaanNya, atas kasih karuniaNya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Paulus menyadari betul hal ini dan dia pun menyampaikan &lt;i&gt;"T&lt;b&gt;etapi  karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan  kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. &lt;/b&gt;Sebaliknya,  aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya  aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku."&lt;/i&gt; (1 Korintus  15:10). Aku ada sebagaimana aku ada sekarang, itu adalah hasil kasih  karunia Allah, dan semua itu tidak ada yang sia-sia. Kita pun demikian.  Kita ada sebagaimana kita sekarang, itu adalah hasil kasih karunia  Allah. Pada kesempatan lain ia kembali mengingatkan hal yang mirip: &lt;i&gt;"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu b&lt;b&gt;erasal dari Allah, bukan dari diri kami.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt;  (2 Korintus 4:7). Bukankah berkat, kekuatan atau talenta itu semuanya  berasal dari Tuhan? Paulus merupakan hamba Tuhan yang begitu luar biasa  dalam mewartakan kabar keselamatan. Tetapi dengan tulus ia mengakui  bahwa keberhasilan pelayanannya bukanlah atas hasil keberanian dan  kehebatannya. Bukan karena kepintaran, kekuatan dan kesanggupannya saja,  melainkan berasal dari karunia Allah yang menyertainya. Maka sudah  sepantasnya pula kemuliaan menjadi milik Tuhan dan bukan untuk kita  pakai menyombongkan diri di hadapan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata: &lt;i&gt;"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.  Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah  banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."&lt;/i&gt;  (Yohanes 15:5). Kita akan berbuah banyak jika kita berada didalam Dia  dan Dia berada di dalam kita. Tanpa itu kita bukanlah apa-apa. Ayub  mengatakan bahwa manusia itu singkat umurnya. &lt;i&gt;"Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan."&lt;/i&gt;  (Ayub 14:2). Apalah artinya kita tanpa kasih karunia Tuhan? Maka dari  itu kita harus ingat bahwa tidak ada satupun alasan yang bisa kita pakai  untuk memegahkan atau menyombongkan diri, merasa hebat ketika kita  mengalami keberhasilan dalam berbagai hal. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Without God we're nothing. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menelusuri kisah hidup Yusuf dalam kitab Kejadian, kita pun  bisa melihat bagaimana Yusuf muda terus berpindah dari satu masalah ke  dalam masalah berikutnya. Tetapi lihatlah bagaimana ia tetap berbuah dan  berhasil dalam setiap langkahnya, termasuk ketika ia sedang dalam  masalah. Semua itu bukan karena kehebatannya melainkan karena penyertaan  Tuhan atas dirinya. Daud tahu itu, dan Alkitab jelas mencatat akan hal  itu. &lt;i&gt;"..karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil." &lt;/i&gt;(Kejadian  39:23b). Dalam keadaan sulit sekalipun kita bisa tetap menuai  keberhasilan, dan itu semua karena ada Tuhan yang menyertai kita, ada  Roh Tuhan yang memampukan kita untuk maksimal. Dalam kitab Zakharia  dikatakan: &lt;i&gt;"Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam."&lt;/i&gt; (Zakharia 4:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang jatuh justru disaat mereka mulai merasakan  kesuksesan atau keberhasilan. Bahkan di antara orang percaya sekalipun  termasuk hamba-hamba Tuhan bisa terjatuh karena kesombongan. Kemuliaan  seharusnya menjadi hak Tuhan dan bukan hak kita. Dan lihat Firman Tuhan  pun berkata: &lt;i&gt;"Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."&lt;/i&gt;  (Yohanes 3:30). Janganlah kita sampai berani mencuri apa yang menjadi  hak Tuhan. Ingatlah bahwa kita ada sebagaimana kita ada sekarang adalah  hasil dari kasih karunia Tuhan. Semakin tinggi kita naik, semakin rendah  hati pula kita seharusnya. Ingatlah bahwa Roh Kudus hanya bisa bekerja  bagi orang yang hatinya dipenuhi kerendahan dan mau dibentuk. Jika  kesuksesan hadir hari ini, bersyukurlah dan jangan jadikan itu untuk  bersikap angkuh dan lupa diri. Sebaliknya pakailah itu untuk memberkati  sesama dan memuliakan Tuhan atas segala kasih karuniaNya yang luar biasa  yang telah Dia curahkan atas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukan kuat dan hebat kita, tetapi kasih karunia Allah-lah yang menjadikan kita sebagaimana kita hari ini&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-7346599350698775476?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/7346599350698775476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-berkat-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7346599350698775476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/7346599350698775476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-berkat-kasih.html' title='Renungan Harian Online: Berkat Kasih Karunia'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-9074721427880077260</id><published>2011-04-09T21:30:00.003+07:00</published><updated>2011-04-09T21:31:30.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Sarang Penyamun</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/04/sarang-penyamun.html"&gt;Sarang Penyamun&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yeremia 7:11&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya  nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Akusendiri melihat semuanya,  demikianlah firman TUHAN."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="sarang penyamun" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/sarang-penyamun.jpg" /&gt;Ingatkah  anda sebuah novel roman yang sangat terkenal dari tahun 1930an berjudul  "Anak Perawan Di Sarang Penyamun"? Sebuah masterpiece karaya Sutan  Takdir Alisjahbana ini tidak lekang di telan jaman. Secara tidak sengaja  hari ini saya melihat novel itu dijual secara online dan saya pun  teringat lagi dengan kisah penuh romantika di tengah buasnya hutan  belantara. Seperti apa rasanya berada di tengah sarang penyamun?&amp;nbsp; Tentu  itu bukanlah tempat yang favorit bagi kita. Alkitab beberapa kali  menyebutkan kata sarang penyamun pula, yang mengacu kepada sikap yang  dimiliki bukan oleh orang asing, tetapi justru oleh orang-orang percaya  sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 21:12-17 mencatat kisah kemarahan Yesus ketika mendapati Bait  Allah dipakai bagaikan pasar. Bukan saja penjual dan pembeli, tetapi ada  pula meja-meja penukar uang atau money changer disana. Yesus pun  menjungkir balikkan meja-meja dan bangku para pedagang disana,&lt;b&gt;&lt;i&gt; "dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Matius 21:13). Perhatikanlah bahwa Yesus tidak marah ketika dia  difitnah, ditinggalkan, disiksa bahkan disalib sampai mati, tetapi Dia  marah ketika orang menjadikan Bait Allah sebagai tempat berdagang,  tempat cari untung. Jika kita perhatikan, Yesus mengatakan bahwa Bait  Allah itu adalah diriNya sendiri. (Yohanes 2:21). Dengan demikian  jelaslah mengapa Yesus sampai harus marah ketika Dia melihat orang-orang  berdagang alias mencari untung disana. Dia begitu mengasihi kita, dan  rela menjalani semua rangkaian proses yang mengerikan demi menyelamatkan  kita, tetapi betapa keterlaluan ketika sebagian diantara kita sama  sekali tidak menghargai itu semua malah sibuk mencari keuntungan diri  sendiri. Faktanya memang seperti itu. Ada banyak orang yang memiliki  tujuan dan agenda tersendiri ketika datang kepada Yesus dengan beribadah  ke gereja. Ingin ditolong dari kesulitan finansial, ingin bisnisnya  sukses, mencari jodoh dan lain-lain bisa menjadi dasar kedatangan mereka  dan bukan karena mengasihi Yesus. Di sisi lain tidak tertutup pula  kemungkinan adanya gereja-gereja yang berpusat pada untung rugi duniawi  dalam menjalankan misinya. Segala sesuatu bisa diberikan Tuhan. Tuhan  bisa menyediakan itu semua, bukan hanya sekedar menyediakan tetapi  menyediakannya secara berkelimpahan, tetapi jangan pernah jadikan itu  sebagai motivasi utama kita dalam mengikutiNya. Betapa kecewanya Yesus  melihat sikap dan perilaku seperti ini dari manusia yang dikasihiNya.  Tidaklah heran jika Dia kecewa dan menjadi begitu marah. Lalu sebutan  sarang penyamun pun kemudian hadir dari Yesus sendiri ditujukan kepada  orang-orang yang sibuk mencari untung kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Yesus menggambarkan dengan jelas bagaimana murka Allah turun  kepada orang-orang yang bersikap seperti ini. Dalam Perjanjian Lama pun  kita bisa melihat kemarahan Tuhan ketika BaitNya dijadikan sebagai  sarang penyamun.&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah  yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat  semuanya, demikianlah firman TUHAN."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Yeremia 7:11). Ini adalah  sebuah pelanggaran berat yang membawa konsekuensi berat pula. Di dalam  Alkitab ada setidaknya beberapa hal yang akan terjadi pada kita apabila  kita hidup menjadi sarang penyamun, yaitu:&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Tuhan akan melemparkan kita dari hadapanNya.&lt;/b&gt; (Yeremia 7:15)&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Murka dan kemarahanNya akan tercurah secara menyala-nyala dan tidak padam-padam.&lt;/b&gt; (Yeremia 7:20)&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Tuhan menjauhkan diriNya dari kita &lt;/b&gt;(Yehezkiel 8:6)&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Tuhan siap membalas dalam kemurkaanNya &lt;/b&gt;(Yehezkiel 8:18)&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Tidak lagi sayang kepada kita&lt;/b&gt; (Yehezkiel 8:18)&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Tidak lagi mau mendengarkan kita&lt;/b&gt; (Yehezkiel 8:18)&lt;br /&gt;- &lt;b&gt;Kemuliaan Tuhan meninggalkan kita&lt;/b&gt; (Yehezkiel 10:1-22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana beratnya konsekuensi yang harus ditanggung apabila  kita menjadi orang-orang yang mendasarkan hubungan kepada Tuhan dengan  didasarkan pada tujuan untuk mencari untung semata. Kecenderungan  manusia hari-hari ini adalah hanya memikirkan kehidupan di dunia ini  yang sesungguhnya fana adanya, dan lupa untuk memikirkan kehidupan  selanjutnya yang justru kekal sifatnya. Mari hari ini kita perhatikan  benar motivasi kita ketika beribadah, ketika mencariNya dalam doa,  perenungan, saat teduh maupun pujian dan penyembahan. Yesus sudah  mengasihi dan menyelamatkan kita lebih dulu ketika kita masih berdosa  (Roma 5:8), karena itu mari miliki motivasi yang benar dalam membangun  hubungan denganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konsekuensi berat harus ditanggung jika kita menjadi sarang penyamun&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-9074721427880077260?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/9074721427880077260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-sarang-penyamun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/9074721427880077260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/9074721427880077260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-sarang-penyamun.html' title='Renungan Harian Online: Sarang Penyamun'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4203980376299727520</id><published>2011-04-02T20:08:00.002+07:00</published><updated>2011-04-02T20:08:37.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Paku dan Lubang yang Ditinggalkan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/04/paku-dan-lubang-yang-ditinggalkan.html"&gt;Paku dan Lubang yang Ditinggalkan&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Amsal 29:22&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="amarah, luka" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/paku.jpg" /&gt;Kegiatan  memaku dinding bisa jadi salah satu kegiatan yang gampang-gampang  susah, apalagi jika memang kita bukan ahli pertukangan. Saya pernah  dengan semangat ingin memajang foto-foto keluarga di dinding ruang tamu,  membayangkan semua akan terpajang dengan rapi dan urutannya sudah saya  atur di benak saya. Namun ketika mulai memakukan paku ke dinding,  rupanya posisi paku sering meleset beberapa milimeter ato centimeter  dari yang seharusnya. Kalau sudah salah posisi, saya terpaksa cabut  kembali dan memakukkannya lagi di posisi yang pas. Namun saya menyadari  satu hal, bahwa walaupun lubang yang posisinya salah beberapa centimeter  tadi akan tertutup dengan pigura fotonya, tapi lubang tersebut sudah  terlanjur ada disitu, membuat bekas di tembok. Kita bisa menutupnya  dengan kapur tembok, dicat kembali hingga tak berbekas, tapi sebenarnya  lubang itu tetap ada. &lt;b&gt;Sekecil apapun paku akan tetap meninggalkan bekas atau lubang di dinding. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kita kalau sebuah kemarahan yang mungkin hanya meledak sekali  waktu dari kita pun bisa meninggalkan "lubang" yang tidak bisa tertutup  hingga waktu yang lama? Ketika diliputi kemarahan kita tanpa sadar  mengeluarkan kata-kata yang bisa menghujam hati orang lain seperti  ditancap paku. Mungkin itu cuma akibat emosi sesaat dan karena hanya  sesaat dalam waktu singkat kita pun sudah melupakannya, namun dampaknya  bisa meninggalkan bekas bagi korban hingga waktu yang lama. Seringkali  luka-luka seperti ini menjadi penghalang bagi mereka untuk maju dan  sangat sulit untuk dibereskan. Saya mengenal beberapa orang yang  mengalami hal ini. Ada beberapa yang bahkan saya kenal betul sehingga  saya bisa melihat bagaimana mereka bertumbuh hingga hari ini. Disebabkan  oleh sesuatu yang membuat mereka sakit hati di masa lalu, mereka lalu  mendapatkan banyak masalah dalam kehidupan mereka. Tidak percaya diri,  sulit mempercayai orang lain, menutup atau memproteksi diri secara  berlebihan, ada pula yang langsung gemetar ketika berhadapan dengan  orang yang belum ia kenal. Kita mungkin hanya kelepasan karena emosi  sehingga melempar kata-kata kasar secara spontan, tetapi seperti halnya  dinding, &lt;b&gt;kita meninggalkan bekas yang bisa jadi cukup dalam di hati  orang lain dan melukai mereka untuk waktu yang lama, bahkan bisa  berdampak negatif seumur hidup mereka. &lt;/b&gt;Ada dua teman saya bahkan  tidak lagi percaya kepada Tuhan karena beberapa kata-kata buruk ibunya  terlanjur melukai mereka cukup dalam. Mereka bisa menyebutkan berbagai  kata yang pernah terlontar dari mulut ibunya meski pada saat itu mereka  masih sangat kecil. Mungkin sang ibu sendiri sudah tidak ingat lagi,  tetapi kehancuran yang ditimbulkan ternyata sudah cukup parah bagi  anaknya.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan bisa membawa begitu banyak dampak baik bagi diri sendiri  maupun terhadap orang lain. Itulah sebabnya Alkitab berulang kali  menganjurkan kita untuk bisa mengontrol emosi. Firman Tuhan berkata:&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Amsal 29:22). Seorang yang gampang marah, kata Firman Tuhan, akan  membuat banyak pelanggaran. Apakah itu lewat kata-kata, membanting  sesuatu, melempar atau kekerasan secara fisik dan lain-lain, semua itu  kelak akan kita sesali, dimana sebagian besar diantaranya kerap sudah  sangat sulit untuk bisa diperbaiki. Berapa banyak orang tua yang kalap  kemudian tanpa sadar membunuh anaknya? Atau sebaliknya anak yang gelap  mata membunuh orang tuanya karena tidak cepat meredam kemarahan? Atau  antara suami dan istri, antar teman, majikan dan pekerja dan lain-lain?  Kalaupun tidak sampai sefatal membunuh, berbagai akibat yang timbul dari  emosi yang tidak terkendali itu pun sudah meninggalkan bekas yang susah  untuk dihapus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan ayat bacaan hari ini, Daud mengatakan:&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Mazmur 37:8). Ada kalanya memang kita bisa merasa kesal dan kemudian  marah. Sebagai manusia yang memiliki perasaan memang kita tidak bisa  menghindar dari kekesalan atau kemarahan akibat banyak hal atau  ditimbulkan oleh perilaku orang lain yang menyinggung kita. Apa yang  bisa kita lakukan adalah sesegera mungkin meredamnya. Emosi seringkali  berawal ringan namun bertambah parah jika kita diamkan. Dan apabila  sudah parah, emosi itu akan menjadi sulit untuk kita redam. Disanalah  akhirnya berbagai kejahatan mengintai dan siap menerkam kita. Berbagai  tindakan bodoh pun bisa muncul tanpa terkendali karena kita sudah gelap  mata dikuasai oleh emosi. Oleh karena itu kita harus bisa&lt;b&gt; cepat meredam kemarahan kita sebelum terlambat&lt;/b&gt;, sebelum kita melakukan atau mengatakan hal-hal yang bisa melukai orang lain bahkan berdampak buruk bagi diri kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakobus mengingatkan kita agar menjadi orang yang sabar dan tidak lekas marah.&lt;i&gt;  "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang  hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan  juga lambat untuk marah."&lt;/i&gt; (Yakobus 1:19). Kita diminta untuk  mendengar dulu baik-baik dan tidak cepat menyela apalagi jika belum  apa-apa sudah langsung marah. Mengapa demikian? Ayat selanjutnya berkata  jelas: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ay 20). Lebih lanjut lewat Paulus kita juga bisa menemukan peringatan agar kita membuang jauh-jauh kemarahan dari diri kita. &lt;i&gt;"Segala  kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah  dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."&lt;/i&gt; (Efesus 4:31). Apa yang dianjurkan bagi kita adalah sebaliknya, &lt;i&gt;"Tetapi  hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan  saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni  kamu."&lt;/i&gt; (ay 32). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda merasa kesal dan mulai marah, segeralah redam kemarahan itu sebelum kemarahan itu menguasai diri anda. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Apabila  kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari  terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada  Iblis."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Efesus 4:26-27). Lihatlah bahwa dibalik kemarahan yang  terus meningkat naik kita sebenarnya membuka ruang seluas-luasnya kepada  iblis untuk berpesta pora menghancurkan kita. Petrus berkata: &lt;i&gt;"Sadarlah  dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti  singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."&lt;/i&gt; (1  Petrus 5:8). Perhatikan bahwa iblis hanya bisa berjalan berkeliling  mengaum mencari mangsa. Dia tidak akan pernah bisa menembus kita kecuali  kita sendiri yang membuka celah untuk itu. Alkitab menyatakan bahwa&lt;b&gt; orang yang membiarkan dirinya gampang meledak dalam amarah adalah orang bodoh&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;"Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak."&lt;/i&gt; (Amsal 20:3), atau lihatlah dalam kitab Pengkotbah:&lt;i&gt; "Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh."&lt;/i&gt; (Pengkotbah 7:9). Dan ada banyak kejahatan yang mengintai disana.&lt;b&gt;  semakin lama kita membiarkan diri kita marah, maka semakin banyak pula  kesempatan iblis untuk menghancurkan kita dengan berbagai bentuk  kejahatan.&lt;/b&gt; Adalah relatif jauh lebih mudah untuk meredam emosi  ketika masih baru, tetapi sangatlah sulit ketika emosi itu sudah  terlanjur menguasai diri kita. Sekali lagi, ingatlah bahwa paku yang  ditancapkan ke dinding meski kecil sekalipun akan tetap meninggalkan  lubang atau bekas disana. Dan paku-paku itu bisa berterbangan keluar  dari kemarahan kita dan melukai hati banyak orang. Berhentilah melukai  orang lain terutama orang yang kita kasihi seperti orang tua, anak,  suami/istri dan lain -lain hanya karena kita tidak bisa mengendalikan  emosi kita. Kuasai diri segera ketika marah, sehingga kita tidak sampai  melukai orang lain hanya karena kita tidak bisa menahan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Emosi sesaat bisa membawa bekas luka di hati orang sepanjang hidupnya&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4203980376299727520?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4203980376299727520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-paku-dan-lubang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4203980376299727520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4203980376299727520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/04/renungan-harian-online-paku-dan-lubang.html' title='Renungan Harian Online: Paku dan Lubang yang Ditinggalkan'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-193844458156442037</id><published>2011-03-26T21:18:00.002+07:00</published><updated>2011-03-26T21:18:24.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Memberi = Menyatakan Kasih</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/03/memberi-menyatakan-kasih.html"&gt;Memberi = Menyatakan Kasih&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; 1 Yohanes 3:17&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita  kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu,  bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="memberi, menyatakan kasih" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/memberi-kasih.jpg" /&gt;Pernahkah anda memperhatikan bagaimana kita mengatakan &lt;i&gt;"thank you"&lt;/i&gt; dalam bahasa Indonesia? Ya, kita mengatakannya dengan &lt;b&gt;"terima kasih"&lt;/b&gt;.  Hari ini saya mencoba merenungkan benar kata ini. Saya tidak mendalami  ilmu bahasa, sehingga saya tidak tahu dari mana asal kata "terima kasih"  itu kita peroleh. Tetapi sesungguhnya ini adalah kata yang sangat tepat  dalam merespon sebuah pemberian, yang sesuai dengan Firman Tuhan.  Terima kasih sepertinya menunjukkan ungkapan apresiasi dengan menerima  kasih yang berasal dari orang lain. Dan jawaban "kembali" itu  menunjukkan penghargaan kembali kepada orang yang menyatakan terima  kasih. Disini kita bisa melihat kasih yang saling berbagi diantara yang  memberi dan yang menerima. Seandainya hal ini terjadi pada semua manusia  di muka bumi ini, bayangkan betapa indahnya kehidupan semua manusia.  Tidak ada perang, tidak ada kekerasan, tidak ada iri hati, egoisme dan  sebagainya.&lt;i&gt; Only love and nothing but love.&lt;/i&gt; Alangkah indahnya dunia yang seperti itu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat bacaan kita hari ini diambil dari kitab 1 Yohanes yang berbunyi: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa  mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan  tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih  Allah dapat tetap di dalam dirinya?"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (1 Yohanes 3:17). Memberi, itu jauh lebih bernilai ketimbang menerima. Firman Tuhan mengatakannya dengan:&lt;i&gt; "...sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."&lt;/i&gt;  (Kisah Para Rasul 20:35). Dunia justru menunjukkan sebaliknya. Menerima  sebanyak-banyaknya, memberi sesedikit mungkin. Atau memberi jika ada  agenda dibaliknya, atau dalam peribahasa dikatakan "Ada udang dibalik  batu." Dunia terus mempertontonkan hal itu secara terang-terangan. Para  pejabat mendadak berubah menjadi sinterklas dengan membagi-bagikan  sembako, kaos atau "amplop" ketika mereka sedang bertarung untuk  mendapatkan sebuah kedudukan, kemudian tiba-tiba berubah lupa dan tidak  peduli ketika mereka sudah memperolehnya. Berbagai bingkisan bisa  menumpuk ketika seseorang berada di atas, lalu tidak ada lagi yang ingat  ketika mereka sudah turun dari singgasananya. Orang bisa berubah ramah  ketika ada perlu, kemudian tidak menoleh lagi setelahnya. Hal-hal  seperti ini bukanlah pemandangan langka lagi di sekitar kita hari ini.  Di sisi lain, ada banyak pula orang yang tidak berbelas kasih untuk  membantu orang lain, bahkan temannya sendiri meski mereka sebenarnya  sanggup untuk itu. Takut tidak dikembalikan, curiga alasan bohong, tidak  mau repot dan sebagainya kerap menjadi alasan dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Firman Tuhan lewat Yohanes kita bisa membaca bahwa semua itu  bukanlah gaya hidup anak-anakNya seperti yang dikehendaki Tuhan. Apa  yang diinginkan Tuhan adalah kerelaan hati lewat belas kasihan yang  digerakkan oleh satu hal, yaitu &lt;b&gt;kasih&lt;/b&gt;. Perhatikanlah, bukankah  segala sesuatu yang kita beri dengan kerelaan hati, yang bermanfaat bagi  orang dan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan sesungguhnya memiliki  satu pesan yang sama yang bersifat universal, yaitu kasih? Kekuatan  kasih itu sungguh besar. Begitu besarnya, adalah kasih yang satu-satunya  mampu menggerakkan Tuhan untuk mengorbankan AnakNya yang tunggal  sekalipun demi menyelamatkan kita seperti yang bisa kita baca dalam ayat  emas Yohanes 3:16. Kembali kepada ayat bacaan hari ini, kita bisa  melihat inti dari sebuah belas kasih sesungguhnya berasal dari kasih  Allah yang terdapat dalam diri kita. Jika kita menutup mata terhadap  penderitaan saudara-saudara kita, sementara ada sesuatu yang bisa kita  berikan untuk meringankan beban mereka, itu artinya kita tidak memiliki  kasih. Dan bagaimana mungkin kita bisa mengaku bahwa kita mengenal Allah  dan memiliki kasihNya dalam diri kita? Sebab Firman Tuhan juga berkata:  &lt;i&gt;"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."&lt;/i&gt; (1 Yohanes 4:8). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat sebelum ayat bacaan hari ini berbunyi demikian:&lt;i&gt; "Demikianlah  kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya  untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk  saudara-saudara kita."&lt;/i&gt; (1 Yohanes 3:16). Seperti halnya Kristus  mengasihi kita, Dia rela menyerahkan nyawaNya sekalipun bagi kita.  Karena itu kita pun dikatakan wajib melakukan hal yang sama. Ini  berkaitan dengan pesan Yesus: &lt;i&gt;"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu  saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang  lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk  sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa  yang Kuperintahkan kepadamu." &lt;/i&gt;(Yohanes 15:12-14). Kita diminta untuk  mengasihi seperti halnya Kristus mengasihi kita. Jika Dia rela  menyerahkan nyawaNya sendiri demi kita, seperti yang telah dilakukanNya,  maka artinya kita pun harus siap melakukan hal yang sama pula. Jika  besaran kasih yang sesungguhnya sampai sedemikian tinggi, mengapa untuk  sekedar menolong meringankan beban saudara-saudara kita saja kita masih  sulit? Seringkali sebuah pemberian kita konotasikan dengan uang, benda  atau harta dalam jumlah besar, dan kita mungkin merasa belum cukup untuk  bisa melakukannya. Padahal pemberian itu tidaklah harus berupa sesuatu  yang mahal. Pemberian bisa dalam wujud banyak hal. Meluangkan waktu bagi  mereka, menjadi sahabat yang mau mendengar keluh kesah mereka, memberi  perhatian dan kepedulian, &lt;i&gt;being there when they need us&lt;/i&gt;, bahkan  sebuah senyuman tulus sekalipun, itu bisa menjadi sesuatu yang sangat  berharga bagi yang berbeban berat. Itupun merupakan sebuah pemberian  yang sama sekali tidak membutuhkan uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah memiliki kepekaan terhadap penderitaan saudara-saudara  kita dan melihat apa yang bisa kita berikan kepada mereka atas dasar  kasih, itulah yang menunjukkan seberapa besar kasih Allah itu ada dalam  diri kita, dan sejauh mana kita menghargai kasih yang telah Dia alirkan  kepada kita. Setiap pemberian haruslah berdasarkan kasih, itu kata  Firman Tuhan yang harus kita ingat baik-baik. Bukan atas dasar pamrih,  maksud-maksud tersembunyi dan sebagainya. Dan ingat pula bahwa setiap  orang yang mengasihi seharusnya memiliki kerelaan pula untuk memberi.  Karenanya Yohanes pun menghimbau:&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (1 Yohanes 3:18). Jangan cuma terbatas dengan ucapan saja, tetapi  aplikasikanlah secara nyata lewat perbuatan-perbuatan dalam kebenaran.  Sudahkah kita memberikan sesuatu bagi saudara-saudara yang kita kasihi  hari ini? Tanpa itu, kita tidak berhak mengaku bahwa kita memiliki kasih  Allah dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memberi artinya menyatakan kasih kepada saudara-saudara kita&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-193844458156442037?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/193844458156442037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-memberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/193844458156442037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/193844458156442037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-memberi.html' title='Renungan Harian Online: Memberi = Menyatakan Kasih'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-8992436012417685896</id><published>2011-03-19T12:53:00.000+07:00</published><updated>2011-03-19T12:53:18.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Elegan dalam Mewartakan Injil</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/03/elegan-dalam-mewartakan-injil.html"&gt;Elegan dalam Mewartakan Injil&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Matius 10:16&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala,  sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="bersikap elegan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/tulus-dan-cerdik.jpg" /&gt;Pernahkah  anda merasa terganggu ketika merasa "dikuntit" kemanapun anda bergerak  dalam sebuah butik oleh pramuniaga yang bertugas? Saya tidak tahu  mengapa, tetapi kebanyakan butik atau toko di Indonesia menganggap itu  sebagai hal yang lumrah. Entah apa yang jadi dasar untuk berlaku seperti  itu. Apakah mereka ingin menunjukkan perhatian mereka atau takut orang  mencuri di tokonya, entahlah. Bagi saya sendiri hal itu cukup  mengganggu. Kemanapun saya bergerak, mereka akan terus mengikuti dan  melihat apapun yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mungkin maksud mereka baik, mereka  ingin membantu konsumen dan siap memberi bantuan jika diperlukan. Tetapi  alih-alih membantu, kehadiran mereka seringkali menciptakan rasa tidak  nyaman atau risih. Belum lagi sebagian pramuniaga akan terus berbicara  menawarkan produk demi produk padahal kita hanya bermaksud melihat-lihat  dulu. Saya biasanya akan memilih untuk segera meninggalkan tempat itu  jika pramuniaganya bersikap menjengkelkan seperti itu. Anggaplah maksud  mereka memang baik, untuk membantu pelanggan, namun momen yang tidak  tepat bukannya membantu tetapi malah membuat risih sehingga mereka pun  kehilangan pembeli. Seandainya mereka tidak "mengganggu" pengunjung  ketika melihat-lihat jualan mereka dan tidak membuat jengkel, mungkin  mereka akan lebih berhasil dalam penjualannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa seringnya kita gagal karena tidak tahu mengambil momen yang  tepat. Dalam bekerja, dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas  kita sesuai Amanat Agung yang telah disampaikan Yesus sesaat sebelum Dia  naik ke Surga. Ada banyak anak-anak Tuhan yang merasa bertanggung jawab  untuk mewartakan Injil, tetapi sayang sekali ada banyak pula dari  mereka yang tidak tahu bagaimana melakukan itu secara elegan. Akibatnya  mereka terjebak untuk mengikuti cara-cara dunia. Memaksakan kehendak  dengan kasar atau bahkan kekerasan. Atau menganggap perlu untuk  menjelek-jelekkan orang lain terlebih dahulu agar apa yang mereka  sampaikan bisa diterima. Ada beberapa teman yang pernah bercerita bahwa  mereka pernah bertemu dengan orang-orang yang bersikap seperti ini.  Mereka memaksakan kehendak dan mudah marah ketika orang tidak mengikuti  kemauan mereka, hanya karena mereka berasal dari denominasi yang  berbeda. Mereka begitu mudahnya menjelek-jelekkan gereja dan jemaat  selain mereka dan bersikap sangat tidak simpatik. Jika itu yang  dipertontonkan, bukannya menjadi garam dan terang tetapi mereka malah  menjadi batu sandungan bagi orang lain. Jangankan membawa jiwa, dekat  saja mungkin tidak ada yang mau, jengah, jengkel, risih atau malah  kesal.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus bertindak seperti itu? Itu sama sekali bukanlah gambaran  sikap yang diinginkan Tuhan untuk kita lakukan. Yesus mengatakan seperti  ini: &lt;i&gt;"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah  serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti  merpati." &lt;/i&gt;(Matius 10:16). Seringkali medan yang kita hadapi itu  berat, kita harus berhadapan dengan situasi-situasi yang beresiko,  penolakan dan sebagainya. Dalam posisi seperti itu bisa jadi kita  bagaikan domba ditengah serigala. Oleh karena itulah kita diingatkan  agar pintar memilih momen dan bersikap. Tetap tulus seperti merpati,  bukan karena adanya agenda-agenda pribadi tetapi semata-mata atas dasar  kerinduan membawa kabar keselamatan kepada banyak orang. Disamping  tulus, hendak pula kita cerdik dalam melakukannya. Bukan dengan paksaan,  kasar, dengan menjelek-jelekkan, atau melakukan bentuk-bentuk&lt;i&gt; "hard-selling"&lt;/i&gt;  yang membuat risih orang lain. Melakukan dengan tulus atas dasar kasih  dan mengambil jalan-jalan yang baik, elegan dengan rasa hormat dan lemah  lembut, itulah yang seharusnya kita pilih dalam mewartakan Injil  keselamatan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak satupun firman Tuhan yang menghendaki kita untuk bersikap kasar  atau memaksakan kehendak. Tidak dalam hal pekerjaan atau kehidupan,  apalagi dalam menyebarkan Injil. Kita justru diingatkan untuk memiliki  hati yang lemah lembut. Lihatlah pesan yang sangat indah dan esensial  dalam Kolose berikut:&lt;i&gt; "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah &lt;b&gt;belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran&lt;/b&gt;.  Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan  yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama  seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan  di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang  mempersatukan dan menyempurnakan."&lt;/i&gt; (Kolose 3:12-14). Ini sikap yang  seharusnya ada pada kita dalam menjalani kehidupan kita termasuk  didalamnya untuk menjalankan tugas sesuai dengan Amanat Agung. Biar  bagaimanapun, ingatlah dua hukum yang terutama seperti yang dikatakan  Yesus dimana didalamnya tercakup seluruh hukum Taurat dan kitab para  nabi: &lt;i&gt;"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan  segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu...Kasihilah sesamamu  manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:37,39). Ingatlah bahwa  "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak  memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan  dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak  menyimpan kesalahan orang lain.."&lt;/i&gt; (1 Korintus 13:4-5). Tidak ada  tempat untuk kasar, memaksa, tidak sopan dan sebagainya dalam kasih, dan  ketika kita berjalan dengan dasar kasih, maka kita pun seharusnya  melakukan semuanya dengan sikap-sikap seperti yang dijelaskan dalam ayat  tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu Yesus melihat melihat ada banyak orang yang terlantar yang butuh pertolongan. &lt;i&gt;"Melihat  orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada  mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak  bergembala."&lt;/i&gt; (Matius 9:36). Pemandangan yang sama pun masih ada  hingga hari ini. Kita bisa mengenalkan Yesus, Gembala yang baik kepada  orang lain, namun perhatikan baik bagaimana cara kita untuk  melakukannya. Lewat pemaksaan, kasar atau menjelek-jelekkan jelas bukan  pilihan. Bersikap tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular, itu  yang seharusnya kita lakukan, dan keduanya harus pula berjalan  beriringan. Cerdik tapi tidak tulus itu tidak baik, sebaliknya tulus  tapi tidak cerdik pun tidak baik juga. Petrus mengatakan "Tetapi  kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah  pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap  orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan  yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan  dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena  hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka  itu" (1 Petrus 3:15-16). Lemah lembut, hormat dan dengan hati nurani  yang murni, itulah yang harus menjadi dasar dalam hati kita dalam  mewartakan berita keselamatan ini.  Paulus juga mengingatkan hal yang  sama dalam suratnya kepada Timotius: &lt;i&gt;"sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi &lt;b&gt;harus ramah&lt;/b&gt; terhadap semua orang. Ia harus &lt;b&gt;cakap mengajar, sabar&lt;/b&gt; dan dengan &lt;b&gt;lemah lembut&lt;/b&gt;  dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan  kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga  mereka mengenal kebenaran."&lt;/i&gt; (2 Timotius 2:24-25). Pilihlah  jalan-jalan yang bijaksana dengan dasar kasih sehingga kita bisa  menjamah hati orang lain untuk mengenal Yesus dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mewartakan kabar keselamatan itu penting, tapi tidak kalah pentingnya untuk melakukannya dengan baik dan tepat&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-8992436012417685896?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/8992436012417685896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-elegan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8992436012417685896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/8992436012417685896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-elegan-dalam.html' title='Renungan Harian Online: Elegan dalam Mewartakan Injil'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-2203590326050504505</id><published>2011-03-12T16:00:00.000+07:00</published><updated>2011-03-12T16:00:16.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Menjaga Hati</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/03/menjaga-hati.html"&gt;Menjaga Hati&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Amsal 4:23&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="menjaga hati" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/menjaga-hati-1.jpg" /&gt;Ada  begitu banyak orang hari-hari ini yang mulai putus asa dan kehilangan  harapan dalam hidupnya. Kita bisa mengetahui itu dengan mudah dari apa  yang paling sering keluar dari mulut mereka, bahkan air muka saja sudah  bisa menyiratkan itu. Ada banyak orang yang saya temui cenderung bicara  mengenai hal-hal yang negatif. Mengeluh, bersungut-sungut, menggerutu  dan sebagainya. Orang bisa begitu gampang tersulut emosi, menjadi sangat  sulit untuk sabar lalu menjadi orang pemarah. Di sisi lain ada orang  yang semakin lama semakin tidak yakin akan kemampuan dirinya sendiri,  menolak peluang-peluang yang terbuka di depan mata karena merasa diri  mereka pasti tidak sanggup untuk melakukannya bahkan sebelum mereka  mencoba atau setidaknya memikirkan baik-baik terlebih dahulu. Ada orang  optimis, ada orang pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ada orang sabar, ada yang cepat marah. Ada  yang tidak jemu-jemu berusaha meski sudah terjatuh beberapa kali, ada  yang menyerah sebelum bertanding. Ada yang terus percaya akan rencana  Tuhan walau masih berada dalam situasi sulit, tetapi ada pula yang masih  ragu meski mereka baik-baik saja. Ada banyak faktor yang menjadi dasar  perbedaan karakter, cara pandang atau pola pikir seperti ini, tetapi  apapun itu, cepat atau lambat kita akan sampai pada satu kesimpulan  bahwa semuanya bermuara dari satu hal, yaitu &lt;b&gt;hati&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa suasana hati kita hari ini? Jika diibaratkan seperti cuaca,  seperti apa temperaturnya sekarang, panas atau sejuk? Suhu atau kondisi  hati kita akan sangat menentukan reaksi kita dalam memandang kehidupan  kita dan bagaimana kita bersikap ditengah persinggungan dengan banyak  orang. Ketika hati sedang panas,kita akan mudah terpancing emosi,  gampang tersinggung dan sebagainya. Mari kita ambil satu contoh dalam  Alkitab, yaitu ketika Kain membunuh saudara kandungnya sendiri, Habel.  Mengapa ia membunuh saudaranya? Karena ia iri. Darimana iri itu muncul?  Dari hati. Dan Alkitab mencatatnya dengan jelas. &lt;i&gt;"tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu &lt;b&gt;hati Kain menjadi sangat panas&lt;/b&gt;, dan mukanya muram."&lt;/i&gt;  (Kejadian 4:6). Hatinya panas, itu kemudian membuat wajahnya menjadi  muram. Ia menjadi gelap mata, tidak lagi bisa berpikir sehat dan  akhirnya ia pun melakukan kekejian, yang rasanya tidak akan mungkin  dilakukan oleh manusia normal. Sebuah kejahatan yang fatal terjadi, dan  itu semua berasal dari hati yang tidak terjaga dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh lain, kepahitan pun bisa timbul dari hati yang kecewa.  Dalam hal ini mungkin Naomi bisa menjadi contoh. Tidak  tanggung-tanggung, Naomi mengalami kepahitan karena kecewa kepada Tuhan.  &lt;i&gt;"Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi;  sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang  pahit kepadaku."&lt;/i&gt; (Rut 1:20). Ayub pun merupakan salah satu contoh  yang sempat mengalami kepahitan. Satu kesimpulan yang bisa kita ambil,  hati akan sangat menentukan bagaimana kita menjalani hidup. Apakah kita  optimis atau pesimis, apakah kita bersukacita atau penuh kepahitan,  semua bermuara pada satu hal, yaitu kondisi hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan pun sudah mengingatkan hal itu sejak dulu. &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  (Amsal 4:23). Kehidupan itu dikatakan terpancar dari hati. Apapun yang  ada dalam hati kita akan terlihat jelas dari cara, gaya dan sikap hidup  kita. Dan itu akan sangat menentukan kemana kita akan pergi kelak.  Itulah sebabnya kita diingatkan untuk menjaga hati dengan segala  kewaspadaan. Hati yang tidak terjaga bisa sangat berbahaya, dan itu bisa  kita lihat pula ayatnya. &lt;i&gt;"Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat." &lt;/i&gt;(Matius 15:19). Dan firman Tuhan kemudian berkata: &lt;i&gt;"Itulah yang menajiskan orang."&lt;/i&gt; (ay 20). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bertobat dan menerima Kristus kita sudah diubahkan menjadi  ciptaan baru. Hati kita pun diperbaharui sehingga tidak seharusnya  segala kepahitan, kekecewaan, keraguan dan keputus-asaan masih bercokol  dalam diri kita. Dengan hati yang bersih itulah kita lalu bisa mendekati  Allah karena hati kita tidak lagi berisi hal-hal yang jahat tetapi  penuh dengan iman yang teguh dan ketulusan. &lt;i&gt;"Karena itu marilah kita  menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang  teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang  jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni."&lt;/i&gt; (Ibrani 10:22). Pemulihan hati setelah pertobatan ini pun sudah disinggung dalam kitab Ulangan, &lt;i&gt;"Dan TUHAN, Allahmu, akan &lt;b&gt;menyunat hatimu&lt;/b&gt; dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, &lt;b&gt;supaya engkau hidup.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt; (Ulangan 30:6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentuk hati yang baru ini tetaplah rentan akan pencemaran. Meski sudah  dipulihkan dan diperbaharui, kita tetap perlu menjaganya agar tidak  kembali kotor seperti sebelumnya. Caranya adalah dengan tetap berjalan  bersama Tuhan, mengandalkanNya dalam setiap langkah dan tetap mengisi  hati kita dengan firmanNya. &lt;i&gt;"Jagalah supaya jangan ada seorangpun  menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang  pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."&lt;/i&gt;  (Ibrani 12:15). Hati yang tidak terjaga bisa menjadi tempat subur bagi  tumbuhnya akar-akar pahit yang bukan saja menyusahkan kita tetapi juga  bisa mencemarkan banyak orang. Adalah penting bagi kita untuk terus  tekun menjaga hati kita dengan sungguh-sungguh, karena dari sanalah  seluruh kehidupan kita akan terpancar. Teruslah jaga agar kita bisa  memiliki hati yang lembut, hati yang mau mengampuni, hati yang tidak  kehilangan harapan, hati yang penuh ucapan syukur dan bersukacita,  terlebih hati yang mengasihi, lalu pancarkan itu untuk memberkati  sesama. Kita bisa memberkati orang lain, itupun akan sangat tergantung  dari bagaimana hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;suasana hati akan sangat mempengaruhi cara hidup kita&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-2203590326050504505?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/2203590326050504505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-menjaga-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/2203590326050504505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/2203590326050504505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-menjaga-hati.html' title='Renungan Harian Online: Menjaga Hati'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-6633188997184434055</id><published>2011-03-05T16:31:00.002+07:00</published><updated>2011-03-05T16:31:53.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Menghargai Berkat</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/03/menghargai-berkat.html"&gt;Menghargai Berkat&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yohanes 6:12&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya:  "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang  terbuang."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="membuang makanan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/makanan-sisa.jpg" /&gt;Ada  seorang teman saya yang setiap kali makan benar-benar tanpa sisa.  Sehabis makan piringnya bisa kelihatan mengkilat seperti tidak pernah  disentuh makanan. Kalau makan ikan benar-benar sampai bagian yang sama  sekali tidak bisa dimakan. Begitu juga kalau makan daging bertulang atau  ayam. Karenanya saya selalu tertarik melihatnya makan sampai selesai.  Suatu kali saya menanyakan kenapa dia sampai makan seperti itu. Ia pun  bercerita sebuah pengalaman ketika masih kecil. Pada suatu hari ia  mengambil makanan begitu banyak. Ibunya membiarkan saja ia mengambil  berlebih seperti itu. Tentu saja akhirnya makanan itu bersisa banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;  Disaat itulah kemudian ibunya memarahi dan kemudian mengharuskannya  menghabiskan semuanya sampai tuntas. Ia menangis dan dengan terpaksa  makan semua yang telah ia ambil sambil ditunggui ibunya. Sejak saat itu  ia belajar untuk tidak lagi membuang-buang makanan. Ini pelajaran yang  mungkin keras bagi anak kecil, tetapi itu adalah sebuah ajaran yang baik  karena membuang-buang makanan bukanlah hal yang bagus untuk dilakukan,  terlebih Tuhan pun tidak ingin kita melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin kita sudah melihat bagaimana dua kali Tuhan mengabulkan  permintaan bangsa Israel akan makanan dalam Ulangan 16:1-36. Dalam dua  kali kesempatan ketika Tuhan menurunkan roti dan burung puyuh, dua kali  pula Tuhan berpesan agar mereka &lt;b&gt;mengambil secukupnya sesuai kebutuhan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;tidak membuang-buang sisanya&lt;/b&gt;,  yaitu pada ayat 4 dan 13. Tuhan tidak suka jika berkatNya kita buang  sia-sia. Disaat orang lain ada yang membutuhkan, ada yang mati  kelaparan, bagaimana mungkin kita tega membuang makanan tanpa peduli  akan nasib mereka? Jika itu kita lakukan, bagaimana kita bisa menjadi  terang dan garam, dan bagaimana kita bisa mengaku mengenal Tuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah contoh lain mengenai ketidaksukaan Tuhan terhadap membuang-buang  berkat atau dalam skala kecil salah satunya membuang-buang sisa makanan  bisa kita lihat dalam kisah Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan.  Yang harus diberi makan pada saat itu bukan hanya puluhan, bukan ratusan  tetapi ribuan orang. Apa yang dipergunakan Yesus pada saat itu tidak  lain adalah &lt;b&gt;sisa makanan yang ada pada seorang anak, yaitu lima roti dan dua ikan&lt;/b&gt;.  Itulah yang kemudian mampu mengenyangkan ribuan orang dan masih  bersisa. Berkat yang berkelimpahan dijanjikan Tuhan, dan itu bisa kita  lihat kembali pada kisah ini seperti halnya kepada bangsa Israel di  jaman Musa di atas. Tapi lihatlah apa kata Yesus mengenai makanan sisa  ini. "Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya:&lt;i&gt; "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."&lt;/i&gt;  (Yohanes 6:12). Begitu pentingnya pesan ini, sehingga keempat Penulis  Injil menuliskan hal tersebut yaitu dalam Matius 14:20, Markus 6:43 dan  Lukas 9:17. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuang-buang sisa makanan itu sama artinya dengan tidak menghargai  Pemberi berkat.Untuk disimpan sendiri saja sudah salah, apalagi jika  kita buang-buang? Tidakkah kita seharusnya sedih dan merasa tergerak  melihat begitu banyaknya gelandangan, orang terlantar dan anak-anak yang  kelaparan bahkan hingga mati di berbagai tempat, termasuk di sekitar  kita? Ketika kita menghamburkan uang untuk membeli sesuatu yang hanya  kita buang sia-sia dalam waktu singkat atau hidup dalam limpahan  kemewahan berlebihan, sudahkah kita peduli bahwa ada anak yang tengah  menangis kelaparan pada saat yang sama? Kita bisa berpikir bahwa itu hak  kita, karena uang yang kita pakai pun adalah hasil jerih payah kita  bekerja. Tetapi jangan lupa bahwa semua itu berasal dari Tuhan yang  memberkati pekerjaan kita. Intinya seperti yang saya katakan kemarin,  kita tidak boleh lupa bahwa kita diberkati untuk memberkati. Tuhan tidak  ingin anak-anakNya menjadi tamak, egois dan serakah atas berkatNya. Dia  mau kita menjadi terang dan garam, menjadi saluran berkat bagi orang  lain, dan dengan demikian semakin banyak pula orang yang akan memuliakan  Tuhan. Firman Tuhan juga berkata:&lt;i&gt; "Berilah dan kamu akan diberi:  suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah  ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai  untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."&lt;/i&gt; (Lukas 6:38). Ini adalah sesuatu yang harus pula kita ingat baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berdoa meminta Tuhan memberkati usaha kita dan memberi  kelimpahan buat kita, ingatlah bahwa ada kewajiban yang harus kita  lakukan disana. Apakah kita sudah menghargai berkat Tuhan secara benar  dan menjalankan kewajiban kita seperti yang Dia kehendaki? Ingatlah  bahwa semua yang kita miliki bukanlah atas hasil jerih payah kita  semata, tetapi itu merupakan berkat yang indah dari Tuhan. Kita semua  punya hak untuk memakai uang yang kita peroleh dari pekerjaan kita, itu  benar, tetapi Tuhan mengingatkan kita untuk memakai secukupnya dan tidak  melupakan orang lain yang pada saat yang sama. Tuhan tidak pernah  terbatas untuk melimpahkan berkatNya bagi kita, jadi tidak ada yang  perlu kita takutkan. Kita harus terus melatih diri kita hingga kita bisa  merasakan kebahagiaan ketika kita memberi, sampai firman Tuhan berikut  ini bisa tertanam di dalam diri kita: &lt;i&gt;"Dalam segala sesuatu telah  kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus  membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan  Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia  memberi dari pada menerima."&lt;/i&gt; (Kisah Para Rasul 20:35). Agar kita  bisa menghargai berkat Tuhan secara baik kita bisa mulai dari yang  kecil, seperti tidak membuang-buang makanan misalnya. Mari kita lihat ke  sekeliling kita, adakah tetangga yang sedang kesusahan? Maukah kita  membagi berkat kepada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bersyukurlah atas berkat Tuhan dengan membagikannya kepada sesama&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-6633188997184434055?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/6633188997184434055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-menghargai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6633188997184434055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/6633188997184434055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/03/renungan-harian-online-menghargai.html' title='Renungan Harian Online: Menghargai Berkat'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-4054260225142219307</id><published>2011-02-26T13:09:00.000+07:00</published><updated>2011-02-26T13:09:35.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Pentingnya Memelihara Pikiran</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/02/pentingnya-memelihara-pikiran.html"&gt;Pentingnya Memelihara Pikiran&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Filipi 4:8&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia,  semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap  didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah  semuanya itu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="pikiran, berpikir positif" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/pikiran.jpg" /&gt;Sadarkah  anda bahwa keberhasilan kita akan sangat tergantung dari cara pandang  atau pikiran kita? Ada keterkaitan kuat antara seberapa besar daya  tahan, semangat, daya juang, mental kita dengan apa yang ada di pikiran  kita. Seringkali pikiran-pikiran negatif menghambat kita untuk mengalami  peningkatan dalam hidup. Bisa saja kita tetap percaya Tuhan, tetapi isi  pikiran kita hanya dipenuhi hal-hal yang negatif, atau tidak jarang  pula orang mengukur dirinya terlalu rendah di dalam pikirannya. "Ah,  saya ini siapa, mana mungkin saya sanggup melakukan itu?" Ada banyak  orang yang membatasi dirinya untuk maju karena merasa tidak sanggup.  Akibatnya mereka pun membuang peluang yang sebenarnya sudah ada di depan  mata. Tuhan selalu merencanakan yang terbaik bagi kita. Tuhan selalu  membuka peluang atau jalan agar kita bisa menapak maju, terus naik dan  bukan turun. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tetapi seringkali apa yang ada di dalam pikiran kitalah  yang akan membawa pengaruh, apakah kita menangkap peluang-peluang itu  atau malah terus menyia-nyiakannya, terus membiarkan semua itu berlalu  dari hadapan kita dengan sia-sia. Ironisnya, mereka kemudian malah  menyalahkan Tuhan pula. Hati, itu adalah sesuatu yang sangat penting  untuk kita perhatikan, karena firman Tuhan dalam Amsal menyebutkan bahwa  hati merupakan sumber kehidupan yang harus kita jaga. (Amsal 4:23). Itu  sungguh benar. Namun disamping itu, pikiran kita pun harus bisa kita  kendalikan. Jangan sampai pikiran-pikiran kita berjalan liar tanpa  terkendali karena itu bisa sangat berbahaya. Disamping itu jika  pikiran-pikiran kita hanya berisi hal-hal negatif, maka kita pun akan  terus berjalan di tempat, atau bahkan mundur, karena pikiran kita terus  membatasi kita untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyinggung soal hati, Alkitab pun banyak berbicara soal pikiran. Sebuah ayat dalam Amsal berkata: &lt;i&gt;"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia."&lt;/i&gt; (Amsal 23:7) Dalam versi KJV ayat ini bisa kita baca lebih jelas: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"For as he thinketh in his heart, so is he." &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Seperti  apa yang kita pikirkan, seperti itulah kita jadinya. Sebuah pepatah  Latin pun pernah menyebutkan hal ini, yang kira-kira bunyinya: kenyataan  yang kita alami akan sangat tergantung dari gambaran yang jelas yang  terdapat dalam pikiran kita. Ayub berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Ayub 3:25). Seperti itulah pikiran bisa menguasai kita. Pikiran akan sangat menentukan apa yang akan kita raih di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pikiran kita hanya berisi hal-hal negatif seperti kekhawatiran,  ketakutan, kebencian, kemarahan, kepedihan, keluh kesah, kegagalan,  trauma-trauma masa lalu, ketidakpercayaan diri dan sebagainya, hidup  kita pun tidak akan pernah terasa indah. Tetapi sebaliknya, kita bisa  merasakan keindahan hidup tanpa tergantung oleh keadaan kita apabila  kita mengisi hal-hal yang positif dalam pikiran kita seperti kesabaran,  optimisme, kesuksesan, percaya bahwa Tuhan tidak akan berpangku tangan  dan akan menghargai segala yang kita lakukan atas namaNya dan  sebagainya, maka hidup kita pun akan terasa jauh lebih indah. Memandang  dari sisi positif, melihat hal-hal yang baik dari hal buruk, itu mungkin  tidak semudah membalik telapak tangan untuk dilakukan, tetapi itu akan  membuat kita leluasa untuk berusaha dengan giat. Pikiran bisa menjadi  jendela hidup kita, yang akan sangat menentukan seterang apa hidup dalam  pandangan kita, apakah cerah atau malah suram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ayat bacaan hari ini akan sangat berguna untuk kita perhatikan. Paulus mengingatkan jemaat di Filipi sebagai berikut:&amp;nbsp; &lt;i&gt;"Jadi  akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua  yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar,  semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, &lt;b&gt;pikirkanlah semuanya itu.&lt;/b&gt;"&lt;/i&gt;  (Filipi 4:8). Ini adalah sebuah anjuran yang sangat penting, karena  mengingatkan kita untuk mendasari pikiran kita dengan segala hal-hal  yang positif. Perhatikanlah ketika Paulus menuliskan hal ini, dia  sendiri sebenarnya sedang dalam keadaan yang jauh dari baik. Paulus  tengah dipenjara pada saat itu. Ia punya segudang alasan untuk mengeluh,  merasa kecewa atau bahkan menyalahkan Tuhan, setidaknya ia punya alasan  untuk tidak melayani buat sementara waktu. Dan mungkin kita akan maklum  jika ia melakukan itu, karena kita pun mungkin akan berbuat seperti itu  pada saat kita berada dalam keadaan sulit. Namun Paulus tidak mau  membiarkan pikirannya dikuasai oleh hal-hal negatif. Dia menolak untuk  terjebak. Meski situasi sedang buruk, Paulus tetap memancarkan  ungkapan-ungkapan sukacita dan terus mengingatkan jemaat-jemaat lewat  surat-suratnya agar tidak pernah menyerah dan kehilangan harapan. Paulus  terus menggugah hati orang lain untuk tetap berpikir positif, meski  situasi yang dihadapi semuanya berlawanan dengan itu sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita terus mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan  tidak membiarkan berbagai hal negatif datang silih berganti atau malah  tinggal diam di dalam pikiran kita. Isilah terus dengan damai sejahtera  yang datang dari Allah, karena itulah yang akan mampu memelihara hati  dan pikiran kita dalam Kristus.&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Filipi  4:7) Segala pikiran negatif akan semakin menjauhkan kita dari Allah,  menghilangkan damai dan sukacita dalam hidup kita dan akan membuat kita  berjalan di tempat atau bahkan mengalami kemunduran. Pikiran memiliki  pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu mari  kita awasi pikiran kita agar kita tidak terus membuang-buang berkat yang  telah disediakan Tuhan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa yang kita pikirkan akan sangat menentukan masa depan kita &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-4054260225142219307?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/4054260225142219307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/02/renungan-harian-online-pentingnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4054260225142219307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/4054260225142219307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/02/renungan-harian-online-pentingnya.html' title='Renungan Harian Online: Pentingnya Memelihara Pikiran'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-531619745509928074</id><published>2011-02-21T23:13:00.000+07:00</published><updated>2011-02-21T23:13:16.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Firman Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><title type='text'>Renungan Harian Online: Mengusahakan Kesejahteraan Kota</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/2011/02/mengusahakan-kesejahteraan-kota.html"&gt;Mengusahakan Kesejahteraan Kota&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;/b&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-online.blogspot.com/"&gt;http://renungan-harian-online.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat bacaan:&lt;/b&gt; Yeremia 29:7&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah  untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah  kesejahteraanmu."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" alt="mengusahakan kesejahteraan kota" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/mengusahakan-kesejahteraan-kota.jpg" /&gt;Sejak  menikah saya memberikan seluruh gaji dan pendapatan saya kepada istri.  Sama sekali tidak ada rasa terpaksa untuk itu, saya malah merasa  bersukacita setiap kali saya membawa pulang penghasilan saya untuk  diberikan kepadanya. Itu saya lakukan dengan sukarela tanpa paksaan, ia  bahkan tidak pernah meminta saya melakukan itu. Mengapa saya mau bekerja  banting tulang lalu menyerahkan seluruhnya kepada istri saya tanpa  menyimpan sepeserpun? Alasan saya lebih dari sekedar tanggung jawab  sebagai seorang suami, tetapi karena saya &lt;b&gt;mencintainya&lt;/b&gt; dengan seluruh jiwa dan raga saya. Nyawa saya pun siap saya berikan untuknya, mengapa tidak untuk sekedar gaji? &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin memperdalam renungan kemarin yang berbicara mengenai seruan  Tuhan bagi kita untuk mengusahakan sesuatu untuk kota dimana kita  ditempatkan. Ayatnya berbunyi:&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Usahakanlah kesejahteraan kota ke  mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab  kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Yeremia 29:7). Ada beberapa hal yang sebaiknya kita cermati dari ayat ini. Mari kita lihat urutannya. Firman Tuhan berkata:&lt;i&gt; "&lt;b&gt;Usahakanlah kesejahteraan kota&lt;/b&gt; dimana kamu Aku buang, dan &lt;b&gt;berdoalah&lt;/b&gt; untuk kota itu."&lt;/i&gt;  Kata dan disana menunjukkan adanya dua aktivitas berbeda namun saling  berhubungan. Usahakanlah kesejahteraan kota, itu ditempatkan di depan.  Artinya terlepas dari panggilan kita sebagai anak Tuhan untuk terus  memanjatkan doa syafaat atas kota, bangsa dan negara kita, termasuk para  pemimpinnya, adalah sangat penting bagi kita untuk melakukan sesuatu  secara nyata demi kesejahteraan kota dimana kita tinggal. Yang sangat  disayangkan tidak banyak gereja yang mau keluar dari balik  dinding-dindingnya untuk menjangkau kehidupan di luar tembok gereja  dengan melakukan sesuatu secara nyata. Mendoakan tentu jauh lebih mudah  untuk dilakukan karena tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga dan  biaya, tetapi firman Tuhan dalam Yeremia 29:7 ini mengajak kita untuk  kembali menyadari apa yang diminta Tuhan sebenarnya. Seberapa jauh  gereja hari ini mau berfungsi nyata dalam kehidupan disekitarnya, tanpa  tujuan apapun selain mengusahakan kesejahteraan kota seperti panggilan  Tuhan itu? Mendoakan itu tentu sangat penting. Doa punya kuasa yang luar  biasa, apalagi jika dilakukan oleh orang benar. (Yakobus 5:16b). Tapi  sebuah tindakan nyata yang aktif juga merupakan sesuatu yang sangat  penting untuk kita pikirkan dan lakukan, begitu pentingnya bahkan kata  usahakan itu diletakkan di depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita fokus kepada kata &lt;b&gt;"mengusahakan"&lt;/b&gt;. Menurut kamus bahasa Indonesia kata mengusahakan ini mencakup:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- mengerjakan sesuatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- mengikhtiarkan (berpikir dalam-dalam untuk mencari solusi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- berusaha sekeras-kerasnya dalam melakukan sesuatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- membuat dan menciptakan sesuatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat elemen yang tercakup di dalam kata "mengusahakan" menunjukkan  bahwa itu bukanlah sebuah hal yang sepele. Jika Tuhan meminta kita untuk  mengusahakan kesejahteraan kota dimana kita ditempatkan, itu artinya  keempat hal di atas haruslah menjadi bagian dari fokus kita dalam  bekerja. Bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga,  tetapi berbuat sesuatu sebagai bagian dari kontribusi dan peran serta  kita secara aktif untuk pembangunan kesejahteraan di mana kita tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan pernah bisa tergerak untuk melakukan peran aktif demi  kesejahteraan kota apabila kita tidak mengasihi kota dimana kita  tinggal. Itulah sebabnya saya mengawali renungan hari ini dengan  ilustrasi di atas. Kita mau habis-habisan bekerja dan menyerahkan  semuanya kepada istri kita karena kita mengasihinya bukan?  Sama halnya  seperti kota, apabila kita mencintai dan mengasihi kota kita termasuk  orang-orang yang hidup di dalamnya, maka disanalah kita akan mulai  memiliki kerinduan untuk mengusahakan sesuatu sesuai dengan kemampuan  dan talenta yang kita miliki demi kesejahteraan kota kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab mengatakan:&lt;i&gt; "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam  Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah  sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."&lt;/i&gt; (Efesus 2:10).  Pekerjaan baik sudah dipersiapkan Allah lewat Kristus, ini termasuk  dalam mengusahakan kota tentunya. Dan Tuhan mengatakan bahwa Dia mau  kita hidup di dalamnya. Kesejahteraan kota akan sangat menentukan  seberapa jauh kesejahteraan kita. Saya berasal dari kota lain, saya  percaya bahwa saya berada di kota dimana saya tinggal sekarang bukanlah  suatu kebetulan. Demikian pula teman-teman yang saat ini berada jauh  dari kota kelahiran. Ada panggilan Tuhan bagi kita untuk mensejahterakan  kota di mana kita berada, dan itu adalah kewajiban kita. Jika  pendatangpun memiliki tugas untuk kesejahteraan kotanya, apalagi jika  anda merupakan penduduk asli di tempat dimana anda berada sekarang.  Sudah saatnya gereja bergerak keluar dari tembok-tembok pembatas dan  mulai melakukan karya nyatanya demi kemajuan dan kesejahteraan kota  dimana kita berada saat ini. Apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk  itu? Menanam pohon untuk penghijauan? Mengurus anak jalanan? Memberikan  ide-ide atau solusi mengatasi problema sosial yang bertumpuk? Atau  sekedar berpartisipasi dalam kebersihan lingkungan, ikut ronda malam dan  sebagainya? Percayalah apapun yang anda lakukan atau usahakan atas  dasar kerinduan anda untuk mensejahterakan kota &lt;b&gt;tidak akan pernah terbuang sia-sia&lt;/b&gt;,  meski hal itu mungkin sangatlah kecil dalam penilaian anda secara  pribadi. Bayangkanlah sebuah kota dimana keamanannya baik, orang hidup  berdampingan secara damai, anda bisa bekerja dengan rasa tenang,  bukankah itu indah? Dan siapa bilang kita tidak bisa memberi sumbangsih  apapun untuk itu? Mari hari ini kita sama-sama memikirkan dengan serius  apa yang bisa kita usahakan untuk kota kita dan apa yang akan menjadi  tindakan kita untuk mewujudkannya secara nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Usahakanlah kesejahteraan kota dimana kita berada, karena kesejahteraan kita bergantung darinya&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3049337492256533224-531619745509928074?l=temukan-caranya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/feeds/531619745509928074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/02/renungan-harian-online-mengusahakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/531619745509928074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3049337492256533224/posts/default/531619745509928074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://temukan-caranya.blogspot.com/2011/02/renungan-harian-online-mengusahakan.html' title='Renungan Harian Online: Mengusahakan Kesejahteraan Kota'/><author><name>Vincent utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00643676907482916586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3049337492256533224.post-1587249351477288200</id><published>2011-02-17T23:16:00.000+07:00</published><updated>2011-02-17T23:16:41.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips-Trik'/><title type='text'>Step by step Download manga dengan DomdomSoft Manga Downloader</title><content type='html'>Tutorial kali ini kami buat karena pernah ada request untuk membuat step by step oleh pengunjung blog kami.&lt;br /&gt;Ini adalah mengenai cara download manga dengan software dari domdomsoft&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;1. Download softwarenya di websitenya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://domdomsoft.com/"&gt;http://domdomsoft.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Ekstrak semua file. lalu buka softwarenya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GVqcZC5nDXc/TV1EnocNW-I/AAAAAAAAAXI/4AYVZNs3Q4E/s1600/ScreenShot192.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://2.bp.blogspot.com/-GVqcZC5nDXc/TV1EnocNW-I/AAAAAAAAAXI/4AYVZNs3Q4E/s320/ScreenShot192.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masuk option (gambar obeng. atau klik Ctrl+O)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EXeWwOjgk7Y/TV1E5qfn7aI/AAAAAAAAAXM/KMWPS1oCnaQ/s1600/ScreenShot195.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="74" src="http://3.bp.blogspot.com/-EXeWwOjgk7Y/TV1E5qfn7aI/AAAAAAAAAXM/KMWPS1oCnaQ/s320/ScreenShot195.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pilih tab Manga Sites lalu pilih site manga kesukaan Anda&lt;br /&gt;Kami rekomendasikan MangaFox dan Mangastream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jNMgYlpvNk4/TV1FyEDWE0I/AAAAAAAAAXc/smKyXxC4l74/s1600/ScreenShot196.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-jNMgYlpvNk4/TV1FyEDWE0I/AAAAAAAAAXc/smKyXxC4l74/s320/ScreenShot196.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pilih Ok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilih sitenya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FGR5uSbcYvE/TV1G9h8zKLI/AAAAAAAAAXg/X7LkYEAfHeA/s1600/ScreenShot198.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-FGR5uSbcYvE/TV1G9h8zKLI/AAAAAAAAAXg/X7LkYEAfHeA/s1600/ScreenShot198.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lalu pada kotak Search... tuliskan manga yang ingin dicari. lalu tekan Enter atau klik gambar kaca pembesar hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Maka akan muncul hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GRCJt_M4nts/TV1HU36BL5I/AAAAAAAAAXk/kAh6Kzb6WCg/s1600/ScreenShot199.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-GRCJt_M4nts/TV1HU36BL5I/AAAAAAAAAXk/kAh6Kzb6WCg/s1600/ScreenShot199.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Klik 2 kali pada hasil yang diinginkan maka akan muncul kotak dialog mengenai informasi manga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MZAqJzjyhD4/TV1H00gxEBI/AAAAAAAAAXo/Kc5z20nuxU0/s1600/ScreenShot201.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="284" src="http://2.bp.blogspot.com/-MZAqJzjyhD4/TV1H00gxEBI/AAAAAAAAAXo/Kc5z20nuxU0/s320/ScreenShot201.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div
